Senin, 01 Maret 2010

Pemeriksaan Mata Gratis MI Al Furqon 2010

Bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya, Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik telah melaksanakan pemeriksaan mata "gratis" untuk 250 siswa usia Sekolah Dasar. Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon Srowo Sidayu Gresik.

Adapun sekolah yang mendapat kesempatan ini adalah:
1. MI Al-Furqon Srowo Sidayu
2. SDN Mriyunan Sidayu
3. MITQ Al-Furqon Srowo Sidayu
4. MI Nurul Athfal Asemanis Sidayu

Kegiatan dilaksanakan dengan baik, dari diagnosa dokter didapatkan 16 siswa mengalami "amblyop" (mata malas), 1 siswa mengalami kelainan "makula" dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan sekitar 40 siswa harus menggunakan kacamata.


Jumat, 08 Januari 2010

Kabar Sedih Dari Gaza, "Rumput Jadi Makanan Pokok Anak-Anak"

dikutip dari Eramuslim.com
 
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.

Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.

Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun! (sa/poj)

Selasa, 03 November 2009

Kisah Yu Timah... Berqurban dalam Kesempitan

dikutip dari notes facebook Ust Taat Budi Utomo


Ini kisah tentang Yu Timah.......Siapakah dia ?........Yu Timah adalah tetangga kami........Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir........Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.........Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya.........Maka rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.......

Usia Yu Timah sekitar lima puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah........Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil........maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun.........Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini dia sebatang kara.......Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta........Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga.........Dia kembali ke kampung kami..........Para tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta........Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu......

Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri.........Maka ia berjualan nasi bungkus........pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami........tentu hasilnya tak seberapa.......tapi Yu Timah bertahan..........Dan nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya.........Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan.........dia biayai anak itu hingga tamat SD........Tapi ini zaman apa......anak itu harus cari makan..........Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di Jakarta.........Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus............Untung di kampung kami ada pesantren kecil...........Para santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.........

Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya........Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan.........Inilah hebatnya dia.........semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus.........Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor.........Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf........Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan.........Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu........Dan sejak itu saya melihat Yu Timah memakai cincin emas......Yah.....emas....

...untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri........Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.......

Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya........Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah......

Pak.... saya mau mengambil tabungan......kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.....
O, tentu bisa.......Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore..... Bank kita sudah tutup......Bagaimana bila Senin ?.......

Senin juga tidak apa-apa..........Saya tidak tergesa.......Mau ambil berapa ?......tanya saya.

Enam ratus ribu, Pak........Kok banyak sekali.......Untuk apa, Yu ?.........

Yu Timah tidak segera menjawab......dia menunduk, sambil tersenyum malu-malu......Saya mau beli kambing kurban, Pak........Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.........

Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya........Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam........Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya.........Padaha
l saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.........

Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu.......Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban..........Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada........Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban ?........

Iya Pak. Saya sudah bulat........Saya benar-benar ingin berkurban.......Selama ini memang saya hanya jadi penerima........Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban........

’Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita..........

Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria......matanya berbinar........Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang..........

Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri.........Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim ?.......Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya ?........Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya........Mungkin saya juga begitu. Ah, Yu Timah, saya jadi malu......Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban.......Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus.......Uangmu malah kamu belikan kambing kurban.......

Ya, Yu Timah.......Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar........Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga. Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji.......

Oleh : Ahmad Tohari
Model : Mak Payo... 

Minggu, 11 Oktober 2009

Buah Hati Adalah Ujian

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo



Assalaamu'alaikum. War. Wab.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa Abu Abu Buraidah berkata, Rasulullah SAW pernah berkhotbah kemudian datang kedua cucunya Hasan dan Husein.......Keduanya berjalan dan terjatuh. Kemudian Rasulullah SAW turun dari mimbar, menggendong keduanya dan meletakkannya dihadapannya lalu bersabda : Benarlah Allah dan Rasul Nya.......sesungguhnya harta dan anak kamu itu merupakan cobaan.......Aku telah melihat dua anak yang berjalan dan terjatuh ini dan akau tidak sabar sehingga aku menghentikan khotbahku dan menggendong keduanya..

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Ketika anak hadir ditengah - tengah keluarga kita.......maka sebuah tanggung jawab yang sangat besar harus dipikul oleh kedua orang tuanya........Anak bisa membawa kedua orang tuanya kepada kebahagiaan.......dan anak juga bisa membawa kedua orang tuanya kepada penderitaan.......dunia dan akhirat...

Pentas drama kehidupan dunia ini sudah sangat banyak tentunya cerita perihal kebahagian orang tua yang tercerabut gara - gara ulah anak - anaknya.......yang selalu menyusahkan mereka......membuat kedua orang tuanya menderita......Na'udzubill

ah...

Dalam satu atsar atau riwayat dijelaskan dalam kitab Dunya al Tifl......bahwa kelak pada hari kiamat akan banyak orang tua yang digugat oleh anak - anaknya di pengadilan Allah SWT......Ketika anak - anak yang sepanjang kehidupannya di dunia selalu diliputi dengan gelimang maksiat dan dosa.......perintah dan larangan Allah dan Rasul Nya tidak diindahkan sama sama sekali......sementara kedua orang tuanya diam saja atau kurang dalam memberikan landasan untuk mengenal dan dekat dengan Allah dan Rasul Nya.......maka anak - anak yang demikian akan mengacungkan tangannya ketika disiksa oleh malaikat Zabaniah di nereka dengan mengatakan......Ya Allah......kami protes kepada Engkau .. kami tidak beribadah kepada Mu semasa kehidupan kami di dunia karena kedua orang tua kami tidak pernah cukup dalam mendidik kami untuk mengenal dan dekat kepada Mu.......mereka tidak tegas dalam memerintahkan kami untuk sholat.......mereka tidak mengajarkan kepada kami membaca ayat - ayat Mu.......mereka tidak menyuruh kami berpuasa di bulan ramadhan......mereka tidak memberi contoh kepada kami dalam beribadah kepada Mu.......maka kami rela Engkau siksa di neraka Mu ini.... asalkan......KAKI KANAN KAMI BERTUMPU PADA KEPALA BAPAK KAMI dan KAKI KIRI KAMI BERTUMPU PADA KEPALA IBU KAMI.......Na'udzubillahi mindzaliik...

Pendidikan anak untuk mengenal dan dekat dengan Allah SWT adalah kewajiban kedua orang tua yang menjadi hak anak untuk mendapatkannya.......melal
ui ilmu agama........ilmu umum sekolah dan ilmu - ilmu pendukung lainnya........dan semuanya harus bertumpu kepada upaya untuk mendapatkan ampunan.......rahmat.......dan ridha Allah SWT.... muliakan guru - guru anak - anak kita.......jangan dzalimi mereka .....

Dan ketika anak - anak kita menjadi seorang yang ahli ibadah.......anak - anak yang sholih dan sholihah atas upaya dan ikhtiar kedua orang tuanya yang cukup memberikan landasan pendidikan.......maka ketika di hadapan Allah SWT pada hari kiamat.......anak - anak yang demikian adalah akan masuk syurga " bighoiri hisaab " tanpa dihisab.......dan ketika mereka sudah berada didepan pintu syurga......mereka berhenti kemudian menoleh ke kanan, kiri dan belakang.......malaikat penjaga syurga memerintahkan mereka segera memasukinya.......akan tetapi anak - anak kita yang sholih dan sholihah dan ahli ibadah ini tidak mau memasuki syurga kalau tidak bersama kedua orang tuanya...malaikat mengatakan bahwa kedua orang tua mereka masih dihisab dan disiksa di neraka atas kesalahan dan dosanya yang dilakukan didunia.......kemudian mereka menjawab : kalau begitu biar kami menunggunya di depan pintu syurga........Akhirnya atas perintah Allah SWT kepada malaikat disuruh untuk mengambil kedua orang tuanya dan dimasukkan ke dalam syurga bersama - sama dengan mereka.......Subhanallah..
.....inilah buah dari kesungguhan orang tua dalam mengemban tanggung jawab akan titipan Allah SWT.......BUAH HATI.......

Ikhwan Akhwat.....

Niatkan kewajiban kita sebagai orang tua kepada anak - anaknya untuk memberikan pendidikan hanya karena mengharap ridha Allah SWT.......segera bayar uang " syahriah "..... spp sekolah.....dan jangan di tunda - tunda.....ucapkan Alhamdulillah kalau tempat belajar anak - anak kita meminta kita untuk membayar keperluan belajar anak kita......jangan dipersulit.....dan berdo'a kepada Allah SWT agar anak - anak kita kelak akan menjadi penyejuk pandangan mata dan hati kita semasa kehidupan di dunia dan menjadi penyelamat kedua orang tuanya ketika berda di pengadilan Allah Yang Maha Adil nantinya.........Amiin.


Wass. War. Wab.

Dialog Terindah Ayah dan Anak

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo


 
Assalaamu'alaikum War. Wab.

Setelah sekian lama menanti hadirnya buah hati......akhirnya ketika umur sudah menjelang renta sekitar 85 tahun......Nabi Ibrahim as dikaruniai seorang buah hati yang telah sekian lama dinanti - nantikannya....Nabi Ismail as dari istrinya Hajar.....Rabbii hablii minas shaalihiin.....

Kecintaan Nabi Ibrahim as yang sangat kepada buah hatinya Ismail as inilah kemudian Allah SWT menurunkan ujian yang sangat berat kepada mereka berdua.......tatkala Ismail as beranjak menjadi anak yang tumbuh dalam asuhan kedua orang tuanya yang sangat tunduk dan patuh serta sangat mencintai Allah SWT.......datanglah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim as untuk menyembelih buah hati yang sangat dicintainya....

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." QS 37 : 102

Seketika akal sehat dan rasio manusia dijungkir balikkan.... seorang ayah disuruh menyembelih putranya.....dalam riwayat dari Ibnu Abbas dijelaskan bahwa dia berkata.......

Pada pagi hari setelah bermimpi untuk menyembelih putranya.....Nabi Ibrahim as berfikir......apakah mimpi itu dari Allah atau dari syetan ?......Nabi Ibrahim as yang sangat meyakini bahwa ini adalah perintah Allah SWT berada dalam kebingungan.....yang akhirnya berjalanlah sesuai dengan kebiasaannya untuk merenungkan perihal perintah Allah SWT ini.....beliau mondar - mandir disuatu daerah sekitar Arafah dan Mina pada tanggal 8 Dzulhijjah......BERFIKIR dalam bahasa arab......TARAWWAA....seda

ngkan kata bendanya adalah......TARWIYAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....TARWIYAH.... yang artinya....BERFIKIR.....karena bingung.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as ternyata bermimpi kembali untuk segera menyembelih putranya.......Ismail as.......maka pada pagi harinya dia menjadi......JELAS......TA
HU.....PAHAM......bahwa mimpi adalah perintah Allah SWT.......Akhirnya berhentilah Nabi Ibrahim as di suatu tempat untuk lebih dalam merenungkan perintah Allah SWT pada hari berikutnya 9 Dzulhijjah ......WUKUF.....artinya berhenti......di tempat yang karena sudah jelas dan mengetahui akan perintah Allah tersebut......MENGETAHUI.....dalam bahasa arab adalah......ARAFA......sedangkan kata kerjanya........ARAFAH.....inilah yang kita kenal saat ini dengan hari.....ARAFAH.... yang artinya......JELAS......TAHU.....PAHAM.....

Pada malam berikutnya.......Nabi Ibrahim as kembali bermimpi......maka paginya.......pada tanggal 10 Dzulhijjah...... beliau menyegerakan untuk menyembelih putranya.......MENYEMBELIH
......dalam bahasa arab adalah.......NAHARA.......sedang kata kerjanya......NAHRUN.......sehingga pada hari itu dikenal dengan hari......NAHRI.......hari

Kemudian datanglah sang ayah ini kemudian kepada buah hatinya dengan mengatakan.......Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.......Maka fikirkanlah apa pendapatmu ?...... Subhanallah...

Inilah satu qudwah indah........walaupun nabi Ibrahim as kekasih Allah SWT sangat memahami akan perintah Allah SWT.......akan tetapi tetap memberi kesempatan kepada buah hatinya untuk berfikir dan berpendapat......FANDHUR MAADZAA TAROO.......bukan memaksakan kehendaknya kepada anaknya......

Betapa banyak sekarang ini orang tua yang sering memakasakan keinginannya.......kehenda
menyembelih......hari berkorban...... knya........kepada anak - anak nya.......dan hal ini tidak sedikit berakibat munculnya persoalan - persoalan dalam keluarga yang sangat besar........pilihan sekolah mereka.......pilihan pendamping hidup mereka.......berilah anak - anak kita kesempatan untuk berpendapat.......jangan paksakan kehendak kita pada mereka.....

Dengan didikan yang telah diberikan kepada anaknya Ismail as.......maka jawaban buah hati yang sangat dicintainya akhirnya menjawab........Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar....... Subhanallah....

Itulah dialog terindah yang pernah ada dalam pentas drama kehidupan manusia didunia ini....DIALOG TERINDAH AYAH DAN BUAH HATINYA......komunikasi yang baik......harmonis......an
tara orang tua dengan buah hatinya......yang meletakkan dasar dan pondasi penting......bagi lahirnya generasi yang shalih dan shalihah.....

Ketika ikhwan baru pulang kerja......melihat buah hati sedang.....TADARRUS AL QUR'AN.....tanpa disuruh.....mendirikan shalat juga tanpa disuruh - suruh......MAKA DINGIN DAN SEJUK MATA HATI ORANG TUA MELIHATNYA......akan tetapi kalau mendapati buah hati......tidak ada dirumah ketika pulang kerja......orang tua tidak tau dimana mereka......pulang larut malam......dinasehati malah melawan.......disuruh malah menentang.......DUUH....RA
SANYA SAKIT.....HATI ORANG TUA YANG SEPERTI INI....

Mudah - mudahan sebagai orang tua kita bisa mengambil hikmah dialog ini untuk kita terapkan dalam keluarga kita.......Amiin.


Wassalaamu'alaikum. War. Wab.

Jumat, 09 Oktober 2009

Warisan... Langkah Yang Terjebak

dikutip dari notes facebook yang ditulis oleh Ustadz Taat Budi Utomo



Assalaamu’alaikum. War. Wab.

Tidak bisa.......pokoknya tidak bisa.....sebagai anak pertama aku harus mendapatkan separoh dari harta peninggalan ayah dan ibu.........sepeninggal ayah akulah yang membiayai kuliah kamu semua......jadi wajar dong kalau aku mendapatkan 1/2 bagian warisan ayah dan ibu........salah satu adiknya kemudian sedikit menimpali perkataan kakak sulungnya yang hidupnya sudah mapan ini dengan........dalam hal ini kan sudah ada aturannya kak.......kita semua tahu itu......lagian kakak kan hidupnya sudah enak......kecuali kalau memang ada wasiat atau hibah khusus dari ayah dan ibu......diteruskan dengan pendapat dari adik perempuannya yang tak kalah sengitnya.......yang adil ya dibagi rata saja........

Dengan wajah memerah.......kakaknya kemudian melontarkan kalimat yang pedas kepada kedua adiknya.......kalau tidak karena kakak…….maka kamu tidak akan bisa kuliah dan lulus sarjana seperti sekarang ini.......dengan lemas dan sakit hati suami dari adik perempuannya ikut bicara......jadi kang mas tidak rela......tidak ikhlas membiayai kuliah adik - adik kang mas sendiri.......sehingga sekarang minta semuanya itu ada kompensasinya.......kamu orang lain.....kamu jangan ikut - ikutan dalam persoalan ini sautnya sengit......

Inilah gambaran dari sebuah situasi nyata......yang sering terjadi ketika kedua orang tua kita sudah meninggal......anak - anak.....REBUTAN HARTA WARISAN.....bahkan tidak sedikit diantaranya terjadi......dan lebih ruwet.....apabila saudara ayah laki - laki.......pak de atau paman......ikut di dalamnya meminta bagian juga......hubungan silaturrahim yang tadinya baik - baik saja......karena persoalan warisan......maka saudara menjadi musuh.......bahkan tidak sedikit diantara mereka yang membawa persoalan ini ke pengadilan......

Dalam Al Qur'an dan As Sunnah.....sudah dijelaskan dengan gamblang persoalan ini.....tapi ana belum pernah bisa menyelesaikan persoalan ini ketika diminta bantuan ikhwan wa akhwat......tetangga......

karena hampir semua pihak yang terlibat pikiran dan hatinya sudah di butakan oleh harta.......mendapatkan bagian yang paling banyak......mereka lupakan tuntunan syariat......mereka langgar hukum - hukum mulia ini......sehingga syariat " faraidh "........waris ini jarang ada yang bisa menerapkannya dengan benar......bahkan kalau ada orang tua yang sudah meninggal dan telah menuliskan wasiat hibah kepada anak – anaknya……..atau kepada orang lain karena hal ini juga di perintahkan oleh Rasulullah SAW apabila sudah berumur renta maka tulislah wasiat untuk anak - anakmu.......hal inipun tidak dihiraukannya sama sekali......Na'udzubillah.......

