<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486</id><updated>2011-11-25T21:35:15.296-08:00</updated><category term='Aqidah'/><title type='text'>Al Furqon Foundation</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>74</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-240700712800732109</id><published>2011-11-25T21:35:00.000-08:00</published><updated>2011-11-25T21:35:15.308-08:00</updated><title type='text'>Berkorban Adalah Rumus Kemuliaan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/--OIrUmGDIMU/TtB6a0BK4FI/AAAAAAAAAtw/6n0abDCsgtc/s1600/Tasbih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/--OIrUmGDIMU/TtB6a0BK4FI/AAAAAAAAAtw/6n0abDCsgtc/s320/Tasbih.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;TIDAK  terasa paham materialisme sepertinya telah menjadi ’kangker ganas’ yang  tengah mengerogoti pola hidup masyarakat moderen saat ini. Segala  sesuatu diukur dengan materi. Kekuatan, kemuliaan, kesenangan,  kesuksesan, dan sebagainya, semua diukur dengan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil  dari pola pikir macam ini, menyebabkan orang-orang memiliki hasrat  tinggi untuk memiliki, menguasai, mengeruk keuntungan pribadi/kelompok,  sebesar-besarnya, tanpa harus memikirkan, mempedulikan nasib orang lain.  Kasus merebaknya praktek KKN di negeri ini adalah salah satu buah yang  dihasilkan dari faham materialisme ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ulah faham ini  pula, seseorang akan enggan membantu atau pun berkorban untuk orang  lain. Kalau pun mereka bisa, maka setidak-tidaknya harus ada imbalan  balik yang harus mereka tererima sebagai konsekwensi dari pemberian yang  mereka salurkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak mengherankan kalau kita dapati  beberapa tahun silam, pasca pemilihan umum, terdapat calon anggota dewan  yang mengambil kembali sumbangannya di masyarakat, karena di waktu  pemelihan tersebut, masyarakat sekitar tidak memilih dia sebagai calon  wakil rakyat. Sungguh memprihatinkan dan memalukan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,  setidaknya faham materialisme telah melahirkan tabi’at buruk bagi  manusia, yaitu sifat egois, indifidualis serta anti-pati terhadap urusan  orang lain. Padahal sejatinya justru tiga hal ini lah yang akan  menjerumuskan seseorang ke jurang kehinaan sedalam-dalamnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus  Fir’aun yang membunuhi bayi-bayi laki-laki dari Bani Isro’il karena  khawatir posisinya sebagai raja akan digantikan oleh salah seorang  pemuda dari mereka adalah bukti otentik sejarah, betapa rumus kemuliaan  dengan sistem demikian ini tidak lah benar. Dan akhirnya dia (Fir’aun)  pun akhirnya mati dengan kehinaan, ditenggelamkan di tengah-tengah laut,  serta (secara tidak langsung) telah menobatkan dirinya sendiri sebagai  simbol kebengisan, kekejaman, serta kecongkaan di muka bumi ini.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya,  dengan menyuburkan rasa simpati dan empati terhadap sesama, akan  menggoreskan nama kita sebagai pribadi yang mulia di mata manusia  lebih-lebih di mata Allah, Tuhan alam semesta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tangan di atas  lebih baik (mulia) dari pada tangan di bawah” adalah rumus kehidupan  yang diberikan Nabi untuk umatnya agar mereka mampu merengguh kemuliaan.  Semakin sering kita mengulurkan tangan untuk meringankan orang lain,  berarti kita semakin ’memoles diri’ untuk menjadi pribadi yang mulia,  yang disenangi serta dikenang oleh masyarakat luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna lain  dari rumus di atas, untuk meraih kemuliaan kita harus rela berkorban.  Lebih mementingkan kepentingan umum dari urusan pribadi (terkecuali  dalam urusan ibadah). Karakter macam ini pula yang telah menjadikan para  sahabat Rosulullah hidup mulia dan bermartabat di masanya. Mereka  saling berlomba-lomba untuk memberi, berkorban untuk orang lain. Tidak  hanya harta yang menjadi taruhannya, bahkan jiwa pun mereka rela pasang  demi membantu saudara-saudara mereka yang tengah membutuhkan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu  Bakar rela menyerahkan seluruh hartanya demi kejayaan Islam. Begitu  pula dengan Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin ’Auf,  dan sebagainya. Mereka berlomba-lomba untuk mengorbankan apa yang mereka  miliki demi kepentingan umum, laksana mereka tengah berebut barang  rampasan ghonimah sebagaiman yang terjadi pada perang Uhud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  kondisi demikian, maka tidak salah dalam suatu kesempatan Rosulullah  pernah menjelaskan dalam sabdanya, bahwa sebaik-baik masa adalah masa di  mana beliau masih hidup, kemudian masa berikutnya, dan kemudian masa  berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Quran surah al-Fathir ayat 10, Allah SWT  juga menegaskan tentang hakekat kemuliaan; "Barang siapa yang  menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah kemuliaan itu semuanya.  Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh  dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka  azab yang keras dan rencana jahat mereka akan hancur." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait  ayat di atas Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, pernah menerangkan bahwa  hakekat kemuliaan itu adalah seseorang bertindak dan berbuat sesuai  dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, serta kesungguhan dalam berbuat  kebaikan, kejujuran dan amanah, dan keberpihakan pada kemaslahatan  bersama. (www.republika.co.id/Kamis, 27 Oktober 2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memelihara Sepirit  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ini kita masih berada pada bulan Dzulhijjah, bulan yang mulia. Banyak  peristiwa yang terjadi pada bulan ini yang bisa kita jadikan teladan  untuk menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Salah satunya adalah  ghirah mengorbankan kepentingan pribadi dan mendahulukan kepentingan  umum. Pada bulan ini, Nabi Ibrohim telah mampu mengalahkan sifat  egoismenya sebagai seorang bapak, demi mentaati perintah Allah. Beliau  kalahkan cintanya ke pada anak semata wayangnya, demi lebih mentaati  perintah Allah, yaitu menyembelih putranya, Ismail, yang kemudian Allah  ganti dengan seekor lembu. Karena ketaatan beliau inilah, Allah kemudian  memuliakan Nabi Ibrohim beserta keturunan-keturunannya. Beliau tidak  hanya digelari sebagai nabi ’Ulul Azami’, namun beliau juga mendapat  ’lebel’ sebagai bapaknya para nabi ’Abu Al-Anbiyak’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut  bersyukur, sebagian kaum muslimin saat ini masih mewarisi semangat  berkorban Nabi Ibrohim. Puluhan ribu jamaah haji Indonesia telah pergi  ke tanah suci demi memenuhi panggilan Allah. Mereka sampingkan urusan  keluarga, bisnis, dan sebagainya, demi menjawab seruan-Nya. Resiko  terburuk, yaitu kematian, karena berada di tengah lautan manusia yang  sedang melaksanakan ibadah haji, pun mereka tepis demi menbjawab seruan  Allah. Subhanallah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi mereka yang belum memiliki kemampuan  untuk melaksanakan ibadah haji, namun memiliki kemampuan untuk  berkurban, mereka pun tidak kalah saing. Mereka sisihkan sebagian rizki  mereka demi mentaati titah Allah untuk menyembelih binatang kurban.  Entah berapa ribu ekor kambing/domba dan sapi yang disembelih pada bulan  Dzulhijjah tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, poin yang bisa kita ambil,  volume minat berkorban kaum Muslimin terhadap apa yang mereka miliki,  mengalami peningkatan pada bulan Dzulhijjah ini. Seharusnya, semangat  macam ini senantiasa kita rawat dan menjadi salah satu karakter  kepribadian kita sebagai pribadi mukmin, bukan hanya bersifat  eksidentil. Dengan demikian, kita berharap, kemuliaan ummat ini bisa  terjaga karena budaya memberi, menolong, berkorban sebanyak-banyak untuk  orang lain benar-benar telah mengakar dalam setiap diri kita,  sebagaimana yang telah terjadi di masa Rosulullah dahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu, Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Barang siapa melepaskan seorang mukmin dari kesusahan hidup  di dunia, niscaya Alloh akan melepaskan darinya kesusahan di hari  kiamat, barang siapa memudahkan urusan (mukmin) yang sulit niscaya Alloh  akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Karena itu jangan pelit berkorban untuk sesama. Ini semata-mata agar kita juga dapat dimudahkan dan mendapat kemuliaan. */&lt;strong&gt;Robinsah&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;penulis adalah anggota Asosiasi Penulis Islam (API)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-240700712800732109?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/240700712800732109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=240700712800732109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/240700712800732109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/240700712800732109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/11/berkorban-adalah-rumus-kemuliaan.html' title='Berkorban Adalah Rumus Kemuliaan'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--OIrUmGDIMU/TtB6a0BK4FI/AAAAAAAAAtw/6n0abDCsgtc/s72-c/Tasbih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-8682590898229606371</id><published>2011-11-25T20:46:00.000-08:00</published><updated>2011-11-25T20:46:38.124-08:00</updated><title type='text'>Sandarkan Kepada Allah Semata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;                             &lt;b&gt;Oleh:&lt;/b&gt; &lt;strong&gt;Ali Akbar Bin Agil&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-P2zWZggLN2E/TtBvGqGCqMI/AAAAAAAAAto/X-K_qwN5ywQ/s1600/Berdoa+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-P2zWZggLN2E/TtBvGqGCqMI/AAAAAAAAAto/X-K_qwN5ywQ/s320/Berdoa+2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;TIADA  keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang  tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini  bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada  satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah  sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna,  segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang  menguasai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, &lt;em&gt;"Faalhamaha fujuraha wataqwaaha&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;"Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan  mana keburukan". Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita  tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh  karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan  buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk,  naudzubillah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Sedangkan keberuntungan bagi orang-orang yang  bersandarnya kepada Allah mengakibatkan dunia ini, atau siapapun,  terlampau kecil untuk menjadi sandaran baginya. Sebab, seseorang yang  bersandar pada sebuah tiang akan sangat takut tiangnya diambil, karena  dia akan terguling, akan terjatuh. Bersandar kepada sebuah kursi, takut  kursinya diambil. Begitulah orang-orang yang panik dalam kehidupan ini  karena dia bersandar kepada kedudukannya, bersandar kepada hartanya,  bersandar kepada penghasilannya, bersandar kepada kekuatan fisiknya,  bersandar kepada depositonya, atau sandaran-sandaran yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Alkisah,  ada seorang dosen ternama di Surabaya yang memiliki seorang istri dan  tiga orang anak. Saat itu, posisi karir sedang naik. Semua fasilitas  dimilikinya. Jabatan, fasilitas dan kelebihan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tapi  takdir menentukan lain. Allah memanggilnya di usia muda. Saat itu pula  perubahan besar terjadi pada keluarganya. Sang istri terpaksa merangkap  tanggungjawab. Menjadi ibu, sekaligus menjadi “ayah” untuk menafkahi  ketiga anaknya. Sedang si anak mengalami “kekagetan” luar biasa. Dari  awal yang dimanja fasilitas, kini, mereka semua harus memulainya dari  nol. Sesuatu yang maha berat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;“Seolah hancur harapanku ketika orang yang menjadi sandaran hidupku telah tiada lagi, “ begitu ujar sang istri.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Padahal,  semua yang kita sandari sangat mudah bagi Allah, atau akan ‘sangat  mudah sekali’ bagi Allah mengambil apa saja yang kita sandari. Namun,  andaikata kita hanya bersandar kepada Allah yang menguasai setiap  kejadian, "&lt;em&gt;laa khaufun alaihim walahum yahjanun&lt;/em&gt;’, kita tidak  pernah akan panik, Insya Allah. Jabatan diambil, tak masalah, karena  jaminan dari Allah tidak tergantung jabatan, kedudukan di kantor, di  kampus, tapi kedudukan itu malah memperbudak diri kita, bahkan tidak  jarang menjerumuskan dan menghinakan kita. kita lihat banyak orang  terpuruk hina karena jabatannya. Maka, kalau kita bergantung pada  kedudukan atau jabatan, kita akan takut kehilangannya. Akibatnya, kita  akan berusaha mati-matian untuk mengamankannya dan terkadang sikap kita  jadi jauh dari kearifan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tapi bagi orang yang bersandar kepada  Allah dengan ikhlas, ia hanya mengatakan, “Ya silahkan ... buat apa bagi  saya jabatan, kalau jabatan itu tidak mendekatkan kepada Allah, tidak  membuat saya terhormat dalam pandangan Allah.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Tak masalah jabatan  kita kecil dalam pandangan manusia, tapi besar dalam pandangan Allah  karena kita dapat mempertanggungjawabkannya. Tidak apa-apa kita tidak  mendapatkan pujian, penghormatan dari makhluk, tapi mendapat  penghormatan yang besar dari Allah SWT. Percayalah walaupun kita punya  gaji 10 juta, tidak sulit bagi Allah sehingga kita punya kebutuhan 12  juta. Kita punya gaji 15 juta, tapi apa artinya jika Allah memberi  penyakit seharga 16 juta, sudah tekor itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Oleh karena itu,  jangan bersandar kepada gaji atau pula bersandar kepada tabungan. Punya  tabungan uang, mudah bagi Allah untuk mengambilnya. Cukup saja dibuat  urusan sehingga kita harus mengganti dan lebih besar dari tabungan kita.  Demi Allah, tidak ada yang harus kita gantungi selain hanya Allah saja.  Punya bapak seorang pejabat, punya kekuasaan, mudah bagi Allah untuk  memberikan penyakit yang membuat bapak kita tidak bisa melakukan apapun,  sehingga jabatannya harus segera digantikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Punya suami gagah  perkasa. Begitu kokohnya, lalu kita merasa aman dengan bersandar  kepadanya, apa sulitnya bagi Allah membuat sang suami muntaber, akan  sangat sulit berkelahi atau beladiri dalam keadaan muntaber. Atau Allah  mengirimkan nyamuk Aides Aigepty betina, lalu menggigitnya sehingga  terjangkit demam berdarah, maka lemahlah dirinya. Jangankan untuk  membela orang lain, membela dirinya sendiri juga sudah sulit, walaupun  ia seorang jago beladiri karate.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Otak cerdas, tidak layak  membuat kita bergantung pada otak kita. Cukup dengan kepleset menginjak  kulit pisang kemudian terjatuh dengan kepala bagian belakang membentur  tembok, bisa geger otak, koma, bahkan mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Semakin kita  bergantung pada sesuatu, semakin diperbudak. Oleh karena itu, para istri  jangan terlalu bergantung pada suami. Karena suami bukanlah pemberi  rizki, suami hanya salah satu jalan rizki dari Allah, suami setiap saat  bisa tidak berdaya. Suami pergi ke kantor, maka hendaknya istri  menitipkannya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; "Wahai Allah, Engkaulah penguasa  suami saya. Titip matanya agar terkendali, titip hartanya andai ada  jatah rizki yang halal berkah bagi kami, tuntun supaya ia bisa ikhtiar  di jalan-Mu, hingga berjumpa dengan keadaan jatah rizkinya yang barokah,  tapi kalau tidak ada jatah rizkinya, tolong diadakan ya Allah, karena  Engkaulah yang Maha Pembuka dan Penutup rizki, jadikan pekerjaannya  menjadi amal shaleh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Insya Allah suami pergi bekerja di back up  oleh doa sang istri, subhanallah. Sebuah keluarga yang sungguh-sungguh  menyandarkan dirinya hanya kepada Allah. &lt;em&gt;"Wamayatawakkalalallah fahuwa hasbu"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;وَيَرْزُقْهُ  مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ  حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ  شَيْءٍ قَدْراً&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Dan memberinya rezki dari arah yang tiada  disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah  niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah  melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah  mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” &lt;/em&gt;(QS. At Thalaq [65] : 3). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Yang  hatinya bulat tanpa ada celah, tanpa ada retak, tanpa ada lubang  sedikit pun ; Bulat, total, penuh, hatinya hanya kepada Allah, maka  bakal dicukupi segala kebutuhannya. Allah Maha Pencemburu pada hambanya  yang bergantung kepada makhluk, apalagi bergantung pada benda-benda  mati. Mana mungkin? Sedangkan setiap makhluk ada dalam kekuasaan Allah.  "Innallaaha ala kulli sai in kadir".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Oleh karena itu, harus bagi  kita untuk terus menerus meminimalkan penggantungan. Karena makin  banyak bergantung, siap-siap saja makin banyak kecewa. Sebab yang kita  gantungi, "Lahaula wala quwata illa billaah" (tiada daya dan kekuatan  yang dimilikinya kecuali atas kehendak Allah). Maka, sudah seharusnya  hanya kepada Allah sajalah kita menggantungkan, kita menyandarkan segala  sesuatu, dan sekali-kali tidak kepada yang lain, itulah TAUHID.*&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;Penulis staf pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang- Jawa timur&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-8682590898229606371?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/8682590898229606371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=8682590898229606371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8682590898229606371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8682590898229606371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/11/sandarkan-kepada-allah-semata.html' title='Sandarkan Kepada Allah Semata'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-P2zWZggLN2E/TtBvGqGCqMI/AAAAAAAAAto/X-K_qwN5ywQ/s72-c/Berdoa+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-8812186756049425124</id><published>2011-11-25T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-11-25T20:18:05.861-08:00</updated><title type='text'>Bermuhasabah Sebelum Yaumul Hisab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;                             &lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh: &lt;/b&gt;&lt;strong&gt;Ali Akbar Bin Agil&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-iipeWwsBfA4/TtBoMjUfVvI/AAAAAAAAAtg/Yk2ZUovfjm4/s1600/siluet-orang-baca-quran-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/-iipeWwsBfA4/TtBoMjUfVvI/AAAAAAAAAtg/Yk2ZUovfjm4/s320/siluet-orang-baca-quran-250x205.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;ALKISAH, suatu hari Atha As-Salami, seorang Tabi`in bermaksud menjual  kain yang telah ditenunnya. Setelah diamati dan diteliti secara seksama  oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, “Ya, Atha  sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada  cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Begitu  mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung  lalu menangis. Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, “Atha  sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada  cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu  engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan  membayarnya dengan harga yang pas.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Tawaran itu dijawabnya,  “Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku  ada cacatnya, ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis  bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka  bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada  cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya ternyata ada cacatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;  “Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa  ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada  cacatnya, tetapi mungkin di mata Allah sebagai ahli-Nya ada cacatnya,  itulah yang menyebabkan aku menangis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Pelajaran penting dari  kisah di atas adalah usaha seorang Atha` yang jeli melakukan introspeksi  diri, menyadari kelemahan, dan kekurangannya. Seiring akan datangnya  Tahun Baru Islam 1433 H, kita pun perlu melakukan evaluasi: sudah sejauh  mana amal, ilmu, dan akhlak kita selama ini. Perasaan puas dengan apa  yang telah kita kerjakan harus kita kubur dalam-dalam, sebab masih masih  banyak ‘PR’ yang perlu dituntaskan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Perputaran roda waktu  meniscayakan bagi setiap manusia, lebih-lebih seorang mukmin untuk  melakukan Muhasabah. Muhasabah bisa berarti melakukan introspeksi diri,  evaluasi, atau koreksi atas kinerja selama ini.&lt;br /&gt;Muhasabah merupakan solusi tepat untuk menyadari dan merenungi segala  kebajikan maupun kebijakan bahkan kefasikan yang mungkin menyelimuti  semasa hidup di tahun sebelumnya sehingga kita dapat mengukur sejauh  mana keberhasilan dan kegagalan yang kita tunai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Dalam al-Quran  Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman untuk bertakwa yang  dirangkai dengan persiapan menyongsong hari akhir: &lt;em&gt;“Hai orang-orang  yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri  memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat);  bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang  kamu kerjakan&lt;/em&gt;.” (Qs. Al-Hasyr: 18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Secara jelas, ayat ini  menyuruh setiap mukmin untuk memperhatikan nasibnya di akhirat kelak.  Bekal apa yang telah kita siapkan agar selamat di alam yang baru itu?&lt;br /&gt;Imam Turmudzi meriwayatkan hadits yang berbunyi: “&lt;em&gt;Orang yang  pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta  beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah  adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan  terhadap Allah swt&lt;/em&gt;.” (HR. Imam Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Hadits di atas  menggambarkan urgensi muhasabah (evaluasi diri) dalam menjalani  kehidupan di dunia ini karena hidup di dunia merupakan rangkaian dari  sebuah misi besar seorang hamba, yaitu menggapai keridhaan Tuhan-nya.&lt;br /&gt;Imam Turmudzi meriwayatkan ucapan Sayidina Umar bin Khaththab yaitu: “&lt;em&gt;Hisablah  (evaluasilah) diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah  (bersiaplah) kalian untuk hari `aradh akbar (yaumul hisab). Hisab itu  hanya akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab  (evaluasi) dirinya di dunia&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Sahabat Umar memahami benar  urgensi dari muhasabah ini. Pada kalimat terakhir dari ungkapan di atas,  beliau mengatakan bahwa orang yang biasa mengevaluasi dirinya akan  meringankan hisabnya di hari akhir kelak. Beliau paham betul bahwa  setiap insan akan dihisab, maka iapun memerintahkan agar kita menghisab  diri kita sebelum mendapatkan hisab dari Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; Oleh karena itu, ketika kita menyinggung muhasabah, maka di dalamnya ada tiga bentuk atau &lt;strong&gt;tiga fase muhasabah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, muhasabah sebelum berbuat. Muhasabah pada keadaan  pertama ini penting untuk dilakukan guna mengetahui apakah perbuatan  yang hendak kita lakukan bermanfaat, baik untuk diri kita sendiri maupun  diri orang lain. Berpikir jernih dan cerdas sebelum berbuat merupakan  langkah seorang besar yang memiliki visi yang jauh ke depan. Ia bisa  menimbang baik-buruk, positif-negatifnya suatu pekerjaan yang hendak ia  lakoni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, muhasabah saat melaksanakan sesuatu.  Fase kedua yang perlu didaki oleh kita setelah bermuhasabah sebelum  berbuat adalah melakukan introspeksi ulang di tengah perbuatan yang  sedang kita jalani. Tujuannya tidak lain adalah mengontrol dan  mengendalikan diri agar tidak menyimpang. Layaknya kita sebagai manusia,  mungkin kita baik di awal, namun tak menjamin kita tetap berada di  jalan yang semestinya manakala kita tengah dalam proses mengerjakan  sesuatu. Hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan pada  saat melaksanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;,  muhasabah setelah melakukan suatu perbuatan. Pada fase ini, muhasabah  berfungsi sebagai alat penemu kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan yang  terselip di dalam melakukan sesuatu. Tujuannya jelas, kesalahan yang  terjadi tidak boleh terjadi pada masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;Ketika kita  selalu memperhatikan modal, memperhitungkan keuntungan dan kerugian,  bertobat dikala melakukan kesalahan dan bersungguh-sungguh dalam  melakukan kebaikan, Insya Allah kita termasuk orang yang menghisab diri  sebelum hari penghisaban, yaitu hari kiamat.*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;                                                         &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-8812186756049425124?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/8812186756049425124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=8812186756049425124' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8812186756049425124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8812186756049425124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/11/bermuhasabah-sebelum-yaumul-hisab.html' title='Bermuhasabah Sebelum Yaumul Hisab'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iipeWwsBfA4/TtBoMjUfVvI/AAAAAAAAAtg/Yk2ZUovfjm4/s72-c/siluet-orang-baca-quran-250x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-3202163864637097171</id><published>2011-10-31T20:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T20:47:27.475-07:00</updated><title type='text'>Sekadarnya, Secukupnya!!!</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Herry Nurdi&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-djclailIuHg/Tq9rrwwIKvI/AAAAAAAAAtY/CeNcxXGKxYE/s1600/307645_2542349399540_1277874140_3082019_32295917_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="256" src="http://2.bp.blogspot.com/-djclailIuHg/Tq9rrwwIKvI/AAAAAAAAAtY/CeNcxXGKxYE/s320/307645_2542349399540_1277874140_3082019_32295917_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berhadapan dengan seseorang atau sekelompok manusia yang melakukan  kesalahan adalah, agar mereka mau menerima nasihat dan memperbaiki diri.  Tapi banyak di antara kasus yang terjadi di sekeliling kita, ketika  bertemu dengan seseorang yang melakukan kesalahan, justru target  utamanya adalah membuat mereka merasa bersalah dan terpojokkan. Maka  janganlah heran jika kita menemukan orang dan banyak kelompok menerapkan  strategi untuk membela diri, mencari berjuta kilah, dan jika perlu  memutarbalikkan fakta. Karena, sangatlah manusiawi, manusia tak ada yang  mau dipersalahkan, apalagi dituding sebagai bertanggung jawab atas  segala kekacauan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena itu, dalam banyak kasus pemberian  nasihat dan menegur kesalahan, Rasulullah menerapkan target bukan  pengakuan kesalahan dari yang bersangkutan. Tapi kejujuran perasaan,  penerimaan nasihat, dan perbaikan diri menuju kondisi yang lebih baik  lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sampai hari ini saya masih belajar dengan keras,  bagaimana caranya mengendalikan diri. Terutama ketika marah dan tidak  senang hati. Pada anak-anak dan istri, pada teman-teman sejawat yang  saya koordinatori, kepada pengendara sepeda motor yang seolah punya  jalan sendiri, kepada banyak hal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kadang saya merasa marah  dan tidak ridha hati, padahal masalahnya kecil sekali. Lalu kemarahan  kecil itu, merembet, melebar, meluas, menjalar. Tak hanya satu nama yang  disebut, tapi bertambah dua. Kemudian tiga, kemudian banyak yang  disalahkan. Setelah reda, biasanya saya menyesal. Istighfar  berulang-ulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya pernah membaca kisah tentang seorang  Badui di zaman Rasulullah tercinta. Tapi mohon dimaafkan, saya lupa  namanya, tapi saya ingat betul kisahnya. Tokoh kita ini, rumahnya jauh  dari Madinah, dan sesekali saja berjumpa Rasulullah untuk mempelajari  agamanya. Suatu ketika, ia belajar dari Rasulullah tentang kalimat yang  diucapkan ketika seorang saudaranya bersin. &lt;em&gt;”Alhamdulillah,”&lt;/em&gt; yang bersin berkata demikian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu dijawab oleh yang mendengar, &lt;em&gt;”Yarhamukumullah.”&lt;/em&gt; Kemudian yang didoakan menjawab ulang, &lt;em&gt;”Yahdikumullah.”&lt;/em&gt; Begitulah agama ini, penuh doa-doa yang menggembirakan hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Singkat  cerita, untuk beberapa waktu lamanya, si fulan dari suku Badui Arab ini  tak berkunjung ke Madinah dan menemui Rasulullah tercinta. Suatu hari,  ia berkunjung ke Madinah dan mendapat Rasulullah dengan para sahabat  sedang menunaikan shalat. Lalu ia pun bergabung menunaikan shalat yang  sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di tengah-tengah shalat, ada salah seorang jamaah yang bersin. Tapi sang tokoh kita mendapati tak satu pun yang berkata &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;  dan menjawab seperti yang pernah ia dengar dari ajaran Rasulullah. Lalu  dengan semangat ia mengingatkan, agar yang bersin melafazhkan hamdalah.  Tapi semua dalam kondisi shalat, dan mata para jamaah memandangnya,  seolah-olah melontarkan teguran bahwa ia bersalah. Dan memang, faktanya  ia telah bersalah dengan bersuara di dalam shalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah shalat,  Rasulullah membalikkan tubuh dan bertanya, suara siapakah gerangan yang  berkata-kata di dalam shalatnya. Biasanya, Rasulullah selalu mengenali  suara-suara para sahabatnya. Tapi karena tokoh kita yang satu ini jarang  bertemu dan hanya sesekali datang ke Madinah, Rasulullah pun tak  terlalu hapal pada suaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Rasulullah bertanya,  tokoh kita ini, merasa bakal mendapat marah besar karena telah  mengganggu shalat dan melakukan kesalahan. Dia sudah membayangkan  hal-hal yang bukan-bukan. Tentang kemarahan Rasulullah, tentang hukuman  yang akan diterimanya, tentang pandangan-pandangan semua orang atas  dirinya. Tentang banyak hal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi rupanya, semua yang  dikhawatirkannya tidak terjadi. Rasulullah hanya berkata, ”Tidak ada  bacaan lain dalam shalat kecuali yang sudah ditentukan.” Dan seketika si  fulan mengerti tentang kesalahan yang dibuatnya. Dan kegundahannya akan  kemungkinan-kemungkinan hukuman yang ada di dalam dadanya, sirna  seketika. Rasulullah memberikan teguran secukupnya, sekadarnya, karena  Rasulullah mengerti yang melakukan kesalahan memang baru belajar dan  banyak lagi yang perlu dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya selalu malu  mengingat riwayat ini, karena seringkali saya tak secukupnya, tak  sewajarnya, berlebihan dan tak mampu menahan kemarahan. Padahal marah  pada orang yang salah, menegur seseorang yang alpa, tujuan besarnya  adalah menasihati agar kembali pada jalan kebaikan dan kebenaran. Tapi  ketika kita justru marah panjang kali lebar kali tinggi, barangkali  pesan yang sesungguhnya ingin kita sampaikan tak pernah masuk ke hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Belum  lagi jika yang dipersalahkan membela diri, melakukan perlawanan,  memberikan argumentasi-argumentasi tandingan, maka yang lahir kemudian  adalah perdebatan, saling bantah, dan bisa jadi tukar pukul dan baku  hantam. Maka, keduanya bertambah jauh dari kebaikan dan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga Allah mengampuni saya, yang sering kali berlebihan ketika marah. &lt;em&gt;Astaghfirullah hal Adzim&lt;/em&gt;.  Dan semoga Allah memberi kekuatan kepada saya, ketika  kemarahan-kemarahan mengirimkan hasutan pada hati dan akal untuk berlaku  berlebihan. &lt;em&gt;Laa haula walaa quwwata illa billah&lt;/em&gt;. Dan semoga Allah senantiasa menjaga saya, selalu berada dalam kebaikan dan kebenaran. &lt;em&gt;Amin ya Rabbal Alamin&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-3202163864637097171?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/3202163864637097171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=3202163864637097171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3202163864637097171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3202163864637097171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/10/sekadarnya-secukupnya.html' title='Sekadarnya, Secukupnya!!!'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-djclailIuHg/Tq9rrwwIKvI/AAAAAAAAAtY/CeNcxXGKxYE/s72-c/307645_2542349399540_1277874140_3082019_32295917_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-3239725553007384261</id><published>2011-10-14T22:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T22:08:57.550-07:00</updated><title type='text'>Berdekat-dekatlah Dengan Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FuALH3LS4U0/TpkVTQj1pvI/AAAAAAAAAtA/b1nXi-vJPBE/s1600/alquran_12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://1.bp.blogspot.com/-FuALH3LS4U0/TpkVTQj1pvI/AAAAAAAAAtA/b1nXi-vJPBE/s320/alquran_12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Orang yang dalam dadanya tidak ada sedikit pun dari Alquran, ibarat rumah yang bobrok.” (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha  Bijaksana Allah swt. yang menciptakan kehidupan dengan segala  kelengkapannya. Laut yang luas dengan segala kandungannya. Langit yang  biru dengan gemerlap hiasan bintang-bintangnya. Dan kehidupan manusia  dengan kelengkapan aturan dan rambu-rambunya.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdekat-dekatlah  dengan Al-Quran, hati akan memperoleh kesegaran. Hati sebenarnya mirip  dengan tanaman. Ia bisa segar, layu, dan kering. Karena itu, hati butuh  sesuatu yang bisa menyuburkan: siraman air yang menyejukkan, kehangatan  matahari yang menguatkan, dan tanah gembur yang banyak makanan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk  hati, siraman air adalah cahaya Al-Quran, kehangatan matahari adalah  nasihat, dan tanah gembur merupakan lingkungan yang baik. Hati yang  selalu dekat dengan Al-Quran bagaikan tanaman yang tumbuh di sekitar  mata air nan jernih. Ia akan tumbuh subur dan kokoh.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  Abu Hurairah ra., Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah suatu kaum  berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat  suci Al-Quran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka  ketenangan, dilingkupi pada diri mereka rahmat, dilingkari para  malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka pada makhluk yang  ada di dekat-Nya.” (HR. Muslim)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdekat-dekatlah  dengan Al-Quran, pandangan akan menemukan kejernihan. Secanggih apa pun  sebuah gagasan, pemikiran; selama tidak bersandar pada Al-Quran, selama  tidak dibimbing Al-Quran, hanya akan berkutat pada persoalan teknis.  Bukan sesuatu yang ideal. Hanya akan berkutat pada materi dan materi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah  yang diraih peradaban Barat saat ini. Sekilas kehidupan masyarakatnya  seperti makmur sejahtera, padahal nilai-nilai sosial di sana sudah  luntur. Idealita hidup menjadi begitu dangkal. Nilai hidup dan  kemanusiaan menjadi tidak begitu dihargai.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Begitu  pun ketika umat Islam berjarak dengan Al-Quran. Semakin jauh, pola  pikir akan terjebak pada persoalan materi. Masalah yang muncul tidak  pernah terselesaikan. Karena gagasan tidak mampu menyentuh persoalan  inti, cuma berkutat pada yang kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis bangsa ini  ada pada sisi moral. Dan itu ada dalam jiwa manusia. Upaya perubahan  tidak akan punya arti jika tanpa ada pembenahan pada jiwa manusia. Allah  swt. berfirman, “…&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehinga mereka mengubah keadaan yang ada pada jiwa mereka sendiri&lt;/i&gt;….” (Ar-Ra’du: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdekat-dekat  dengan Al-Quran akan menyegarkan jiwa. Segala syahwat buruk yang  melahirkan emosi jahat bisa terkikis. Pandangan pun akan menjadi jernih.  Maha Suci Allah dalam firman-Nya, “&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dan Kami turunkan dari Alquran  suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan  Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian&lt;/i&gt;.” (Al-Isra’: 82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdekat-dekatlah  dengan Al-Quran, langkah akan mendapat bimbingan. Siapa pun kita, tetap  tidak bisa keluar dari sifat sebagai manusia. Kadang melangkah dengan  semestinya, kadang juga tersasar. Inilah di antara kelemahan manusia  yang tidak bisa menentukan dengan kemampuan dirinya: mana jalan yang  benar, dan mana yang tidak. Ia butuh bimbingan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati  yang segar dan pemikiran yang jernih akan menggiring langkah ke jalan  yang lurus. Khusus mereka yang selalu dekat dengan Al-Quran, jalan  kehidupan seperti dilengkapi rambu-rambu. Begitu jelas.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun  ia tersasar karena sifat manusianya, akan ada rasa tidak nyaman.  Firasat imannya seperti memberikan sinyal. Bisa dalam bentuk  kegelisahan, keraguan, dan sebagainya. Ia tidak lagi butuh teguran  apalagi hukuman. Cukup dengan isyarat dari Allah swt., kesadaran pun  kembali segar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman  bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah  memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya  yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan  Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hadiid: 28)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdekat-dekatlah  dengan Al-Quran, kita tidak akan pernah sendirian. Keimanan dalam hati  seseorang bisa terang, bisa juga redup. Ketika redup itulah, seorang  mukmin seperti dalam kesendirian. Ada ketakutan, putus asa,  ketidakmampuan, dan sejenisnya. Dunia seperti hutan lebat tanpa seorang  pun di sana, kecuali dia seorang. Ia sangat butuh teman.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang  mukmin yang membaca Al-Quran, ia seperti sedang berdialog dengan  seorang teman sejati. Yang siap menunjukkan yang salah dan yang benar.  Ia menuntun sang teman kepada jalan yang baik, penuh kebahagiaan dan  keselamatan.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengatakan, “Siapa yang  ingin berdialog dengan Rabbnya, maka hendaklah dia membaca Al-Quran.”  (HR. Adailami dan Al-Baihaqi)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini semua pilihan  terhampar. Petunjuk dan rambu-rambu pun sudah diberikan. Tinggal kita  yang harus menentukan: memilih jalan bersama Al-Quran, atau tidak. Maha  Benar Allah dalam firman-Nya, “…maka barangsiapa yang ingin (beriman)  hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia  kafir….” (Al-Kahfi: 29)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-3239725553007384261?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/3239725553007384261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=3239725553007384261' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3239725553007384261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3239725553007384261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/10/berdekat-dekatlah-dengan-al-quran.html' title='Berdekat-dekatlah Dengan Al-Qur&apos;an'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FuALH3LS4U0/TpkVTQj1pvI/AAAAAAAAAtA/b1nXi-vJPBE/s72-c/alquran_12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-6385314258346463535</id><published>2011-10-14T19:52:00.000-07:00</published><updated>2011-10-14T19:52:22.148-07:00</updated><title type='text'>Tawadlu' Itu Penting</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh : Samson Rahman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://eramuslim.com/"&gt;Eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-3Y-y8vjElFA/Tpj1VsIAXkI/AAAAAAAAAs4/XNUZl64GdkE/s1600/do%2527a.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-3Y-y8vjElFA/Tpj1VsIAXkI/AAAAAAAAAs4/XNUZl64GdkE/s320/do%2527a.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah satu sifat utama yang harus melekat pada seorang mukmin adalah  sifat tawadhu (rendah hati). Bahkan Allah menyebutkan bahwa hamba-hamba  Sang Maha Rahman akan senantiasa berjalan di muka bumi dengan rendah  hati tanpa ada rasa congkak dan sombong yang bersarang dalam dada  mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah)  orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila  orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang  baik."&lt;/em&gt; (QS. Al-Furqan [25] : 63)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tawadhu’ adalah sifat mulia yang menjadikan seseorang tidak merasa  lebih besar dari orang lain dan tidak merasa lebih tinggi dari yang  lain. Bagi orang-orang yang tawadhu’ manusia lain sama posisinya dengan  dirinya walaupun dia sedang berada dalam kedudukan tinggi dalam  pandangan manusia. Orang-orang yang tawadhu’ menyadari bahwa kemuliaan  seseorang bukan dilihat dari posisi dan jabatannya, bukan dari pangkat  dan hartanya, kedudukan mereka di lihat dari ketakwaan yang melekat pada  dirinya. Nilai dan kemuliaan seseorang di mata Allah adalah tergantung  pada ketinggian takwanya, dan kekokohan imannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebagaimana yang Allah  tegaskan dalam firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang  laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan  bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang  paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling  bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha  Mengenal."&lt;/em&gt; (QS. Al-Hujurat [49] : 13)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketawadhuaan seseorang tidak akan mengurangi kehormatannya dan tidak  pula akan merendahkan kedudukannya. Bahkan sebaliknya, seseorang yang  memiliki kedudukan tinggi dan posisi terhormat, kemudian berendah hati  maka dia akan menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena kerendahan  hatinya yang sekaligus mengangkat derajatnya di mata manusia dan manusia  tidak akan mendengki dan iri akan kedudukannya. Sebaliknya manusia yang  tinggi kedudukannya dan tinggi hati pada manusia lainnya maka akan  banyak orang yang iri padanya bahkan mereka menginginkan agar orang yang  tinggi hati itu segera dicopot dari posisinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marilah kita sama-sama menyimak dengan seksama sabda Nabi Muhammad Saw berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;"Sedekah itu tidak mengurangi harta, dan tidaklah seseorang itu  suka memberi maaf kecuali Allah angkat dia menjadi mulia, dan tidaklah  seseorang berendah hati kecuali Allah akan angkat derajatnya."&lt;/em&gt; (HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi dan Ibnu Hibban)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gambaran berikut akan memperjelas bagaimana sikap rendah itu  mengangkat derajat seseorang. Adalah Khalifah Umar bin Khattab, pada  suatu hari dia berjalan di tengah terik matahari sambil menutupkan  selendangnya di kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat itu lewatlah seorang anak muda yang menunggang seekor keledai.  Berkatalah Umar padanya, “Wahai anak muda bawalah aku bersamamu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka turunlah anak muda itu dari keledainya dengan melompat seraya berkata, “Naiklah wahai Amirul mukminin!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melihat anak muda itu turun dari keledainya dan mempersilahkan  dirinya naik sementara dia harus berjalan maka Umar berkata, ”Tidak!  Naiklah engkau, dan bawalah aku di belakangmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah engkau akan membawaku di tempat yang emput sementara engkau  berjalan di atas tanah yang kasar?” Maka anak muda tadi menaiki  keledainya dan memasuki Madinah sementara Umar berada di belakangnya dan  penduduk Madinah melihat mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah ketawadhu’an yang sangat dramatis, indah dan mengagumkan.  Ketawadhu’an inilah yang kemudian menjadi cerita yang ditulis dengan  tinta emas oleh para sejarawan setelah Umar meninggal ratusan tahun  lamanya. Namanya tetap wangi semerbak karena sikapnya yang tawadhu’ ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tapi lihatlah Fir’aun, Abu Jahal, Abu Lahab yang juga berkedudukan  tinggi di masanya, namun mereka kini menjadi cibiran bangsa-bangsa dan  ummat manusia hingga akhir zaman. Mereka Allah rendahkan kedudukannya  karena mereka meninggikan diri di hadapan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kisah ini juga akan memberikan pelajaran bagi kita. Dalam sebuah  riwayat yang dilansir oleh Ibnu Saad dari Tsabit dia berkata, "Pada saat  Salman menjadi Gubernur Madain ada seseorang yang datang dari wilayah  Syam dari kalangan Bani Tamim dengan membawa buah tiin. Sementara Salman  memakai celana yang biasa dipakai orang non Arab dan sebuah baju  panjang. Orang itu berkata kepada Salman, dan dia tidak mengetahuinya,  'Tolong bawakah ini,'—dia mengira bahwa Salman seorang tulang panggul.  Maka Salman al-Farisi membawakan untuknya buah tiin itu sementara  manusia manusia melihat dan mengenalinya seraya berkata, 'Ini gubernur  kita'.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua orang sahabat Rasulullah saw yang meneguk ajaran sang Nabi itu  sangat mengerti makna hidup rendah hati pada manusia lainnya termasuk  pada rakyatnya dengan sepenuh hati dan jiwa.  Mereka tidak pernah minta  dinomersatukan, tidak pula ingin dipuja-puja, tidak minta untuk dikenal,  tidak minta di kursi paling depan kalau ada pertemuan. Namun manusia  tetap memberikan rasa hormat padanya karena memang mereka pantas untuk  mendapat kehormatan itu. Mereka memiliki &lt;em&gt;inner power&lt;/em&gt; yang menjadi magnet pribadinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kisah Al-Makmun khalifah Nabi Abbas yang cerdas, rasanya pantas pula  kita jadikan pelajaran bagaimana Al-Makmun memaknai kedudukannya sebagai  abdi rakyat yang sebenarnya. Suatu hari Yahya bin Aktsam menjadi tamu  Al-Makmun. Kemudian Al-Makmun berdiri untuk mengambilkan air baginya.  Yahya kaget melihat apa yang dilakukan oleh khalifah kaum muslimin  paling disegani di zamannya itu sambil bergumam bagaimana mungkin  seorang Amirul Mukminin datang dengan membawakan air baginya sementara  dia duduk di tempatnya. Melihat gelagat rasa tidak enak pada Yahya dan  tanda tanya di mukanya Al-Makmun berkata, "Pemimpin sebuah kaum itu  adalah pelayan mereka!" Indah sekali, bagaikan legenda. Namun itu kisah  nyata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka benarlah apa yang pernah dikatakan seorang penyair:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;blockquote style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berendah hatilah engkau bagaikan bintang yang ada di dalam bayangan air&lt;br /&gt;Padahal sebenarnya dia berada di angkasa nan tinggi&lt;br /&gt;Dan janganlah engkau jadi laksana asap yang membubung sendiri&lt;br /&gt;Di atas awan, sementara sesungguhnya dia adalah rendah sekali&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu ketika Ali bin Abi Thalib membeli daging seharga satu dirham.  Kemudian dia membawanya dalam bungkusan. Salah seorang sahabatnya  berkata padanya, "Aku saja yang membawanya wahai Amirul Mukminin!" Namun  Ali bin Abi Thalib dengan santun berkata, "Jangan! Sebab orang tua  dalam keluarga itulah yang paling pantas membawakan itu!" Ali menegaskan  bahwa tidaklah berkurang kesempurnaan seseorang karena membawakan  barang milik keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maka marilah kita belajar dari orang-orang besar dengan jiwa besar  itu. Mereka besar karena memiliki kepribadian yang besar, memiliki hati  yang lapang dan paradigma yang benar tentang makna hidup manusia yang  sesungguhnya. Saatnya kita belajar dari mereka tatkala negeri ini sedang  membutuhkan peminpin dengan jiwa besar, dengan pikiran besar, dengan  hati yang besar, dengan visi dan misi besar yang terbungkus rapi dalam  ketawadhu’an yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga kita bisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam bi ash-shawab&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-6385314258346463535?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/6385314258346463535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=6385314258346463535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6385314258346463535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6385314258346463535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/10/tawadlu-itu-penting.html' title='Tawadlu&apos; Itu Penting'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3Y-y8vjElFA/Tpj1VsIAXkI/AAAAAAAAAs4/XNUZl64GdkE/s72-c/do%2527a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2926304290529225519</id><published>2011-09-30T20:10:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T20:10:50.699-07:00</updated><title type='text'>Tunda Dunia Segerakan Akhirat</title><content type='html'>&lt;div id="isi" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.abisabila.com/"&gt;Sumber : www.abisabila.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;Abi Sabila&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-G7MVmv4PscU/ToaEoSJlxeI/AAAAAAAAAs0/KmXd56wlJXE/s1600/bapakanak-300x274.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-G7MVmv4PscU/ToaEoSJlxeI/AAAAAAAAAs0/KmXd56wlJXE/s1600/bapakanak-300x274.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Yah, aku boleh nanya nda?” tanya seorang anak pada ayahnya.  Saat itu mereka baru saja sholat Ashar di mushola salah satu tempat  wisata.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang Ayah tersenyum. Ada yang tak biasa dengan putrinya. “Kamu itu  lho! Beli jajan nda pakai ijin Ayah dulu, giliran nanya pakai minta ijin  segala. Mau tanya apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tapi Ayah janji, nda boleh marah ya?” sang bocah berusaha mensejajarkan langkahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Insha Allah. Ayo, mau tanya apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ayah kalau nolong orang suka pilih-pilih, ya?” tanya sang anak, ragu-ragu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang ayah menghentikan langkahnya, terkejut. “Maksudnya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Iya, suka mbeda-bedain!” jawab sang anak santai. “Buktinya tadi  waktu ada ibu-ibu mau pinjam mukena, Ayah nyuruh aku sholat dulu, baru  meminjamkan mukenaku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Oh, itu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tadi siang, waktu aku antri di kamar mandi, Ayah minta aku ngalah,  memberikan antrianku pada mbak-mbak yang  pakai baju biru.  Mentang-mentang dia lebih muda dan cantik ya, Yah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Astaghfirulloh! Bukan begitu, anakku!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Lalu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Begini. Ayah menyuruhmu mengalah saat antri di depan kamar mandi  karena Ayah melihat orang itu sudah sangat kepayahan menahan sakit  perutnya. Ayah tidak memperhatikan usia ataupun wajahnya, tapi Ayah bisa  merasakan kecemasannya. Sejak datang, ia sudah memegangi perutnya.   Ayah khawatir, jika kamu tidak memberikan antrianmu, dia tak bisa lagi  menahan. Kalau itu sampai terjadi, apa kamu tega? Sementara kamu masih  bisa menahan untuk berkemih.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ibu-ibu yang di mushola? Apa tidak lebih baik jika aku meminjamkan  mukena padanya dulu. Pahalaku kan jadi berlipat ganda!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Anakku, jika aku menyuruhmu sholat dulu baru meminjamkan mukenamu,  sungguh bukan karena yang meminjam adalah seorang ibu-ibu. Bukan! Bukan  itu. Ketahuilah, anakku. Sama-sama menolong, tapi untuk urusan dunia  berbeda dengan urusan akhirat, atau ibadah. Untuk urusan dunia, kita  dianjurkan mengutamakan kepentingan orang lain, kepentingan umum bahkan  di atas kepentingan pribadi. Tapi untuk urusan ibadah, jika tidak bisa  dilakukan bersama-sama, karena tidak membawa mukena seperti yang terjadi  pada ibu tadi misalnya, tunaikan kewajiban sendiri dulu, baru orang  lain.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kok, begitu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Begini, seumpama kamu diberi pilihan, siapakah yang akan memasuki  pintu Surga pertama kali, apakah kamu akan memberikan kesempatan itu  pada orang lain?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tidak! Aku dulu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Nah, begitulah gambarannya. Ini bukan akal-akalan Ayah, ini yang  Rosululloh contohkan. Untuk urusan ibadah, jika tidak bisa bersama-sama,  kita utamakan diri sendiri dulu. Bukan egois, bukan pula tidak peduli  dengan orang lain, tapi agar kita selalu bersegera melakukan kebaikan (  ibadah ). Bisa dimengerti?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang anak hanya mengangguk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Masih menuduh Ayah pilih-pilih?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang anak hanya menggeleng, tersipu malu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Untuk urusan dunia, kau boleh menunda keperluanmu, tapi untuk urusan ibadah, jangan tunda waktumu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.abisabila.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-2926304290529225519?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/2926304290529225519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=2926304290529225519' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2926304290529225519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2926304290529225519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/tunda-dunia-segerakan-akhirat.html' title='Tunda Dunia Segerakan Akhirat'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-G7MVmv4PscU/ToaEoSJlxeI/AAAAAAAAAs0/KmXd56wlJXE/s72-c/bapakanak-300x274.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-114157326239951112</id><published>2011-09-30T19:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-30T19:52:03.556-07:00</updated><title type='text'>Tunaikan Haknya Tetangga</title><content type='html'>&lt;div id="isi" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Oleh&lt;/em&gt; &lt;i&gt;&lt;strong&gt;Wahyu Sejati&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;           &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-aLG0qDBnvL4/ToaANAqiMqI/AAAAAAAAAsw/RbxUMESuRUw/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://1.bp.blogspot.com/-aLG0qDBnvL4/ToaANAqiMqI/AAAAAAAAAsw/RbxUMESuRUw/s320/images.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Dari Abu Hurairah ra.,  ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada  Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berbicara yang baik atau diam.  Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah  ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah  dan hari kiamat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. “ (Shahih Muslim  No.67)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tetangga, saudara yang begitu dekat dan berada di sekitar kita. Di  kiri, kanan, depan maupun belakang. Terletak jauh maupun dekat. Kenal  maupun tidak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka tetaplah tetangga yang berada di lingkungan dimana kita  bermukim. Mereka yang hidupnya berdampingan dengan kita. Mereka yang  selalu berbagi dan dapat memahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jarak tetangga yang begitu dekat, mengajarkan kita untuk mengenal  mereka. Pentingnya komunikasi dan interaksi disini. Mengenal kehidupan  mereka, tanpa mencampuri kehidupan pribadinya. Memperlakukan sebagaimana  mestinya, dengan adab serta hak mereka yang menjadi pedoman yang wajib  dipelajari dan dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saling sapa, senyum dan berjabat tangan. Menanyakan kabar serta  bagaimana hari-harinya saat ini adalah beberapa cara dalam memenuhi  hak-hak mereka. Lebih lanjut, hubungan bertetangga dapat berupa saling  silaturahmi, memberi barang ataupun bantuan, seperti makanan, hadiah dan  lain sebagainya. Tentunya, semua semampu dan sebisa kita. Tidak ada  paksaan ataupun keharusan, semuanya bersumber dari kesadaran diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak manfaat dari kepeduliaan dan perhatian kita pada para  tetangga. Misalnya, ketika dalam kesusahan, ada sosok yang akan  mengetahui terlebih dahulu (selain keluarga) bagaimana kondisi dan  kebutuhan kita, bahkan terkadang mereka dapat membantu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika dalam kebahagiaan, kita dapat berbagi dengan saling memberi  hingga suatu saat kita akan mendapatkan hal yang sama. Intinya, tetangga  dapat menjadi saudara dikala sedih dan senang kita, walaupun tidak ada  ikatan darah namun semuanya dapat terjalin dengan begitu eratnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sayang, sepertinya hakikat bertetangga ini sudah mulai hilang bahkan  terlupakan. Di zaman yang sudah meninggalkan arti kebersamaan dan  didominasi arti individualistis. Semua sibuk memikirkan hak dan  kewajiban masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terlebih bagi kita yang memiliki pekerjaan dan rutinitas yang begitu  sibuk dan padat, hingga tidak cukup waktu untuk sekedar saling sapa  terhadap para tetangga. Jangankan untuk tetangga, menyapa dan  memperhatikan diri serta keluarga sendiri, sungguh begitu susahnya.  Tetangga, menjadi begitu terlupakan dan hak-haknya terabaikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ingatkah kita, betapa sibuknya diri, hingga terkadang tetanggalah  yang mempedulikan kehidupan apalagi kondisi rumah kita. Sepertinya,  semua menjadi tanggung jawab mereka. Sebagai contoh, terkadang pakaian  jemuran diangkatnya ketika hujan dan malam tiba, diambil dan disimpannya  surat ataupun barang titipan orang lain yang diberikan kepada kita  ketika kita sedang tidak berada di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan diam-diam, mereka pula yang memperhatikan atau merawat rumah  kita yang tidak begitu terurus dan ditinggalkan. Begitu indahnya  perlakuan para tetangga, namun tidak demikian halnya dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang telah kita berikan pada para tetangga kita sebagai timbal  baliknya? Pernahkah kita mengucapkan terima kasih atas segala kepedulian  mereka selama ini? Bagaimana sikap dan tindakan kita terhadap mereka?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu banyak keterlupaan dan keteledoran bahkan keacuhan. Hingga  terkadang kita dianggap tak ramah, tak sopan, tak tahu terima kasih  terhadap tetangga-tetangga lainnya. Bahkan, terkadang secara tidak  langsung kita telah menyakiti bahkan menyinggung perasaan serta mengusik  kehidupan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semuanya, terjadi atas segala tindakan dan perlakuan kita yang selama  ini tidak pernah atau mau disadari. Begitu mendzolimi dan menyakiti.  Bukankah Allah telah menuliskan dalam FirmanNya berupa QS. An Nisaa ayat  36&lt;i&gt; &lt;/i&gt;bahwa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“... berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat,  anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga  yang jauh......”?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indahnya bertetangga sangatlah berbahagia, terutama jika kita  benar-benar mengalaminya. Disaat zaman dan situasi seperti ini, baik  suka maupun duka, mereka dapat menjadi sosok yang membantu dan peduli  akan keberadaan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka siap sedia kapanpun kita mau dan minta bantu. Tentunya, dengan  sebuah syarat yang sewajibnya kita taati, dengan memahami dan memenuhi  hak-haknya tetangga yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-114157326239951112?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/114157326239951112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=114157326239951112' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/114157326239951112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/114157326239951112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/tunaikan-haknya-tetangga.html' title='Tunaikan Haknya Tetangga'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aLG0qDBnvL4/ToaANAqiMqI/AAAAAAAAAsw/RbxUMESuRUw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-9181615745276434733</id><published>2011-09-28T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T20:52:02.999-07:00</updated><title type='text'>Do'a Suami Istri</title><content type='html'>&lt;div class="dd_content_wrap" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ  رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ: “لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ  قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ  الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ  فِي ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw bersabda, &lt;em&gt;“Kalau  salah seorang hendak mendatangi istrinya hendaknya ia berdoa, ‘Dengan  nama Allah, ya Allah, jauhkan setan dari kami dan jahkan syetan dari apa  yang Engkau anugerahkan kepada kami.’ Karena jika ditakdirkan antara  keduanya seorang anak tidak akan dicelakakan oleh setan selama-lamanya.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits  ini dikeluarkan At-Thayalisi (1/302 nomor 2705), Ahmad (1/286 nomor  2597), Bukhari (3/1196 nomor 3109), Muslim (2/1058), Abu Daud (2/239  nomor 3109), At-Tirmidzi (3/401 nomor 1092). At-Tirmidzi mengatakan  hadits ini hasan shahih. Juga dikeluarkan Ibnu Majah (1/618 nomor 1919)  da Ibnu Hibban (3/263 nomor 983)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9Ffg5WAJ6w0/ToPrVt7psRI/AAAAAAAAAss/lbqWv6fMw1U/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="http://3.bp.blogspot.com/-9Ffg5WAJ6w0/ToPrVt7psRI/AAAAAAAAAss/lbqWv6fMw1U/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Allamah Al-Mubarakfuri di kitabnya &lt;em&gt;Tuhfazhul Ahwadzi bisyarhi Jami’ At-Tirmidzi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;  mengatakan, “Yang dimaksud dengan ‘mendatangi keluarganya’ adalah  menggauli istri atau budaknya. Maksudnya, jika seseorang hendak  menggauli istrinya, jadi doa itu diucapkan sebelum melakukannya. ‘Apa  yang Engaku anugerahkan kepada kami’ artinya anak dan ‘Tidak dicelakakan  setan selama-lamanya’ artinya setan tidak bias menguasainya hingga anak  itu kelak tidak bias melakukan amal shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar di &lt;em&gt;Fathul Bari&lt;/em&gt;  mengatakan, para ulama berbeda pendapat tentang jenis celaka yang  diakibatban setan kepada anak manusia setelah kedua suami istri itu  sepakat untuk tidak hamil. Kesepakatan itu dipicu oleh sikap mereka  terhadap hadits shahih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;إِنَّ كُلَّ بَنِي آدَمَ يَطْعَنُ الشَّيْطَانُ فِي بَطْنِهِ حِينَ يُولَدُ, إِلَّا مَنْ اِسْتَثْنَى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Setiap anak Adam ditikam oleh setan di perutnya saat dilahirkan selain yang dikecualikan.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penikaman  seperti ini adalah salah satu jenis celaka yang ditimbulkan setan. Ada  juga yang berpendapat bahwa setan akan menguasainya agar namanya tidak  diberkahi. Ada juga yang mengatakan tidak dibinasakan. Juga ada yang  mengatakan tidak dicelakakan urusan agamanya. Ad-Daudi berkata, yang  dimaksud dengan celaka di sini adalah tidak difitnah oleh setan dalam  agamanya hingga ia menjadi kafir. Ini tidak berarti anak Adam terbebas  dari kemaksiatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits di atas menegaskan bahwa hubungan suami  istri tidak semata-mata persoalan melampiaskan syahwat, akan tetapi  lebih mulia lagi terkait dengan tujuan sebuah pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibrah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.  Agar seseorang ingat akan nikmat yang Allah anugerahkan kepadanya. Yang  berupa pasangan hidup yang karena itu seseorang mendapatkan ketentraman  dan kedamaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Agar seseorang menyadari tujuan utama  pernikahannya, yaitu demi keberlangsungan generasi dan memperbanyak  hamba-hamba yang akan menyembah Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Agar seseorang  senantiasa ingat akan musuh utama dalam kehidupan ini, yaitu setan yang  senantiasa menggoda dan menjerumuskan anak cucu Adam. Bahkan sejak  berada dalam kandungan. Lalu selalu berlindung kepada Allah dari godaan  setan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Agar seseorang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5.  Agar selalu berusaha mengharapkan ridha Allah dalam setiap perbuatan  yang dilakukan, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Anak  adalah karunia Allah yang diamanahkan kepada orang tuanya dan hendaknya  ditunaikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kehendak Dzat yang  memberi amanah itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wallahu A’lam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-9181615745276434733?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/9181615745276434733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=9181615745276434733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9181615745276434733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9181615745276434733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/doa-suami-istri.html' title='Do&apos;a Suami Istri'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9Ffg5WAJ6w0/ToPrVt7psRI/AAAAAAAAAss/lbqWv6fMw1U/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2847378626235983514</id><published>2011-09-28T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T20:23:17.003-07:00</updated><title type='text'>Hak Istri Atas Suami</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lI4eTeffaPE/ToPkZ-qNjiI/AAAAAAAAAso/NCBvaKHW_2w/s1600/baitul-hikmah.com-Hak-Suami-Istri-dalam-Islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="http://1.bp.blogspot.com/-lI4eTeffaPE/ToPkZ-qNjiI/AAAAAAAAAso/NCBvaKHW_2w/s320/baitul-hikmah.com-Hak-Suami-Istri-dalam-Islam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Syariat mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya  yang berupa&amp;nbsp; kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal,  pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau  seperti yang dikatakan oleh&amp;nbsp; Al-Qur’an “bil ma’ruf” (menurut cara yang  ma’ruf/patut).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun syariat tidak pernah melupakan akan  kebutuhan-kebutuhan spiritual yang&amp;nbsp; manusia tidaklah bernama manusia  kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata  seorang pujangga kuno: “Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai  manusia, bukan cuma dengan badanmu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan Al-Qur’an menyebut  perkawinan ini sebagai salah satu ayat di antara ayat-ayat Allah di alam  semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada  hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:&amp;nbsp;&lt;em&gt;“Dan di antara tanda-tanda  kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu  sendiri, supaya kamu cenderung dan&amp;nbsp; merasa tenteram kepadanya, dan  dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang  demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS Ar Rum: 21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ayat  ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami istri ialah  ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua  ini merupakan aspek kejiwaan,&amp;nbsp; bukan material. Tidak ada artinya  kehidupan bersuami istri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini,  sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam hal ini  banyak suami yang keliru—padahal diri mereka sebenarnya baik—ketika  mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap istri mereka ialah  memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi.  Dia melupakan bahwa wanita (istri) itu bukan hanya membutuhkan makan,  minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga  membutuhkan perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis,  sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih  sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati dan menghilangkan  kegundahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami istri  dan adab pergaulan di antara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak  akan dapat harmonis tanpa semua itu. Di antara adab-adab yang  dituntunkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah itu ialah berakhlaq yang baik  terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah berfirman:&amp;nbsp;&lt;em&gt;“… Dan gaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang ma’ruf (patut)…”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS An Nisa’: 19)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“… Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS An Nisa’: 21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“…  Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat,  anak-anak yatim,&amp;nbsp; orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga  yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu…”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS An Nisa’: 36)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ada  yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan “teman sejawat” dalam ayat  di atas ialah istri. Imam Ghazali berkata, “Ketahuilah bahwa berakhlaq  baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi  juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika mereka sedang  emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW. Istri-istri  beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan,  bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau  sehari semalam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau pernah berkata kepada Aisyah, “Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aisyah bertanya, “Bagaimana engkau tahu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau  menjawab, “Kalau engkau rela, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan  Muhammad,’ dan bila engkau&amp;nbsp; marah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan  Ibrahim.’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aisyah&amp;nbsp; menjawab, “Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebut namamu.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari  adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa di  samping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan istri, juga  bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikian  itu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah SAW biasa bergurau  dengan istri-istri beliau dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka  dalam bertindak dan berakhlaq, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah  melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umar bin  Al-Khathab—yang dikenal berwatak keras itu—pernah berkata, “Seyogianya  sikap suami terhadap istrinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari  apa yang ada di sisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah  seorang laki-laki.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam menafsirkan hadits: “Sesungguhnya Allah  membenci alja’zhari al-jawwazh,”&amp;nbsp; dikatakan bahwa yang dimaksud ialah  orang yang bersikap keras terhadap istri (keluarganya) dan sombong pada  dirinya. Dan ini merupakan salah satu makna firman Allah:&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘utul&lt;/em&gt;. Ada yang mengatakan bahwa lafal&amp;nbsp;&lt;em&gt;‘utul&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keteladanan  tertinggi bagi semua itu ialah Rasulullah SAW. Meski bagaimanapun  besarnya perhatian dan banyaknya kesibukan beliau dalam mengembangkan  dakwah dan menegakkan agama, memelihara jamaah, menegakkan tiang daulah  dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh yang senantiasa  mengintainya dari luar, beliau tetap sangat memperhatikan para istrinya.  Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya  seperti berpuasa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir, sehingga  kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri&amp;nbsp; ketika melakukan  shalat lail, dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun  sesibuk apa pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri-istri  beliau yang harus beliau penuhi. Jadi aspek-aspek Rabbani tidaklah  melupakan beliau terhadap aspek insani dalam melayani mereka dengan  memberikan makanan ruhani dan perasaan mereka yang tidak dapat terpenuhi  dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam  menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli  istri, Imam Ibnu Qayyim berkata, “Sikap Rasulullah SAW terhadap  istri-istrinya ialah bergaul dan berakhlaq baik kepada mereka. Beliau  pernah menyuruh gadis-gadis Anshar menemani Aisyah bermain. Apabila  istrinya (Aisyah) menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut  agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah minum dari&amp;nbsp; suatu bejana, maka  beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau  letakkan mulut beliau di tempat mulut Aisyah tadi (bergantian minum pada  satu bejana/tempat), dan&amp;nbsp; beliau juga biasa makan kikil bergantian  dengan Aisyah.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau biasa bersandar di pangkuan Aisyah, beliau  membaca Al-Qur’an sedang kepala&amp;nbsp; beliau berada di pangkuannya. Bahkan  pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau&amp;nbsp; menyuruhnya memakai sarung,  lalu beliau memeluknya. Bahkan pernah juga&amp;nbsp; menciumnya, padahal beliau  sedang berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di antara kelemah-lembutan dan akhlaq baik beliau  lagi ialah beliau memperkenankan istrinya untuk bermain dan  mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang Habsyi ketika mereka  sedang bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak  beliau untuk melihat permainan orang-orang&amp;nbsp; Habsyi itu. Beliau juga  pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan keluar dari rumah  bersama-sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sabda Nabi SAW, “Sebaik-baik kamu ialah yang paling  baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik  terhadap keluargaku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apabila selesai melaksanakan shalat Ashar,  Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi) istri-istrinya dan beliau  tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah istri  beliau yang pada waktu itu mendapat giliran. Aisyah berkata,  “Rasulullah SAW tidak melebihkan sebagian kami terhadap sebagian yang&amp;nbsp;  lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami  semuanya, yaitu mendekati tiap-tiap istri beliau tanpa menyentuhnya,  hingga sampai kepada istri&amp;nbsp; yang menjadi&amp;nbsp; giliran beliau, lalu beliau  bermalam di situ.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau kita renungkan apa yang telah kita kutip  di sini mengenai petunjuk Nabi SAW tentang pergaulan beliau dengan  istri-istri beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memperhatikan  mereka, menanyakan keadaan mereka, dan mendekati mereka. Tetapi&amp;nbsp; beliau  mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih. Namun ini bukan berarti  beliau&amp;nbsp;&amp;nbsp; bersikap pilih kasih, tetapi karena untuk menjaga kejiwaan  Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang  masih muda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau menikahi Aisyah ketika masih gadis kecil yang  belum mengenal seorang laki-laki pun selain beliau. Kebutuhan wanita  muda seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan  wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan  dengan kebutuhan di sini bukan sekadar nafkah, pakaian, dan hubungan  biologis saja. Bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih  penting&amp;nbsp; dan lebih dalam daripada semua itu. Karena itu, tidaklah  mengherankan jika kita lihat&amp;nbsp; Nabi SAW selalu ingat aspek tersebut&amp;nbsp; dan  senantiasa memberikan haknya serta tidak&amp;nbsp; pernah melupakannya meskipun  tugas yang diembannya besar, seperti mengatur&amp;nbsp; strategi dakwah,  membangun umat, dan menegakkan daulah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi kamu.”&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;—&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber:&amp;nbsp;Fatwa-Fatwa Kontemporer, DR. Yusuf Qaradhawi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-2847378626235983514?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/2847378626235983514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=2847378626235983514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2847378626235983514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2847378626235983514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/hak-istri-atas-suami.html' title='Hak Istri Atas Suami'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lI4eTeffaPE/ToPkZ-qNjiI/AAAAAAAAAso/NCBvaKHW_2w/s72-c/baitul-hikmah.com-Hak-Suami-Istri-dalam-Islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-4410822376946695287</id><published>2011-09-27T21:18:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T21:18:33.670-07:00</updated><title type='text'>Fiqih Thaharah: Hukum Air dan Najis</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-HBqHQR1qTqk/ToKgAMhYKFI/AAAAAAAAAsk/QX9i8_r71c0/s1600/sholat111.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-HBqHQR1qTqk/ToKgAMhYKFI/AAAAAAAAAsk/QX9i8_r71c0/s320/sholat111.jpg" width="309" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada dasarnya, thaharah (bersuci) tidak terlepas dari air yang  digunakan untuk bersuci dan kotoran (dalam hal ini najis) yang ingin  dibersihkan. Oleh karena itu, artikel ini memaparkan secara sederhana  mengenai hukum air, macam-macam najis, bagaimana cara membersihkan  najis, dan bagaimana adab-adab buang hajat. Semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Air&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Empat macam air itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air Muthlaq, seperti air hujan, air sungai, air laut; hukumnya suci dan mensucikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air  Musta’mal, yaitu air yang lepas dari anggota tubuh orng yang sedang  berwudhu atau mandi, dan tidak mengenai benda najis; hukumnya suci  seperti yang disepakati para ulama, dan tidak mensucikan menurut  jumhurul ulama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air yang bercampur benda suci, seperti sabun dan  cuka, selama percampuran itu sedikit tidak mengubah nama air, maka  hukumnya masih suci mensucikan, menurut Madzhab Hanafi, dan tidak  mensucikan menurut Imam Syafi’i dan Malik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air yang terkena  najis, jika mengubah rasa, warna, atau aromanya, maka hukumnya najis  tidak boleh dipakai bersuci, menurut ijma’. Sedang jika tidak mengubah  salah satu sifatnya, maka mensucikan, menurut Imam Malik, baik air itu  banyak atau sedikit; tidak mensuciakn menurut Madzhab Hanafi; mensucikan  menurut Madzhab Syafi’i jika telah mencapai dua kulah, yang  diperkirakan sebanyak volume tempat yang berukuran 60 cm3.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Su’r (sisa) yaitu air yang tersisa di tempat minum setelah diminum:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sisa anak Adam (manusia) hukumnya suci, meskipun ia seorang kafir, junub, atau haidh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sisa kucing dan hewan yang halal dagingnya, hukumnya suci.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sisa keledai dan binatang buas, juga burung, hukumnya suci menurut madzhab Hanafi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan sisa anjing dan babi, hukumnya najis menurut seluruh ulama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Najis dan Cara Membersihkannya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;A. Najis &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh setiap muslim, dengan mencuci benda yang terkena.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Macam najis:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air  kencing, tinja manusia, dan hewan yang tidak halal dagingnya, telah  disepakati para ulama. Sedangkan kotoran hewan yang halal dimakan  dagingnya, hukumnya najis menurut madzhab Hanafi dan Syafi’i; dan suci  menurut madzhab Maliki dan Hanbali.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Madzyi, yaitu air putih lengket yang keluar ketika seseorang sedang berpikir tentang seks dan sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wadi, yaitu air putih yang keluar setelah buang air kecil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Darah  yang mengalir. Sedangkan yang sedikit di-ma’fu. Menurut madzhab Syafi’i  darah nyamuk, kutu, dan sejenisnya dima’fu jika secara umum dianggap  sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anjing dan babi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Muntahan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bangkai, kecuali mayat manusia, ikan dan belalang, dan hewan yang tidak berdarah mengalir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;B. Menghilangkan najis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika  ada najis yang mengenai badan, pakaian manusia, atau lainnya, maka  wajib dibersihkan. Jika tidak terlihat, maka wajib dibersihkan tempatnya  sehingga dugaan kuat najis telah dibersihkan. Sedangkan pembersihan  bejana yang pernah dijilat anjing, wajib dibasuh dengan tujuh kali dan  salah satunya dengan debu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedangkan sentuhan anjing dengan fisik  manusia, tidak membutuhkan pembersihan melebihi cara pembersihan yang  biasa . Sedang najis sedikit yang tidak memungkinkan dihindari, hukumnya  dimaafkan. Demikianlah hukum sedikit darah dan muntahan. Diringankan  pula hukum air kencing bayi yang belum makan makanan, hanya cukup dengan  diperciki air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;C. Adab Buang Hajat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika seorang muslim hendak buang hajat, maka harus memperhatikan hal-hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak membawa apapun yang ada nama Allah, kecuali jika takut hilang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membaca basmalah, isti’adzah ketika masuk, dan tidak berbicara ketika ada di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak menghadap kiblat atau membelakanginya. Hal ini harus menjadi perhatian setiap muslim jika membangun kamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika sedang berada di perjalanan, tidak boleh melakukannya di jalan, atau di bawah teduhan. Harus menjauhi liang hewan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak kencing berdiri, kecuali jika aman dari percikan (seperti kencing di tempat kencing yang tinggi; urinoir)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wajib  membersihkan najis yang ada di organ pembuangan dengan air atau dengan  benda keras lainnya, tidak dengan tangan kanan. Membersihkan tangan  dengan air dan sabun jika ada.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendahulukan kaki kiri ketika masuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-4410822376946695287?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/4410822376946695287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=4410822376946695287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/4410822376946695287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/4410822376946695287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/fiqih-thaharah-hukum-air-dan-najis.html' title='Fiqih Thaharah: Hukum Air dan Najis'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-HBqHQR1qTqk/ToKgAMhYKFI/AAAAAAAAAsk/QX9i8_r71c0/s72-c/sholat111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-3906600926652655300</id><published>2011-09-27T20:32:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T20:32:55.297-07:00</updated><title type='text'>Fiqih Thaharah: Hukum Haidh, Nifas, dan Jinabat, serta Mandi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kajian ini masih dalam topik pembahasan Fiqih thaharah. Kali ini yang  akan dibahas adalah mengenai Haidh, Nifas, Jinabat, dan mengenai mandi.  Selamat menyimak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;A.&amp;nbsp;Haidh,&amp;nbsp; Nifas dan Jinabat &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lOKNeqIg5mU/ToKVE67EU8I/AAAAAAAAAsg/PrbzXdzEJ-w/s1600/75325_121424444585686_100001543944932_137465_2864496_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/-lOKNeqIg5mU/ToKVE67EU8I/AAAAAAAAAsg/PrbzXdzEJ-w/s320/75325_121424444585686_100001543944932_137465_2864496_n.jpg" width="267" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Haidh&lt;/strong&gt;:  adalah darah yang keluar dari wanita dalam keadaan sehat, minimal  sehari semalam menurut Syafi’iyyah, dan tiga hari menurut mazhab Hanafi.  Umumnya tujuh hari, dan maksimal sepuluh&amp;nbsp; hari menurut mazhab Hanafi,  dan lima belas hari menurut mazhab Syafi’iy. Jika darah itu berlanjut  melebihi batas maksimal disebut darah ISTIHADHAH.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Nifas&lt;/strong&gt;:  yaitu darah yang keluar dari wanita setelah melahirkan. Minimal tidak  ada batasnya, dan maksimal empat puluh hari sesuai dengan hadits Ummu  Salamah: Para wanita yang nifas pada zaman Rasulullah saw menunggu empat  puluh hari. HR Al Khamsah, kecuali An Nasa’iy.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Jinabat:&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;Seseorang menjadi junub karena berhubungan seksual, atau karena keluar sperma dalam kondisi tidur maupun melek/terjaga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hukum  wanita haidh dan nifas bahwa mereka tidak berpuasa dan wajib qadha hari  Ramadhan yang ditinggalkan; tidak wajib shalat dan tidak wajib qadha  shalat yang ditinggalkan; diharamkan baginya dan suaminya berhubungan  seksual;&amp;nbsp; tidak diperbolehkan juga baginya dan orang yang junub  melakukan thawaf; menyentuh mushaf, membawanya, membaca Al Qur’an  kecuali yang sudah menjadi doa atau basmalah; tidak boleh juga berada di  masjid; sebagaimana diharamkan pula atas orang yang junub melakukan  shalat bukan puasa.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;B.&amp;nbsp; Mandi &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mandi adalah mengalirkan air suci mensucikan ke seluruh tubuh. Dasar hukumnya adalah firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“… dan jika kamu junub maka mandilah”&lt;/em&gt; (QS Al Maidah: 6)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Penyebab Wajib Mandi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluar mani disertai syahwat pada waktu tidur maupun terjaga, oleh laki-laki maupun wanita, seperti hadits Rasulullah SAW:&lt;span class="arabic"&gt; الماء من الماء &lt;/span&gt;“&lt;em&gt;air itu dari air&lt;/em&gt;”  (HR Muslim). Hal ini disepakati oleh tiga imam mazhab. Berdasarkan  hadits ini maka keluar mani tanpa disertai syahwat, seperti karena  sakit, kedinginan, kelelahan, dsb tidak mewajibkan mandi. Asy Syafi’i  menyaratkan kewajiban mandi karena keluar mani, oleh sebab apapun  meskipun tanpa syahwat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hubungan seksual, meskipun tidak keluar mani, karena sabda Rasulullah SAW: &lt;em&gt;“Ketika sudah duduk dengan empat kaki, kemudian khitan bertemu khitan, maka wajib mandi” (&lt;/em&gt;HR Ahmad, Muslim dan At Tirmidzi).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selesai haidh dan nifas bagi wanita. Karena firman Allah: &lt;em&gt;“….  Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu  haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila  mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang  diperintahkan Allah kepadamu.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS. Al Baqarah: 222)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mayit muslim, wajib dimandikan oleh yang hidup, karena sabda Nabi: &lt;em&gt;“…mandikanlah dengan air dan daun bidara.” (&lt;/em&gt;Muttafaq alaih), kecuali syahid di medan perang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang  kafir ketika masuk Islam, karena hadits Qais bin Ashim bahwasanya ia  masuk Islam, lalu Rasulullah menyuruhnya agar mandi dengan air dan daun  bidara. HR Al Khamsah kecuali Ibnu Majah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Mandi Sunnah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang muslim disunnahkan mandi dalam keadaan berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari Jum’at, karena sabda Nabi: &lt;em&gt;“Jika datang kepada salah seorang di antaramu hari Jum’at maka hendaklah mandi.” (&lt;/em&gt;HR Al Jama’ah), disunnahkan mandinya sebelum berangkat shalat Jum’at&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mandi untuk shalat Idul Fitri dan Idul Adha, hukumnya sunnah menurut para ulama&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mandi karena selesai memandikan jenazah, sesuai sabda Nabi: &lt;em&gt;“Barang siapa yang selesai memandikan hendaklah ia mandi.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(HR Ahmad dan Ashabussunan).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mandi  ihram bagi yang hendak menunaikan haji atau umrah, seperti dalam hadits  Zaid bin Tsabit bahwasanya Rasulullah SAW melepaskan bajunya untuk  ihram dan mandi. (HR Ad Daruquthniy Al Baihaqi dan At Tirmidziy yang  menganggapnya hasan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Masuk untuk memasuki kota Mekah. Rasulullah  SAW melakukannya seperti yang disebutkan dalam hadits shahih, demikian  juga mandi untuk wukuf di Arafah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Rukun Mandi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Niat,  karena hadits Nabi: Sesungguhnya amal itu dengan niat. Dan juga untuk  membedakannya dari kebiasaan, dan tidak disyaratkan melafalkannya,  karena tempatnya ada di hati.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membasuh seluruh tubuh, karena firman Allah: &lt;em&gt;“… (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi.”&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(QS. An Nisa: 43). Dan hakikat mandi adalah meratakan air ke seluruh tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mazhab Hanafi menambahkan rukun ketiga yaitu: berkumur, menghisap air ke hidung, yang keduanya sunnah menurut imam lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;4.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sunnah Mandi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membaca basmalah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membersihkan najis fisik jika ada&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Berwudhu (berkumur dan menghisap air ke hidung)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengulanginya tiga kali dalam setiap membasuh organ tubuh dan memulainya dari kanan lalu kiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meratakan air, mensela-sela jari, rambut, membersihkan ketiak, lubang hidung dan pusar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menggosok dan terus menerus tidak terputus basuhannya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;5.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Cara &amp;nbsp;Mandi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari  Aisyah dan Maimunah RA: bahwasanya Rasulullah saw jika mandi junub –  mau mandi – memulai dengan mencuci dua tangannya dua atau tiga kali,  kemudian menuangkan air dari kanan ke kiri, lalu membersihkan  kemaluannya, lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, kemudian  mengambil air dan dimasukkan ke pangkal rambut, kemudian membasuh  kepalanya tiga guyuran sepenuh tangannya, kemudian mengguyurkan air ke  seluruh badan, lalu membasuh kakinya (Muttafaq alaih).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-3906600926652655300?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/3906600926652655300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=3906600926652655300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3906600926652655300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/3906600926652655300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/09/fiqih-thaharah-hukum-haidh-nifas-dan.html' title='Fiqih Thaharah: Hukum Haidh, Nifas, dan Jinabat, serta Mandi'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-lOKNeqIg5mU/ToKVE67EU8I/AAAAAAAAAsg/PrbzXdzEJ-w/s72-c/75325_121424444585686_100001543944932_137465_2864496_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2201271700148875199</id><published>2011-07-24T18:18:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T18:18:55.106-07:00</updated><title type='text'>Waktu Waktu Sholat</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Sumber: darussalaf.or.id &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Oleh: Abu Ishaq Muslim Al Atsari &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Waktu-waktu Shalat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-_OBEvkZw-Sc/TizEJxZEbgI/AAAAAAAAAsc/jdqyMhZPy04/s1600/sholat111.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-_OBEvkZw-Sc/TizEJxZEbgI/AAAAAAAAAsc/jdqyMhZPy04/s320/sholat111.jpg" width="309" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya shalat itu merupakan kewajiban yang ditetapkan waktunya bagi kaum mukminin&lt;/em&gt;.” (An-Nisa`: 103)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span id="more-2634"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْءَانَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْءَانَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Dirikanlah  shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikan  pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh  malaikat&lt;/em&gt;.” (Al-Isra`: 78)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Shalat  dianggap sah dikerjakan apabila telah masuk waktunya. Dan shalat yang  dikerjakan pada waktunya ini memiliki keutamaan sebagaimana ditunjukkan  dalam hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;سَأَلْتُ  النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم: أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟  قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: بِرُّ  الْوَالِدَيْنِ. قَالَ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ فِي سَبِيْلِ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Aku  pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Amal apakah  yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, “Shalat pada  waktunya.” “Kemudian amalan apa?” tanya Ibnu Mas`ud. “Berbuat baik  kepada kedua orangtua,” jawab beliau. “Kemudian amal apa?” tanya Ibnu  Mas’ud lagi. “Jihad fi sabilillah,” jawab beliau.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 527 dan Muslim no. 248)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sebaliknya,  bila shalat telah disia-siakan untuk dikerjakan pada waktunya maka ini  merupakan musibah karena menyelisihi petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi  wa sallam. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, seperti yang dikisahkan  Az-Zuhri rahimahullahu, ia berkata, “&lt;em&gt;Aku masuk menemui Anas bin  Malik di Damaskus, saat itu ia sedang menangis. Aku pun bertanya, ‘Apa  gerangan yang membuat anda menangis?’ Ia menjawab, ‘Aku tidak mengetahui  ada suatu amalan yang masih dikerjakan sekarang dari amalan-amalan yang  pernah aku dapatkan di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali  hanya shalat ini saja. Itupun shalat telah disia-siakan untuk ditunaikan  pada waktunya’&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari no. 530)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span&gt;  beberapa hadits yang merangkum penyebutan waktu-waktu shalat. Di  antaranya hadits Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia  berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;سُئِلَ  رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ وَقْتِ الصَّلَوَاتِ، فَقَالَ:  وَقْتُ صَلاَةِ الْفَجْرِ مَا لَمْ يَطْلُعْ قَرْنُ الشَّمْسِ الْأَوَّلِ،  وَوَقْتُ صَلاَةِ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ عَنْ بَطْنِ  السَّمَاءِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعَصْرِ مَا  لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَيَسْقُطْ قَرْنُهَا الْأَوَّلُ، وَوَقْتُ  صَلاَةِ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ،  وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ اللَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang waktu shalat (yang lima), beliau pun menjawab, “&lt;em&gt;Waktu  shalat fajar adalah selama belum terbit sisi matahari yang awal. Waktu  shalat zhuhur apabila matahari telah tergelincir dari perut (bagian  tengah) langit selama belum datang waktu Ashar. Waktu shalat ashar  selama matahari belum menguning dan sebelum jatuh (tenggelam) sisinya  yang awal. Waktu shalat maghrib adalah bila matahari telah tenggelam  selama belum jatuh syafaq1. Dan waktu shalat isya adalah sampai tengah  malam&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 1388)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Demikian pula hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّ  لِلصَّلاَةِ أَوَّلاً وَآخِرًا، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلاَةِ الظُّهْرِ  حِيْنَ تَزُوْلُ الشَّمْسُ وَآخِرُ وَقْتِهَا حِيْنَ يَدْخُلُ وَقْتُ  الْعَصْرِ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلاَةِ الْعَصْرِ حِيْنَ يَدْخُلُ  وَقْتَهَا وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ تَصْفَرُّ الشَّمْسُ، وَإِنَّ  أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِيْنَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ  وَقْتِهَا حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْعِشَاءِ  الْآخِرَةِ حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ  يَنْتَصِبُ اللَّيْلُ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْفَجْرِ حِيْنَ يَطْلُعُ  الْفَجْرُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  shalat itu memiliki awal dan akhir waktu. Awal waktu shalat zhuhur  adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya adalah ketika masuk  waktu ashar. Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk waktunya dan  akhir waktunya saat matahari menguning. Awal waktu shalat maghrib adalah  ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.  Awal waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya  adalah pertengahan malam. Awal waktu shalat fajar adalah ketika terbit  fajar dan akhir waktunya saat matahari terbit.”&lt;/em&gt; (HR. At-Tirmidzi no. 151 dan selainnya. Asy-Syaikh Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “&lt;em&gt;Sanad  hadits ini shahih di atas syarat Syaikhani (Al-Bukhari dan Muslim).  Dishahihkan oleh Ibnu Hazm, namun oleh Al-Bukhari dan selainnya  disebutkan bahwa hadits ini mursal. Pernyataan ini dibantah oleh Ibnu  Hazm dan selainnya. Dalam hal ini Ibnu Hazm benar, terlebih lagi hadits  ini memiliki syahid dari hadits Abdullah bin ‘Amr ibnul ‘Ash  radhiyallahu ‘anhuma&lt;/em&gt;.” (Ats-Tsamarul Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, 1/56 dan Ash-Shahihah no. 1696)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;أَمَّنِي  جِبْرِيْلُ عليه السلام عِنْدَ الْبَيْتِ مَرَّتَيْنِ، فَصَلَّى بِيَ  الظُّهْرَ حِيْنَ زَالَتِ الشَّمْسُ وَكَانَتْ قَدْرَ الشِّرَاكِ، وَصَلَّى  بِيَ الْعَصْرَ حِيْنَ كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَهُ، وَصَلَّى بِيَ –يَعْنِي  الْمَغْرِبَ– حِيْنَ أَفْطَرَ الصَّائِمُ، وَصَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ حِيْنَ  غَابَ الشَّفَقُ، وَصَلَّى بِيَ الْفَجْرَ حِيْنَ حَرُمَ الطَّعَامُ  وَالشَّرَابُ عَلَى الصَّائِمِ، فَلَمَّا كَانَ الْغَدُ صَلَّى بِيَ  الظُّهْرَ حِيْنَ كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَهُ، وَصَلَّى بِيَ الْعَصْرَ حِيْنَ  كَانَ ظِلُّهُ مِثْلَيْهِ، وَصَلَّى بِيَ الْمَغْرِبَ حِيْنَ أَفْطَرَ  الصَّائِمُ، وَصَلَّى بِيَ الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ وَصَلَّى  بِيَ الْفَجْرَ فَأَسْفَرَ، ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَيَّ فَقَالَ: يَا  مُحَمَّدُ، هَذَا وَقْتُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِكَ وَالْوَقْتُ مَا  بَيْنَ هَذَيْنِ الْوَقْتَيْنِ&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Jibril  mengimamiku di sisi Baitullah sebanyak dua kali2. Ia shalat zhuhur  bersamaku ketika matahari telah tergelincir dan kadar bayangan semisal  tali sandal. Ia shalat ashar bersamaku ketika bayangan benda sama dengan  bendanya. Ia shalat maghrib bersamaku ketika orang yang puasa berbuka3.  Ia shalat isya bersamaku ketika syafaq telah tenggelam. Ia shalat fajar  bersamaku ketika makan dan minum telah diharamkan bagi orang yang  puasa4. Maka tatkala keesokan harinya, Jibril kembali mengimamiku dalam  shalat zhuhur saat bayangan benda sama dengan bendanya. Ia shalat ashar  bersamaku saat bayangan benda dua kali bendanya. Ia shalat maghrib  bersamaku ketika orang yang puasa berbuka. Ia shalat isya bersamaku  ketika telah berlalu sepertiga malam. Dan ia shalat fajar bersamaku dan  mengisfar5kannya. Kemudian ia menoleh kepadaku seraya berkata, “Wahai  Muhammad, inilah waktu shalat para nabi sebelummu dan waktunya juga  berada di antara dua waktu yang ada6.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Dawud no. 393, Asy-Syaikh Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini dalam Shahih Abi Dawud, “Hasan shahih.”)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Pada  pembahasan mengenai waktu-waktu shalat ini kami akan memulai dari  shalat subuh terlebih dahulu walaupun kebanyakan ulama memulainya dari  shalat zhuhur. Wallahul muwaffiq ‘ilash shawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Sekelompok  pengikut mazhab kami (mazhab Hambali) seperti Al-Khiraqi dan Al-Qadhi  pada sebagian kitabnya serta selain keduanya, memulai dari waktu shalat  zhuhur. Di antara mereka ada yang memulai dengan shalat fajar/subuh  seperti Abu Musa, Abul Khaththab, dan Al-Qadhi pada satu pembahasan, dan  ini yang lebih bagus karena shalat wustha (shalat pertengahan) adalah  shalat ashar. Shalat ashar bisa menjadi shalat wustha apabila shalat  fajar merupakan shalat yang awal7&lt;/em&gt;.” (Al-Ikhtiyarat dalam Al-Fatawa Al-Kubra, 1/45)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;1 Cahaya kemerah-merahan yang terlihat di arah barat setelah matahari tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;2 Yakni dalam dua hari untuk mengajariku tata cara shalat dan waktu-waktunya. (‘Aunul Ma’bud, Kitab Ash-Shalah, bab fil Mawaqit)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;3 Yaitu saat matahari tenggelam dan masuk waktu malam dengan dalil firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى الَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Kemudian sempurnakanlah puasa hingga malam hari.&lt;/em&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;4 Awal terbitnya fajar yang kedua berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمْ الْخَيْطُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ اْلأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Makan dan minumlah kalian hingga jelas bagi kalian benang yang putih dari benang yang hitam dari fajar (jelas terbitnya fajar).”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;5 Lihat keterangan tentang isfar dalam pembahasan waktu shalat fajar yang akan datang setelahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;6  Dengan demikian boleh mengerjakan shalat di awal waktunya, di  pertengahan dan di akhir waktu. (‘Aunul Ma’bud, Kitab Ash-Shalah, bab  fil Mawaqit)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;7 Sehingga bila diurutkan menjadi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Shalat pertama: shalat fajar, kedua: shalat zhuhur, ketiga: shalat ashar, keempat: shalat maghrib, kelima: shalat isya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dengan demikian shalat ashar jatuh pada pertengahan, sehingga diistilahkan shalat wustha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Shalat Fajar atau Shalat Subuh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Shalat  subuh ini memiliki dua nama yaitu fajar dan subuh. Al-Qur`an  menyebutkan dengan nama shalat fajar sedangkan As-Sunnah kadang  menyebutnya dengan nama fajar dan di tempat lain disebutkan dengan nama  subuh. (Al-Majmu’, 3/48)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Awal  waktu shalat fajar adalah saat terbitnya fajar kedua atau fajar shadiq1  sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di  atas. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat ini  di waktu ghalas, bahkan terkadang beliau selesai dari shalat fajar dalam  keadaan alam sekitar masih gelap (waktu ghalas), sebagaimana  ditunjukkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كُنَّا  نِسَاءُ الْمُؤْمِنَاتِ يَشْهَدْنَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه  وسلم صَلاَةَ الْفَجْرِ مُتَعَلِّفَاتٍ بِمُرُوْطِهِنَّ، ثُمَّ  يَنْقَلِبْنَ إِلَى بُيُوْتِهِنَّ حِيْنَ يَقْضِيْنَ الصَّلاَةَ لاَ  يَعْرِفُهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الْغَلَسِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Kami  wanita-wanita mukminah ikut menghadiri shalat fajar bersama Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berselimut (menyelubungi  tubuh) dengan kain-kain kami, kemudian mereka (para wanita tersebut)  kembali ke rumah-rumah mereka ketika mereka selesai menunaikan shalat  dalam keadaan tidak ada seorang pun mengenali mereka karena waktu ghalas  (sisa gelapnya malam).”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 578 dan Muslim no. 1455)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Hadits ini menunjukkan disunnahkannya bersegera dalam mengerjakan shalat subuh di awal waktu&lt;/em&gt;.” (Fathul Bari, 2/74)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Demikian  pula yang dikatakan Al-Imam Nawawi rahimahullahu. Dan ini merupakan  mazhab Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad dan jumhur, menyelisihi Abu Hanifah  yang berpendapat bahwa isfar (waktu sudah terang) lebih utama/afdhal.  (Al-Minhaj, 5/145)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Imam  Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Adapun shalat subuh maka  dikerjakan waktu ghalas lebih afdhal. Demikian pendapat Malik,  Asy-Syafi’i, dan Ishaq2 rahimahumullah. Juga diriwayatkan dari Abu Bakr,  ‘Umar, Ibnu Mas’ud, Abu Musa, Ibnuz Zubair, dan ‘Umar bin Abdil ‘Aziz  apa yang menunjukkan hal tersebut. Ibnu Abdil Bar rahimahullahu3  berkata, “Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu  Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman g, bahwa mereka semuanya mengerjakan shalat  subuh di waktu ghalas. Dan suatu hal yang mustahil bila mereka  meninggalkan yang afdhal dan melakukan yang tidak afdhal, sementara  mereka adalah orang-orang yang puncak dalam mengerjakan perkara-perkara  yang afdhal. Diriwayatkan dari Al-Imam Ahmad rahimahullahu, beliau  berpandangan bahwa yang utama adalah melihat keadaan makmum. Bila mereka  berkumpul di waktu isfar maka yang afdal mengerjakannya di waktu isfar  karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perbuatan yang  seperti ini dengan melihat berkumpulnya jamaah dalam penunaian shalat  isya, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu. Sehingga  demikian pula yang berlaku pada shalat fajar. Ats-Tsauri dan ashabur  ra`yi berkata, “Yang afdal shalat subuh dikerjakan waktu isfar dengan  dalil hadits yang diriwayatkan oleh Rafi’ ibnu Khadij, ia berkata, “Aku  pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَسْفِرُوْا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Lakukanlah shalat fajar dalam keadaan isfar (sudah terang), karena hal itu lebih memperbesar pahala.”&lt;/em&gt; (Al-Mughni, Kitab Ash-Shalah, Fashl At-Taghlis li Shalatish Shubhi)4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Adapun  hadits asfiru bil fajri di atas maknanya/tafsirnya adalah “Hendaklah  kalian selesai dari mengerjakan shalat fajar pada waktu isfar (karena  shalat yang demikian lebih besar pahalanya).” &lt;em&gt;Bukan awal masuknya ke  shalat fajar, tapi akhir dari mengerjakan shalat fajar. Caranya tentu  dengan memanjangkan bacaan dalam shalat ini. Bukan perintah untuk  mengerjakan shalat subuh di waktu isfar. Hal ini sebagaimana juga  dijelaskan dari riwayat bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  pernah selesai dari shalat fajar ini pada waktu isfar (hari sudah  terang), tatkala seseorang sudah mengenali wajah teman duduknya.  Sebagaimana kata Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, “Beliau  Shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalat subuh tatkala  seseorang telah mengenali siapa yang duduk di sebelahnya5.&lt;/em&gt;” (HR. Al-Bukhari no. 541 dan Muslim no. 1460)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Imam  Al-Albani rahimahullahu berkata, “Hadits di atas memang harus, mau  tidak mau, ditafsirkan/dimaknakan seperti ini, agar sabda beliau  Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini mencocoki perbuatan beliau yang terus  beliau lakukan, berupa masuk ke dalam penunaian shalat subuh di waktu  ghalas sebagaimana telah lewat. Makna ini yang dikuatkan oleh Al-Hafizh  Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam I’lamul Muwaqqi’in. Dan yang mendahului  Ibnul Qayyim dalam pentarjihan ini adalah Al-Imam Ath-Thahawi dari  kalangan Hanafiyyah, dan beliau panjang lebar dalam menetapkan hal ini  (1/104-109). Beliau berkata, &lt;em&gt;“Ini merupakan pendapat Abu Hanifah,  Abu Yusuf, dan Muhammad.” Walaupun apa yang dinukilkan oleh Ath-Thahawi  dari tiga imam ini menyelisihi pendapat yang masyhur dari mazhab mereka  dalam kitab-kitab mazhab yang menetapkan disunnahkannya memulai shalat  subuh di waktu isfar.”&lt;/em&gt; (Ats-Tsamarul Mustathab, 1/81)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada kenyataannya memang tidak pernah  mengerjakan shalat fajar ini di waktu isfar kecuali hanya sekali. Dalam  hadits Abu Mas’ud Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَصَلَّى  الصُّبْحَ مَرَّةً بِغَلَسٍ، ثُمَّ صَلَّى مَرَّةً أُخْرَى فَأَسْفَرَ  بِهَا ثُمَّ كَانَتْ صَلاَتُهُ بَعْدَ ذَلِكَ الْغَلَسَ حَتَّى مَاتَ لَمْ  يَعُدْ إِلَى أَنْ يُسْفِرَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Rasulullah  sekali waktu shalat subuh pada waktu ghalas lalu pada kali lain beliau  mengerjakannya di waktu isfar. Kemudian shalat subuh beliau setelah itu  beliau kerjakan di waktu ghalas hingga beliau meninggal, beliau tidak  pernah lagi mengulangi pelaksanaannya di waktu isfar.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Abu Dawud no. 394, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Mendapati Satu Rakaat Fajar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Telah  kita ketahui bahwa akhir waktu shalat fajar adalah ketika matahari  terbit, sehingga keadaan seseorang yang baru mengerjakan satu rakaat  fajar kemudian ketika hendak masuk pada rakaat kedua matahari terbit  maka dia mendapati shalat subuh. Hal ini sebagamana ditunjukkan hadits  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;مَنْ  أَدْرَكَ مِنَ الصُّبْحِ رَكْعَةً قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَقَدْ  أَدْرَكَ الصُّبْحَ، وَمَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ  تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقدْ أدْرَكَ الْعَصْرَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Siapa  yang mendapati satu rakaat subuh sebelum matahari terbit maka sungguh  ia telah mendapatkan shalat subuh dan siapa yang mendapati satu rakaat  ashar sebelum matahari tenggelam maka sungguh ia telah mendapatkan  shalat ashar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;.” (HR. Al-Bukhari no. 579 dan Muslim no. 1373)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu berkata tentang hadits di atas, “&lt;em&gt;Ini  merupakan dalil yang sharih/jelas tentang orang yang telah mengerjakan  satu rakaat subuh atau ashar kemudian keluar waktu kedua shalat tersebut  sebelum orang itu mengucapkan salam (sebelum sempurna dari amalan  shalatnya, pent.), maka ia tetap harus menyempurnakannya sampai selesai  dan shalatnya pun sah. Dinukilkan adanya kesepakatan dalam penunaian  shalat ashar. Adapun dalam shalat subuh ada perselisihan. Al-Imam Malik,  Asy-Syafi’i, Ahmad, dan ulama seluruhnya berpendapat subuh juga  demikian, menyelisihi Abu Hanifah yang mengatakan, ‘Shalat subuh yang  sedang dikerjakannya batal dengan terbitnya matahari karena telah masuk  waktu larangan mengerjakan shalat, beda halnya dengan tenggelamnya  matahari.’ Namun hadits ini merupakan hujjah yang membantahnya.”&lt;/em&gt; (Al-Minhaj, 5/109)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hukum  di atas adalah bagi orang yang mengakhirkan waktu shalat sampai ke  waktu yang sempit tersebut. Adapun bagi orang yang tertidur atau lupa  maka tidak hilang baginya waktu shalat selama-lamanya walaupun telah  keluar dari seluruh waktunya, selama memang ia tidak mengerjakannya  karena tertidur atau karena lupa. Waktu mereka mengerjakannya adalah  ketika ingat atau saat terbangun dari tidur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ketiduran  dari mengerjakan shalat ini pernah dialami oleh Nabi Shallallahu  ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau dikarenakan kelelahan yang  sangat. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Qatadah radhiyallahu  ‘anhu, ia berkata, “Kami berjalan bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam pada suatu malam. Sebagian orang yang ikut rombongan berkata,  ‘Seandainya anda berhenti sebentar untuk beristirahat dengan kami, wahai  Rasulullah!’ Beliau menjawab, ‘Aku khawatir kalian akan ketiduran dari  mengerjakan shalat.’ Bilal berkata, ‘Aku yang akan membangunkan kalian.’  Maka para sahabat yang lain pun berbaring tidur sedangkan Bilal  menyandarkan punggungnya ke tunggangannya. Namun ternyata ia dikuasai  oleh kantuk hingga tertidur. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  terbangun sementara matahari telah terbit. Beliau pun bersabda, ‘Wahai  Bilal, apa yang tadi engkau katakan? Katanya engkau yang membangunkan  kami?’ Bilal menjawab, ‘Aku sama sekali belum pernah tertidur seperti  tidurku kali ini.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّ  اللهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِيْنَ شَاءَ، وَردَّهَا عَلَيْكُمْ حِيْنَ  شَاءَ، يَا بِلاَلُ، قُمْ فَأَذِّنْ بِالنَّاسِ بِالصَّلاَةِ. فَتَوَضَّأَ،  فَلَمَّا ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ وَابْيَاضَّتْ قاَمَ فَصَلَّى&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  Allah menahan ruh-ruh kalian kapan Dia inginkan dan Dia  mengembalikannya pada kalian kapan Dia inginkan. Wahai Bilal! Bangkit  lalu kumandangkan azan untuk memanggil manusia guna mengerjakan shalat.”  Beliau lalu berwudhu, tatkala matahari telah meninggi dan memutih,  beliau bangkit untuk mengerjakan shalat&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari no. 595)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَمَا  إِنَّهُ لَيْسَ فِي النَّوْمِ تَفْرِيْطٌ، إِنَّمَا التَّفْرِيْطُ عَلَى  مَنْ لَمْ يُصَلِّ الصَّلاَةَ حَتَّى يَجِيْءَ وَقْتُ الصَّلاَةِ  الْأُخْرَى، فَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّهَا حِيْنَ تَنَبَّهَ لَهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  tertidur dari mengerjakan shalat bukanlah sikap tafrith  (menyia-nyiakan). Hanyalah merupakan tafrith bila seseorang tidak  mengerjakan shalat hingga datang waktu shalat yang lain (dalam keadaan  ia terjaga dan tidak lupa). Maka siapa yang tertidur (atau lupa)  sehingga belum mengerjakan shalat, hendaklah ia mengerjakannya ketika  terjaga/ketika sadar/ingat.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 1560)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata menyampaikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;مَنْ نَسِيَ الصَّلاَةَ فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا، فَإِنَّ اللهَ قَالَ: أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِيْ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Siapa  yang lupa dari mengerjakan shalat, maka hendaklah ia mengerjakannya  ketika ingat, karena Allah berfirman: ‘Tegakkanlah shalat untuk  mengingat-Ku’&lt;/em&gt;.”(HR. Muslim no. 1558)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;1  Karena fajar ada dua, fajar pertama yang disebut fajar kadzib dan fajar  kedua yang disebut fajar shadiq. Fajar shadiq ini muncul tersebar dalam  keadaan melintang di ufuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;2 Juga pendapat Al-Imam Ahmad, Abu Tsaur, Al-Auza’i, Dawud bin ‘Ali, dan Abu Ja’far Ath-Thabari. (Nailul Authar, 1/466)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;3 Lihat At-Tamhid, 1/141.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;4 HR. At-Tirmidzi no. 154, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;5  Karena di zaman itu tidak ada penerangan lampu, sehingga mereka  mengerjakan shalat subuh dalam keadaan gelap. Sampai-sampai seseorang  tidak tahu siapa yang shalat di sebelahnya. Beda halnya dengan keadaan  masjid-masjid di zaman sekarang yang selalu terang benderang dengan  cahaya lampu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Shalat Zhuhur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Awal  waktu zhuhur adalah saat matahari tergelincir (waktu zawal) dan akhir  waktunya adalah ketika masuk waktu ashar. Jabir bin Samurah radhiyallahu  ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي الظُّهْرَ إِذَا دَحَضَتِ الشَّمْسُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat zhuhur ketika matahari tergelincir.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim no. 1403)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hadits  ini menunjukkan disenanginya menyegerakan shalat zhuhur, demikian  pendapat Asy-Syafi’i rahimahullahu dan jumhur ulama. (Al-Minhaj 5/122,  Al-Majmu’ 3/56)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِالظَّهَائِرِ، سَجَدْنَا عَلَى ثِيَابِنَا اتِّقَاءَ الْحَرِّ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Kami  bila mengerjakan shalat zhuhur di belakang Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam, kami sujud di atas pakaian kami dalam rangka menjaga  diri dari panasnya matahari di siang hari.”&lt;/em&gt; (HR. Al-Bukhari no. 542 dan Muslim no. 1406)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu menyatakan, “&lt;em&gt;Hadits  ini menunjukkan disegerakannya pelaksanaan shalat zhuhur walaupun dalam  kondisi panas yang sangat. Ini tidaklah menyelisihi perintah untuk  ibrad (menunda shalat zhuhur sampai agak dingin, pent.), akan tetapi hal  ini untuk menerangkan kebolehan shalat di waktu yang sangat panas,  sekalipun ibrad lebih utama.” &lt;/em&gt;(Fathul Bari, 2/32)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Seperti  disinggung di atas bahwa untuk shalat zhuhur ada istilah ibrad, yaitu  menunda pelaksanaan shalat zhuhur sampai agak dingin. Ini dilakukan  ketika hari sangat panas sebagai suatu pengecualian/pengkhususan dari  penyegeraan shalat zhuhur. Jumhur berkata, “Disenangi ibrad dalam shalat  zhuhur kecuali pada waktu yang memang dingin.” (Nailul Authar, 1/427)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam hal ini ada hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوْا عَنِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Apabila  panas yang sangat maka akhirkanlah shalat zhuhur sampai waktu dingin  karena panas yang sangat merupakan semburan hawa neraka jahannam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;.” (HR. Al­-Bukhari no. 533 dan Muslim no. 1394)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hikmah  dari ibrad ini adalah untuk memperoleh kekhusyukan, karena  dikhawatirkan bila shalat dalam keadaan panas yang sangat akan  menyulitkan seseorang untuk khusyuk. (Al-Majmu’ 3/64)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Bagaimana Mengetahui Waktu Zawal?