Selasa, 03 November 2009

Kisah Yu Timah... Berqurban dalam Kesempitan

dikutip dari notes facebook Ust Taat Budi Utomo


Ini kisah tentang Yu Timah.......Siapakah dia ?........Yu Timah adalah tetangga kami........Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir........Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.........Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya.........Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.......

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah........Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil........maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun.........Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini dia sebatang kara.......Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta........Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga.........Dia kembali ke kampung kami..........Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta........Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu......

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri.........Maka ia berjualan nasi bungkus........pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami........tentu hasilnya tak seberapa.......tapi Yu Timah bertahan..........Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.........Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan.........dia biayai anak itu hingga tamat SD........Tapi ini zaman apa......anak itu harus cari makan..........Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.........Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus............Untung di kampung kami ada pesantren kecil...........Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.........

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya........Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan.........Inilah hebatnya dia.........semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.........Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.........Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf........Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan.........Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu........Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas......Yah.....emas....

...untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri........Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.......

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya........Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah......

Pak.... saya mau mengambil tabungan......kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.....
O, tentu bisa.......Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore..... Bank kita sudah tutup......Bagaimana bila Senin ?.......

Senin juga tidak apa-apa..........Saya tidak tergesa.......Mau ambil berapa ?......tanya saya.

Enam ratus ribu, Pak........Kok banyak sekali.......Untuk apa, Yu ?.........

Yu Timah tidak segera menjawab......dia menunduk, sambil tersenyum malu-malu......Saya mau beli kambing kurban, Pak........Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.........

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya........Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam........Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya.........Padaha
l saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.........

Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu.......Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban..........Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada........Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban ?........

Iya Pak. Saya sudah bulat........Saya benar-benar ingin berkurban.......Selama ini memang saya hanya jadi penerima........Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban........

’Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita..........

Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria......matanya berbinar........Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang..........

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri.........Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim ?.......Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya ?........Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya........Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu......Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban.......Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus.......Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.......

Ya, Yu Timah.......Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar........Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.......

Oleh : Ahmad Tohari
Model : Mak Payo... 

Minggu, 11 Oktober 2009

Buah Hati Adalah Ujian

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo



Assalaamu'alaikum. War. Wab.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Abu Buraidah berkata, Rasulullah SAW pernah berkhotbah kemudian datang kedua cucunya Hasan dan Husein.......Keduanya berjalan dan terjatuh. Kemudian Rasulullah SAW turun dari mimbar, menggendong keduanya dan meletakkannya dihadapannya lalu bersabda : Benarlah Allah dan Rasul Nya.......sesungguhnya harta dan anak kamu itu merupakan cobaan.......Aku telah melihat dua anak yang berjalan dan terjatuh ini dan akau tidak sabar sehingga aku menghentikan khotbahku dan menggendong keduanya..

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Ketika anak hadir ditengah - tengah keluarga kita.......maka sebuah tanggung jawab yang sangat besar harus dipikul oleh kedua orang tuanya........Anak bisa membawa kedua orang tuanya kepada kebahagiaan.......dan anak juga bisa membawa kedua orang tuanya kepada penderitaan.......dunia dan akhirat...

Pentas drama kehidupan dunia ini sudah sangat banyak tentunya cerita perihal kebahagian orang tua yang tercerabut gara - gara ulah anak - anaknya.......yang selalu menyusahkan mereka......membuat kedua orang tuanya menderita......Na'udzubill

ah...

Dalam satu atsar atau riwayat dijelaskan dalam kitab Dunya al Tifl......bahwa kelak pada hari kiamat akan banyak orang tua yang digugat oleh anak - anaknya di pengadilan Allah SWT......Ketika anak - anak yang sepanjang kehidupannya di dunia selalu diliputi dengan gelimang maksiat dan dosa.......perintah dan larangan Allah dan Rasul Nya tidak diindahkan sama sama sekali......sementara kedua orang tuanya diam saja atau kurang dalam memberikan landasan untuk mengenal dan dekat dengan Allah dan Rasul Nya.......maka anak - anak yang demikian akan mengacungkan tangannya ketika disiksa oleh malaikat Zabaniah di nereka dengan mengatakan......Ya Allah......kami protes kepada Engkau .. kami tidak beribadah kepada Mu semasa kehidupan kami di dunia karena kedua orang tua kami tidak pernah cukup dalam mendidik kami untuk mengenal dan dekat kepada Mu.......mereka tidak tegas dalam memerintahkan kami untuk sholat.......mereka tidak mengajarkan kepada kami membaca ayat - ayat Mu.......mereka tidak menyuruh kami berpuasa di bulan ramadhan......mereka tidak memberi contoh kepada kami dalam beribadah kepada Mu.......maka kami rela Engkau siksa di neraka Mu ini.... asalkan......KAKI KANAN KAMI BERTUMPU PADA KEPALA BAPAK KAMI dan KAKI KIRI KAMI BERTUMPU PADA KEPALA IBU KAMI.......Na'udzubillahi mindzaliik...

Pendidikan anak untuk mengenal dan dekat dengan Allah SWT adalah kewajiban kedua orang tua yang menjadi hak anak untuk mendapatkannya.......melal
ui ilmu agama........ilmu umum sekolah dan ilmu - ilmu pendukung lainnya........dan semuanya harus bertumpu kepada upaya untuk mendapatkan ampunan.......rahmat.......dan ridha Allah SWT.... muliakan guru - guru anak - anak kita.......jangan dzalimi mereka .....

Dan ketika anak - anak kita menjadi seorang yang ahli ibadah.......anak - anak yang sholih dan sholihah atas upaya dan ikhtiar kedua orang tuanya yang cukup memberikan landasan pendidikan.......maka ketika di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.......anak - anak yang demikian adalah akan masuk syurga " bighoiri hisaab " tanpa dihisab.......dan ketika mereka sudah berada didepan pintu syurga......mereka berhenti kemudian menoleh ke kanan, kiri dan belakang.......malaikat penjaga syurga memerintahkan mereka segera memasukinya.......akan tetapi anak - anak kita yang sholih dan sholihah dan ahli ibadah ini tidak mau memasuki syurga kalau tidak bersama kedua orang tuanya...malaikat mengatakan bahwa kedua orang tua mereka masih dihisab dan disiksa di neraka atas kesalahan dan dosanya yang dilakukan didunia.......kemudian mereka menjawab : kalau begitu biar kami menunggunya di depan pintu syurga........Akhirnya atas perintah Allah SWT kepada malaikat disuruh untuk mengambil kedua orang tuanya dan dimasukkan ke dalam syurga bersama - sama dengan mereka.......Subhanallah..
.....inilah buah dari kesungguhan orang tua dalam mengemban tanggung jawab akan titipan Allah SWT.......BUAH HATI.......

Ikhwan Akhwat.....

Niatkan kewajiban kita sebagai orang tua kepada anak - anaknya untuk memberikan pendidikan hanya karena mengharap ridha Allah SWT.......segera bayar uang " syahriah "..... spp sekolah.....dan jangan di tunda - tunda.....ucapkan Alhamdulillah kalau tempat belajar anak - anak kita meminta kita untuk membayar keperluan belajar anak kita......jangan dipersulit.....dan berdo'a kepada Allah SWT agar anak - anak kita kelak akan menjadi penyejuk pandangan mata dan hati kita semasa kehidupan di dunia dan menjadi penyelamat kedua orang tuanya ketika berda di pengadilan Allah Yang Maha Adil nantinya.........Amiin.


Wass. War. Wab.

Dialog Terindah Ayah dan Anak

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo


 
Assalaamu'alaikum War. Wab.

Setelah sekian lama menanti hadirnya buah hati......akhirnya ketika umur sudah menjelang renta sekitar 85 tahun......Nabi Ibrahim as dikaruniai seorang buah hati yang telah sekian lama dinanti - nantikannya....Nabi Ismail as dari istrinya Hajar.....Rabbii hablii minas shaalihiin.....

Kecintaan Nabi Ibrahim as yang sangat kepada buah hatinya Ismail as inilah kemudian Allah SWT menurunkan ujian yang sangat berat kepada mereka berdua.......tatkala Ismail as beranjak menjadi anak yang tumbuh dalam asuhan kedua orang tuanya yang sangat tunduk dan patuh serta sangat mencintai Allah SWT.......datanglah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim as untuk menyembelih buah hati yang sangat dicintainya....

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." QS 37 : 102

Seketika akal sehat dan rasio manusia dijungkir balikkan.... seorang ayah disuruh menyembelih putranya.....dalam riwayat dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa dia berkata.......

Pada pagi hari setelah bermimpi untuk menyembelih putranya.....Nabi Ibrahim as berfikir......apakah mimpi itu dari Allah atau dari syetan ?......Nabi Ibrahim as yang sangat meyakini bahwa ini adalah perintah Allah SWT berada dalam kebingungan.....yang akhirnya berjalanlah sesuai dengan kebiasaannya untuk merenungkan perihal perintah Allah SWT ini.....beliau mondar - mandir disuatu daerah sekitar Arafah dan Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah......BERFIKIR dalam bahasa arab......TARAWWAA....seda

ngkan kata bendanya adalah......TARWIYAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....TARWIYAH.... yang artinya....BERFIKIR.....karena bingung.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as ternyata bermimpi kembali untuk segera menyembelih putranya.......Ismail as.......maka pada pagi harinya dia menjadi......JELAS......TA
HU.....PAHAM......bahwa mimpi adalah perintah Allah SWT.......Akhirnya berhentilah Nabi Ibrahim as di suatu tempat untuk lebih dalam merenungkan perintah Allah SWT pada hari berikutnya 9 Dzulhijjah ......WUKUF.....artinya berhenti......di tempat yang karena sudah jelas dan mengetahui akan perintah Allah tersebut......MENGETAHUI.....dalam bahasa arab adalah......ARAFA......sedangkan kata kerjanya........ARAFAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....ARAFAH.... yang artinya......JELAS......TAHU.....PAHAM.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as kembali bermimpi......maka paginya.......pada tanggal 10 Dzulhijjah...... beliau menyegerakan untuk menyembelih putranya.......MENYEMBELIH
......dalam bahasa arab adalah.......NAHARA.......sedang kata kerjanya......NAHRUN.......sehingga pada hari itu dikenal dengan hari......NAHRI.......hari

Kemudian datanglah sang ayah ini kemudian kepada buah hatinya dengan mengatakan.......Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.......Maka fikirkanlah apa pendapatmu ?...... Subhanallah...

Inilah satu qudwah indah........walaupun nabi Ibrahim as kekasih Allah SWT sangat memahami akan perintah Allah SWT.......akan tetapi tetap memberi kesempatan kepada buah hatinya untuk berfikir dan berpendapat......FANDHUR MAADZAA TAROO.......bukan memaksakan kehendaknya kepada anaknya......

Betapa banyak sekarang ini orang tua yang sering memakasakan keinginannya.......kehenda
menyembelih......hari berkorban...... knya........kepada anak - anak nya.......dan hal ini tidak sedikit berakibat munculnya persoalan - persoalan dalam keluarga yang sangat besar........pilihan sekolah mereka.......pilihan pendamping hidup mereka.......berilah anak - anak kita kesempatan untuk berpendapat.......jangan paksakan kehendak kita pada mereka.....

Dengan didikan yang telah diberikan kepada anaknya Ismail as.......maka jawaban buah hati yang sangat dicintainya akhirnya menjawab........Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar....... Subhanallah....

Itulah dialog terindah yang pernah ada dalam pentas drama kehidupan manusia didunia ini....DIALOG TERINDAH AYAH DAN BUAH HATINYA......komunikasi yang baik......harmonis......an
tara orang tua dengan buah hatinya......yang meletakkan dasar dan pondasi penting......bagi lahirnya generasi yang shalih dan shalihah.....

Ketika ikhwan baru pulang kerja......melihat buah hati sedang.....TADARRUS AL QUR'AN.....tanpa disuruh.....mendirikan shalat juga tanpa disuruh - suruh......MAKA DINGIN DAN SEJUK MATA HATI ORANG TUA MELIHATNYA......akan tetapi kalau mendapati buah hati......tidak ada dirumah ketika pulang kerja......orang tua tidak tau dimana mereka......pulang larut malam......dinasehati malah melawan.......disuruh malah menentang.......DUUH....RA
SANYA SAKIT.....HATI ORANG TUA YANG SEPERTI INI....

Mudah - mudahan sebagai orang tua kita bisa mengambil hikmah dialog ini untuk kita terapkan dalam keluarga kita.......Amiin.


Wassalaamu'alaikum. War. Wab.

Jumat, 09 Oktober 2009

Warisan... Langkah Yang Terjebak

dikutip dari notes facebook yang ditulis oleh Ustadz Taat Budi Utomo



Assalaamu’alaikum. War. Wab.

Tidak bisa.......pokoknya tidak bisa.....sebagai anak pertama aku harus mendapatkan separoh dari harta peninggalan ayah dan ibu.........sepeninggal ayah akulah yang membiayai kuliah kamu semua......jadi wajar dong kalau aku mendapatkan 1/2 bagian warisan ayah dan ibu........salah satu adiknya kemudian sedikit menimpali perkataan kakak sulungnya yang hidupnya sudah mapan ini dengan........dalam hal ini kan sudah ada aturannya kak.......kita semua tahu itu......lagian kakak kan hidupnya sudah enak......kecuali kalau memang ada wasiat atau hibah khusus dari ayah dan ibu......diteruskan dengan pendapat dari adik perempuannya yang tak kalah sengitnya.......yang adil ya dibagi rata saja........

Dengan wajah memerah.......kakaknya kemudian melontarkan kalimat yang pedas kepada kedua adiknya.......kalau tidak karena kakak…….maka kamu tidak akan bisa kuliah dan lulus sarjana seperti sekarang ini.......dengan lemas dan sakit hati suami dari adik perempuannya ikut bicara......jadi kang mas tidak rela......tidak ikhlas membiayai kuliah adik - adik kang mas sendiri.......sehingga sekarang minta semuanya itu ada kompensasinya.......kamu orang lain.....kamu jangan ikut - ikutan dalam persoalan ini sautnya sengit......

Inilah gambaran dari sebuah situasi nyata......yang sering terjadi ketika kedua orang tua kita sudah meninggal......anak - anak.....REBUTAN HARTA WARISAN.....bahkan tidak sedikit diantaranya terjadi......dan lebih ruwet.....apabila saudara ayah laki - laki.......pak de atau paman......ikut di dalamnya meminta bagian juga......hubungan silaturrahim yang tadinya baik - baik saja......karena persoalan warisan......maka saudara menjadi musuh.......bahkan tidak sedikit diantara mereka yang membawa persoalan ini ke pengadilan......

Dalam Al Qur'an dan As Sunnah.....sudah dijelaskan dengan gamblang persoalan ini.....tapi ana belum pernah bisa menyelesaikan persoalan ini ketika diminta bantuan ikhwan wa akhwat......tetangga......

karena hampir semua pihak yang terlibat pikiran dan hatinya sudah di butakan oleh harta.......mendapatkan bagian yang paling banyak......mereka lupakan tuntunan syariat......mereka langgar hukum - hukum mulia ini......sehingga syariat " faraidh "........waris ini jarang ada yang bisa menerapkannya dengan benar......bahkan kalau ada orang tua yang sudah meninggal dan telah menuliskan wasiat hibah kepada anak – anaknya……..atau kepada orang lain karena hal ini juga di perintahkan oleh Rasulullah SAW apabila sudah berumur renta maka tulislah wasiat untuk anak - anakmu.......hal inipun tidak dihiraukannya sama sekali......Na'udzubillah.......

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Harta dan anak adalah ujian dari Allah SWT......dan Allah mengawali ayat ini dengan lafadh " amwal "......harta......baru kemudian anak sebagai ujian manusia.......tentu saja dalam ujian itu ada lulus dan ada yang tidak lulus.....sehingga apabila ujian pertama dalam bentuk harta manusia tidak lulus.....harta tidak digunakan untuk kepentingan berjuang di jalan Allah....maka dampak selanjutnya ujian dalam bentuk anak sangat sulit kita bisa melewatinya......Gambaran hal ini sudah banyak terlihat......walaupun secara lahir orang itu berkelimpahan harta......harta yang dipunyainya tidak digunakan untuk berjuang di jalan Allah......maka anak dari mereka akan menjadi duri dalam keluarganya......

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. QS 2 : 215

Rasulullah SAW juga memeriintahkan agar jangan meninggalkan ahli waris kita dalam keadaan miskin.....

HR. Bukhari Muslim dari Abu Ishaq bin Abi Waqqash ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW menjengukku saat aku sakit keras pada haji wada' seraya aku berkata, Ya Rasulullah sakitku sangat parah seperti yang engkau lihat. Aku mempunya harta benda sedangkan yang menjadi pewarisku hanya seorang putriku saja. Bolehkah aku menyedekahkan 2/3 hartaku ? Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata , separuh hartaku Ya Rasulullah ?....Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata, sepertiga hartaku Ya Rasulullah ?...Beliau bersabda : Sepertiga.....Sepertiga itu sudah banyak atau besar....Sungguh jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta belas kasihan orang lain.....

Sangat jarang diantara ikhwan dan akhwat yang baru menerima bagian harta waris dari kedua orang tuanya........kemudian harta itu menjadi manfaat bagi kehidupannya.....banyak orang mengatakan bahwa harta waris itu……." panas "......bahkan sangat jarang di temui anak yang mampu meneruskan usaha orang tuanya.......mewarisi perusahaan orang tuanya......kemudian perusahan itu tambah berkembang maju......yang sering terjadi adalah sebaliknya insyaAllah......menurun...
......dan akhirnya hilang dari peredaran....

Sementara disamping tuntunan " faraidh ".....Rasulullah SAW juga membentangkan pengelolaan harta dalam bentuk infaq....sodaqoh....dan waqaf......Kalau kita mau berfikir bijak demi kebaikan semua pihak khusunya anak - anak kita......maka kewajiban orang tua adalah berdiri di belakang masing - masing anaknya untuk mendukung terwujudnya pilihan hidup anak yang memang sudah di gariskan oleh Allah SWT......dengan segala upaya dan ikhtiarnya menjadikan masing - masing anaknya berhasil dalam kehidupan dunianya......karena seringkali pilihan jalan hidup dunia anak berbeda dengan apa yang di geluti oleh orang tuanya......apabila masing - masing anaknya sudah berhasil.....cukup dalam pandangan dunia dan baik dalam beribadah.....kemudian orang tua masih mempunyai titipan harta dari Allah SWT.....maka orang tua yang seperti ini bisa mengambil tuntunan syariat yang lain......yaitu dengan mengambil syariat infaq.....sodaqoh.....atau


Dari sisi kehidupan yang lain…….seorang teman.....Iqbal Bae....... menulis cerita dalam komentarnya dalam kajian beberapa hari kemarin…….

Ketika dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan pesawat……...disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur……..kemudian ia menyapa ibu tersebut……dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan………Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ? tanyanya………Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua……….jawab ibu itu………Wouw……hebat sekali putra ibu…….ia sahutnya dan terdiam sejenak……..

Kemudian ia merenung sejenak……..Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu……..ia melanjutkan pertanyaannya………..Ibu tadi katakan bahwa…….anak yang di Singapore tadi adalah putra yang kedua………Bagaimana dengan kakak adik-adik nya ?........ Oh ya……… si ibu kemudian bercerita…….anak saya semuanya 7………yang ketiga seorang dokter di Malang………yang keempat kerja di perkebunan di Lampung………yang kelima menjadi arsitek di Jakarta……….yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto………yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang……..

Dengan penasarannya ia kembali bertanya……..ibu sudah cerita anak – anak ibu……dari anak yang kedua…..ketiga……keempat……k
waqaf......karena melihat anak - anaknya sudah mapan di bidangnya sendiri - sendiri.........bahkan kalau ada anak yang memilih bidang seperti orang tuanya.....maka setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi anak adalah........mereka harus memulai usaha yang sama dengan orang tuanya itu dari awal.....dari nol.....sebagai pendiri.....bukan sebagai penerus.....sehingga si anak tahu betapa sulitnya......lika - liku jalannya yang pernah juga dialami oleh orang tuanya......dan ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi dia....... elima……keenam……dan ketujuh……..mohon maaf sebelumnya ya bu……bagaimana dengan anak ibu yang pertama……yang kesatu…….

Dengan menghela nafas……ibu ini menjawab……anak ibu yang pertama menjadi seorang petani di Godean Jogya……dia menggarap sawahnya sendiri yang tak terlalu lebar…….ia kemudian menimpali perkataan ibu itu……maaf ya bu…….ibu kelihatan kecewa dengan anak ibu yang pertama……..karena adik – adiknya telah menjadi orang yang sukses kehidupan pekerjaannya…….sedangkan dia menjadi seorang petani biasa……

Ibu itu tersenyum……kemudian menjawab……Oh…..tidak……saya
tidak kecewa dengan anak saya yang pertama……...bahkan saya bangga kepadanya……..KARENA DIALAH YANG MEMBIAYAI SEKOLAH ADIK – ADIKNYA SAMPAI SEMUA LULUS SARJANA HASIL DARI DIA BERTANI…….Subhaanallaah……Allahu Akbar……

InsyaAllah inilah yang akan menghantarkan kita menjadi hamba yang lulus dalam ujian harta sekaligus lulus dalam ujian anak.....tidak ada pertikaian antar saudara.......ahli waris kita.......dan akan mengarahkan langsung orang tua tersebut sebagai hamba yang hidupnya dilimpahii ketenangan.....kebahagiaan
hidup dari Allah SWT.....Amiin.


Wassalaamu’alaikum.War.Wab
.

Kamis, 08 Oktober 2009

Hijab Yang Tersingkap

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo


Assalaamu'alaikum.War.Wab.

Ayah mau pergi kemana ?......kok habis shubuh sudah kelihatan rapi ?......tanya anaknya......Mau mengantarkan kamu mendaftar di Perguruan Tinggi jawab sang ayah........Ndak usahlah ayah ikut.....aku kan sudah besar.....aku berani kok berangkat sendiri.....lagian aku malu kalau ketemu teman - temanku nanti.....pinta anaknya......Sang ayah yang memang tidak lulus SD ini kemudian berkata kepada anaknya.....ayah ingin tahu kayak apa Perguruan Tinggi itu dan ayah juga pingin tahu tempat kamu kuliah itu....

Akhirnya si anak tidak mampu membendung keinginan sang ayah untuk ikut pada hari itu.....berangkatlah mereka dari sebuah desa yang belum pernah ada satu sarjana pun di desa itu......Dan ketika sudah sampai di kampus.... sementara si anak sibuk mengurus dokumen pendaftarani.....ayahnya terlihat duduk di lantai di salah satu sudut bangunan kampus sambil.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK LIRIH DAN MATANYA BASAH DENGAN AIR MATA.....bibirnya senantiasa di gerakkan untuk berdzikir.....untuk memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.....dan air mata itu adalah harapan yang tumpah kepada anaknya......dia menyerahkan anaknya kepada Allah.....bukan kepada gedung - gedung kampus itu dan seluruh isinya......Subhanallah...

Hari pertama kuliah si anak sudah di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya......salah satu dosen bertanya kepadanya.....dari mana asalnya ?......agak malu - malu kemudian di jawab olehnya.....dari daerah yang sangat desa......yang belum ada listrik.....belum ada telpon....belum ada saran angkutan.....ini dan itu.....Tiba - tiba dosen matematika tersebut tersentak kaget mendengar jawaban mahasiswanya yang baru itu.....Bapak berasal dari desa lain yang tak jauh dari desamu...dan dulu waktu di SD mempunyai teman dari desamu itu......kami sama - sama berangkat sekolah SD yang sangat jauh dari tempat tinggal kami.....dia sangat cerdas.....bapak belum pernah mampu mengalahkan kecerdasan dia.....terutama dalam pelajaran berhitung.....sayang dia tidak sampai lulus SD karena tidak ada yang membiayai sekolahnya.....anak orang miskin....namanya fulan bin fulan.......

Hari itu si anak tersentak bagai disengat aliran listrik badannya......nama ayahnya disebut oleh dosennya yang sangat terkenal dan di hormati di kampus itu......sebagai teman yang cerdas......belum pernah terkalahkan dalam semua mata pelajaran.....terutama berhitung....dimana dosen tersebut mendapatkan gelar doktornya dalam hal itu......si anak tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya.....mohon ijin kemudian berlari menuju ke kamar kecil.....dan menumpahkan tangisnya disana.......dalam hatinya berkecamuk rasa yang mendalam..... merasakan.....betapa ayahnya memendam begitu lama keinginan untuk menyalurkan kemampuannya selama ini yang terpendam dalam dirinya......dan saatnya tiba....keinginan itu diberikannya.....kepada dirinya......anak sulungnya....

Sejak itu si anak terlecut.....untuk benar - benar memanfaatkan waktu hanya untuk belajar.....belajar.....da

n.....belajar.....sudah ribuan meter per segi sawah yang terjual.....perhiasan ibu yang sering keluar masuk gadai.....dan Allah SWT mengabulkan doa sang ayah.....punya anak.....SARJANA....SARJANA PERTAMA YANG ADA DI DESANYA.....ayah masih belum begitu banyak tersenyum.....berbeda dengan kegembiraan anaknya yang meluap.....masih terlihat seperti kebiasaannya.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK.....BERDZIKIR....

Hari bersejarahpun datang......si anak masih terlelap dalam tidurnya di rumah kos nya......tiba - tiba menjelang shubuh di bangunkan oleh penjaga kos bahwa ada ayah di depan......dengan langkah yang masih gontai......si anak berlari......di depan sudah ada Ayah......dari jam berapa ayah sampai disini tanyanya ?.......DARI JAM 3 PAGI TADI......kenapa ayah ndak mau masuk saja ?......kasihan kamu pasti capek menyiapkan segala sesuatunya untuk wisuda pagi ini........Ya Allah.....dengan apa kebaikan ini harus terbalas ?......kembali hati si anak terkoyak......

Sampai di rumah setelah wisuda......ayah masih tidak banyak tersenyum bangga......ayah masih seperti dulu......seperti gunung es yang kokoh.....yang menyimpan milyaran bongkahan keinginan dan harapan kepada anaknya yang masih terpendam......Sang Ayah dan anak sarjananya sedang menikamati pisang goreng dan teh hangat bikinan ibu di belakang rumah yang luas dan asri dengan pemandangan sawah......tiba - tiba ayah memandangi dengan serius ke arah pohon besar di belakang rumah.....kemudian dia bertanya.....nak....itu burung apa ya ?.....itu burung pipit yah jawab anaknya......sebentar kemudian kembali bertanya.....nak...itu burung apa ya ?......itu burung pipit yah !.....setelah mereguk teh hangatnya kembali ayah bertanya dengan pertanyaan yang sama......nak.....itu burung apa ya ?.....ayah ini gimana sih.....dari tadi kan aku sudah bilang bahwa itu burung pipit yah.....jawaban SARJANA dengan sedikit kesal.......kemudian ayah beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan memasuki rumah......tak lama kemudian kembali dengan membawa buku catatan yang lusuh.....ayah menunjukkan sebuah halaman di buku itu untuk dibaca anak sarjananya......

Tertulis tanggal..... 20 tahun yang lalu......anak sulungku.....harapanku....
.sedang berada di belakang rumah.....duduk - duduk denganku....sambil menikmati pisang goreng dan teh hangat......si sulung kecil kemudian tertarik dengan burung yang menari - nari di pohon besar belakang rumah.....dan dia.....RATUSAN KALI BERTANYA KEPADAKU.....BURUNG APA ITU YAH.....

Si anak langsung bersujud di pangkuan ayahnya sambil menangis dan memohon maaf.....dengan lirih ayah berkata.....KESABARANMU MENDENGARKAN ORANG LAIN YANG BISA MEMBUATMU JADI ORANG....

Hari - hari selanjutnya di lalui si sarjana dengan berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan pekerjaan.....dan Alhamdulillah....hanya selang satu minggu setelah wisuda.....si anak sudah mendapatkan pekerjaan.....sebuah perusahaan multi nasional.....Procter & Gamble Indonesia......Makro Indonesia......Warner Lambert Indonesia......The Coca - Cola Company....namun sampai posisi anaknya di perusahaan berada diatas......ayah masih seperti yang dulu.....tidak banyak senyum....yang dimaknai pimpinan perusahaan besar dari Amerika itu.....bahwa ayahnya belum bangga kepada anaknya......

Kegundahan hati anak yang sudah 20 tahun bekerja di beberapa perusahan besar Amerika ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan besar......si anak berhenti bekerja.....karena sebab keinginannya untuk membahagiakan ayahnya.....ketika sang ayah mendengar bahwa anaknya akan keluar kerja dari perusahaan yang justru banyak sekali orang menginginkannya.....ayah tetap dingin....tidak banyak tersenyum.....tetap seperti gunung es.....

Sarjana mantan manager beberapa perusahaan besar ini akhirnya menemukan jalan hidup yang dia pikir akan membuat ayahnya bangga dan bahagia......dia buka lagi kitab - kitab semasa dia di pesantren.....dia borong buku - buku agama sehingga memenuhi seluruh sudut dan ruangan yang ada di rumahnya......dan ketika dia diminta oleh seseorang yang berasal dari desanya untuk mengisi tausiah dalam suatu acara walimatul khitan......dalam hati orang dewasa....mantan manager perusahaan besar....yang masih menjadi anak yang belum bisa membuat bangga dan bahagia ayahnya ini.....pasti nanti ayah datang dalam acara tersebut......

Malam itu….. anak ini melihat ayahnya duduk di deretan kursi paling depan dari 500 an undangan yang hadir.....langsung saja dihampirinya.....dengan salam dan salim mencium tangannya.....dan ketika acara tausiah....mauidhoh....tib
a.....saatnya si ustadz mantan manager ini berjalan sambil membungkukkan badanya kepada ayahnya.....si ustadz ini kemudian membuka dengan mukadimah yang begitu lancar dengan memilih kata - kata untuk di rangkai menjadi kalimat - kalimat indah dan penuh hikmah.....dengan uraian mudah yang dapat di pahami......tema birrul walidain....dikupasnya dengan rujukan kitab SUBULUS SALAAM DAN KITAB BUYUTI QULUUB.....si anak yang saat itu menjadi ustadz ini melihat.......AYAHNYA MENANGIS SESENGGUKAN....AIR MATANYA MEMBASAHI WAJAHNYA.....melihat dan mendengarkan tausiah anaknya.....

Dalam perjalanan pulang yang memakan waktu 1 jam.....tak henti - hentinya tangis yang di tumpahkan si anak ini dengan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah.....Ya Allah.....Engkau telah menunjukkan jalan....yang harus dilewati....YANG MEMBUAT AYAH BAHAGIA DAN BANGGA.....gunung es itu telah mencair.......

Dan ketika bertemu dengan sahabat yang sangat dekat dengan ayah......sahabat ayah itu berkata.....dari dulu ayahmu......sejak kami masih muda dan bersama - sama di pandu gerakan anshor......Ayahmu itu menginginkan....anaknya kelak menjadi......SEORANG MUBALLIGH......SEORANG USTADZ......Subhanallah...
.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: " Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia ". Ibrahim berkata: " (Dan saya mohon juga) dari keturunanku ". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. QS 2 : 124

Wassalaamu'alaikum.War.Wab
.

Selasa, 06 Oktober 2009

Poligami : Antara Ya dan Tidak

dikutip dari notes Facebook yang ditulis oleh : Ustadz Taat Budi Utomo


Assalaamu'alaikum War. Wab.....Bismillaahirrahmaa




nirrahiim.....

Hamdan lillaahi wa mushalliyan 'alaa Rasuulillaahi.....

Seandainya laki - laki.....para suami dikumpulkan......kemudian mereka di minta untuk menjawab dengan JUJUR.....ketika ditanya apakah mereka mempunyai " KEINGINAN " untuk menikahi wanita selain istrinya ?......Hasil observasi dan penelitian panjang yang kami lakukan terhadap jamaah bapak - bapak yang kami asuh......9 dari 10 suami mengatakan YA......Namun ketika kami tanyakan kepada para jamaah ibu - ibu.....para istri.....apakah mereka mau......mereka mengijinkan.....mereka ikhlas.....jika suaminya membelah hatinya......membagi cintanya kepada wanita lain ?......maka 10 dari 10 istri dengan tegas mengatakan TIDAK.......MasyaAllah....
.

Dua jawaban ekstrim yang berlawanan......yang perlu di luruskan karena terkait sebuah sikap hidup yang berbenturan......sehingga muncul banyak pandangan yang sangat beragam di tengah - tengah pentas drama kehidupan rumah tangga......Ada yang menulis sebuah buku dengan judul " POLIGAMI ITU SELINGKUH "......ada gambar beberapa tokoh yang sedang ramai dibicarakan, diantaranya seorang da’i kondang yang pamornya sedang merosot saat ini ditimpa isu poligami.....sedangkan di sisi lain ada gambar seorang tokoh sebuah partai besar yang terlibat skandal video mesum yang beredar.....bahkan ketika kami mengunjungi salah satu group di facebook.....SAY YES 2 TRUE LOVE...SAY NO 2 POLIGAMI......semua komentar di latarbelakangi kepentingan emosional...... belum bisa di katakan sebuah kajian hasil dari jernihnya hati dan pikiran.....

Disisi lain kehidupan ini......seorang usahawan bahkan menggalang sebuah komunitas keluarga yang berpoligami.....bahkan ketika kami mampir di resto nya......sebagian besar nama menunya......baik makanan maupun minuman.....bernuansa poligami......Kami juga pernah sowan ke beberapa tokoh kyai di Jawa Timur yang berpoligami.....kami mohon untuk memberikan gambaran nyata tentang kehidupan poligaminya......pesan mereka.....Sudahlah ustadz......biar kami - kami saja yang merasakan.....ustadz jangan coba - coba......nggak enak......" rekoso " ( sengsara ).......

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. QS 4 : 3

Ayat diatas adalah penegasan Allah SWT kepada umat Islam yang " MEMBOLEHKAN " menikahi wanita sampai dengan 4.......yang sebelum datangnya Islam yang di bawa oleh Rasulullah.....Laki - laki beristri sangat banyak bahkan 15 istri sekaligus.....jadi penegasan Allah dengan batasan 4 ini adalah jaminan dari Allah SWT bahwa laki - laki masih mampu melakukannya .....Allaahu Al 'Aliim.....Allah Maha Tahu.....Tahu akan masa yang akan datang.....Namun demikian.....AllahuAl Hakiim...... Maha Bijaksana.....dengan memberikan " PILIHAN ".... ..kepada hamba Nya.....kalau khawatir tidak bisa berbuat " ADIL "..... maka SATU SAJA.....

Jadi ayat ini adalah penegasan Allah SWT......bahwa poligami itu.....BOLEH dan HALAL.....namun itu.....BUKAN PERINTAH.....itu adalah...PILIHAN.....

Jika ikhwan wa akhwat ada yang......ANTI.....MENOLAK
....MENCELA....maka pada hakikatnya ia mencela syariat Islam itu sendiri...... bahkan ia mencela sang Pembuat Syariat.....Allah SWT Sang Pencipta : yang menciptakan alam semesta dan makhluk-Nya secara berpasang-pasangan.......yang menurunkan syariat poligami bagi hamba-hamba-Nya dan Dia Maha Mengetahui atas kebaikan bagi makhluk-makhluk-Nya, sedangkan makhluk-Nya tidak memiliki pengetahuan......dan ini berakibat FATAL terhadap AQIDAH kita.....

Lantas kenapa Rasulullah SAW beristri lebih dari 4.......ada riwayat dan keterangan 9 istri.....dan 12 orang istri beliau......karena yang demikian ini adalah kehususan bagi Rasulullah SAW yang ma'sum..... terpelihara dari dosa......dan seluruh pernikahannya dengan istrinya adalah perintah Allah SWT dan ada hikmah di dalamnya......Sedangkan bagi umat Islam yang lain batasannya maksimal 4......

HR. Bukhari dengan sanadnya bahwa Ghaylan ats-Tsaqofi masuk Islam sedangkan dirinya memiliki 10 orang isteri. Maka Nabi SAW bersabda kepada beliau : .. أختر منهن أربعا ... Pilihlah empat orang saja dari isteri-isterimu.....

Namun demikian banyak sekali ikhwan yang mengatakan bahwa berpoligami itu melakukan sunnah Nabi..... ITU BENAR.....akan tetapi bagaimana sunnah itu kemudian menjadi " ITTIBA'US SUNNAH "......mencontoh pernikahan poligami yang dilakukan oleh Nabi SAW...... MARI KITA KAJI.....berdasarkan Sirah.....

Pada saat kehidupan Remaja Nabi SAW......pemuda - pemuda qurays Makkah......mempunyai kebiasaan main perempuan......tapi pemuda yang bernama Muhammad.....SANGAT MENGHORMATI DAN MENJUNJUNG TINGGI WANITA.......kemudian pada umur 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwalid yang berumur 40 tahun.....sampai dengan awal kenabian dan kerasulan pada umur 40 tahun......pada saat itu TIDAK ADA laki - laki yang beristri satu.....tapi.... MUHAMMAD SANGAT SETIA KEPADA SATU ISTRINYA....KHADIJAH.....

Sejak menjadi Nabi dan Rasul pada umur 40 tahun sampai dengan Khadijah pada umur 50 tahun......Rasulullah SAW berdakwah kepada kaum qurays Makkah untuk menyampaikan risalah Islam dari Allah SWT......Abu Jahal dan Abu Lahab membencinya......dakwah Rasulullah SAW menjadi ancaman......sehingga menawari Nabi SAW untuk memilih wanita tercantik mana yang diinginkannya maka akan di berikannya asal Nabi SAW menghentikan dakwah tauhidnya.......TAWARAN INI DI TOLAK NYA DENGAN TEGAS....DAN BELIAU TETAP BERISTRI SATU.....KHADIJAH.....

SELAMA 25 TAHUN PERNIKAHAN PERTAMA RASULULLAH DIJALANINYA DENGAN MENCINTAI SATU ISTRINYA KHADIJAH.....MONOGAMI.....
..

Ketika Khadijah meninggal......dan juga pamannya Abu Thalib yang mengasuhnya sejak kecil.....Rasulullah sangat berduka sehingga tahun itu di kenal sebagai " Tahun Duka Cita "......Kemudian ada berita gembira dari Allah SWT untuk " HIJRAH " ke Madinah pada saat Rasulullah berumur 52 tahun.......dalam rangka untuk menjadikan Islam sebagai agama yang besar.......yang diridhai oleh Allah.....dengan hanya menyembah Allah SWT sebagai satu - satunya Tuhan yang wajib di sembah......sejak saat itulah Rasulullah SAW menikahi 11 wanita lainnya sebagai istrinya karena perintah Allah SWT dan hikmahnya adalah menegakkan Islam sampai beliau wafat pada umur 63 tahun.....

SELAMA 11 TAHUN SEJAK HIJRAH KE MADINAH RASULULLAH SAW MENIKAHI 11 WANITA LAIN SEBAGAI ISTRINYA......POLIGAMI....
.

Jika kita kaji disini maka sebenarnya periode MONOGAMI Rasulullah SAW jauh lebih lama dibandingkan dengan periode POLIGAMI beliau.....dan poligami yang di lakukan Rasulullah SAW ada " SABABIYAH "......SEBAB YANG JELAS........Lantas bagaimana dengan sababiyah ikhwan yang berkeinginan menikah lagi ?.......samakah dengan sebab yang terjadi pada diri Rasulullah SAW.....Bukankah hanya di dorong oleh keinginan yang di tumpangi hawa nafsu dengan biang keladi iblis.......MAKANYA TIDAK BANYAK ATAU SEDIKIT SEKALI CONTOH PELAKU POLIGAMI SAAT INI YANG LEBIH BAHAGIA HIDUPNYA LAHIR DAN BATINNYA.......Karena yang menjadi sebab.... tidak sama dengan yang dilakukan oleh Rasulullah.....dan belum ana temukan ikhwan yang mampu mengaplikasikan hal ini dengan mencontoh se dekat - dekatnya dengan apa yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.......

Kalau sudah demikian maka " PILIHAN " yang bijak adalah.... SATU SAJA......dan satu saja dalam meneladani Rasulullah SAW begitu sulitnya.....apalagi.....D
UA....TIGA....EMPAT.......rasanya sebagai hamba yang lemah ini semakin sulit untuk meraih kehidupan yang bahagia........Hampir semua ikhwan..... para ustadz...... yang menyuarakan tentang poligami itu BOLEH... dan HALAL..... tapi mereka sendiri....JARANG ADA YANG BERANI MELAKUKANNYA.......he...he...he..

Ada fenomena lagi bahwa ada ikhwan yang mengatakan.....kalau tidak poligami.....lantas siapa yang akan menikahi wanita - wanita yang semakin hari jumlahnya semakin banyak ?.......DAN INILAH DATA YANG SEBENARNYA.....Sampai dengan akhir 2008..... populasi di Indonesia adalah 229 juta.... terdiri dari 115 juta laki - laki dan 114 juta perempuan ( http://www.datastatistik-indonesia.com/proyeksi/index.php?option=com_proyeksi&Itemid=941)..... dan populasi di dunia saat ini adalah sebanyak 6.8 milyar......dimana ada 3.4 miyar laki - laki dan 3.4 milyar perempuan ( https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/xx.html ).....jadi rasio laki - laki dan perempuan saat ini.....masih....1 : 1......

Saatnya kita melihat bagaimana pernikahan Rasulullah dengan 12 istri - istri beliau yang sangat sarat dengan hikmah.....

1. Khadijah binti Khuwailid RA,ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di Mekkah ketika usia beliau 25 tahun dan Khodijah 40 tahun ( Janda 2 kali ). Dari pernikahnnya dengan Khodijah Rasulullah SAW memiliki 2 anak laki-laki dan perempuan. Akan tetapi semua anak laki-laki beliau ( Qasim & Abdullah ) meninggal saat berumur 2 tahun. Sedangkan yang anak-anak perempuan beliau adalah: Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Rasulullah SAW tidak menikah dengan wanita lain selama Khadijah masih hidup........HIKMAHNYA....
PETUNJUK ALLAH SWT, karena dia adalah wanita pertama yang AKAN memeluk Islam dan mendukung dakwah Nabi.

2. Saudah binti Zam’ah RA ( 70 tahun ), wanita kulit hitam dari Sudan dinikahi oleh Rasulullah SAW pada saat beliau berumur 52 tahun pada bulan Syawwal tahun kesepuluh dari kenabian beberapa hari setelah wafatnya Khadijah. Ia adalah seorang janda ( 2 kali ) yang ditinggal mati oleh suaminya yang bernama As-Sakron bin Amral yang menjadi perisai Nabi di medan perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama......HIKMAHNYA....
MENJAGA KEIMANAN SAUDAH dari gangguan kaum musyrikin..

3. Aisyah binti Abu Bakar RA, seorang gadis yang cantik dan cerdas, dinikahi oleh Rasulullah SAW bulan Syawal tahun kesebelas dari kenabian, setahun setelah beliau menikahi Saudah atau dua tahun dan lima bulan sebelum Hijrah. Ia dinikahi ketika berusia 6 tahun dan tinggal serumah di bulan Syawwal 6 bulan setelah hijrah pada saat usia beliau 9 tahun....HIKMAHNYA...PETUN
JUK ALLAH SWT, Rasulullah mengajarkan tentang kewanitaan agar disampaikan kepada umatnya KELAK.

4. Hafsah binti Umar bin Al-Khattab RA ( 35 tahun ), janda yang ditinggal mati oleh suaminya dalam perang Uhud, Khunais bin Hudzafah As-Sahmi, kemudian dinikahi oleh Rasulullah SAW pada tahun ketiga Hijriyah ketika beliau berumur 55 tahun.....HIKMAHNYA.....PE
TUNJUK ALLAH SWT, untuk menjaga keotentikan Al Qur’an karena Hafsah akan menjadi wanita pertama yang HAFAL 30 Juz Al Qur’an.

5. Zainab binti Khuzaimah RA ( 50 tahun ), dari Bani Hilal dan dikenal sebagai Ummul Masakin karena ia sangat menyayangi fakir miskin. Sebelumnya ia bersuamikan Abdullah bin Jahsy akan tetapi suaminya syahid di Uhud, kemudian Rasulullah SAW menikahinya pada tahun keempat Hijriyyah pada saat beliau berumur 56 tahun. Ia meninggal dua atau tiga bulan setelah pernikahannya dengan Rasulullah SAW.....HIKMAHNYA....PETUN
JUK ALLAH SWT, untuk menjadi teladan bersama – sama Rasulullah dalam menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

6. Ummu Salamah binti Abu Umayyah RA ( 62 tahun ), Wanita yang pandai berbicara, berpidato dan mengajar ini sebelumnya menikah dengan Abu salamah, akan tetapi suaminya meninggal di bulan Jumadil Tsani tahun 4 Hijriyah dengan menngalkan dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW pada bulan Syawwal di tahun yang sama pada saat beliau berumur 56 tahun......HIKMAHNYA.....P
ETUNJUK ALLAH SWT, untuk membantu Rasulullah dalam berdakwah dan mengajar kaum wanita.

7. Zainab binti Jahsyi RA ( 45 tahun ), dari Bani Asad bin Khuzaimah dan merupakan puteri bibi Rasulullah SAW. Sebelumnya ia menikahi dengan Zaid bin Harits kemudian diceraikan oleh suaminya tersebut. Ia dinikahi oleh Rasulullah SAW di bulan Dzul Qo’dah tahun kelima Hijriyah pada saat beliau berumur 57 tahun.....HIKMAHNYA....PET
UNJUK ALLAH SWT, untuk menghapus kebiasaan jahiliyah untuk mengangkat anak sekaligus menegaskan tuntunan syariat perihal konsekuensi pengangkan anak.

8. Juwairiyah binti Al-Harits RA ( 65 tahun ), putri pemimpin kabilah Bani Mustholiq dari Khuza’ah yang mempunyai 17 anak dari pernikahan pertamanya. Ia merupakan tawanan perang yang dimiliki oleh Tsabit bin Qais bin Syimas, kemudian ditebus oleh Rasulullah SAW dan dinikahi oleh beliau pada bulan Sya’ban tahun ke 6 Hijrah pada saat beliau berumur 57 tahun....HIKMAHNYA....PETU
NJUK ALLAH SWT, untuk syariat memerdekakan budak dan pembebasan tawanan perang dan meraih simpati dari kabilahnya untuk memasuki ajaran Islam.

9. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan RA ( 47 tahun ), sebelumnya ia dinikahi oleh Ubaidillah bin Jahsy dan hijrah bersamanya ke Habsyah. Suaminya tersebut murtad dan menjadi nasrani dan meninggal di sana. Ummu Habibbah tetap istiqomah terhadap agamanya. Ketika Rasulullah SAW mengirim Amr bin Umayyah Adh-Dhomari untuk menyampaikan surat kepada raja Najasy pada bulan Muharram tahun 7 Hijriyaah. Nabi mengkhitbah Ummu Habibah melalu raja tersebut dan dinikahkan serta dipulangkan kembali ke Madinah bersama Surahbil bin Hasanah ketika Nabi berumur 57 tahun....HIKMAHNYA.....PET
UNJUK ALLAH SWT....untuk menghibur dan menjaga keimanan Habibah agar tidak ikut murtad dengan mendapatkan sosok pengganti yang lebih baik.

10. Shafiyyah binti Huyay RA ( 53 tahun ), wanita dari bani israil yang menjadi muslimah janda 2 kali dari Salam bin Misykam dan Kinanah bin Abil Huqoiq, memiliki 10 anak dari perkawinan sebelumnya, ia merupakan tawan perang Khaibar lalu Rasulullah SAW memilihnya dan dimeredekakan serta dinikahinya setelah menaklukan Khaibar tahun 7 Hijriyah ketika Nabi berumur 58 tahun.....HIKMAHNYA....PET
UNJUK ALLAH SWT, untuk menjaga keimanan Shafiyyah dari boikot orang yahudi dan menjaga kedudukannya sebagai putri dari pemuka kabilah.

11. Maimunah binti Al- Harits RA ( 63 tahun ) , wanita dari suku yahudi bani kinanah janda Abu Ruham bin Abdul Uzza dinikahi di bulan Dzul Qa’dah tahun 7 Hijriyah pada saat melaksanakan Umrah Qadha’ ketika Nabi berumur 58 tahun.....HIKMAHNYA.....PE
TUNJUK ALLAH SWT, untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan Bani Nadhir.

12. Mariyah Qibtiyyah RA ( 25 tahun ) , seorang gadis budak yang dihadiahkan oleh raja Muqauqis dari Iskandaria Mesir kepada Rasulullah kemudian dinikahinya pada tahun 8 hijriyah ketika Nabi berumur 59 tahun....HIKMAHNYA......PE
TUNJUK ALLAH SWT, untuk membebaskan perbudakan dan menjaga keimanan Mariyah Qibtiyyah.

Berangkat dari sirah perjalanan kehidupan Rasulullah SAW denga istri - istri beliau....maka para ikhwan yang ingin mencontohnya....dengan " Ittiba'us Sunnah ".....Maka contohlah beliau dengan sesungguh - sungguhnya..... dengan sebenar - benarnya..... JANGAN MEMOTRET NYA HANYA DARI SATU SISINYA SAJA........ HIDUPI DAN NIKAILAH JANDA - JANDA TUA... dengan anak - anak mereka yang banyak....dengan melindungi mereka....dengan mendidik mereka dan anak - anak nya......BUKAN HANYA UNTU KEPENTINGAN SESAAT BIOLOGIS SAJA.......

Bertaqwalah kepada Allah SWT dan Rasul Nya.....Jalani kehidupan di dunia ini dengan menyenangkan banyak orang terutama keluarga....bahagiakan mereka.....dan InsyaAllah....ALLAH AKAN MENYEDIAKAN " KHURIN 'IIN " BIDADARI BERMATA JELI DI SYURGA.....YANG JUMLAHNYA MELEBIHI YANG ANTUM BAYANGKAN......NIKMAT ITU AKAN ADA DISANA..... KARENA DISANA ISTRI DUNIA KITA SUDAH TERCERABUT DENDAMNYA....SAKIT HATINYA....PADA SAAT MENDAMPINGI KITA DENGAN SEMUA ISTRI - ISTRI BIDADARI TERSEBUT.....

Wallaahua'lam

Wassalaamu'alaikum. War. Wab


TAMBAHAN CATATAN KAKI :

Poligami bukan merupakan praktek yang dikenalkan oleh Islam pertama kali.....Namun poligami merupakan praktek yang telah berlangsung semenjak zaman dahulu, setua dengan tuanya usia peradaban manusia.....

Hamdi Syafiq mengatakan :
It is not Islam that has ushered in polygamy. As historically confirmed, polygamy has been know n since ancient times - a phenomenon as
old as mankind itself With polygamy having been a commonplace practice since Paranoiac times.

Islam bukanlah yang pertama kali memperkenalkan poligami. Secara historis ditetapkan bahwa poligami telah dikenal semenjak masa lalu, sebuah fenomena yang usianya setua manusia itu sendiri dimana poligamitelah menjadi sebuah praktek yang lazim semenjak masa Paranoiak [ Hamdi Syafiq, WivesRather Than Mistress ].

Jumat, 02 Oktober 2009

Cara Pandang Seorang Muslim terhadap Bencana



Beberapa kali saya baca notes, ato mungkin status yang mengaitkan bencana gempa bumi yang terjadi di Aceh maupun di Padang dengan nomer surat dan ayat Al-Qur'an. Untuk mengejar penasaran saya, saya coba cari informasi mengenai hal itu kepada Ustadz ataupun web Islam. Yang saya dapat adalah tentang keterkaitan antara waktu terjadi dengan ayat Al-Qur'an hanya Allah yang tahu, karena tidak ada teori tafsir yang memakai metode demikian.

Hari Jum'at kemaren (2 Oktober 2009) saya jum'atan di gedung perhutani Jatim, dan kebetulan temanya masih seputar bencana... ini ringkasan yang saya tangkap, adapun ayat2 Al-Qur'an serta Haditsnya tidak saya sertakan oleh karena keterbatasan waktu menulis notes ini.

Bencana selalu mengandung 2 hal penting :

1. Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa bencana adalah semata2 takdir Allah, terlepas dari semua gejala alam yang terjadi secara teori, bencana tetap saja suatu hal yang telah ditetapkan 5000 th sebelum jagat raya dicipta dan telah ditulis di lauh mahfudz. Dan disebutkan juga bahwa bencana terjadi oleh karena kerusakan yang dibuat manusia sendiri (kerusakan maksudnya perbuatan dosa terhadap Allah SWT) dan bencana itu adalah suatu bentuk kecil dari akibat dosa manusia terhadap Allah SWT ***ingat: sebagian kecil saja, bayangkan kalo sebagian besar ato bahkan semua dosa manusia itu ditimpakan balik ke manusia***

2. Dalam Al-Qur'an juga disebutkan hikmah yang harus diambil, masih relevan dengan penyebab bencana, hikmah ini semua adalah agar manusia bertaubat... taubat nasuha bukan taubat tomat... dan kembali ke jalan Allah dengan sebenar2nya

Terlepas dari itu semua, bagi yang tidak ditimpa bencana jangan lengah dan jangan merasa aman, jika kita banyak berbuat dosa kepada Allah tentunya bencana itu juga akan menimpa kita entah dalam bentuk apa nantinya, baik itu di waktu malam saat kita tidur ataupun di waktu pagi saat kita bermain-main. Untuk itu kita harus selalu berbenah, introspeksi dan terus memperbaiki diri dengan terus meningkatkan pengabdian kita kepada Allah SWT......

Yang terpenting sekarang adalah kita berikan bantuan kepada korban bencana berupa apapun lewat lembaga penyalur bantuan yang kompeten atau minimal kita bisa mendo'akan saudara2 kita yang tertimpa bencana agar selalu sabar dan tetap berpegang pada kebesaran Allah.

Wallahua'lam Bishshowab

Semoga notes pendek ini memberikan pencerahan pada pemahaman kita tentang Bencana dan bagaimana kita menyikapinya, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk introspeksi diri dan terus memperbaiki diri dan selanjutnya kembalikan semua kepada Allah 'Azza wajalla...

Senin, 17 Agustus 2009

JIDDIYAH (KESUNGGUHAN) DAN INDHIBATH (KEDISIPLINAN)

Resume Karakteristik dan Perilaku Tarbiyah

JIDDIYAH (KESUNGGUHAN)

1. DEFINISI

Lawan dari main-main, meremehkan, lemah dan santai Yaitu, pelaksanaan perintah syariah dan dakwah secara langsung disertai dengan ketekunan dan kegigihan, mengeluarkan segala kemampuan maksimal untuk mensukseskannya, dan mengatasi segala hambatan dan rintangan yang menghadangnya Meliputi 5 syarat;

* Cepat dalam melaksanakan tugas

1. (QS Al Maidah, 5:90-91), Ketika ayat tsb turun, dan kabar itu dibawa oleh sahabat sementara mereka sedang minum, saat itu juga mereka menghentikannya dan tunduk pada perintah Allah lalu berkata, “Kami telah berhenti, kami telah berhenti.”

2. Dalam peralihan kiblat (QS Al Baqoroh, 2: 143)

3. Turunnya ayat tentang kerudung, “…dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, ketika kabar itu dibawa oleh para suami wanita Anshor mereka langsung merobek pakaian mereka dan menjahitnya untuk dijadikan kain kerudung.


* Kuat dan teguh hati


1. Ketika Umar ra hendak berhijrah, tidak ada seorangpun yang berani menghalanginya

2. Perang Hamra’ul Asad
3. Salamah bin Al-Akwa’ ra yang menantang secara pribadi suatu kaum dalam peperangan Dzi-Qird

4. Ja’far bin Abi Thalib ra dalam perang Mut’ah, ketika tangan kanannya yang membawa bendera terpotong, ia pindahkan bendera itu ke tangan kirinya. Musuh memotong tangan kirinya, lalu ia memeluk bendera itu dengan kedua tangannya yang terputus. Dan bendera itu tetap kokoh berkibar hingga ia syahid


* Tahan dan gigih


Kegigihan Rasulullah dalam berdakwah “Demi Allah, jika engkau letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan dakwah ini, maka tidak akan aku tinggalkan dakwah ini hingga Allah memperlihatkan (kemenangan)nya atau membinasakan selainnya” (Al Hadits)

* Mengerahkan segala kemampuan


Kemampuan adalah jiwa, anak, harta, keluarga dan apa saja yang dimiliki manusia

Seorang ibu mendorong anaknya untuk berjihad di medan pertempuran, dan ia berkata “Jagalah Rasulullah saw dari gangguan apapun dengan pedang itu”. Karena anak tersebut tidak kuat membawa pedang itu, sang ibu mengikatnya di betis si anak.

* Mengatasi rintangan


Barometernya dapat dilihat dalam pelaksanaan kewajiban pokok, berusaha keras menunaikan kewajiban, dan keterlibatannya dalam kewajiban tersebut bagaimana kondisinya.
1. Amru bin Al Jamuh ra, berjihad dalam keadaan cacat

2. Orang tua yang sudah bongkok ikut berjihad, disaat disarankan untuk mengambil rukhshah ia menjawab “wahai anakku, saya tidak mendapatkan Allah memberikan keringanan kepada seorangpun ketika Ia berfirman “Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat” (QS At Taubah, 9:41)


2. URGENSI KESUNGGUHAN (JIDDIYAH)

Kesungguhan sangat utama, karena tugas dan kewajiban dapat diselesaikan dengannya, sehingga misi dan dakwah akan tersebar, halangan dan rintangan dapat diatasi dan sasaran serta target tercapai.

3. KARAKTERISTIK KESUNGGUHAN
  • Mengoptimalkan waktu dalam ketaatan kepada Allah
  • Menjauhi senda gurau (boleh jika cuma sedikit)
  • Mengambil hukum dasar (‘azimah) dan bukan keringanan (rukhshah)
  • Sigap dengan tugas, tidak menunda-nunda pekerjaan
  • Introspeksi diri, memperbarui janji, dan cepat bertaubat
  • Mengatasi kesulitan dan rintangan --- selalu mencari jalan keluar dan sabar

INDIBATH (KEDISIPLINAN)


1. DEFINISI

Mewujudkan pelaksanaan atas tuntutan tugas, atau mengendalikan suatu realitas atas tuntutan terjadinya sesuatu yang bersifat syar’I atau da’awi

2. KARAKTERISTIK

KEDISIPLINAN MATERI


Barometer nyata untuk menjaga kepercayaan seseorang
1. Tidak berlebih-lebihan dan tidak kikir (Al-Furqon, 25:67)

2. Tidak berhutang kecuali terpaksa Seorang syahid diampuni dosanya kecuali hutang (HR Muslim)

KEDISIPLINAN DAKWAH DALAM PEMBICARAAN

1. Tema pembicaraan
Orang yang paling aku benci dan paling jauh di antara kamu sekalian dariku di hari kiamat adalah orang yang banyak bicara
2. Kepada siapa dibicarakan

Pelaksanaan tugas dakwah harus tepat sasaran
3. Apa isi pembicaraan

Pelaksanaan tugas tanpa penambahan dan pengurangan
4. Kapan membicarakannya

Tugas dakwah harus disampaikan secara cepat, kecuali jika perlu diakhirkan atau ditunggu sampai waktu dan kondisi tertentu. “Sesungguhnya Allah membenci kalian dalam 3 hal : kabar issue, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta”.

KEDISIPLINAN DALAM JANJI

Seorang muslim terpercaya selalu menjaga waktunya dan waktu saudaranya. Oleh karena itu, ia harus teliti akan janji, tidak mendahului atau mengakhirkan waktu.

Rabu, 24 Juni 2009

Aku Harus Berjilbab

Sumber : Al-Mawaddah
oleh Abu Abdillah, ma'had Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik

Sudah merupakan sunnatulloh, setiap pribadi yang mengaku sebagai orang beriman, pasti akan mengalami berbagai macam cobaan untuk menguji keimanannya.

Demikian juga aku. Aku terlahir dari sebuah keluarga yang masih awam dari pengetahuan agama. Hari-hari kulalui hanya untuk mempelajari pengetahuan umum saja, tanpa ada motivasi untuk belajar agama. Hal itu juga karena didukung kondisi keluarga yang serba kekurangan, di mana ayah hanya seorang guru yang harus membiayai kami, tujuh bersaudara yang umur kami masing-masing hanya terpaut 1 atau 2 tahun. Inilah yang akhirnya mendorong ayahku membuat sebuah doktrin yang berlaku bagi kami, anak-anaknya. Yaitu kami harus melalui masa pendidikan di sekolah negeri, tidak boleh di sekolah swasta. Sebab ayahku tidak akan mampu membiayai kami bila kami masuk ke sekolah swasta. Sehingga perhatianku terfokus hanya untuk mengejar nilai pelajaran umum, jauh dari nilai-nilai agama. Dan alhamdulillah, berkat kedisiplinan ayahku dalam mendidik putra-putrinya, kami semua bisa memenuhi harapan beliau.

Ketika aku kelas dua SMP, kakakku yang keempat, yang kuliah di sebuah PTN di Surabaya, mulai aktif mengikuti kegiatan keagamaan di kampusnya. Dia sering mengirim surat berupa nasihat-nasihat yang sangat berguna bagiku. Jika dia pulang kampung tuk mengambil jatah bulanan, dia juga sering membawakanku buku-buku agama. Dari sinilah cakrawala pengetahuanku tentang agama Islam mulai terbuka, yang selama ini sama sekali tidak aku kenali, walau aku berpredikat muslim sejak lahir. Aku tersadar dari kelalaianku selama ini. Dan aku bersyukur sekali karena hidayah itu mulai menerangi jiwaku yang gelap gulita.
Puncaknya, ketika kelas 3 SMP, aku mendapat hadiah sebuah buku kecil yang kalau tidak salah berjudul “Dosa-dosa Besar Yang Telah Dilupakan Umat Islam”. Pengarangnya aku sudah lupa. Isi dari buku tersebut intinya adalah perintah untuk memakai jilbab. Sejenak aku terpana dengan isi buku itu. Lembar demi lembar kupahami, tak terasa air mata mengalir membasahi pipiku. Isak tangis yang kutahan menyesakkan dadaku. Aku tersadar. Betapa hinanya diriku. Betapa bodohnya diriku dari syari’at Alloh. Karena selama ini aku belum pernah mengetahui perintah itu.

Nasihat dalam buku itu begitu memilukan hatiku. Keinginanku untuk segera memakai jilbab terasa tidak bisa lagi ditunda. Tapi kondisiku? Aku tidak punya jilbab. Aku juga tidak mampu membelinya. Karena aku hanya bisa membeli baju baru jika hari raya tiba. Itu sudah menjadi tradisi keluargaku yang memang kondisi ekonominya pas-pasan.
Dan pertolongan Alloh itu dekat. Tiba-tiba saja aku teringat… ibuku mempunyai meksi atau rok panjang dan kerudung segitiga kecil yang biasa dipakai untuk menghadiri pengajian di desaku, yang itu pun jarang ada. Sehingga meksi dan kerudung itu jarang sekali dipakai oleh ibuku. Aku berusaha merayu ibuku agar pakaian itu boleh kupakai. Alhamdulillah akhirnya ibuku mengizinkannya. Sulit dibayangkan, anak kelas 3 SMP memakai rok ibunya. Tentu sangat aneh dan lucu. Aku harus memberinya peniti agar rok itu tidak ‘melorot’. Walau begitu, aku merasa sangat bersyukur. Aku telah bisa menjalankan perintah Alloh.
Bismillah. Hari itu kumantapkan diri mulai memakai jilbab seadanya. (Walau sebetulnya belum bisa disebut jilbab, tapi pemahamanku saat itu [th 1988], aku sudah melaksanakan perintah Alloh untuk memakai jilbab). Ternyata, apa yang terjadi? Ujian demi ujian mulai menimpaku.

Ketika aku keluar dari rumahku, banyak sekali komentar-komentar yang aku tak tahan mendengarnya, bahkan begitu menyakitkan hatiku. Cibiran-cibiran serta ejekan datang bertubi-tubi dari sana-sini. Aku memaklumi, memang waktu itu masih sangat jarang orang yang memakai jilbab. Maka aku hanya bisa berdo’a agar aku tetap teguh dalam pendirianku.

Hari-hari kulalui bersama jilbab ala kadarnya sampai tibalah hari yang sangat membahagiakanku. Ketika menjelang lebaran, aku boleh membuat baju yang menutup aurat dan jilbabnya yang lebih besar dan lebih memadai dari pada yang pernah kupakai sebelumnya. Alhamdulillah. Tapi perjuanganku mempertahankan mahkotaku belumlah selesai.

Ketika aku lulus SMP, alhamdulillah aku diterima di SMA Negeri favorit yang ada di kabupatenku. Jaraknya agak jauh dari rumahku, sehingga aku harus indekos. Sejak awal masuk aku sudah siapkan seragam berupa rok dan baju atasan yang agak panjang, yaitu ukuran ¾. Dan untuk menutupi sisa kakiku yang masih kelihatan, aku memakai kaos kaki yang panjang. Saat itu belum ada siswi yang berjilbab satu pun, termasuk di sekolah baruku. Aku belum berani memakai jilbab di sekolah baruku. Keadaan ini begitu menyiksa batinku. Ketika setiap anak harus mengikuti extra kurikuler, aku langsung mengambil extra kerohanian sebagai pilihanku. Dan gayung bersambut, ruhaniku yang haus segera mendapat siraman yang menyejukkan hatiku. Banyak ilmu agama yang kudapat dari kegiatan extra tersebut. Apalagi ketika tawaran kakakku yang siap mengajak teman-temannya mengisi kajian di kegiatan extra diterima sepenuhnya oleh sie kerohanian. Maka, kami merasa ilmu dan iman kami menjadi semakin mantap. Kami menjadi lebih bersemangat untuk menjalankan syari’at-syari’at Alloh yang telah kami pelajari, salah satunya ialah berjilbab. Ujian pun kembali menghadang jalan perjuanganku.

Kami digelari sebagai kelompok ekstrem karena kami tidak mau berjabat tangan dengan pelajar putra. Tapi, ejekan demi ejekan hanya kami tanggapi dengan berusaha untuk tetap bersabar dalam menjalankan perintah Alloh. Sampai akhirnya, alhamdulillah, mulai bermunculan teman-temanku yang memakai jilbab. Aku senang sekali karena mempunyai teman-teman yang se-akidah, yang bisa aku jadikan tempat untuk saling menasihati sehingga iman ini tidak mudah luntur.
Hari demi hari seiring dengan keaktifan kami mengaji, kami semakin paham tentang arti pentingnya memakai jilbab. Wanita yang tidak memakai jilbab tidak akan mendapatkan bau surga walau dari jarak perjalanan yang sangat jauh. Hal ini menjadikan kami makin tidak betah dengan keadaan kami yang selalu bongkar pasang jilbab yang tidak pada tempat dan waktunya. Akhirnya, dengan mendapat dukungan dari para ikhwan teman-teman ngaji, kami para ‘jilbaber’ memutuskan untuk memakai jilbab di sekolah, apapun akibatnya. Kami sudah siap menghadapi ujian apapun, walau mungkin nanti kami akan dikeluarkan dari sekolah sekalipun. Hasbunallah wani’mal wakil (cukuplah Alloh yang menjadi sebaik-baik wakil kami) selalu menjadi motto kami. Perjuangan kami semakin gigih. Kami berjuang bagaikan prajurit yang menghadapi musuh yang siap menghadang. Dan… ternyata benar-benar keimanan kami diuji oleh Alloh untuk yang kesekian kalinya. Sungguh benar, Alloh tidak akan membiarkan kami mengatakan beriman sebelum menguji kami dengan berbagai macam ujian. Alloh Subhanallohu wa Ta'ala berfirman:
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. al-Ankabut [29]: 2).
Ujian apa lagi yang menghadang perjuangan Ukhti kita dalam memperjuangkan mahkotanya? Silakan simak kelanjutan penuturannya di edisi mendatang insya Alloh Ta'ala.

Aktor di Balik Kerusuhan Iran

sumber : swaramuslim

Majalah Schweizmagazin bahasa Jerman dalam makalahnya yang berjudul “Iran: Amerika Kontrol Kerusuhan" yang disana juga terpampang foto Barack Obama sedang menyulut api peta Iran, adalah salah satu bukti keterlibatan langsung Gedung Putih dengan kerusuhan akhir di Teheran.


Dalam makalah tersebut juga menyebutkan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh Gedung Putih untuk membiayai kerusuhan di Teheran. Dikatakan jumlah uang yang digelontorkan sejak jaman pemerintahan Bush hingga kini mencapai 85 juta US dolar dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Ahmadinejad. Selain sejumlah uang, Amerika juga mendirikan sejumlah setasiun radio berbahasa Persia diantaranya adalah Radio Farda.

Oleh karena itu tidak mengherankan jika kemenangan Ahmadinejad dalam pemilu kali ini disambut dengan cemohan dan hasutan dari Washinton DC.

Menjelang pemilu pun media massa Barat terutama BBC gencar memberitakan jika situs jejaring Facebook dan Twiter di Negeri Mullah itu telah diblok oleh pemerintah Iran. Padahal satu hari setelah pemilu Situs jejaring itu bisa di akses di Iran.

Dalam makalah itu juga tertulis jika Amerika mempunyai kepentingan besar di Iran. Amerika ingin mengontrol minyak Iran dari dalam seperti negara Irak yang telah digagahi oleh Amerika.

Kontrol minyak Iran memang penting bagi Amerika namun hal yang lebih penting dari itu adalah menghentikan program reaktor nuklir Iran. Oleh karena itu jika kontrol pemerintah Iran dipegang oleh Mousavi, maka setidaknya untuk empat tahun kedepan Iran akan menghentikan operasi reaktor nuklirnya. Selain itu, dukungan Iran terhadap bangsa tertindas Palestina juga akan melemah. Meskipun Mousavi tetap akan memihak Palestina namun, opsi yang ditawarkan oleh Obama untuk membagi dua negara Palestina dan Israel kemungkinan besar diterima oleh Mousavi.

Tidak hanya itu, dukungan Iran terhadap Hizbullah lebanon pun akan berbeda jika Mousavi terpilih menjadi presiden.

Disinilah kecerdikan pemerintahan Obama, dia memehami betul bahwa permasalahn di Timur Tengah dan dunia semuanya akan selesai jika Iran runtuh. Dan proyek untuk menjadikan pemerintah Saudi Arabia sebagai kiblat negera muslimin akan terealisasi (adil)

Khamenei Tuding Media Asing Terlibat Kekacaun Iran

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, mengimbau rakyat agar bersatu mendukung Ahmadinejad. Ia juga menuding ada keterlibatan asing

Khamenei menuding media asing dan negara-negara Barat mencoba menciptakan keretakan politik dan memicu kerusuhan di Iran.

Dalam khotbah sholat Jumat (19/6), di Universitas Teheran yang dihadiri puluhan ribu orang, Khamenei dengan keras memperingatkan para pendukung oposisi agar menghentikan protes menentang hasil pemilihan presiden minggu lalu yang menyatakan Ahmadinejad sebagai pemenangnya.

Menurut Khameni, mustahil pemilihan itu curang. Ia memperingatkan para pendukung oposisi mengenai akibat yang tidak diinginkan kalau rencana demonstrasi hari Sabtu ini jadi dilaksanakan.