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. QS 64 : 15

Harta dan anak adalah ujian dari Allah SWT......dan Allah mengawali ayat ini dengan lafadh " amwal "......harta......baru kemudian anak sebagai ujian manusia.......tentu saja dalam ujian itu ada lulus dan ada yang tidak lulus.....sehingga apabila ujian pertama dalam bentuk harta manusia tidak lulus.....harta tidak digunakan untuk kepentingan berjuang di jalan Allah....maka dampak selanjutnya ujian dalam bentuk anak sangat sulit kita bisa melewatinya......Gambaran hal ini sudah banyak terlihat......walaupun secara lahir orang itu berkelimpahan harta......harta yang dipunyainya tidak digunakan untuk berjuang di jalan Allah......maka anak dari mereka akan menjadi duri dalam keluarganya......

Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah : "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. QS 2 : 215

Rasulullah SAW juga memeriintahkan agar jangan meninggalkan ahli waris kita dalam keadaan miskin.....

HR. Bukhari Muslim dari Abu Ishaq bin Abi Waqqash ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW menjengukku saat aku sakit keras pada haji wada' seraya aku berkata, Ya Rasulullah sakitku sangat parah seperti yang engkau lihat. Aku mempunya harta benda sedangkan yang menjadi pewarisku hanya seorang putriku saja. Bolehkah aku menyedekahkan 2/3 hartaku ? Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata , separuh hartaku Ya Rasulullah ?....Beliau bersabda : Tidak...Aku berkata, sepertiga hartaku Ya Rasulullah ?...Beliau bersabda : Sepertiga.....Sepertiga itu sudah banyak atau besar....Sungguh jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dan meminta belas kasihan orang lain.....

Sangat jarang diantara ikhwan dan akhwat yang baru menerima bagian harta waris dari kedua orang tuanya........kemudian harta itu menjadi manfaat bagi kehidupannya.....banyak orang mengatakan bahwa harta waris itu……." panas "......bahkan sangat jarang di temui anak yang mampu meneruskan usaha orang tuanya.......mewarisi perusahaan orang tuanya......kemudian perusahan itu tambah berkembang maju......yang sering terjadi adalah sebaliknya insyaAllah......menurun...
......dan akhirnya hilang dari peredaran....

Sementara disamping tuntunan " faraidh ".....Rasulullah SAW juga membentangkan pengelolaan harta dalam bentuk infaq....sodaqoh....dan waqaf......Kalau kita mau berfikir bijak demi kebaikan semua pihak khusunya anak - anak kita......maka kewajiban orang tua adalah berdiri di belakang masing - masing anaknya untuk mendukung terwujudnya pilihan hidup anak yang memang sudah di gariskan oleh Allah SWT......dengan segala upaya dan ikhtiarnya menjadikan masing - masing anaknya berhasil dalam kehidupan dunianya......karena seringkali pilihan jalan hidup dunia anak berbeda dengan apa yang di geluti oleh orang tuanya......apabila masing - masing anaknya sudah berhasil.....cukup dalam pandangan dunia dan baik dalam beribadah.....kemudian orang tua masih mempunyai titipan harta dari Allah SWT.....maka orang tua yang seperti ini bisa mengambil tuntunan syariat yang lain......yaitu dengan mengambil syariat infaq.....sodaqoh.....atau


Dari sisi kehidupan yang lain…….seorang teman.....Iqbal Bae....... menulis cerita dalam komentarnya dalam kajian beberapa hari kemarin…….

Ketika dalam perjalanan dari Surabaya ke Jakarta dengan pesawat……...disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur……..kemudian ia menyapa ibu tersebut……dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan………Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ? tanyanya………Oh… saya mau ke Jakarta terus “connecting flight” ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua……….jawab ibu itu………Wouw……hebat sekali putra ibu…….ia sahutnya dan terdiam sejenak……..

Kemudian ia merenung sejenak……..Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu……..ia melanjutkan pertanyaannya………..Ibu tadi katakan bahwa…….anak yang di Singapore tadi adalah putra yang kedua………Bagaimana dengan kakak adik-adik nya ?........ Oh ya……… si ibu kemudian bercerita…….anak saya semuanya 7………yang ketiga seorang dokter di Malang………yang keempat kerja di perkebunan di Lampung………yang kelima menjadi arsitek di Jakarta……….yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto………yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang……..

