Rabu, 02 Juni 2010

Dua Pucuk Surat Dari Gaza

dari notes facebook seorang teman
 
Assalamu'alaikum saudara...! teman dan sahabat, bukan karena ikutan latah dengan adanya berita hangat yang membuat berang semua orang dengan adanya serangan Israel ke kapal bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Ini hanya sebuah literatur yang pernah kubaca di lietarur, yang semoga bisa kita maknai kembali dan membuat kita semua tergugah dalam memperjuangkan aqidah dan iman kita, amien... wassalamu'alaikum wr.wb..
 
Assalamu'alaikum Wr.wb.,

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indoneseia...???? namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa....? mungkin satu-satunya negara yang berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini.... bukan demikian saudaraku??? disana saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika aktivitas da'wah dari Jamaah Haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, "setiap tahun musim haji, ada sekitar 205 ribu jamaah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini....


Wah sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum, lalu saya mengatakan keadanya, " saudaraku, jika jumlah jamaah haji asal Gazza sejak tahun 1987 sampai sekarang di gabung, itu belum bisa menyamai jumlah jamaah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja, Padahal jarak kami tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian ya... wah... wah... pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya... Subhanallah.


Wahai saudaraku di Indonesia, pernah saya berkhayal dalam hati... kenapa saya dan kami yang ada di Gazza ini tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah... pasti sangat indah dan mengagumkan yah... Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan udah kalian dapatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.


Ini yang membuatku iri kepadamu wahai saudaraku, tidak seperti di negeri kami ini saudaraku, anak anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil... yah diatas mobil saudaraku!! susu formula bayi adalah barang yang langka di Gazza sejak kami diblokade 2 tahun lalu, namun istri-istri kami tetap menyusui bayi-bayi kami dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar ASI mereka , istri kami rela minum air rendaman gandum.


Namun mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan ditempat sampah... itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding... ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus abortusinya untuk wilayah Asia... Astagfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami di sini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut!!!.


Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini. Memang hampir setiap hari di Gazza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, namun bukanlah diselokan-selokan atau got-got apalagi ditempat sampah saudaraku!!! Mereka mati syahid saudaraku mati syahid karena serangan roket tentara Israel, kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, dibawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara zionis israel.


Bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah yahudi mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember kemaren saudara-saudara kami yang shahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru dijalur Gazza dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah laki-laki dan banyak yang kembar... Allahu Akbar!!!.


Wahai saudaraku di Indonesia, negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar? apa karena kalian sulit mencari rizki disana? apa negeri kalian sedang diblokade juga?. Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gazza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan, walaupun lama kami sudah diblokade. Kalian terlalu manja. Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan Hamas sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT. yang mencukupi rizki untuk kami.


Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan, yah mereka menikah disela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku!. Dan perdana menteri kami, yaitu Ust. Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.


Wahai saudaraku di Indonesia terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan di negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut... program pengajian kalian pasti bagus bukan...? banyak kitab yang mungkin kalian telah baca, dan buku-buku pasti kalian telah lahap, kalian pun sangat bersemangat bukan?, itu karena kalian punya waktu kami tidak memiliki waktu yang banyak dsini wahai saudaraku.


Satu jam yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh setelah itu kami baru terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang telah diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau cuma satu jam saudaraku, tentu kalian lebih bersyukur kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, seperti ta'aaruf, tafaahum dan tafaakul disana.


Hafalan antum pasti lebih banyak dari pada kami, semua pegawai dan pejuang Hamas disini wajib menghafal surat al-anfal sebagai 'nyanyian perang' kami, saya menghafal disela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?


Akhir Desember kemaren, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghafal alqur'an ketimbang anak-anak kami disini, di Gazza tidak ada SDIT seperti ditempat kaian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma, yah ditempat itulah mereka belajar saudaraku...


Bunyi suara setoran hafalan alqur'an mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel... ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya langsung mereka rasakan.


Wahai saudaraku di Indonesia...! Oh iya kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian di Indonesia.


Namun bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku, biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat oleh Allah sebagai bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Kamilah yang berterima kasih, partai kami adalah Hamas sejak berjuang melalui demokrasi sejak tahun 2006, terinspirasi oleh kemenangan partai da'wah kalian di Indonesia.


Kami tetap mengurus partai seperti yang kami belajar dari kalian, tetap membina para kader kami, dengan masyarakat dan satu lagi kami juga tetap mengangkat senjata untuk mengusir tentara Israel dari bumi Palestina.


Kalian tidak sedang mengangkat senjata, seperti kami disini, kader kalian banyak, apalagi yang kurang dari kalian. Saya cuma bisa berdoa semoga kalian bisa memenangkan pemilu nanti... oh iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk, InsyaAllah nanti ingin saya sambung dengan surat yang lain lagi.

Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam di Indonesia.

(Akhukum Abdullah - Gazza City 1430 H).

Tidak ada komentar: