Rabu, 10 Maret 2010

Sabar dan Biarlah Allah Menentukan Jadwal Kemenangan

dikutip dari Eramuslim.com

Salah satu kendala utama berda’wah di zaman penuh fitnah dewasa ini ialah kenyataan betapa pahitnya kondisi yang sedang dialami ummat Islam di segenap penjuru dunia. Banyak negeri kaum muslimin dewasa ini dipaksa terlibat dalam konflik fisik karena penjajahan lokal terang-terangan seperti yang dialami saudara-saudara kita di Palestina oleh Zionis Yahudi, Chechnya oleh Rusia, Kashmir oleh India, Fatani oleh Thailand, Mindanau oleh Filipina serta Uigur oleh Cina. Belum lagi penjajahan yang berkedok War on Terror (WOT) seperti yang dilakukan kekuatan NATO dengan komandannya Amerika Serikat di Irak, Afghanistan dan sebentar lagi di Yaman. Sebagaimana hal serupa dilakukan oleh kekuatan militer Uni Afrika terhadap Mujahidin di Somalia.

Lambat laun semua konflik yang menimpa ummat Islam diseragamkan sebutannya menjadi WOT. Sehingga betapapun canggihnya retorika mereka mengatakan bahwa WOT bukanlah perang melawan Islam dan kaum muslimin, namun kian hari fakta yang ada kian kuat membantahnya. Amerika sudah sangat sering berkoar-koar menggolongkan Kuba dan Korea Utara sebagai negara teroris, tapi nyatanya tidak pernah kita menyaksikan pengerahan kekuatan militer terhadap kedua negara berpenduduk mayoritas non-muslim tersebut sebagaimana dilakukan terhadap negeri Muslim semisal Irak dan Afghanistan. Bahkan semenjak gagalnya upaya peledakan sebuah pesawat penerbangan Amerika Serikat pada malam Natal 2008 empatbelas negara mayoritas muslim dimasukkan ke dalam daftar hitam (baca: daftar bangsa teroris) oleh Amerika Serikat. Perhatikanlah kutipan berita dari The New York Times 4 Januari 2010:

Under the new rules, all citizens of Afghanistan, Algeria, Lebanon, Libya, Iraq, Nigeria, Pakistan, Saudi Arabia, Somalia and Yemen must receive a pat down and an extra check of their carry-on bags before boarding a plane bound for the United States, officials said. Citizens of Cuba, Iran, Sudan and Syria — nations considered “state sponsors of terrorism” — face the same requirement.

Setiap hari kita selalu disajikan berita terbunuhnya kaum muslimin di negeri-negeri yang terlibat dalam konflik. Saking seringnya pemberitaan mengenai terbunuhnya kaum muslimin kitapun semakin terbiasa dan lama-kelamaan menjadi jenuh akhirnya tidak peduli. Sementara itu di negeri kaum muslimin yang tidak terlibat konflik fihak penguasa global kafir tidak henti-hentinya melakukan rekayasa dan konspirasi untuk mencegah munculnya kekuatan ummat Islam sejati sambil memberikan dukungan seluas-luasnya kepada kelompok muslimin yang rela dibentuk ideologinya (baca: aqidah dan fikrahnya) sesuai ideologi materialisme, sekularisme, pluralisme, liberalisme dan demokrasi Barat modern. Barangsiapa yang tidak bersedia menyesuaikan ideologinya dengan ideologi Barat modern akan dengan mudahnya dilabel sebagai kaum fundamentalis, ekstrimis bahkan teroris..! Mereka akan diburu, di-inteli dan sekurang-kurangnya ditandai sebagai fihak yang mesti diwaspadai. Mereka dianggap sebagai pengganggu stabilitas dan keamanan negara. Bila dinilai bersalah dan diduga terlibat dengan aksi teror bisa dengan mudahnya dijebloskan ke sel semisal Guantanamo tanpa pernah boleh membayangkan adanya proses pengadilan. Sementara muslimin -apalagi aktifis da'wah- yang menerima ideologi mereka akan segera memperoleh aneka fasilitas duniawi dan jaminan hidup, baik harta, tahta maupun wanita.

Keadaan ini sangat mirip dengan keadaan yang telah dilalui oleh generasi awal kaum muslimin di masa Rasulullah berjuang di kota Mekkah sebelum hijrah. Pada masa itu siapa saja yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dianggap sebagai pengganggu stabilitas dan keamanan negara. Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat menawarkan ideologi yang sangat berbeda bahkan bertentangan langsung dengan ideologi kaum musyrikin Quraisy Mekkah. 

Banyak sahabat yang mengalami pengusiran, penganiayaan, penyiksaan, pemboikotan, pemenjaraan hingga pembunuhan. Keadaan sedemikian parahnya sehingga salah seorang sahabat berkeluh-kesah kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam melihat kenyataan pahit yang dialami kaum muslimin ahlut-tauhid.

عَنْ خَبَّابِ بْنِ الْأَرَتِّ قَالَ شَكَوْنَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَهُوَ مُتَوَسِّدٌ بُرْدَةً لَهُ فِي ظِلِّ الْكَعْبَةِ قُلْنَا لَهُ أَلَا تَسْتَنْصِرُ لَنَا
أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لَنَا قَالَ كَانَ الرَّجُلُ فِيمَنْ قَبْلَكُمْ يُحْفَرُ لَهُ
فِي الْأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيهِ فَيُجَاءُ بِالْمِنْشَارِ فَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ
فَيُشَقُّ بِاثْنَتَيْنِ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيدِ
مَا دُونَ لَحْمِهِ مِنْ عَظْمٍ أَوْ عَصَبٍ وَمَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِينِهِ
وَاللَّهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا الْأَمْرَ حَتَّى يَسِيرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ
لَا يَخَافُ إِلَّا اللَّهَ أَوْ الذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُونَ

Dari Khabab bin Al-Arat ia berkata: ”Kami mengeluh di hadapan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam saat beliau sedang bersandar di Ka’bah. Kami berkata kepadanya: ”Apakah engkau tidak memohonkan pertolongan bagi kami? Tidakkah engkau berdoa kepada Allah untuk kami?” Beliau bersabda: ”Dahulu seorang lelaki ditanam badannya ke dalam bumi lalu gergaji diletakkan di atas kepalanya dan dibelah menjadi dua namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Dan disisir dengan sisir besi sehingga terkelupaslah daging dan kulitnya sehingga tampaklah tulangnya namun hal itu tidak menghalanginya dari agamanya. Demi Allah, urusan ini akan disempurnakan Allah sehingga seorang penunggang kuda akan berkelana dari San’aa ke Hadramaut tidak takut apapun selain Allah atau srigala menerkam dombanya, akan tetapi kalian tergesa-gesa!” (HR Bukhary 3343)

Saudaraku, sungguh apa yang dialami ummat Islam dewasa ini di zaman penuh fitnah ini hanya merupakan repetisi sejarah. Ini merupakan sunnatullah yang mesti dialami oleh kaum muslimin ahlut-tauhid sepanjang perjalanan sejarah kemanusiaan. Yang paling penting adalah menjadikan aqidah dan fikrah Islamiyah sebagai barang paling berharga yang mesti dijaga kemurniannya hingga maut datang menjemput. Sebab urusan ideologi inilah urusan paling pokok bagi seorang mu’min. Urusan ideologi ini pulalah sebab utama diutusnya para Rasul Allah.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu…” (QS AnNahl ayat 36)

Ketika masyarakat jahiliyyah musyrik Quraisy Mekkah berdiri di atas fondasi ideologi syirik non-Tauhid Nabi shollallahu ’alaih wa sallam samasekali tidak berkenan terlibat dalam pengaturan dan pengelolaan masyarakat Mekkah. Beliau sibuk terus membina lahirnya suatu generasi baru ahlut-tauhid yang dipersiapkan untuk mewujudkan masyarakat baru menggantikan masyarakat jahiliyyah tersebut. Namun beliau mensyaratkan agar masyarakat yang dibina ideologinya tersebut memiliki kesabaran yang berlipat ganda. Jangan hendaknya mereka mudah goyah lantaran ancaman lawan maupun rayuan musuh. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa pertolongan dan kemenangan dari Allah merupakan suatu keniscayaan, namun hendaknya semua fihak bersabar dan bersabar dan bersabar. Sedemikian rupa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menekankan perlunya bersabar sehingga beliau mengingatkan sahabat Khabab bin Al-Arat akan pengalaman jauh lebih pahit kaum mukminin generasi terdahulu.

Padahal sahabat Khabab bukanlah sahabat yang tidak mengalami derita dalam mempertahankan iman Tauhidnya. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab beliau hadir dalam suatu majelis dimana Umar menyuruh masing-masing sahabat Muhajirin menceritakan pengalaman dan pengorbanan sewaktu masa jahiliyyah berjuang di Mekkah untuk menjadi pelajaran bagi yang lainnya. Masing-masing menceritakan pengalamannya. Begitu tiba giliran Khabab beliau langsung membuka bajunya dan memperlihatkan punggungnya kepada jamaah majelis. Betapa terkejutnya mereka melihat punggungnya yang dipenuhi lubang-lubang berwarna hitam sebesar bola kasti. Umar menanyakan apa yang telah terjadi. Maka Khabab berkata: ”Aku dulu disiksa dengan cara disuruh berbaring terlentang di atas tumpukan batu yang telah dibakar sehingga aku bisa mencium bau dagingku terbakar seperti bau sate panggang!”

Saudaraku, sungguh perjuangan menegakkan Tauhid melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabat dewasa ini memerlukan kesabaran. Kesabaran untuk mempertahankan aqidah Rabbani ini. Kesabaran untuk menyaksikan saudara-saudara kita yang masih saja mengalami aneka penganiayaan dari fihak musuh Allah sedangkan kita tidak berdaya menolong mereka selain melalui doa. Dan yang sangat penting adalah kesabaran untuk bertawakkal kepada Allah dalam hal penentuan jadwal kemenangan. Jangan sekali-kali karena tidak sabar hidup dalam kondisi kekalahan, kemudian kita melakukan tindakan konyol yang kontraproduktif bagi kemuliaan Islam dan muslimin. Umumnya ketergelinciran dari jalan lurus hanya terjadi karena dua kemungkinan, yaitu ancaman atau rayuan fihak musuh Allah. Zaman sekarang biasa disebut dengan stick and carrot approach. Yang paling mengerikan adalah ketika ada sejumlah aktifis da’wah masuk dalam perangkap stick and carrot approach tadi malah mengira sudah semakin dekat kepada kemenangan yang mereka tentukan sendiri jadwal dan bentuknya. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.-

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ
مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ
وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

‘Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al-Baqarah ayat 214)

Saudaraku, pertolongan Allah menjadi dekat bilamana sense of crisis telah berada dalam frekuensi yang sama antara pemimpin perjuangan dan para pengikutnya. Bila sudah satu frekuensi dan terfokus kepada hanya dan hanya mengharapkan pertolongan Allah, maka dalam keadaan seperti itu berarti pertolongan Allah sudah sangat dekat. Demikianlah yang ditunjukkan oleh para pendahulu kita. Derita ummat menjadi derita Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, sukacita ummat seringkali hanya menjadi sukacita ummat sedangkan Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam tetap zuhud dan sederhana dalam kenikmatan mendekatkan diri kepada Allah dan menyantuni kaum dhuafa. Adakah kondisi ummat dewasa ini khususnya mereka yang mengaku aktifis da’wah sudah seperti para pendahulu kita? Wallahu a’lam.-

Senin, 01 Maret 2010

Pemeriksaan Mata Gratis MI Al Furqon 2010

Bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik telah melaksanakan pemeriksaan mata "gratis" untuk 250 siswa usia Sekolah Dasar. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik.

Adapun sekolah yang mendapat kesempatan ini adalah:
1. MI Al-Furqon Srowo Sidayu
2. SDN Mriyunan Sidayu
3. MITQ Al-Furqon Srowo Sidayu
4. MI Nurul Athfal Asemanis Sidayu

Kegiatan dilaksanakan dengan baik, dari diagnosa dokter didapatkan 16 siswa mengalami "amblyop" (mata malas), 1 siswa mengalami kelainan "makula" dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan sekitar 40 siswa harus menggunakan kacamata.


Jumat, 08 Januari 2010

Kabar Sedih Dari Gaza, "Rumput Jadi Makanan Pokok Anak-Anak"

dikutip dari Eramuslim.com
 
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.

Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.

Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun! (sa/poj)

Selasa, 03 November 2009

Kisah Yu Timah... Berqurban dalam Kesempitan

dikutip dari notes facebook Ust Taat Budi Utomo


Ini kisah tentang Yu Timah.......Siapakah dia ?........Yu Timah adalah tetangga kami........Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir........Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.........Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya.........Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.......

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah........Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil........maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun.........Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini dia sebatang kara.......Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta........Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga.........Dia kembali ke kampung kami..........Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta........Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu......

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri.........Maka ia berjualan nasi bungkus........pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami........tentu hasilnya tak seberapa.......tapi Yu Timah bertahan..........Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.........Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan.........dia biayai anak itu hingga tamat SD........Tapi ini zaman apa......anak itu harus cari makan..........Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.........Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus............Untung di kampung kami ada pesantren kecil...........Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.........

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya........Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan.........Inilah hebatnya dia.........semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.........Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.........Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf........Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan.........Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu........Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas......Yah.....emas....

...untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri........Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.......

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya........Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah......

Pak.... saya mau mengambil tabungan......kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.....
O, tentu bisa.......Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore..... Bank kita sudah tutup......Bagaimana bila Senin ?.......

Senin juga tidak apa-apa..........Saya tidak tergesa.......Mau ambil berapa ?......tanya saya.

Enam ratus ribu, Pak........Kok banyak sekali.......Untuk apa, Yu ?.........

Yu Timah tidak segera menjawab......dia menunduk, sambil tersenyum malu-malu......Saya mau beli kambing kurban, Pak........Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.........

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya........Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam........Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya.........Padaha
l saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.........

Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu.......Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban..........Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada........Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban ?........

Iya Pak. Saya sudah bulat........Saya benar-benar ingin berkurban.......Selama ini memang saya hanya jadi penerima........Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban........

’Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita..........

Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria......matanya berbinar........Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang..........

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri.........Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim ?.......Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya ?........Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya........Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu......Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban.......Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus.......Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.......

Ya, Yu Timah.......Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar........Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.......

Oleh : Ahmad Tohari
Model : Mak Payo... 

Minggu, 11 Oktober 2009

Buah Hati Adalah Ujian

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo



Assalaamu'alaikum. War. Wab.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Abu Buraidah berkata, Rasulullah SAW pernah berkhotbah kemudian datang kedua cucunya Hasan dan Husein.......Keduanya berjalan dan terjatuh. Kemudian Rasulullah SAW turun dari mimbar, menggendong keduanya dan meletakkannya dihadapannya lalu bersabda : Benarlah Allah dan Rasul Nya.......sesungguhnya harta dan anak kamu itu merupakan cobaan.......Aku telah melihat dua anak yang berjalan dan terjatuh ini dan akau tidak sabar sehingga aku menghentikan khotbahku dan menggendong keduanya..

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Ketika anak hadir ditengah - tengah keluarga kita.......maka sebuah tanggung jawab yang sangat besar harus dipikul oleh kedua orang tuanya........Anak bisa membawa kedua orang tuanya kepada kebahagiaan.......dan anak juga bisa membawa kedua orang tuanya kepada penderitaan.......dunia dan akhirat...

Pentas drama kehidupan dunia ini sudah sangat banyak tentunya cerita perihal kebahagian orang tua yang tercerabut gara - gara ulah anak - anaknya.......yang selalu menyusahkan mereka......membuat kedua orang tuanya menderita......Na'udzubill

ah...

Dalam satu atsar atau riwayat dijelaskan dalam kitab Dunya al Tifl......bahwa kelak pada hari kiamat akan banyak orang tua yang digugat oleh anak - anaknya di pengadilan Allah SWT......Ketika anak - anak yang sepanjang kehidupannya di dunia selalu diliputi dengan gelimang maksiat dan dosa.......perintah dan larangan Allah dan Rasul Nya tidak diindahkan sama sama sekali......sementara kedua orang tuanya diam saja atau kurang dalam memberikan landasan untuk mengenal dan dekat dengan Allah dan Rasul Nya.......maka anak - anak yang demikian akan mengacungkan tangannya ketika disiksa oleh malaikat Zabaniah di nereka dengan mengatakan......Ya Allah......kami protes kepada Engkau .. kami tidak beribadah kepada Mu semasa kehidupan kami di dunia karena kedua orang tua kami tidak pernah cukup dalam mendidik kami untuk mengenal dan dekat kepada Mu.......mereka tidak tegas dalam memerintahkan kami untuk sholat.......mereka tidak mengajarkan kepada kami membaca ayat - ayat Mu.......mereka tidak menyuruh kami berpuasa di bulan ramadhan......mereka tidak memberi contoh kepada kami dalam beribadah kepada Mu.......maka kami rela Engkau siksa di neraka Mu ini.... asalkan......KAKI KANAN KAMI BERTUMPU PADA KEPALA BAPAK KAMI dan KAKI KIRI KAMI BERTUMPU PADA KEPALA IBU KAMI.......Na'udzubillahi mindzaliik...

Pendidikan anak untuk mengenal dan dekat dengan Allah SWT adalah kewajiban kedua orang tua yang menjadi hak anak untuk mendapatkannya.......melal
ui ilmu agama........ilmu umum sekolah dan ilmu - ilmu pendukung lainnya........dan semuanya harus bertumpu kepada upaya untuk mendapatkan ampunan.......rahmat.......dan ridha Allah SWT.... muliakan guru - guru anak - anak kita.......jangan dzalimi mereka .....

Dan ketika anak - anak kita menjadi seorang yang ahli ibadah.......anak - anak yang sholih dan sholihah atas upaya dan ikhtiar kedua orang tuanya yang cukup memberikan landasan pendidikan.......maka ketika di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.......anak - anak yang demikian adalah akan masuk syurga " bighoiri hisaab " tanpa dihisab.......dan ketika mereka sudah berada didepan pintu syurga......mereka berhenti kemudian menoleh ke kanan, kiri dan belakang.......malaikat penjaga syurga memerintahkan mereka segera memasukinya.......akan tetapi anak - anak kita yang sholih dan sholihah dan ahli ibadah ini tidak mau memasuki syurga kalau tidak bersama kedua orang tuanya...malaikat mengatakan bahwa kedua orang tua mereka masih dihisab dan disiksa di neraka atas kesalahan dan dosanya yang dilakukan didunia.......kemudian mereka menjawab : kalau begitu biar kami menunggunya di depan pintu syurga........Akhirnya atas perintah Allah SWT kepada malaikat disuruh untuk mengambil kedua orang tuanya dan dimasukkan ke dalam syurga bersama - sama dengan mereka.......Subhanallah..
.....inilah buah dari kesungguhan orang tua dalam mengemban tanggung jawab akan titipan Allah SWT.......BUAH HATI.......

Ikhwan Akhwat.....

Niatkan kewajiban kita sebagai orang tua kepada anak - anaknya untuk memberikan pendidikan hanya karena mengharap ridha Allah SWT.......segera bayar uang " syahriah "..... spp sekolah.....dan jangan di tunda - tunda.....ucapkan Alhamdulillah kalau tempat belajar anak - anak kita meminta kita untuk membayar keperluan belajar anak kita......jangan dipersulit.....dan berdo'a kepada Allah SWT agar anak - anak kita kelak akan menjadi penyejuk pandangan mata dan hati kita semasa kehidupan di dunia dan menjadi penyelamat kedua orang tuanya ketika berda di pengadilan Allah Yang Maha Adil nantinya.........Amiin.


Wass. War. Wab.

Dialog Terindah Ayah dan Anak

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo


 
Assalaamu'alaikum War. Wab.

Setelah sekian lama menanti hadirnya buah hati......akhirnya ketika umur sudah menjelang renta sekitar 85 tahun......Nabi Ibrahim as dikaruniai seorang buah hati yang telah sekian lama dinanti - nantikannya....Nabi Ismail as dari istrinya Hajar.....Rabbii hablii minas shaalihiin.....

Kecintaan Nabi Ibrahim as yang sangat kepada buah hatinya Ismail as inilah kemudian Allah SWT menurunkan ujian yang sangat berat kepada mereka berdua.......tatkala Ismail as beranjak menjadi anak yang tumbuh dalam asuhan kedua orang tuanya yang sangat tunduk dan patuh serta sangat mencintai Allah SWT.......datanglah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim as untuk menyembelih buah hati yang sangat dicintainya....

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." QS 37 : 102

Seketika akal sehat dan rasio manusia dijungkir balikkan.... seorang ayah disuruh menyembelih putranya.....dalam riwayat dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa dia berkata.......

Pada pagi hari setelah bermimpi untuk menyembelih putranya.....Nabi Ibrahim as berfikir......apakah mimpi itu dari Allah atau dari syetan ?......Nabi Ibrahim as yang sangat meyakini bahwa ini adalah perintah Allah SWT berada dalam kebingungan.....yang akhirnya berjalanlah sesuai dengan kebiasaannya untuk merenungkan perihal perintah Allah SWT ini.....beliau mondar - mandir disuatu daerah sekitar Arafah dan Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah......BERFIKIR dalam bahasa arab......TARAWWAA....seda

ngkan kata bendanya adalah......TARWIYAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....TARWIYAH.... yang artinya....BERFIKIR.....karena bingung.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as ternyata bermimpi kembali untuk segera menyembelih putranya.......Ismail as.......maka pada pagi harinya dia menjadi......JELAS......TA
HU.....PAHAM......bahwa mimpi adalah perintah Allah SWT.......Akhirnya berhentilah Nabi Ibrahim as di suatu tempat untuk lebih dalam merenungkan perintah Allah SWT pada hari berikutnya 9 Dzulhijjah ......WUKUF.....artinya berhenti......di tempat yang karena sudah jelas dan mengetahui akan perintah Allah tersebut......MENGETAHUI.....dalam bahasa arab adalah......ARAFA......sedangkan kata kerjanya........ARAFAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....ARAFAH.... yang artinya......JELAS......TAHU.....PAHAM.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as kembali bermimpi......maka paginya.......pada tanggal 10 Dzulhijjah...... beliau menyegerakan untuk menyembelih putranya.......MENYEMBELIH
......dalam bahasa arab adalah.......NAHARA.......sedang kata kerjanya......NAHRUN.......sehingga pada hari itu dikenal dengan hari......NAHRI.......hari

Kemudian datanglah sang ayah ini kemudian kepada buah hatinya dengan mengatakan.......Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.......Maka fikirkanlah apa pendapatmu ?...... Subhanallah...

Inilah satu qudwah indah........walaupun nabi Ibrahim as kekasih Allah SWT sangat memahami akan perintah Allah SWT.......akan tetapi tetap memberi kesempatan kepada buah hatinya untuk berfikir dan berpendapat......FANDHUR MAADZAA TAROO.......bukan memaksakan kehendaknya kepada anaknya......

Betapa banyak sekarang ini orang tua yang sering memakasakan keinginannya.......kehenda
menyembelih......hari berkorban...... knya........kepada anak - anak nya.......dan hal ini tidak sedikit berakibat munculnya persoalan - persoalan dalam keluarga yang sangat besar........pilihan sekolah mereka.......pilihan pendamping hidup mereka.......berilah anak - anak kita kesempatan untuk berpendapat.......jangan paksakan kehendak kita pada mereka.....

Dengan didikan yang telah diberikan kepada anaknya Ismail as.......maka jawaban buah hati yang sangat dicintainya akhirnya menjawab........Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar....... Subhanallah....

Itulah dialog terindah yang pernah ada dalam pentas drama kehidupan manusia didunia ini....DIALOG TERINDAH AYAH DAN BUAH HATINYA......komunikasi yang baik......harmonis......an
tara orang tua dengan buah hatinya......yang meletakkan dasar dan pondasi penting......bagi lahirnya generasi yang shalih dan shalihah.....

Ketika ikhwan baru pulang kerja......melihat buah hati sedang.....TADARRUS AL QUR'AN.....tanpa disuruh.....mendirikan shalat juga tanpa disuruh - suruh......MAKA DINGIN DAN SEJUK MATA HATI ORANG TUA MELIHATNYA......akan tetapi kalau mendapati buah hati......tidak ada dirumah ketika pulang kerja......orang tua tidak tau dimana mereka......pulang larut malam......dinasehati malah melawan.......disuruh malah menentang.......DUUH....RA
SANYA SAKIT.....HATI ORANG TUA YANG SEPERTI INI....

Mudah - mudahan sebagai orang tua kita bisa mengambil hikmah dialog ini untuk kita terapkan dalam keluarga kita.......Amiin.


Wassalaamu'alaikum. War. Wab.

Jumat, 09 Oktober 2009

Warisan... Langkah Yang Terjebak

dikutip dari notes facebook yang ditulis oleh Ustadz Taat Budi Utomo



Assalaamu’alaikum. War. Wab.

Tidak bisa.......pokoknya tidak bisa.....sebagai anak pertama aku harus mendapatkan separoh dari harta peninggalan ayah dan ibu.........sepeninggal ayah akulah yang membiayai kuliah kamu semua......jadi wajar dong kalau aku mendapatkan 1/2 bagian warisan ayah dan ibu........salah satu adiknya kemudian sedikit menimpali perkataan kakak sulungnya yang hidupnya sudah mapan ini dengan........dalam hal ini kan sudah ada aturannya kak.......kita semua tahu itu......lagian kakak kan hidupnya sudah enak......kecuali kalau memang ada wasiat atau hibah khusus dari ayah dan ibu......diteruskan dengan pendapat dari adik perempuannya yang tak kalah sengitnya.......yang adil ya dibagi rata saja........

Dengan wajah memerah.......kakaknya kemudian melontarkan kalimat yang pedas kepada kedua adiknya.......kalau tidak karena kakak…….maka kamu tidak akan bisa kuliah dan lulus sarjana seperti sekarang ini.......dengan lemas dan sakit hati suami dari adik perempuannya ikut bicara......jadi kang mas tidak rela......tidak ikhlas membiayai kuliah adik - adik kang mas sendiri.......sehingga sekarang minta semuanya itu ada kompensasinya.......kamu orang lain.....kamu jangan ikut - ikutan dalam persoalan ini sautnya sengit......

Inilah gambaran dari sebuah situasi nyata......yang sering terjadi ketika kedua orang tua kita sudah meninggal......anak - anak.....REBUTAN HARTA WARISAN.....bahkan tidak sedikit diantaranya terjadi......dan lebih ruwet.....apabila saudara ayah laki - laki.......pak de atau paman......ikut di dalamnya meminta bagian juga......hubungan silaturrahim yang tadinya baik - baik saja......karena persoalan warisan......maka saudara menjadi musuh.......bahkan tidak sedikit diantara mereka yang membawa persoalan ini ke pengadilan......

Dalam Al Qur'an dan As Sunnah.....sudah dijelaskan dengan gamblang persoalan ini.....tapi ana belum pernah bisa menyelesaikan persoalan ini ketika diminta bantuan ikhwan wa akhwat......tetangga......

karena hampir semua pihak yang terlibat pikiran dan hatinya sudah di butakan oleh harta.......mendapatkan bagian yang paling banyak......mereka lupakan tuntunan syariat......mereka langgar hukum - hukum mulia ini......sehingga syariat " faraidh "........waris ini jarang ada yang bisa menerapkannya dengan benar......bahkan kalau ada orang tua yang sudah meninggal dan telah menuliskan wasiat hibah kepada anak – anaknya……..atau kepada orang lain karena hal ini juga di perintahkan oleh Rasulullah SAW apabila sudah berumur renta maka tulislah wasiat untuk anak - anakmu.......hal inipun tidak dihiraukannya sama sekali......Na'udzubillah.......

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Harta dan anak adalah ujian dari Allah SWT......dan Allah mengawali ayat ini dengan lafadh " amwal "......harta......baru kemudian anak sebagai ujian manusia.......tentu saja dalam ujian itu ada lulus dan ada yang tidak lulus.....sehingga apabila ujian pertama dalam bentuk harta manusia tidak lulus.....harta tidak digunakan untuk kepentingan berjuang di jalan Allah....maka dampak selanjutnya ujian dalam bentuk anak sangat sulit kita bisa melewatinya......Gambaran hal ini sudah banyak terlihat......walaupun secara lahir orang itu berkelimpahan harta......harta yang dipunyainya tidak digunakan untuk berjuang di jalan Allah......maka anak dari mereka akan menjadi duri dalam keluarganya......

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. QS 2 : 215

Rasulullah SAW juga memeriintahkan agar jangan meninggalkan ahli waris kita dalam keadaan miskin.....

HR. Bukhari Muslim dari Abu Ishaq bin Abi Waqqash ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW menjengukku saat aku sakit keras pada haji wada' seraya aku berkata, Ya Rasulullah sakitku sangat parah seperti yang engkau lihat. Aku mempunya harta benda sedangkan yang menjadi pewarisku hanya seorang putriku saja. Bolehkah aku menyedekahkan 2/3 hartaku ? Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata , separuh hartaku Ya Rasulullah ?....Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata, sepertiga hartaku Ya Rasulullah ?...Beliau bersabda : Sepertiga.....Sepertiga itu sudah banyak atau besar....Sungguh jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta belas kasihan orang lain.....

Sangat jarang diantara ikhwan dan akhwat yang baru menerima bagian harta waris dari kedua orang tuanya........kemudian harta itu menjadi manfaat bagi kehidupannya.....banyak orang mengatakan bahwa harta waris itu……." panas "......bahkan sangat jarang di temui anak yang mampu meneruskan usaha orang tuanya.......mewarisi perusahaan orang tuanya......kemudian perusahan itu tambah berkembang maju......yang sering terjadi adalah sebaliknya insyaAllah......menurun...
......dan akhirnya hilang dari peredaran....