Dengan penasarannya ia kembali bertanya……..ibu sudah cerita anak – anak ibu……dari anak yang kedua…..ketiga……keempat……k
waqaf......karena melihat anak - anaknya sudah mapan di bidangnya sendiri - sendiri.........bahkan kalau ada anak yang memilih bidang seperti orang tuanya.....maka setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi anak adalah........mereka harus memulai usaha yang sama dengan orang tuanya itu dari awal.....dari nol.....sebagai pendiri.....bukan sebagai penerus.....sehingga si anak tahu betapa sulitnya......lika - liku jalannya yang pernah juga dialami oleh orang tuanya......dan ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi dia....... elima……keenam……dan ketujuh……..mohon maaf sebelumnya ya bu……bagaimana dengan anak ibu yang pertama……yang kesatu…….

Dengan menghela nafas……ibu ini menjawab……anak ibu yang pertama menjadi seorang petani di Godean Jogya……dia menggarap sawahnya sendiri yang tak terlalu lebar…….ia kemudian menimpali perkataan ibu itu……maaf ya bu…….ibu kelihatan kecewa dengan anak ibu yang pertama……..karena adik – adiknya telah menjadi orang yang sukses kehidupan pekerjaannya…….sedangkan dia menjadi seorang petani biasa……

Ibu itu tersenyum……kemudian menjawab……Oh…..tidak……saya
tidak kecewa dengan anak saya yang pertama……...bahkan saya bangga kepadanya……..KARENA DIALAH YANG MEMBIAYAI SEKOLAH ADIK – ADIKNYA SAMPAI SEMUA LULUS SARJANA HASIL DARI DIA BERTANI…….Subhaanallaah……Allahu Akbar……

InsyaAllah inilah yang akan menghantarkan kita menjadi hamba yang lulus dalam ujian harta sekaligus lulus dalam ujian anak.....tidak ada pertikaian antar saudara.......ahli waris kita.......dan akan mengarahkan langsung orang tua tersebut sebagai hamba yang hidupnya dilimpahii ketenangan.....kebahagiaan
hidup dari Allah SWT.....Amiin.


Wassalaamu’alaikum.War.Wab
.

Kamis, 08 Oktober 2009

Hijab Yang Tersingkap

dikutip dari notes facebook oleh Ust Taat Budi Utomo


Assalaamu'alaikum.War.Wab.

Ayah mau pergi kemana ?......kok habis shubuh sudah kelihatan rapi ?......tanya anaknya......Mau mengantarkan kamu mendaftar di Perguruan Tinggi jawab sang ayah........Ndak usahlah ayah ikut.....aku kan sudah besar.....aku berani kok berangkat sendiri.....lagian aku malu kalau ketemu teman - temanku nanti.....pinta anaknya......Sang ayah yang memang tidak lulus SD ini kemudian berkata kepada anaknya.....ayah ingin tahu kayak apa Perguruan Tinggi itu dan ayah juga pingin tahu tempat kamu kuliah itu....

Akhirnya si anak tidak mampu membendung keinginan sang ayah untuk ikut pada hari itu.....berangkatlah mereka dari sebuah desa yang belum pernah ada satu sarjana pun di desa itu......Dan ketika sudah sampai di kampus.... sementara si anak sibuk mengurus dokumen pendaftarani.....ayahnya terlihat duduk di lantai di salah satu sudut bangunan kampus sambil.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK LIRIH DAN MATANYA BASAH DENGAN AIR MATA.....bibirnya senantiasa di gerakkan untuk berdzikir.....untuk memanjatkan doa kepada Dzat Yang Maha Menentukan segala sesuatu.....dan air mata itu adalah harapan yang tumpah kepada anaknya......dia menyerahkan anaknya kepada Allah.....bukan kepada gedung - gedung kampus itu dan seluruh isinya......Subhanallah...