”Beberapa musuh kita di beberapa bagian dunia berniat menggambarkan kemenangan mutlak ini sebagai kemenangan yang meragukan. Ini kemenangan kalian. Mereka tidak bisa memanipulasinya,” ujarnya.

Badan tertinggi pemerintahan Iran, Dewan Wali, hari ini akan bertemu dengan ketiga calon presiden yang kalah, tapi jelas tidak ada peluang hasil pemilihan tadi akan dinyatakan batal.

Sebagaimana diketahui, selama hampir sepekan terakhir, ratusan ribu pendukung Mousavi turun ke jalan-jalan di kota Teheran dan kota-kota lain memprotes hasil pemilu yang dimenangi Ahmadinejad.

Dalam pidatonya, Khamenei mengatakan, selisih 11 juta suara yang membedakan perolehan Presiden Mahmoud Ahmadinejad dengan lawan terdekatnya, Mir Hossein Mousavi, membuktikan kecurangan tidak terjadi.

”Jika perbedaannya 100.000 atau 500.000 atau 1 juta, mungkin bisa dikatakan ada kecurangan. Akan tetapi, bagaimana bisa mencurangi 11 juta suara,” kata Khamenei.

Umumnya, reaksi penolakan hasil pemilu Iran terjadi di negara-negara prodemokrasi di Barat. Sedang Negara-negara berpenduduk Muslim mengakui kemenangan Ahmadinejad. [irb/afp/bbc/hidayatullah]

Rabu, 06 Mei 2009

Bahaya Ghibah

Banyak hal yang harus kita waspadai dalam kehidupan sehari-hari, baik itu kaitannya dengan hablumminallah maupun hablumminannas. Ada banyak hal yang mengalir secara sadar maupun tidak yang merupakan perbuatan dosa. Dalam hubungannya dengan amalan ibadah (hablumminallah) kita akan dekat sekali dengan riya' dan bid'ah, sedangkan hubungannya dengan amalan muammalah kita dekat sekali dengan sombong, dengki, dan juga ghibah. Akhir-akhir ini ghibah menjadi sesuatu yang dilegalkan, seperti kita lihat acara-acara gosip di televisi maupun media lainnya, padahal jika kita mengetahui dosa ghibah merupakan dosa berantai yang cukup berat.

Oleh Al-Ustadz Abu Qotadah
dikutip dari Majalah Al-Mawaddah

Al-Qur’an telah menyebutkan larangan ghibah dan menyerupakan pelakunya dengan pemakan bangkai saudaranya. Alloh berfirman:


"… dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. al-Hujurot [49]: 12)
Dalam hadits disebutkan bahwa Rosululloh bersabda:
فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ....
“Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram atas diri kalian.” (HR. Bukhori-Muslim)

Dari Abu Barzah al-Aslami , dia berkata: Rosululloh bersabda:
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيْمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْـمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِيْ بَيْتِهِ
“Wahai sekalian orang yang beriman dengan lidahnya sedangkan iman itu belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menggunjing orang-orang muslim dan janganlah mencari-cari aib mereka, karena siapa yang mencari-cari aib saudaranya, niscaya Alloh akan mencari-cari aib dirinya, dan siapa yang Alloh mencari-cari aib dirinya, niscaya Dia akan membuka kejelekannya sekalipun dia bersembunyi di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad dan al-Baghowi)

Dalam hadits lain disebutkan:
الْغِيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ الْغِيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا؟ قَالَ: إِنَّ الرَّجُلَ لَيَزْنِيْ فَيَتُوْبُ فَيَتُوْبُ اللهُ عَلَيْهِ وَإِنَّ صَاحِبَ الْغِيْبَةِ لَا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَهَا لَهُ صَاحِبُهُ
“Ghibah itu lebih keras daripada zina.” Mereka bertanya: “Bagaimana ghibah lebih keras dari zina, wahai Rosululloh?” Beliau bersabda: “Sesungguhnya seseorang telah berzina, kemudian bertaubat dan Alloh pun mengampuni dosanya, sedangkan orang yang melakukan ghibah tidak akan diampuni Alloh, hingga orang yang di-ghibah-nya mengampuninya.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Makna Ghibah
Ghibah di sini ialah engkau menyebut-nyebut orang lain yang tidak ada di sisimu dengan suatu perkataan yang membuatnya tidak suka jika mendengarnya, baik menyangkut kekurangan pada badannya, seperti penglihatannya yang kabur, buta sebelah matanya, kepalanya yang botak, badannya yang tinggi, badannya yang pendek, dan lain-lainnya, atau yang menyangkut nasabnya, seperti perkataanmu: “Ayahnya berasal dari rakyat jelata, ayahnya orang India, orang fasik”, dan lain-lainnya, atau yang menyangkut akhlaqnya, seperti perkataanmu: “Dia akhlaqnya buruk dan orangnya sombong”, atau yang menyangkut pakaiannya, seperti perkataanmu: “Pakaiannya longgar, lengan bajunya terlalu lebar”, dan lain-lainnya. Juga maksud-maksud untuk mencela, entah dengan perkataan atau lainnya, seperti kedipan mata, isyarat, ataupun tulisan.

Dalil yang menguatkan hal ini ialah hadits berikut, yaitu saat Nabi bertanya tentang ghibah dalam sabda beliau:
أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِيْ أَخِيْ مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ
“Apakah kalian tahu apa itu ghibah?” Maka mereka menjawab: “Alloh dan rosul-Nya yang lebih tahu.” Maka beliau bersabda: “Engkau menyebut-nyebut saudaramu dengan sesuatu yang tidak dia sukai.” Mereka bertanya lagi: “Bagaimana pendapat engkau jika pada diri saudaraku itu memang ada yang seperti kataku, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab: “Jika pada diri saudaramu itu ada yang seperti katamu, berarti engkau telah meng-ghibah-nya, dan jika pada dirinya tidak ada yang seperti katamu, berarti engkau telah berdusta tentangnya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Ketahuilah bahwa orang yang mendengarkan ghibah juga terlibat dalam perkara ghibah ini, dan dia tidak lepas dari dosa seperti dosa orang yang meng-ghibah. Kecuali jika memungkinkan memotong ghibah itu dengan mengalihkannya kepada pembicaraan masalah lain, maka hendaklah dia melakukannya.

Diriwayatkan dari Nabi , beliau bersabda:
مَنْ أُذِلَّ عِنْدَهُ مُؤْمِنٌ فَلَمْ يَنْصُرْهُ وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يَنْصُرَهُ أَذَلَّهُ اللهُ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Barangsiapa ada orang mu’min yang dihinakan di sisinya dan dia sanggup membelanya namun tidak melakukannya, maka Alloh menghinakannya di hadapan banyak orang kelak pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Beliau juga bersabda:
مَنْ حَمَى مُؤْمِنًا مِنْ مُنَافِقٍ أُرَاهُ قَالَ بَعَثَ اللّٰـهُ مَلَكًا يَحْمِي لَحْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ


“Barangsiapa membela seorang mu’min dari orang munafik yang mengunjingnya, maka Alloh mengutus seorang malaikat yang menjaga dagingnya dari sengatan neraka Jahannam pada hari kiamat kelak.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, al-Baghowi, dan Ibnul Mubarok)

Sebab-sebab yang Mendorong Ghibah
1. Hendak mencairkan amarah. Disebabkan ada seseorang yang membuat sesuatu terhadap dirinya yang membuatnya marah, untuk mencairkan amarahnya maka dia pun menggunjing orang tersebut.

2. Menyesuaikan diri dengan teman-teman, menjaga keharmonisan, dan karena hendak membantu mereka. Jika mereka mengusik kehormatan seseorang, lalu dia mengingkari perbuatan mereka atau memotong perkataan mereka, tentu mereka tidak mau menerimanya dan akan menghindarinya. Karena itu dia perlu ikut-ikutan dalam perbuatan mereka dan membantu mereka demi menjaga hubungan baik dengan mereka.

3. Ingin mengangkat diri sendiri dengan cara menjelek-jelekan orang lain. Dia berkata: “Fulan itu bodoh, pemahamannya dangkal”, atau lainnya, yang dimaksudkan untuk menguatkan posisi dan kelebihan dirinya serta memperlihatkan dirinya yang seakan-akan lebih pintar dari orang yang dimaksud. Begitu pula tindakannya yang dipicu rasa dengki, dengan memuji seseorang dan menjatuhkan saingannya.

4. Untuk canda dan lelucon. Dia menyebutkan seseorang dengan maksud untuk membuat orang-orang menertawakan orang tersebut. Bahkan banyak orang yang mencari penghidupannya dengan cara ini.

Cara Pengobatan
Ghibah Adapun cara mengobati penyakit ghibah ialah dengan menyadarkan orang yang meng-ghibah, bahwa perbuatannya itu memancing kemurkaan Alloh, kebaikan-kebaikannya akan berpindah kepada orang yang di-ghibah, dan jika dia tidak mempunyai kebaikan, maka keburukan orang yang di-ghibah akan dipindahkan kepada dirinya. Siapa yang menyadari hal ini, tentu lidahnya tidak akan berani mengucapkan ghibah.

Abu Huroiroh meriwayatkan dari Nabi bersabda:
مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ


“Siapa yang melakukan suatu kezholiman terhadap saudaranya pada harta atau kehormatannya, maka hendaklah dia menemuinya dan meminta maaf kepadanya, sebelum dia dihukum, sementara dia tidak mempunyai dirham maupun dinar, jika dia memiliki berbagai kebaikan, maka kebaikan-kebaikannya itu akan diambil lalu diberikan kepada saudaranya itu. Jika tidak, maka sebagian keburukan-keburukan saudaranya itu diambil dan diberikan kepadanya.” (HR. Bukhori)

Jika terlintas dalam pikiran untuk melakukan ghibah, maka hendaklah dia melakukan introspeksi dengan melihat aib sendiri lalu berusaha untuk memperbaikinya. Mestinya dia merasa malu jika dia mengungkap aib orang lain, sementara dirinya sendiri penuh aib.

Untuk mengobati keinginan menjaga pergaulan dengan teman-teman yang meng-ghibah, maka dia harus tahu bahwa Alloh murka kepada siapa yang mencari keridhoan manusia dengan sesuatu yang membuat Alloh murka. Yang harus dia lakukan ialah menasihati teman-temannya. Wallohu A’lam.