Sementara disamping tuntunan " faraidh ".....Rasulullah SAW juga membentangkan pengelolaan harta dalam bentuk infaq....sodaqoh....dan waqaf......Kalau kita mau berfikir bijak demi kebaikan semua pihak khusunya anak - anak kita......maka kewajiban orang tua adalah berdiri di belakang masing - masing anaknya untuk mendukung terwujudnya pilihan hidup anak yang memang sudah di gariskan oleh Allah SWT......dengan segala upaya dan ikhtiarnya menjadikan masing - masing anaknya berhasil dalam kehidupan dunianya......karena seringkali pilihan jalan hidup dunia anak berbeda dengan apa yang di geluti oleh orang tuanya......apabila masing - masing anaknya sudah berhasil.....cukup dalam pandangan dunia dan baik dalam beribadah.....kemudian orang tua masih mempunyai titipan harta dari Allah SWT.....maka orang tua yang seperti ini bisa mengambil tuntunan syariat yang lain......yaitu dengan mengambil syariat infaq.....sodaqoh.....atau


Dari sisi kehidupan yang lain…….seorang teman.....Iqbal Bae....... menulis cerita dalam komentarnya dalam kajian beberapa hari kemarin…….

Ketika dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan pesawat……...disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur……..kemudian ia menyapa ibu tersebut……dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan………Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ? tanyanya………Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua……….jawab ibu itu………Wouw……hebat sekali putra ibu…….ia sahutnya dan terdiam sejenak……..

Kemudian ia merenung sejenak……..Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu……..ia melanjutkan pertanyaannya………..Ibu tadi katakan bahwa…….anak yang di Singapore tadi adalah putra yang kedua………Bagaimana dengan kakak adik-adik nya ?........ Oh ya……… si ibu kemudian bercerita…….anak saya semuanya 7………yang ketiga seorang dokter di Malang………yang keempat kerja di perkebunan di Lampung………yang kelima menjadi arsitek di Jakarta……….yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto………yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang……..

Dengan penasarannya ia kembali bertanya……..ibu sudah cerita anak – anak ibu……dari anak yang kedua…..ketiga……keempat……k
waqaf......karena melihat anak - anaknya sudah mapan di bidangnya sendiri - sendiri.........bahkan kalau ada anak yang memilih bidang seperti orang tuanya.....maka setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi anak adalah........mereka harus memulai usaha yang sama dengan orang tuanya itu dari awal.....dari nol.....sebagai pendiri.....bukan sebagai penerus.....sehingga si anak tahu betapa sulitnya......lika - liku jalannya yang pernah juga dialami oleh orang tuanya......dan ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi dia....... elima……keenam……dan ketujuh……..mohon maaf sebelumnya ya bu……bagaimana dengan anak ibu yang pertama……yang kesatu…….

Dengan menghela nafas……ibu ini menjawab……anak ibu yang pertama menjadi seorang petani di Godean Jogya……dia menggarap sawahnya sendiri yang tak terlalu lebar…….ia kemudian menimpali perkataan ibu itu……maaf ya bu…….ibu kelihatan kecewa dengan anak ibu yang pertama……..karena adik – adiknya telah menjadi orang yang sukses kehidupan pekerjaannya…….sedangkan dia menjadi seorang petani biasa……

Ibu itu tersenyum……kemudian menjawab……Oh…..tidak……saya
tidak kecewa dengan anak saya yang pertama……...bahkan saya bangga kepadanya……..KARENA DIALAH YANG MEMBIAYAI SEKOLAH ADIK – ADIKNYA SAMPAI SEMUA LULUS SARJANA HASIL DARI DIA BERTANI…….Subhaanallaah……Allahu Akbar……

InsyaAllah inilah yang akan menghantarkan kita menjadi hamba yang lulus dalam ujian harta sekaligus lulus dalam ujian anak.....tidak ada pertikaian antar saudara.......ahli waris kita.......dan akan mengarahkan langsung orang tua tersebut sebagai hamba yang hidupnya dilimpahii ketenangan.....kebahagiaan
hidup dari Allah SWT.....Amiin.


Wassalaamu’alaikum.War.Wab
.