Hari pertama kuliah si anak sudah di kejutkan oleh sesuatu yang tidak pernah terbayangkan olehnya......salah satu dosen bertanya kepadanya.....dari mana asalnya ?......agak malu - malu kemudian di jawab olehnya.....dari daerah yang sangat desa......yang belum ada listrik.....belum ada telpon....belum ada saran angkutan.....ini dan itu.....Tiba - tiba dosen matematika tersebut tersentak kaget mendengar jawaban mahasiswanya yang baru itu.....Bapak berasal dari desa lain yang tak jauh dari desamu...dan dulu waktu di SD mempunyai teman dari desamu itu......kami sama - sama berangkat sekolah SD yang sangat jauh dari tempat tinggal kami.....dia sangat cerdas.....bapak belum pernah mampu mengalahkan kecerdasan dia.....terutama dalam pelajaran berhitung.....sayang dia tidak sampai lulus SD karena tidak ada yang membiayai sekolahnya.....anak orang miskin....namanya fulan bin fulan.......

Hari itu si anak tersentak bagai disengat aliran listrik badannya......nama ayahnya disebut oleh dosennya yang sangat terkenal dan di hormati di kampus itu......sebagai teman yang cerdas......belum pernah terkalahkan dalam semua mata pelajaran.....terutama berhitung....dimana dosen tersebut mendapatkan gelar doktornya dalam hal itu......si anak tidak kuat menahan air matanya yang sudah memenuhi kelopak matanya.....mohon ijin kemudian berlari menuju ke kamar kecil.....dan menumpahkan tangisnya disana.......dalam hatinya berkecamuk rasa yang mendalam..... merasakan.....betapa ayahnya memendam begitu lama keinginan untuk menyalurkan kemampuannya selama ini yang terpendam dalam dirinya......dan saatnya tiba....keinginan itu diberikannya.....kepada dirinya......anak sulungnya....

Sejak itu si anak terlecut.....untuk benar - benar memanfaatkan waktu hanya untuk belajar.....belajar.....da

n.....belajar.....sudah ribuan meter per segi sawah yang terjual.....perhiasan ibu yang sering keluar masuk gadai.....dan Allah SWT mengabulkan doa sang ayah.....punya anak.....SARJANA....SARJANA PERTAMA YANG ADA DI DESANYA.....ayah masih belum begitu banyak tersenyum.....berbeda dengan kegembiraan anaknya yang meluap.....masih terlihat seperti kebiasaannya.....BIBIRNYA SELALU BERGERAK.....BERDZIKIR....

Hari bersejarahpun datang......si anak masih terlelap dalam tidurnya di rumah kos nya......tiba - tiba menjelang shubuh di bangunkan oleh penjaga kos bahwa ada ayah di depan......dengan langkah yang masih gontai......si anak berlari......di depan sudah ada Ayah......dari jam berapa ayah sampai disini tanyanya ?.......DARI JAM 3 PAGI TADI......kenapa ayah ndak mau masuk saja ?......kasihan kamu pasti capek menyiapkan segala sesuatunya untuk wisuda pagi ini........Ya Allah.....dengan apa kebaikan ini harus terbalas ?......kembali hati si anak terkoyak......

Sampai di rumah setelah wisuda......ayah masih tidak banyak tersenyum bangga......ayah masih seperti dulu......seperti gunung es yang kokoh.....yang menyimpan milyaran bongkahan keinginan dan harapan kepada anaknya yang masih terpendam......Sang Ayah dan anak sarjananya sedang menikamati pisang goreng dan teh hangat bikinan ibu di belakang rumah yang luas dan asri dengan pemandangan sawah......tiba - tiba ayah memandangi dengan serius ke arah pohon besar di belakang rumah.....kemudian dia bertanya.....nak....itu burung apa ya ?.....itu burung pipit yah jawab anaknya......sebentar kemudian kembali bertanya.....nak...itu burung apa ya ?......itu burung pipit yah !.....setelah mereguk teh hangatnya kembali ayah bertanya dengan pertanyaan yang sama......nak.....itu burung apa ya ?.....ayah ini gimana sih.....dari tadi kan aku sudah bilang bahwa itu burung pipit yah.....jawaban SARJANA dengan sedikit kesal.......kemudian ayah beranjak dari tempat duduknya kemudian berjalan memasuki rumah......tak lama kemudian kembali dengan membawa buku catatan yang lusuh.....ayah menunjukkan sebuah halaman di buku itu untuk dibaca anak sarjananya......