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Matahari  telah zawal artinya matahari telah miring/condong dari tengah-tengah  langit setelah datangnya tengah hari. Hal itu diketahui dengan munculnya  bayangan seseorang/suatu benda di sebelah timur setelah sebelumnya  bayangan di sisi barat hilang. Siapa yang hendak mengetahui hal tersebut  maka hendaknya ia mengukur bayangan matahari. Manakala matahari semakin  tinggi maka bayangan itu akan berkurang dari arah barat dan terus  berkurang. Pas di tengah hari, saat matahari tepat di tengah-tengah  langit, pengurangan bayangan tersebut berhenti. Nah, ketika matahari  telah miring/bergeser dari tengah langit kembali bayangan muncul dan  semakin bertambah serta jatuhnya di sisi timur. Awal pertama kali muncul  di sisi timur itulah yang dinamakan waktu zawal. (Al-Ma’unah 1/196,  At-Tahdzib lil Baghawi 2/9, Asy-Syarhul Kabir lil Rafi’i 1/367-368,  Al-Majmu’ 3/28-29, Al-Mabsuth 1/133, Syarhu Muntaha Al-Iradat 1/133)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Akhir Waktu Zhuhur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Waktu  shalat zhuhur masih terus berlangsung selama belum datang waktu shalat  ashar dan bayangan seseorang sama dengan tinggi orang tersebut. Seperti  ditunjukkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma,  bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَقْتُ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ الشَّمْسُ، وَكَانَ ظِلُّ الرَّجُلِ كَطُوْلِهِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Waktu  shalat zhuhur adalah bila matahari telah tergelincir dan bayangan  seseorang sama dengan tingginya selama belum datang waktu ashar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;.” (HR. Muslim no. 1387)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Apakah  bayangan zawal ikut digabungkan ke bayangan benda/sesuatu untuk  menunjukkan keluarnya/habisnya waktu zhuhur dan telah masuknya waktu  ashar, ataukah tidak digabungkan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sebagai  contoh, ada seseorang tingginya 165 cm, dan tinggi/panjang bayangannya  ketika zawal 20 cm. Maka apakah keluarnya waktu zhuhur dan masuknya  waktu ashar dengan menambahkan tinggi seseorang dengan tinggi/panjang  bayangannya ketika zawal (165 ditambah 20) sehingga tinggi/panjang  bayangan menjadi 185 cm, atau cukup tinggi/panjang bayangan 165 cm?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Qarrafi rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Awal  waktu ikhtiyari pada shalat zhuhur adalah pada saat zawal, dan ini  berlangsung sampai panjang bayangan benda semisal dengan bendanya,  (dihitung) setelah panjang bayangan benda ketika zawal.”&lt;/em&gt; (Adz-Dzakhirah 2/13)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dikatakan dalam Raudhatu Ath-Thalibin (1/208), “&lt;em&gt;Waktu zhuhur selesai apabila bayangan seseorang sama dengan tingginya, selain bayangan yang tampak ketika zawal&lt;/em&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnu Hazm rahimahullahu berkata, &lt;em&gt;“Awal  waktu zhuhur saat matahari mulai tergelicir dan miring/condong (ke  barat). Maka tidak halal sama sekali melakukan shalat zhuhur sebelum  itu, dan bila dikerjakan maka shalat tersebut tidaklah mencukupi. Waktu  shalat zhuhur terus berlangsung sampai bayangan segala sesuatu sama  dengan bendanya tanpa memperhitungkan bayangan yang muncul saat awal  zawalnya matahari, tetapi yang dihitung/dianggap adalah yang lebih dari  bayangan zawal tersebut.”&lt;/em&gt; (Al-Muhalla, 2/197)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Akhir  waktu zhuhur adalah bila bayangan segala sesuatu sama dengan tingginya,  setelah menambahkan bayangan sesuatu tersebut dengan bayangan tatkala  zawal/matahari tergelicir.” &lt;/em&gt;(Al-Kafi, 1/120)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Penulis Zadul Mustaqni’ menyebutkan, “&lt;em&gt;Waktu zhuhur dari zawal sampai bayangan sesuatu sama dengan sesuatu tersebut setelah (ditambah) dengan bayangan zawal.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu dalam syarahnya terhadap ucapan penulis tersebut mengatakan, “&lt;em&gt;Di  saat matahari terbit, sesuatu yang tinggi akan memiliki bayangan yang  jatuh ke arah barat. Kemudian bayangan tersebut akan berkurang sesuai  kadar tingginya matahari di ufuk. Demikian seterusnya hingga bayangan  tersebut berhenti dari pengurangan. Tatkala bayangan tersebut berhenti  dari pengurangan, kemudian bayangan itu bertambah walau hanya satu  rambut maka itulah zawal dan dengannya masuklah waktu zhuhur. Ucapan  penulis “setelah (ditambah) dengan bayangan zawal” maksudnya bayangan  yang tampak saat matahari tergelincir (zawal) tidaklah terhitung. Pada  waktu kita yang sekarang ini, tatkala matahari radhiyallahu  ‘anhumaondong ke selatan maka bagi setiap sesuatu yang tinggi pasti  memiliki bayangan yang selalu ada di arah utaranya. Bayangan ini  tidaklah teranggap. Bila bayangan ini mulai bertambah maka letakkanlah  tanda pada tempat awal penambahannya. Kemudian bila bayangan itu  memanjang dari mulai tanda yang telah diberikan sampai setinggi  (sepanjang) benda (sesuatu yang tinggi tersebut) berarti waktu zhuhur  sudah berakhir dan telah masuk waktu ashar&lt;/em&gt;.” (Asy-Syarhul Mumti’, 2/102)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Pendapat  seperti ini yang bisa kami kumpulkan dari beberapa kitab, di antaranya  Al-Ma’unah (1/196), Mawahibul Jalil (1/388), Majmu’ Fatawa (23/267),  Ar-Raudhul Murbi’ (1/100), Syarhu Muntaha Al-Iradat (1/133), Mughnil  Muhtaj (1/249), At-Tahdzib lil Baghawi (2/9), Al-Hawil Kabir (2/14),  Ad-Durarus Saniyyah (4/216,219,220,222), Adhwa`ul Bayan, Tafsir Surah An  Nisa` ayat 103, dan beberapa kitab yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;5. Shalat Isya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Awal  waktu shalat Isya adalah saat tenggelamnya syafaq dan akhir waktunya  ketika pertengahan malam, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abdullah  bin ‘Amr ibnul Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;سُئِلَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ وَقْتِ  الصَّلَوَاتِ، فَقَالَ: وَقْتُ صَلاَةِ الْفَجْرِ مَا لَمْ يَطْلُعْ قَرْنُ  الشَّمْسِ الْأَوَّلِ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الظُّهْرِ إِذَا زَالَتِ  الشَّمْسُ عَنْ بَطْنِ السَّمَاءِ مَا لَمْ يَحْضُرِ الْعَصْرُ، وَوَقْتُ  صَلاَةِ الْعَصْرِ مَا لَمْ تَصْفَرَّ الشَّمْسُ وَيَسْقُطْ قَرْنُهَا  الْأَوَّلُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ إِذَا غَابَتِ الشَّمْسُ مَا  لَمْ يَسْقُطِ الشَّفَقُ، وَوَقْتُ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى نِصْفِ  الْلَيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang waktu shalat (yang lima), beliau pun menjawab,&lt;em&gt;  “Waktu shalat fajar adalah selama belum terbit sisi matahari yang awal.  Waktu shalat zhuhur apabila matahari telah tergelincir dari perut  (bagian tengah) langit selama belum datang waktu Ashar. Waktu shalat  ashar selama matahari belum menguning dan sebelum jatuh (tenggelam)  sisinya yang awal. Waktu shalat maghrib adalah bila matahari telah  tenggelam selama belum jatuh syafaq. Dan waktu shalat isya adalah sampai  tengah malam.” &lt;/em&gt;(HR. Muslim no. 1388)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Demikian pula hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّ  لِلصَّلاَةِ أَوَّلاً وَآخِرًا، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلاَةِ الظُّهْرِ  حِيْنَ تَزُوْلُ الشَّمْسُ وَآخِرُ وَقْتِهَا حِيْنَ يَدْخُلُ وَقْتُ  الْعَصْرِ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ صَلاَةِ الْعَصْرِ حِيْنَ يَدْخُلُ  وَقْتُهَا وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ تَصْفَرُّ الشَّمْسُ، وَإِنَّ  أَوَّلَ وَقْتِ الْمَغْرِبِ حِيْنَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ وَإِنَّ آخِرَ  وَقْتِهَا حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْعِشَاءِ  الْآخِرَةِ حِيْنَ يَغِيْبُ الْأُفُقُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ  يَنْتَصِبُ اللَيْلُ، وَإِنَّ أَوَّلَ وَقْتِ الْفَجْرِ حِيْنَ يَطْلُعُ  الْفَجْرُ وَإِنَّ آخِرَ وَقْتِهَا حِيْنَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya  shalat itu memiliki awal dan akhir waktu. Awal waktu shalat zhuhur  adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya adalah ketika masuk  waktu ashar. Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk waktunya dan  akhir waktunya saat matahari menguning. Awal waktu shalat maghrib adalah  ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk.  Awal waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya  adalah pertengahan malam. Awal waktu shalat fajar adalah ketika terbit  fajar dan akhir waktunya saat matahari terbit&lt;/em&gt;.” (HR. At-Tirmidzi no. 151 dan selainnya. Lihat Ash-Shahihah no. 1696)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma tentang Jibril mengimami  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat lima waktu selama dua  hari berturut-turut, disebutkan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa  sallam:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَصَلىَّ بِي الْعِشَاءَ حِيْنَ غَابَ الشَّفَقُ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“…Dan Jibril shalat Isya denganku ketika tenggelamnya syafaq….”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Abu Dawud no. 393, Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini dalam Shahih Abi Dawud, “Hasan shahih.”)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Selain  itu, ada pula hadits lain yang menunjukkan akhir waktu isya adalah  pertengahan malam. Seperti hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia  berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَخَّرَ  النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الْعِشَاءِ إِلَى  نِصْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ صَلَّى، ثُمَّ قَالَ: قَدْ صَلَّى النَّاسُ  وَنَامُوْا، أَمَّا إِنَّكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا انْتَظَرْتُمُوْهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya sampai  pertengahan malam kemudian beliau shalat, lalu berkata, “Sungguh manusia  telah shalat dan mereka telah tidur, adapun kalian terhitung dalam  keadaan shalat selama kalian menanti waktu pelaksanaan shalat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 572 dan Muslim no. 1446)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Demikian pula hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ أَنْ يُؤَخِّرُوا الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفِهِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Seandainya  tidak memberati umatku niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk  mengakhirkan shalat isya sampai sepertiga atau pertengahan malam&lt;/em&gt;.” (HR. At-Tirmidzi no. 167, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Juga hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;صَلَّيْنَا  مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ  الْعَتَمَةِ، فَلَمْ يَخْرُجْ حَتَّى مَضَى نَحْوٌ مِنْ شَطْرِ اللَّيْلِ،  فَقَالَ: خُذُوْا مَقَاعِدَكُمْ. فَأَخَذْنَا مَقَاعِدَنَا فَقَالَ: إِنَّ  النَّاسَ قَدْ صَلُّوا وَأَخَذُوْا مَضَاجِعَهُمْ، وَإِنَّكُمْ لَنْ  تَزَالُوْا فِي صَلاَةٍ ماَ انْتَظَرْتُمُ الصَّلاَةَ ،وَلَوْلاَ ضَعْفُ  الضَّعِيْفِ وَسَقْمُ السَّقِيْمِ لَأَخَّرْتُ هَذِهِ الصَّلاَةَ إِلىَ  شَطْرِ اللَّيْلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kami  pernah hendak shalat isya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam namun beliau tidak keluar dari tempat tinggalnya (menuju ke  masjid) hingga berlalu sekitar pertengahan malam. Beliau lalu berkata,  “Tetaplah di tempat duduk kalian.” Kami pun menempati tempat duduk kami.  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda, “Sungguh saat  seperti ini orang-orang telah selesai mengerjakan shalat isya dan telah  menempati tempat berbaring (tempat tidur) mereka. Dan sungguh kalian  terus menerus teranggap dalam keadaan shalat selama kalian menanti  shalat. Seandainya bukan karena kelemahan orang yang lemah dan sakitnya  orang yang sakit niscaya aku akan mengakhirkan shalat isya ini sampai  pertengahan malam.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Abu Dawud no. 422, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  Al-Qamus disebutkan, “Malam adalah dari tenggelamnya matahari sampai  terbitnya fajar shadiq atau terbitnya matahari.” Adapun dalam istilah  syar’i, secara zahir malam itu berakhir dengan terbitnya fajar.  Berdasarkan hal ini kita mengetahui bahwa tengah malam itu diukur dari  tenggelamnya matahari sampai terbitnya fajar. Pertengahan waktu antara  keduanya itulah yang disebut tengah malam sebagai akhir waktu shalat  isya. Adapun setelah tengah malam ini bukanlah waktu pelaksanaan shalat  fardhu, tapi waktu untuk melaksanakan shalat sunnah/nafilah seperti  tahajjud. (Asy-Syarhul Mumti’ 2/115)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Apa yang Dimaksud dengan Syafaq?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ulama  berbeda pendapat tentang apa yang dimaksud dengan syafaq yang merupakan  tanda habisnya waktu maghrib dan masuknya waktu isya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Mayoritas  mereka berpendapat bahwa syafaq itu adalah warna kemerahan di langit  sebagaimana pendapat yang diriwayatkan dari ‘Umar ibnul Khaththab, ‘Ali  bin Abi Thalib, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah, ‘Ubadah ibnush  Shamit, dan Syaddad bin Aus g. Demikian pula pendapat Mak-hul dan Sufyan  Ats-Tsauri. Ibnul Mundzir menghikayatkan pendapat ini dari Ibnu Abi  Laila, Malik, Ats-Tsauri, Ahmad, Ishaq, Abu Yusuf, Muhammad bin  Al-Hasan, Abu Tsaur dan Dawud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Sebagian  lagi berpandangan syafaq adalah warna putih, seperti pendapat Abu  Hanifah, Zufar dan Al-Muzani. Diriwayatkan pula hal ini dari Mu’adz bin  Jabal radhiyallahu ‘anhu, ‘Umar bin Abdil Aziz, Al-Auza’i, dan dipilih  oleh Ibnul Mundzir. (Al-Majmu’ 3/44, 45, At-Tahdzib lil Baghawi, 2/10,  Asy-Syarhul Kabir lil Rafi’i 1/372, Nailul Authar 1/456)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Namun  yang rajih (kuat) adalah pendapat pertama, karena pemaknaan syafaq  dengan warna kemerahan di langit itulah yang dikenal di kalangan  orang-orang Arab, dan ini disebutkan dalam syair-syair mereka. Demikian  pula penjelasan yang diberikan oleh para ahli bahasa seperti Al-Azhari.  Ia berkata, “Syafaq menurut orang Arab adalah humrah (warna  kemerah-merahan di langit).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnu Faris berkata dalam Al-Mujmal: Al-Khalil berkata: &lt;em&gt;“Syafaq adalah humrah yang muncul sejak tenggelamnya matahari sampai waktu isya yang akhir.”&lt;/em&gt; (Al-Majmu’, 3/45)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Hafizh  Ibnu Katsir rahimahullahu ketika menafsirkan surat Al-Insyiqaq memilih  pendapat yang menyatakan bahwa yang dimaukan dengan syafaq adalah  humrah. Beliau menukilkan pendapat ini dari sejumlah besar ahlul ilmi.  (Tafsir Al-Qur`anil Azhim, 8/279)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Imam Ash-Shan’ani rahimahullahu berkata dalam Subulus Salam (2/31): “&lt;em&gt;Saya  katakan, ‘Pembahasan ini adalah pembahasan dari sisi bahasa. Yang  menjadi rujukan dalam hal ini tentunya ahli bahasa (Arab), sementara  Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma termasuk ahli bahasa dan orang Arab  (mengerti bahasa Arab) yang murni, maka ucapannya merupakan hujjah1,  walaupun ucapannya itu hukumnya mauquf.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  Al-Qamus disebutkan, syafaq adalah humrah di ufuk, dari tenggelamnya  matahari sampai isya dan mendekati isya atau mendekati ‘atamah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Disenangi Mengakhirkan Shalat Isya’&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyenangi mengakhirkan shalat isya,  sebagaimana diisyaratkan dalam beberapa hadits di atas, ditambah pula  hadits berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَعْتَمَ  رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعِشَاءِ حَتَّى  نَادَاهُ عُمَرُ: الصَّلاَةُ، نَامَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ. فَخَرَجَ  فَقَالَ: مَا يَنْتَظِرُهَا أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ غَيْرُكُمْ.  قَالَ: وَلاَ يُصَلَّى يَوْمَئِذٍ إِلاَّ بِالْمَدِيْنَةِ، وَكاَنُوْا  يُصَلُّوْنَ فِيْمَا بَيْنَ أَنْ يَغِيْبَ الشَّفَقُ إِلَى ثُلُثِ  اللَّيْلِ الْأَوَّلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Rasulullah  mengakhirkan shalat isya hingga malam sangat gelap sampai akhirnya Umar  menyeru beliau, “Shalat. Para wanita dan anak-anak telah tertidur2.”  Beliau akhirnya keluar seraya bersabda, “Tidak ada seorang pun dari  penduduk bumi yang menanti shalat ini kecuali kalian3.” Rawi berkata,  “Tidak dikerjakan shalat isya dengan cara berjamaah pada waktu itu  kecuali di Madinah. Nabi beserta para sahabatnya menunaikan shalat isya  tersebut pada waktu antara tenggelamnya syafaq sampai sepertiga malam  yang awal.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 569 dan Muslim no. 1441)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Juga hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَبْقَيْنَا  النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلاَةِ الْعَتَمَةِ،  فَأَخَّرَ حَتَّى ظَنَّ الظَّانُّ أَنَّهُ لَيْسَ بِخَارِجٍ، وَالْقَائِلُ  مِنَّا يَقُوْلُ: صَلَّى. فَإِنَّا لَكَذَلِكَ حَتَّى خَرَجَ النَّبِيُّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوْا لَهُ كَماَ قَالُوْا. فَقَالَ  لَهُمْ: أَعْتِمُوْا بِهَذِهِ الصَّلاَةِ، فَإِنَّكُمْ قَدْ فَضَّلْتُمْ  بِهَا عَلَى سَائِرِ الْأُمَمِ وَلَمْ تُصَلِّهَا أُمَّةٌ قَبْلَكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kami  menanti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam shalat isya (‘atamah),  ternyata beliau mengakhirkannya hingga seseorang menyangka beliau tidak  akan keluar (dari rumahnya). Seseorang di antara kami berkata, “Beliau  telah shalat.” Maka kami terus dalam keadaan demikian hingga Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar, lalu para sahabat pun menyampaikan  kepada beliau apa yang mereka ucapkan. Beliau bersabda kepada mereka,  “Kerjakanlah shalat isya ini di waktu malam yang sangat gelap (akhir  malam) karena sungguh kalian telah diberi keutamaan dengan shalat ini di  atas seluruh umat. Dan tidak ada satu umat sebelum kalian yang  mengerjakannya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Abu Dawud no. 421, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Abi Dawud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Namun  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengharuskan umatnya  untuk terus mengerjakannya di akhir waktu disebabkan adanya kesulitan.  Dalam pelaksanaan shalat isya berjamaah di masjid, beliau melihat jumlah  orang-orang yang berkumpul di masjid untuk shalat, sedikit atau banyak.  Sehingga terkadang beliau menyegerakan shalat isya dan terkadang  mengakhirkannya. Bila beliau melihat para makmum telah berkumpul di awal  waktu maka beliau mengerjakannya dengan segera. Namun bila belum  berkumpul beliau pun mengakhirkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Hal ini ditunjukkan dalam hadits Jabir radhiyallahu ‘anhuma, ia mengabarkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كَانَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ  بِالْهَاجِرَةِ وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ وَالْمَغْرِبَ إِذَا  وَجَبَتْ وَالْعِشَاءَ أَحْيَانًا يُؤَخِّرُهَا وَأَحْيَانًا يُعَجِّلُ،  كَانَ إِذَا رَآهُمْ قَدِ اجْتَمَعُوْا عَجَّلَ وَإِذَا رَآهُمْ  أَبْطَأُوْا أَخَّرَ …&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Adalah  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat zhuhur di waktu yang  sangat panas di tengah hari, shalat ashar dalam keadaan matahari masih  putih bersih, shalat maghrib saat matahari telah tenggelam dan shalat  isya terkadang beliau mengakhirkannya, terkadang pula menyegerakannya.  Apabila beliau melihat mereka (para sahabatnya/jamaah isya) telah  berkumpul (di masjid) beliau pun menyegerakan pelaksanaan shalat isya,  namun bila beliau melihat mereka terlambat berkumpulnya, beliau pun  mengakhirkannya….” &lt;/em&gt;(HR. Al-Bukhari no. 565 dan Muslim no. 1458)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Yang  afdhal/utama bagi para wanita yang shalat di rumah-rumah mereka adalah  mengakhirkan pelaksanaan shalat isya, jika memang hal itu mudah  dilakukan.&lt;/em&gt;” (Asy-Syarhul Mumti’ 2/116)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Bila ada yang bertanya, “&lt;em&gt;Manakah  yang lebih utama, mengakhirkan shalat isya sendirian atau  melaksanakannya secara berjamaah walaupun di awal waktu?” Jawabannya,  kata Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu, adalah  shalat bersama jamaah lebih utama. Karena hukum berjamaah ini wajib  (bagi lelaki), sementara mengakhirkan shalat isya hukumnya mustahab.  Jadi tidak mungkin mengutamakan yang mustahab daripada yang wajib&lt;/em&gt;. (Asy-Syarhul Mumti’ 2/116, 117)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Keutamaan Menanti Pelaksanaan Shalat Isya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Siapa  yang menanti ditegakkannya shalat isya secara berjamaah bersama imam,  maka ia terhitung dalam keadaan shalat selama masa penantian tersebut.  Hal ini dinyatakan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang  telah lewat penyebutannya di atas:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَخَّرَ  النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الْعِشَاءِ إِلَى  نِصْفِ اللَّيْلِ ثُمَّ صَلَّى ثُمَّ قَالَ: قَدْ صَلَّى النَّاسُ  وَنَامُوْا، أَمَّا إِنَّكُمْ فِي صَلاَةٍ مَا انْتَظَرْتُمُوْهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhirkan shalat isya sampai  pertengahan malam kemudian beliau shalat, lalu berkata, “Sungguh manusia  telah shalat dan mereka telah tidur, adapun kalian terhitung dalam  keadaan shalat selama kalian menanti waktu pelaksanaan shalat.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 572 dan Muslim no. 1446)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Dibenci Tidur Sebelum Isya dan Berbincang Setelahnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya dan  berbincang-bincang setelahnya. Dalam hal ini Abu Barzah Al-Aslami  radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كَانَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ أَنْ  يُؤَخِّرَ الْعِشَاءَ، وَكَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَهَا وَالْحَدِيْثَ  بَعْدَهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Adalah  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyenangi mengakhirkan shalat  isya. Dan beliau membenci tidur sebelum shalat isya dan berbincang  -bincang setelahnya.”&lt;/em&gt; (HR. Ibnu Majah no. 701, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan Ibni Majah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;جَدَبَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّمَرَ بَعْدَ الْعِشَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kami dari berbincang-bincang setelah isya.”&lt;/em&gt; (HR. Ahmad 1/388-389, 410, Ibnu Majah no. 703, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 2435)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;At- Tirmidzi rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Kebanyakan  ahlul ilmi membenci tidur sebelum shalat isya dan ngobrol setelahnya.  Sebagian mereka memberi keringanan dalam hal ini. Abdullah ibnul Mubarak  rahimahullahu berkata, ‘Kebanyakan hadits menunjukkan makruhnya’.”&lt;/em&gt; (Sunan At-Tirmidzi, 1/110)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Larangan  tidur sebelum isya ini ditujukan kepada orang yang dengan sengaja  melakukannya. Adapun orang yang tidak kuasa menahan kantuknya sehingga  jatuh tertidur, maka diberikan pengecualian. Hal ini ditunjukkan dalam  hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas dalam pembahasan disenanginya  mengakhirkan shalat isya, tentang tertidurnya para wanita dan anak-anak  yang ikut menanti shalat isya berjamaah di masjid, sementara Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkari tidur mereka. (Fathul  Bari, 2/66)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Demikian pula hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;أَنَّ  رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شُغِلَ عَنْهَا لَيْلَةً،  فَأَخَّرَهَا حَتَّى رَقَدْنَا فِي الْمَسْجِدِ ثُمَّ اسْتَيْقَظْنَا  ثُمَّ رَقَدْنَا ثُمَّ اسْتَيْقَظْنَا ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ  صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ: لَيْسَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِ  الْأَرْضِ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ غَيْرُكُمْ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ لاَ  يُبَالِي أَقَدَّمَهَا أَوْ أَخََّرَهَا، إِذَا كَانَ لاَ يَخْشَى أَنْ  يَغْلِبَهَا النَّوْمُ عَنْ وَقْتِهَا وَكَانَ يَرْقُدُ قَبْلَهَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Suatu  malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersibukkan dari  mengerjakan shalat isya di awal waktu, maka beliau mengakhirkannya  hingga kami tertidur di masjid kemudian kami terbangun, lalu kami tidur  lagi kemudian terbangun. Lalu keluarlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa  sallam menemui kami, kemudian beliau bersabda: “Tidak ada seorang pun  dari penduduk bumi yang menanti shalat ini selain kalian.” Adalah Ibnu  Umar tidak memedulikan apakah ia mendahulukan atau mengakhirkannya,  apabila ia tidak khawatir tertidur pulas/nyenyak dari mengerjakannya  pada waktunya. Adalah Ibnu Umar tidur sebelum shalat isya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (HR. Al-Bukhari no. 570)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  riwayat Abdurrazzaq, dari Ma’mar, dari Ayyub, dari Nafi’, disebutkan  bahwa terkadang Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma tertidur sebelum  mengerjakan shalat isya dan beliau memerintahkan orang untuk  membangunkannya. (Fathul Bari, 2/68)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnul ‘Arabi berkata, &lt;em&gt;“Tidur  sebelum shalat isya ini boleh bagi orang yang yakin bahwa ia biasanya  terbangun sebelum habisnya waktu shalat isya atau bersamanya ada orang  yang akan membangunkannya.”&lt;/em&gt; (Nailul Authar, 1/461)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Adapun  tentang berbincang-bincang setelah shalat isya, maka yang dimaksudkan  adalah obrolan yang sebenarnya mubah bila dilakukan di selain waktu ini.  Bila suatu obrolan makruh diperbincangkan pada waktu lain selain  setelah isya, tentunya lebih sangat lagi dimakruhkan bila dilakukan  setelah isya. Sementara perbincangan yang memang dibutuhkan maka  tidaklah dimakruhkan dilakukan setelah isya. Demikian pula berbicara  tentang perkara kebaikan seperti membaca hadits Rasulullah Shallallahu  ‘alaihi wa sallam, diskusi ilmu, cerita tentang orang-orang shalih,  berbincang dengan istri, tamu, dan semisalnya. (Al-Majmu’ 3/44, Syarhu  Muntaha Al-Iradat 1/135)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata, “&lt;em&gt;Yang  zahir dari sejumlah hadits yang datang dalam bab ini adalah dibencinya  berbincang dan begadang (setelah shalat isya), kecuali dalam perkara  mengandung kebaikan bagi orang yang berbicara atau kebaikan bagi kaum  muslimin&lt;/em&gt;.” (Ats-Tsamarul Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, 1/75)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span&gt; beberapa hadits yang menunjukkan pengecualian dari kemakruhan tersebut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;1. Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengabarkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;كَانَ  رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْمُرُ مَعَ أَبِي  بَكْرٍ فِي الْأَمْرِ مِنْ أََمْرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَنَا مَعَهُمَا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Adalah  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berbincang-bincang (setelah  shalat isya) bersama Abu Bakr dalam satu perkara kaum muslimin, dan aku  bersama keduanya.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; (Diriwayatkan At-Tirmidzi no. 169, dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;2. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;رَقَدْتُ  فِي بَيْتِ مَيْمُوْنَةَ لَيْلَةً كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ عِنْدَهَا لِأَنْظُرَ كَيْفَ صَلاَةُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّيْلِ، قَالَ: فَتَحَدَّثَ النَّبِيُ صَلَّى  اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ أَهْلِهِ سَاعَةً ثُمَّ رَقَدَ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Aku  pernah tidur di rumah Maimunah (istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa  sallam, bibi Ibnu ‘Abbas, pent.) pada suatu malam sementara Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada (giliran bermalam, pent.) di rumah  Maimunah. Aku sengaja bermalam untuk melihat bagaimana cara shalat Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam di waktu malam. Kata Ibnu Abbas, “(Setelah  shalat isya, pent.) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  berbincang-bincang dengan istrinya beberapa saat kemudian beliau tidur.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;3.  Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa Usaid bin Hudhair  dan seorang laki-laki lain dari Anshar berbincang-bincang di sisi  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam untuk suatu  urusan mereka berdua, hingga berlalu sesaat dari waktu malam. Sementara  malam itu sangatlah gelap. Keduanya kemudian keluar dari sisi Nabi  Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pulang ke tempat mereka dan di  tangan masing-masingnya ada tongkat. Maka tongkat salah satu dari  keduanya bercahaya menerangi keduanya, hingga mereka berjalan dalam  cahaya tongkat tersebut. Hingga ketika keduanya berpisah, menempuh jalan  berbeda, tongkat yang satunya (yang semula tidak mengeluarkan cahaya,  pent.) juga bercahaya. Maka masing-masing pun berjalan dalam cahaya  tongkatnya hingga tiba di tempat keluarganya. (Diriwayatkan Ibnu Nashr  dari Abdurrazzaq, kata Al-Imam Albani rahimahullahu, “Sanadnya shahih di  atas syarat sittah.” Ats-Tsamarul Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab,  1/76)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;4.  Abu Sa’id, maula Anshar berkata, “Adalah Umar tidak membiarkan adanya  orang yang berbicara setelah shalat isya. Beliau berkata, ‘Kembalilah  kalian (jangan terus ngobrol setelah shalat isya. pent.), mudah-mudahan  Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi rizki kepada kalian dengan kalian bisa  mengerjakan satu shalat, atau kalian bisa tahajjud.’ Lalu ‘Umar sampai  ke tempat kami. Ketika itu aku sedang duduk bersama Ibnu Mas’ud, Ubai  bin Ka’b dan Abu Dzar. Umar bertanya, ‘Untuk apa kalian duduk di sini?’  Kami menjawab, ‘Kami ingin berdzikir kepada Allah.’ ‘Umar pun ikut duduk  bersama mereka. (Diriwayatkan oleh Ath-Thahawi 2/391, Ats-Tsamarul  Mustathab fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, 1/77)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Dibencinya Menamakan Isya dengan ‘Atamah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;لاَ  تَغْلِبَنَّكُمُ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلاَتِكُمُ الْعِشَاءِ،  فَإِنَّهَا فِي كِتَابِ اللهِ الْعِشَاءُ وَإِنَّهَا تُعْتِمُ بِحِلاَبِ  الْإِبِلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Jangan  sekali-kali orang-orang A’rab (Badui) mengalahkan kalian dalam penamaan  shalat isya kalian ini, karena shalat ini dalam kitabullah disebut  isya5 dan ia diakhirkan saat diperahnya unta&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim no. 1454)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam riwayat Ahmad disebutkan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;إِنَّمَا يَدْعُوْنَهَا الْعَتَمَةَ لِإِعْتَامِهِمْ بِالْإِبِلِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“(Orang-orang  A’rab) menyebut isya dengan atamah, karena mereka mengakhirkan  pemerahan unta sampai malam sangat gelap (dan di saat itulah  dilaksanakan shalat isya, pent.).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;” (Kata Al-Imam Albani rahimahullahu: “Sanadnya shahih di atas syarat Muslim.” Ats-Tsamarul Mustathab, 1/77)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Namun  bila sekali-sekali maka boleh dipakai istilah shalat ‘atamah, karena  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadits  yang terdapat dalam Ash-Shahihain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الصُّبْحِ وَالْعَتَمَةِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;“&lt;em&gt;Seandainya  mereka mengetahui keutamaan/pahala yang didapatkan dalam shalat subuh  dan atamah (secara berjamaah di masjid, pent.) niscaya mereka akan  mendatanginya walaupun dengan merangkak.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Ibnul  Qayyim rahimahullahu berkata, “Ada yang mengatakan bahwa hadits ini  sebagai nasikh (penghapus) hadits yang melarang penamaan isya dengan  ‘atamah. Adapula yang mengatakan sebaliknya. Namun yang benar adalah apa  yang menyelisih dua pendapat ini, karena tidak diketahuinya tarikh. Dan  sebenarnya tidak ada pertentangan di antara kedua hadits ini. Dengan  demikian, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melarang penamaan  isya dengan ‘atamah secara mutlak. Namun beliau hanya melarang bila  sampai nama yang syar’i, yaitu isya, sampai ditinggalkan. Karena isya  adalah nama yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam Al-Qur`an,  sementara nama ‘atamah telah mengalahkannya. Apabila shalat ini  dinamakan isya namun terkadang ia disebut ‘atamah maka tidaklah apa-apa.  Wallahu a’lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Dalam  hadits ini ada penjagaan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  terhadap nama-nama yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan terhadap  ibadah-ibadah yang ada. Sehingga nama tersebut tidak ditinggalkan, lalu  nama yang tidak dari Allah Subhanahu wa Ta’ala justru diutamakan,  sebagaimana yang dilakukan orang-orang belakangan. Di mana mereka  meninggalkan lafadz-lafadz nash dan lebih mengutamakan/mengedepankan  istilah-istilah yang baru. Karena hal ini, terjadilah kerusakan yang  Allah Subhanahu wa Ta’ala sajalah yang mengetahuinya.” (Zadul Ma’ad,  2/9)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;1  Karena didapatkan riwayat mauquf dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma,  beliau memaknakan syafaq dengan humrah, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dan  Ad-Daraquthni.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;2  Wanita dan anak-anak yang ikut menanti shalat isya di masjid. ‘Umar  menyeru demikian karena menyangka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  mengakhirkan shalat isya karena lupa. (Al-Minhaj, 5/139)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;3 Dalam riwayat Muslim diterangkan bahwa hal itu terjadi sebelum tersebarnya Islam di tengah manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;4  Ada yang mengatakan bahwa hikmah pelarangan berbincang setelah shalat  isya adalah agar jangan sampai hal itu menjadi sebab seseorang  meninggalkan qiyamul lail (shalat malam), atau ia tenggelam dalam  obrolan kemudian tertidur pulas setelahnya hingga habis waktu shalat  subuh. (Al-Majmu’ 3/44, Fathul Bari, 2/66)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span&gt;5 Yaitu dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah An-Nur ayat 58:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-2201271700148875199?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/2201271700148875199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=2201271700148875199' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2201271700148875199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2201271700148875199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/07/waktu-waktu-sholat.html' title='Waktu Waktu Sholat'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-_OBEvkZw-Sc/TizEJxZEbgI/AAAAAAAAAsc/jdqyMhZPy04/s72-c/sholat111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-6342907119318651283</id><published>2011-06-09T20:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T20:53:55.811-07:00</updated><title type='text'>Fiqhut Thaharah: Tayamum</title><content type='html'>&lt;div class="dd_content_wrap" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Ta’rif&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="wp-caption alignright" id="attachment_9216" style="width: 260px;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/tayamum.jpg?68744" rel="shadowbox[post-9213];player=img;" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;" title="tayamum"&gt;&lt;img alt="" class="size-medium wp-image-9216" height="205" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/tayamum-250x205.jpg" title="tayamum" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ilustrasi (inet)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Tayamum adalah menggunakan tanah yang suci dengan cara tertentu disertai niat untuk kebolehan shalat. Firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;وَإِن  كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ  الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً  فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ  وَأَيْدِيكُمْ&amp;nbsp;ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا ﴿٤٣﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Dan  jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari tempat  buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak  mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci);  sapulah mukamu dan tanganmu. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.”&lt;/em&gt; (QS. An-Nisa: 43).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tayamum dapat menggantikan wudhu dan mandi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Sebab Kebolehan Tayamum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebab utama diperbolehkan tayamum adalah karena ketiadaan air, seperti dalam firman Allah, &lt;em&gt;“… kemudian kamu tidak mendapat air&lt;/em&gt;…&lt;em&gt;“&lt;/em&gt; (An-Nisa: 43)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketiadaan air itu bisa &lt;em&gt;hakiki&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;hukmi&lt;/em&gt;, dan masing-masing memiliki kondisi yang sangat beragam, kami ringkas berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a. Ketiadaan &lt;em&gt;hakiki&lt;/em&gt;:  yaitu dengan tidak ditemukan air setelah melakukan pencarian baik  dilakukan oleh musafir yang jauh ari perkampungan sejauh satu mil, atau  di perkampungan yang tidak ada air. Kewajiban awalnya adalah mencari  air, jika ada yang dekat,&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;  atau dugaan kuat ada air di suatu tempat. Demikianlah pendapat mazhab  Hanafi. Sedang menurut mazhab Syafi’i dan Hambali kewajiban mencari itu  berlaku jika yakin ada air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atau mendapatkan air yang tidak cukup  untuk bersuci, atau lebih dibutuhkan untuk minum sendiri atau minum  makhluk lain, manusia atau hewan, atau lebih dibutuhkan untuk makan.  Imam Ahmad berkata: Beberapa orang sahabat melakukan tayamum dan  menyimpan air untuk minumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b. Ketiadaan &lt;em&gt;Hukmi&lt;/em&gt;: yaitu  keberadaan air yang cukup tetapi ia tidak dapat menggunakannya karena  sakit dan menambah sakitnya atau memperlambat kesembuhannya. Atau karena  air sangat dingin yang membahayakan manusia jika memakainya dan tidak  mampu menghangatkannya. Sahabat Amr bin Ash RA shalat Subuh dengan  tayamum karena takut celaka jika mandi dengan air dingin dalam perang  Dzatussalasil, dan Rasulullah mengiyakannya. (Ahmad, Abu Dawud, dan  dishahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban, Al-Bukhari memberikan catatan  hadits ini, Al-Mundziri menilainya hadits Hasan, dan Al-Hafizh Ibnu  Hajar menguatkannya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atau air berada di dekat, tetapi tidak dapat mengambilnya karena ada musuh atau tidak ada alat untuk mengeluarkannya dari sumur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c.  Kehabisan waktu. Jika seseorang merasa takut kehabisan waktu shalat  jika menggunakan air, dan cukup waktu jika tayamum lalu shalat, maka  tidak wajib mengulang menurut mazhab Maliki, wajib mengulang menurut  mazhab Hanafi. Tidak boleh tayamum meskipun kehabisan waktu menurut  mazhab Hambali dan Syafi’i.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Tanah Sebagai Alat&amp;nbsp; Tayamum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tanah  yang digunakan adalah yang berada di permukaan bumi. Dari itulah  diperbolehkan bertayamum dengan debu dan seluruh benda suci sejenisnya  yang ada di muka bumi seperti pasir, batu, semen, dan kapur. Tetapi  menurut mazhab Syafi’i, tayamum hanya diperbolehkan dengan debu atau  pasir yang mengandung debu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;4. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Cara Tayamum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang  yang hendak bertayamum berniat dahulu, kemudian membaca basmalah, lalu  menepukkan telapak tangannya ke atas tanah yang suci dengan sekali atau  dua kali tepukan, kemudian diangkat tangannya dan ditiup sehingga tidak  ada debu yang membekas di tangan, kemudian mengusapkan dua tangan itu ke  muka dan dua telapak tangannya sampai ke pergelangan, seperti yang  disebutkan dalam hadits Ammar bin Yasir RA berkata,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="arabic"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;بَعَثَنِي  رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ  فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِد الْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ كَمَا  تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ  هَكَذَا فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الْأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا  ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ  بِكَفِّهِ ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah saw  mengutusku dalam satu hajat, lalu saya junub dan tidak menemukan air  untuk mandi, kemudian saya berguling-guling di tanah seperti hewan. Dan  ketika saya bertemu Nabi saya ceritakan peristiwa itu. Lalu Nabi  bersabda, ‘Sebenarnya kamu cukup dengan memukulkan kedua tanganmu ke  tanah dengan sekali pukulan, kemudian tangan kiri mengusap yang kanan  dan punggung telapak tangan dan wajahnya.”&lt;/em&gt; (Muttafaq Alaih).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Demikianlah  mazhab Hambali dan Maliki. Sedangkan dalam mazhab Hanafi dan Syafi’i,  mereka berpendapat pengusapan tangan harus sampai ke dua siku. Mereka  berpegang dengan beberapa hadits dhaif yang tidak sampai menandingi  hadits Ammar di atas. Imam Nawawi, penulis kitab &lt;em&gt;Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab&lt;/em&gt;, dan Ash Shan’ani penulis kitab &lt;em&gt;Subulussalam&lt;/em&gt;, mentarjih/menguatkan pendapat pertama, padahal keduanya bermazhab Syafi’i&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Hal-Hal Yang Diperbolehkan Dengan Tayamum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tayamum  adalah pengganti wudhu dan mandi, maka dengan tayamum itu diperbolehkan  apa saja yang diperbolehkan oleh keduanya, seperti: Shalat, thawaf, dan  memegang mushaf. Mazhab Hanafi berpendapat bahwa orang yang bertayamum  dapat shalat dengan tayamumnya itu berapa saja shalat fardhu maupun  sunnah yang dia mau, sehingga hilang penyebab pembolehan tayamum.  Sedangkan menurut mazhab Syafi’i tayamum hanya bisa dipakai untuk sekali  shalat fardhu dan shalat sunnah tidak terbatas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Hal-Hal Yang Membatalkan Tayamum&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Segala  yang membatalkan wudhu, membatalkan tayamum. Tayamum batal jika hilang  penyebab pembolehan, seperti sudah mendapati air atau sudah mampu  menggunakan air. Akan tetapi jika sudah shalat dengan tayamum kemudian  menemukan air maka ia tidak wajib mengulanginya&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt;. Sedangkan orang yang tayamum karena junub maka ia harus mandi ketika sudah menemukan air.&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr size="1" style="margin-left: 0px; margin-right: 0px;" /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Catatan Kaki:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Keberadaan air dianggap jauh ketika berjarak lebih dari satu mil (1847 m) menurut mazhab Hanafi, atau setengah &lt;em&gt;farsakh&lt;/em&gt; sekitar satu setengah&amp;nbsp; mil menurut mazhab Syafi’i (2771 m) atau dua mil&amp;nbsp; menurut mazhab Maliki (3694 m)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt;  Menurut mazhab Maliki dan Syafi’i karena hadits Rasulullah saw.  terhadap orang yang tidak mengulang shalat setelah menemukan air: &lt;em&gt;“Kamu sesuai dengan sunnah dan shalatmu sudah boleh”&lt;/em&gt; (Abu Dawud dan An Nasa’i).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/2010/10/9213/fiqhut-thaharah-tayamum/#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Karena hadits Imran RA berkata, &lt;em&gt;“Rasulullah  saw. shalat bersama dengan kaum muslimin. Ketika usai shalat, tiba-tiba  ada seorang laki-laki yang menyendiri dan tidak ikut shalat bersama  kaum muslimin. Nabi menegurnya: Mengapa kamu tidak shalat bersama kaum  muslimin? Orang itu menjawab: Saya junub dan tidak ada air. Sabda Nabi:  Kamu bisa gunakan tanah, itu cukup. Kemudian Imran menyebutkan bahwa  setelah mereka menemukan air, Rasulullah memberikan air kepada orang  yang junub tadi dengan mengatakan,’ bawalah dan gunakan mandi.”&lt;/em&gt; (Al-Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-6342907119318651283?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/6342907119318651283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=6342907119318651283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6342907119318651283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6342907119318651283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/06/fiqhut-thaharah-tayamum.html' title='Fiqhut Thaharah: Tayamum'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2137478959643956571</id><published>2011-06-09T20:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T20:28:19.717-07:00</updated><title type='text'>Menyayangi Anak dan Menciuminya</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; ـ&amp;nbsp;&amp;nbsp; عن أنس بن مالك ـ رضي الله عنه ـ قال : أََخَذَ  النَبٍي ـ صلى الله عليه وسلم ـ إبراهيم ، فَقَبَّلَهُ وشمَّهُ&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;رواه  البخاري..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Dari Anas bin Malik RA berkata: Rasulullah saw menggendong Ibrahim dan menciuminya. (HR. Al Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-rP9mE_0pkXs/TfGPOUN2mGI/AAAAAAAAAsI/qwySDHGmef0/s1600/cium-anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="262" src="http://1.bp.blogspot.com/-rP9mE_0pkXs/TfGPOUN2mGI/AAAAAAAAAsI/qwySDHGmef0/s320/cium-anak.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Al Baththal berkata:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;يَجوزُ  تَقْبِيلَ الوَلَدِ الصغيرِ في كلِّ عَضُّو مِنْهُ ،وكذا الكبيرُ عند  أكْثَرُِ العُلَماءِ ، مَالَ لَمْ يَكُنْ عَوْرِةُ ، فلا تُقَبِِلُ عورة  الوَلَدِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diperbolehkan mencium anak kecil, di  semua anggota badannya. Demikian juga orang dewasa –menurut mayoritas  ulama-, kecuali auratnya. Maka tidak boleh hukumnya mencium aurat anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;أخذ النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ إبراهيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah mengambil anaknya –Ibrahim- dari ibunya Mariyah Al Qibthiyah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="arabic"&gt;فَقَبَّلَه &lt;/span&gt;Mencium dengan mulutnya,&lt;span class="arabic"&gt; وَشَمَّهُ &lt;/span&gt;mencium dengan hidungnya, sepertinya ia adalah&lt;span class="arabic"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ُ رِيحانَة&lt;/span&gt;:&amp;nbsp; pengharumnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak-anak  itu diciumi serasa parfum – sepertinya. Rasulullah saw menerangkan dua  cucunya Al Hasan dan Al Husain, dua putra Fatimah dengan kalimat:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="arabic"&gt;هما ريحانتاي من الدنيا&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Keduanya adalah keharumanku di dunia. (HR Al Bukhari dari Ibnu Umar RA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalimat, &lt;span class="arabic"&gt;ريحانتاي من الدنيا &lt;/span&gt;berarti bagian parfum duniawiku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah ciuman yang Rasulullah saw lakukan kepada cucunya, menunjukkan cinta dan kasih sayangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hadits ini menunjukkan cinta anak dan menciumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2  ـ&amp;nbsp;&amp;nbsp; عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه ـ قال : قبل رسول الله ـ صلى الله عليه  وسلم ـ الحسن بن عليّ ، وعنده ـ الأقرع بن حابس التميمي ، جالساً ، فقال  الأقرع : إن لي عشرة من الولد ما قبلت منهم أحداً ، فنظر إليه رسول الله ـ  صلى الله عليه وسلم ـ ، ثم قال : ” من لا يرحم لا يرحم “&amp;nbsp; .