Tertulis tanggal..... 20 tahun yang lalu......anak sulungku.....harapanku....
.sedang berada di belakang rumah.....duduk - duduk denganku....sambil menikmati pisang goreng dan teh hangat......si sulung kecil kemudian tertarik dengan burung yang menari - nari di pohon besar belakang rumah.....dan dia.....RATUSAN KALI BERTANYA KEPADAKU.....BURUNG APA ITU YAH.....

Si anak langsung bersujud di pangkuan ayahnya sambil menangis dan memohon maaf.....dengan lirih ayah berkata.....KESABARANMU MENDENGARKAN ORANG LAIN YANG BISA MEMBUATMU JADI ORANG....

Hari - hari selanjutnya di lalui si sarjana dengan berusaha sekuat tenaganya untuk mendapatkan pekerjaan.....dan Alhamdulillah....hanya selang satu minggu setelah wisuda.....si anak sudah mendapatkan pekerjaan.....sebuah perusahaan multi nasional.....Procter & Gamble Indonesia......Makro Indonesia......Warner Lambert Indonesia......The Coca - Cola Company....namun sampai posisi anaknya di perusahaan berada diatas......ayah masih seperti yang dulu.....tidak banyak senyum....yang dimaknai pimpinan perusahaan besar dari Amerika itu.....bahwa ayahnya belum bangga kepada anaknya......

Kegundahan hati anak yang sudah 20 tahun bekerja di beberapa perusahan besar Amerika ini akhirnya melahirkan sebuah keputusan besar......si anak berhenti bekerja.....karena sebab keinginannya untuk membahagiakan ayahnya.....ketika sang ayah mendengar bahwa anaknya akan keluar kerja dari perusahaan yang justru banyak sekali orang menginginkannya.....ayah tetap dingin....tidak banyak tersenyum.....tetap seperti gunung es.....

Sarjana mantan manager beberapa perusahaan besar ini akhirnya menemukan jalan hidup yang dia pikir akan membuat ayahnya bangga dan bahagia......dia buka lagi kitab - kitab semasa dia di pesantren.....dia borong buku - buku agama sehingga memenuhi seluruh sudut dan ruangan yang ada di rumahnya......dan ketika dia diminta oleh seseorang yang berasal dari desanya untuk mengisi tausiah dalam suatu acara walimatul khitan......dalam hati orang dewasa....mantan manager perusahaan besar....yang masih menjadi anak yang belum bisa membuat bangga dan bahagia ayahnya ini.....pasti nanti ayah datang dalam acara tersebut......

Malam itu….. anak ini melihat ayahnya duduk di deretan kursi paling depan dari 500 an undangan yang hadir.....langsung saja dihampirinya.....dengan salam dan salim mencium tangannya.....dan ketika acara tausiah....mauidhoh....tib
a.....saatnya si ustadz mantan manager ini berjalan sambil membungkukkan badanya kepada ayahnya.....si ustadz ini kemudian membuka dengan mukadimah yang begitu lancar dengan memilih kata - kata untuk di rangkai menjadi kalimat - kalimat indah dan penuh hikmah.....dengan uraian mudah yang dapat di pahami......tema birrul walidain....dikupasnya dengan rujukan kitab SUBULUS SALAAM DAN KITAB BUYUTI QULUUB.....si anak yang saat itu menjadi ustadz ini melihat.......AYAHNYA MENANGIS SESENGGUKAN....AIR MATANYA MEMBASAHI WAJAHNYA.....melihat dan mendengarkan tausiah anaknya.....

Dalam perjalanan pulang yang memakan waktu 1 jam.....tak henti - hentinya tangis yang di tumpahkan si anak ini dengan memanjatkan puja dan puji syukur kepada Allah.....Ya Allah.....Engkau telah menunjukkan jalan....yang harus dilewati....YANG MEMBUAT AYAH BAHAGIA DAN BANGGA.....gunung es itu telah mencair.......

Dan ketika bertemu dengan sahabat yang sangat dekat dengan ayah......sahabat ayah itu berkata.....dari dulu ayahmu......sejak kami masih muda dan bersama - sama di pandu gerakan anshor......Ayahmu itu menginginkan....anaknya kelak menjadi......SEORANG MUBALLIGH......SEORANG USTADZ......Subhanallah...
.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: " Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia ". Ibrahim berkata: " (Dan saya mohon juga) dari keturunanku ". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim. QS 2 : 124

Wassalaamu'alaikum.War.Wab
.