رواه البخاري .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari Abu Hurairah RA berkata: &lt;em&gt;Rasulullah  saw menciumi Al Hasan bin Ali, di hadapan Al Aqra’ bin Habis At Tamimiy  yang sedang duduk. Lalu Al Aqra’ berkata: Sesungguhnya aku memiliki  sepuluh anak, dan aku belum pernah menciumi seorang pun. Lalu Rasulullah  saw memandanginya dan bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi  maka tidak akan disayangi”&lt;/em&gt; (HR. Al Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah saw mencium Al Hasan bin Ali RA Putra Fathimah RA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al Hasan lahir pada tahun 2 (dua) Hijriyah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika  itu Al Aqra’bin Habis At Tamimiy sedang duduk berada di hadapan  Rasulullah saw. Ia seorang muallaf, sehingga Islamnya menjadi baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah saw melihatnya dengan pandangan yang kurang menyenangkan karena ia tidak pernah mencium anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian  Rasulullah saw bersabda, untuk merubah sikapnya terhadap anak-anaknya,  sehingga anaknya merasakan kasih sayangnya dengan menciuminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="arabic"&gt;من لا يرحم لا يرحم &lt;/span&gt;Barang siapa yang tidak menyayangi maka ia tidak disayangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="arabic"&gt;من لا يرحم لا يرحم &lt;/span&gt;Huruf  ya pertama di baca fathah dan ya’ kedua dibaca dhammah. Boleh juga  kedua ya’ dibaca rafa’ (huruf mim dibaca dhammah) dengan menstatuskan  kata&amp;nbsp; “Man” sebagai isim Maushul. Atau keduanya dibaca jazm (mim dibaca  sukun/mati) dan kata Man berstatus syarat. Namun pada umumnya para rawi  membacanya dengan rafa’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jawaban Rasulullah kepada Al Aqra  menunjukkan bahwa mencium anak itu bertujuan untuk menunjukkan kasih  sayang dan perhatian, bukan kelezatan atau syahwat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kata “&lt;em&gt;rahmat&lt;/em&gt;”  kasih sayang dari sesama makhluk adalah kelembutan hati yang membuat  seseorang memuliakan,&amp;nbsp; dan ihsan (berbuat baik). Rahmat dari sesama  makhluk adalah termasuk dalam amal shalih, sedangkan rahmat dari Allah  swt adalah balasan atas amal shalih yang dilakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesungguhnya  orang yang berfikir dan bersemangat untuk membuat kebaikan pada dirinya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;sendiri akan berusaha agar rasa kasih sayang itu menjadi akhlaq dan  kepribadiannya, agar mendapatkan rahmat Allah dan kasih sayang sesama  manusia. Barang siapa yang menyayangi ia akan disayangi, dan sebaliknya;  barang siapa yang tidak menyayangi maka tidak disayangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari hadits di atas dapat disimpulkan antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Masyru’iyyah&lt;/em&gt; (disyariatkannya) mencium      anak, dan hal ini adalah sunnah Nabi yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang       yang tidak menyayangi sesama manusia dan makhluk hidup lainnya  akan      terhalang dari rahmat Allah, dan kasih sayang sesama manusia.  Karena      balasan itu serupa dengan amalnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Orang      yang  menyayangi orang lain mendapatkan keberuntungan rahmat Allah dan       kasih sayang sesama manusia yang akan menjadi penolong di kala sempit  dan      pembela pada saat yang dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-2137478959643956571?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/2137478959643956571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=2137478959643956571' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2137478959643956571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2137478959643956571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/06/menyayangi-anak-dan-menciuminya.html' title='Menyayangi Anak dan Menciuminya'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-rP9mE_0pkXs/TfGPOUN2mGI/AAAAAAAAAsI/qwySDHGmef0/s72-c/cium-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2985066120949757945</id><published>2011-06-09T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T19:45:24.665-07:00</updated><title type='text'>Tafsir Surat Al Kafirun</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Oqjf7Bg6nrU/TfGFKtG-C5I/AAAAAAAAAsA/n_Qxpg2WJFI/s1600/Al-Kafirun.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="294" src="http://2.bp.blogspot.com/-Oqjf7Bg6nrU/TfGFKtG-C5I/AAAAAAAAAsA/n_Qxpg2WJFI/s320/Al-Kafirun.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Surat Al-Kaafiruun  merupakan surat Makkiyah yang terdiri dari enam ayat. Surat ini memutus  keinginan orang-orang kafir dan menjelaskan perbedaan antara ibadah  mereka dan ibadah Nabi SAW yang lebih luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;قُلْ  يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا  أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ  ﴿٤﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ  دِينِ ﴿ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;٦&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;)٦&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Artinya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;1.&amp;nbsp; Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;2.&amp;nbsp; Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;3.&amp;nbsp; Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;4.&amp;nbsp; Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;5.&amp;nbsp; Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;6.&amp;nbsp; Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan  bahwa setelah para pemimpin Quraisyberputus asa menghadapi Nabi, mereka  mendatangi beliau. Mereka melihat adanya kebaikan dalam dakwah beliau  namun mereka enggan mengikutinya karena kecintaan mereka bertaqlid buta.  Mereka berkata, “Marilah, kami menyembah Tuhanmu untuk suatu masa dan  kamu menyembah Tuhan kami untuk suatu masa. Dengan demikian ada  perdamaian di antara kita dan permusuhan lenyap. Jika pada ibadah kami  ada kebenaran Anda bisa mengambil sebagian dan jika pada ibadahmu ada  kebenaran kami mengambilnya. Maka surat ini turun untuk membantah mereka  dan memupus harapan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Syarah:&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ya  Muhammad, katakan kepada orang-orang kafir yang tidak ada kebaikannya  sedikit pun pada mereka dan tidak ada harapan untuk beriman. Katakan  kepada mereka, aku tidak menyembah apa yang kalian sembah. Sebab kalian  menyembah tuhan-tuhan yang kalian jadikan sebagai perantara kepada Allah  yang Esa lagi Maha Perkasa. Kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian  kira terwujud dalam bentuk patung atau berhala. Sedangkan aku menyembah  Tuhan yang Esa, Satu, Tunggal, Tempat bergantung yang tidak perlu istri  dan anak, tiada yang menyamai dan tiada pesaing. Tidak terwujud dalam  fisik atau pribadi seseorang. Tidak membutuhkan perantara dan tidak ada  yang mendekati-Nya melalui makhluk. Sarana yang mendekatkan seseorang  kepada-Nya hanyalah ibadah. Jadi, antara apa yang aku sembah dan kalian  sembah sangat berbeda. Maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah  dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hai orang-orang  kafir yang mantap dengan kekafiran. Aku tidak menggunakan cara ibadah  kalian dan kalian tidak menggunakan cara ibadahku. Ayat 2 dan 3  menunjukkan perbedaan antar kedua Tuhan yang disembah. Nabi menyembah  Allah sedangkan mereka menyembah patung dan berhala berikut perantara  lainnya. Sementara ayat 4 dan 5 menunjukkan perbedaan ungkapan. Ibadah  Nabi itu murni dan tidak terkontaminasi oleh kesyirikan serta jauh dari  ketidaktahuan tentang Tuhan yang disembah itu. Ibadah kalian penuh  dengan kesyirikan juga tawasul tanpa usaha. Bagaimana mungkin kedua  jenis ibadah ini bisa bertemu. Sebagian ulama berkata, membantah  pengulangan pada surat ini. Pengertiannya, aku tidak menyembah apa yang  kalian di masa lalu demikian pula kalian, tidak menyembah apa yang aku  sembah. Jelas dan akhirnya sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagi kalian agama kalian termasuk  dosanya kalian tanggung sendiri dan bagi kami agama kami, aku  bertanggung jawab terhadap memikul bebannya. Kedua ungkapan untuk  menguatkan ungkapan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-2985066120949757945?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/2985066120949757945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=2985066120949757945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2985066120949757945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/2985066120949757945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/06/tafsir-surat-al-kafirun.html' title='Tafsir Surat Al Kafirun'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Oqjf7Bg6nrU/TfGFKtG-C5I/AAAAAAAAAsA/n_Qxpg2WJFI/s72-c/Al-Kafirun.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-7740150126004349164</id><published>2011-06-09T18:39:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T18:39:44.382-07:00</updated><title type='text'>Mengembalikan "Fithrah" Peran Perempuan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Eramuslim &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penulis: Ummu Arik (Aliya), Ibu rumah tangga, alumnus Universitas Padjadjaran Bandung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Melihat wanita menjadi sopir kendaraan umum busway misalnya, bukanlah  pemandangan yang aneh. Jangan heran juga jika ada ibu-ibu mengayuh  becak di sekitar anda. Pekerjaan-pekerjaan berat (baca: pekerjaan  lelaki) tersebut tidak canggung dilakoni oleh wanita saat ini. Kebutuhan  ekonomi yang mendesak dan ide pemberdayaan ekonomi perempuan  yang  didengung-dengungkan oleh kaum feminis telah menyihir wanita-wanita  Indonesia untuk terjun langsung di sektor ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan dalih pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya akan memberi  keuntungan, tetapi juga memberi solusi dari persoalan keluarga termasuk  masalah perekonomian negara, maka dicanangkanlah program pemberdayaan  perempuan berdasarkan Instruksi Presiden RI No.9 Tahun 2000 Tentang  Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional Tanggal 19 Desember  2000.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Benarkah dengan pemberdayaan ekonomi perempuan ini bisa memperbaiki  ekonomi keluarga-keluarga Indonesia yang notabene hampir 50% nya ini  berada dalam kemiskinan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program pemberdayaaan ekonomi perempuan tersebut  telah menggeser  peran perempuan sebagai ibu menjadi ‘kepala’ rumah tangga yang harus  menafkahi keluarga. Hal ini  terjadi lantaran diterapkannya sistem  kapitalisme yang secara nyata menunjukkan perlakukan keji terhadap  perempuan karena menilai perempuan sebagai komoditi yang layak  dieksploitasi demi mendatangkan materi. Kapitalisme juga mengukur  partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa hanya dari kontribusi  materi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Program-program pemberdayaan ekonomi perempuan yang digencarkan oleh  pemerintah, hanya bersifat parsial dan tidak menyentuh akar permasalahan  mengenai kemiskinan.  Padahal kemiskinan merupakan persoalan seluruh  lapisan masyarakat, bukan hanya persoalan perempuan. Terlebih lagi  penyebab kemiskinan saat ini, sifatnya struktural akibat diterapkannya  sistem kapitalis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu apa hasil yang sudah dirasakan oleh bangsa ini dengan  dilakukannya program pemberdayaan ekonomi perempuan? Apakah sesuai  dengan harapan ataukah sebaliknya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ide pemberdayaan perempuan telah menambah tingkat perceraian akibat  ketimpangan ekonomi keluarga, rusaknya generasi akibat rendahnya  perhatian orang tua khususnya ibu, meningkatnya single parent dan  rendahnya keinginan untuk menikah karena ingin menjadi wanita karir atau  TKW.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Mengembalikan Peran Perempuan dalam Islam&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah Swt. telah memberi kedudukan mulia bagi perempuan dengan  menetapkan mereka menjadi seorang ibu dan pengatur rumah tangga. Itulah  posisi terbaik bagi wanita, karena Allah Pencipta segenap makhluk sangat  mengetahui apa yang terbaik bagi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena kewajiban utamanya menjadi ibu dan pengatur rumah tangga, maka  Islam memberi hak bagi perempuan untuk mendapatkan nafkah dari  suaminya. Mereka tinggal di dalam rumah, tetapi mendapat pemenuhan  kebutuhan hidupnya secara makruf (Lihat: QS al-Baqarah [2]: 223).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam sorotan Syariah, Islam sangat memperhatikan peran dan tugas ibu  karena ibulah kunci lahirnya generasi tangguh yang akan melanjutkan  peradaban yang lebih baik. Menjadi ibu berkualitas haruslah memiliki  kecerdasan spiritual, kecerdasan ruhiyah yang menyadari bahwa dirinya  adalah hamba Allah yang wajib menjalankan seluruh peran keibuan dalam  rumah tangga dan meyakini semua itu akan dimintai pertanggungjawaban  kelak oleh Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini akan mendorong para ibu untuk melaksanakan tugas dengan penuh  keikhlasan semata mencari ridha-Nya. Ibu yang berkualitas juga harus  memiliki kepribadian Islam. Maksudnya setiap tingkah laku dan cara  berpikirnya selalu diarahkan oleh aturan-aturan Islam yang dilandasi  oleh Iman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika peran ibu dan pengurusan rumah tangga diabaikan, maka akan  terjadi kerusakan yang akan menimpa anak-anak, suami dan tentu saja ibu  itu sendiri. Anak-anak tidak terawat dengan baik, keadaan ini akan  memunculkan generasi yang lemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumah tangga pun tidak terurus, memicu percekcokan suami-istri.  Rapuhnya institusi keluarga muslim yang akan menuju pada ambang  kehancuran seperti yang dikehendaki demokrasi kapitalisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;Program pemberdayaan perempuan yang diperjuangkan selama ini adalah  alat yang telah merusak tatanan keluarga dan menambah permasalahan  negeri ini. Perubahan lebih baik hanya bisa diwujudkan dengan Syariah  dan Khilafah bukan dengan tetap kukuh dengan demokrasi. Wallahu a'lam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-7740150126004349164?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/7740150126004349164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=7740150126004349164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/7740150126004349164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/7740150126004349164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/06/mengembalikan-fithrah-peran-perempuan.html' title='Mengembalikan &quot;Fithrah&quot; Peran Perempuan'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-5848355072140880259</id><published>2011-02-15T18:46:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T18:46:48.507-08:00</updated><title type='text'>Duhai Hati, Tetaplah Istiqomah...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="postedby"&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/abudzar/" title="Profil dari Christian Atanila"&gt;Oleh: Christian Atanila&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Dakwatuna.com&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ETZnb7lug6Y/TVs6WQXDC_I/AAAAAAAAArs/bdkv7XZcMrg/s1600/Tasbih.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-ETZnb7lug6Y/TVs6WQXDC_I/AAAAAAAAArs/bdkv7XZcMrg/s320/Tasbih.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang anak kecil datang menghampiri ibunya. Ia merengek minta  dibelikan sepatu baru. Di sekolah ia diejek karena sepatunya sudah usang  dan banyak tambalan. Dengan berbagai alasan ia utarakan agar ibunya mau  membelikan sepatu baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan mata berkaca-kaca, sederet kalimat ini keluar dari mulut  ibunya, “Nak, kamu kan sudah besar. Kamu harus mengalah dengan  adik-adikmu. Mereka butuh uang untuk sekolah mereka nanti. Uangnya ibu  tabung untuk mereka. Kalau ibu pakai uang itu untuk membelikan kamu  sepatu baru, lalu adik-adikmu sekolah pakai uang siapa? Apa kamu mau  adik-adikmu tidak bersekolah?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak kecil tadi tiba-tiba terdiam. Ia terlihat seperti anak remaja  yang sudah bisa berpikir cukup berat dan bijak. Digoyang-goyangkan  kepalanya sambil mengusap air mata yang tadi keluar deras dari kelopak  matanya. Lalu ia berkata, “Bu, kalau nanti adik-adik sudah bisa sekolah.  Terus kalau ada sisa uang, belikan sepatu ya..”Anak itu mengatakan  kalimat itu dengan terbata-bata, seperti ia tidak rela dengan hal itu  tapi ia dipaksa oleh kondisi untuk mengikhlaskan apa yang menjadi  kehidupannya. Mendengar itu sang ibu memeluk anaknya dengan erat. Ia  tidak menyangka anaknya dapat memahami apa yang terjadi hari ini dengan  keluarga mereka. Ia heran anaknya sudah mampu berkata bijak seperti tadi  ia dengar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Letih yang engkau rasakan selama ini mungkin tak sebanding dengan  letihnya hati mereka dalam menapaki kehidupan ini. Di dalam keletihan  itu, mereka memahami bahwa letihnya mereka akan membuat mereka menjadi  orang-orang seperti yang dicitakan. Lalu bagaimana denganmu wahai  hatiku.. Baru sebentar saja engkau merasa letih tapi kau sudah merintih  bagai seribu tahun kau mengalaminya.. Malulah pada mereka yang merasa  letih tetapi mereka memaknai letihnya sebagai sesuatu yang dapat  mengantarkannya pada sebuah kebahagiaan.. Bukankah orang yang berjuang  dan berkorban itu letih? Bukankah akhir dari perjalanan orang yang  berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan  ikhlas dan penuh kesungguhan??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lelah memang terus menerus hal-hal kurang mengenakkan itu menerpa  hidupmu. Tetapi jika kau renungi kembali kisah di atas, perjuangan  mereka tidak mengenal lelah. Setiap lelah menghinggapi mereka, mereka  beristirahat dan kemudian bangkit berjuang kembali. Mereka paham kalau  diamnya mereka tak dapat membuahkan hasil apapun bagi kehidupannya.  Mereka yakin perjuangan dan pengorbanannya selama ini, berlelah-lelahan,  akan berbuah sebuah kebahagiaan yang tak dapat tergantikan nikmatnya.  Lalu bagaimana denganmu wahai hatiku.. Baru sebentar saja kau diberi  cobaan dan ujian tapi kau sudah merasa lelah dan menyerah.. Malulah kau  pada mereka yang tak punya apa-apa tapi mereka tetap istiqamah berjuang  dan berkorban hingga cita-cita mereka tercapai.. Bukankah orang yang  berjuang dan berkorban itu lelah? Bukankah akhir dari kelelahan orang  yang berjuang dan berkorban itu sebuah kebahagiaan jika dijalani dengan  ikhlas dan penuh kesungguhan??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari  Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini  atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan  kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah  perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan  memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi  cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada  di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau  lengah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Capeknya dirimu menghadapi segala permasalahan yang engkau temui di  sekitarmu, itulah yang terus mengajarkanmu untuk dapat memahami  sekelilingmu dengan lebih baik lagi. Di kananmu ada orang-orang yang  engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau  hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama  dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam  tiap doanya meski kau tak pernah tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Seorang ustadz pernah menyampaikan, jika tak senang dengan sepatumu  yang lusuh, ingatlah mereka yang tak berkaki namun tak mengeluh. Semoga  kita selalu dapat mengingatnya duhai hati.. Seberapa letih, lelah, dan  sakitnya engkau.. Masih ada orang-orang yang merasakan itu lebih dari  kita tetapi mereka tetap tak mengeluh.. Ada saja cara mereka untuk  menyemangati diri.. Ada saja sugesti untuk membuat diri mereka  semangat.. Ada saja pemikiran positif yang mereka punya hingga mereka  tetap bersemangat.. Ada saja cita-cita yang ingin mereka gapai hingga  semangat itu tetap terpatri di dada mereka..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tetaplah istiqamah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Walau itu berat bagimu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Percayalah kau mampu menjalaninya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terpautnya kau duhai hatiku pada Sang Khalik..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akan membuatmu semakin cantik dan tangguh..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena kau adalah mutiara di lautan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang akan terus terjaga sampai masa memisahkan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Duhai hati.. Tetaplah istiqamah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-5848355072140880259?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/5848355072140880259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=5848355072140880259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/5848355072140880259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/5848355072140880259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/02/duhai-hati-tetaplah-istiqomah.html' title='Duhai Hati, Tetaplah Istiqomah...'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ETZnb7lug6Y/TVs6WQXDC_I/AAAAAAAAArs/bdkv7XZcMrg/s72-c/Tasbih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-6963335514931179204</id><published>2011-01-14T17:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T17:46:29.648-08:00</updated><title type='text'>Kiat Mengislamkan Suasana Rumah</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Humaira Nomor 12/Th.I/1422 H&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TTD8XBwKgAI/AAAAAAAAArg/SraXRbaWLjo/s1600/rumah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TTD8XBwKgAI/AAAAAAAAArg/SraXRbaWLjo/s1600/rumah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rumah bukanlah hanya sebagai tempat berteduh dikala hujan maupun  panas. Rumah adalah tempat labuhnya hati setiap anggota keluarga.  Suasana dan kesan rumah dapat mempengaruhi kejiwaan empunya. Watak dan  kepribadian penghuninya mampu terbentuk secara perlahan-lahan akibat  suasana yang terjadi didalamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itulah sebabnya menciptakan lingkungan rumah yang Islami adalah  kebutuhan dan keharuasan bagi setiap rumah tangga muslim. Terlebih lagi  dalam era globalisasi informasi yang begitu gencar menyeruak ke setiap  sudut-sudut rumah kita yang tentu sangat merugikan aqidah. Lalu,  bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span id="more-474"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pertama, Gunakan Waktu Shalat Sebagai Standar Kegiatan &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kegiatan apapun sebaiknya disesuaikan dengan waktu sholat wajib.  Artinya saat adzan berkumandang segala kegiatan harus dihentikan.  Demikian pula untuk rencana bepergian jauh, carilah jeda waktu untuk  sholat sekaligus untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;Waktu-waktu istirahat disesuaikan pula dengan waktu shalat. Tidur siang  disesuaikan waktunya agar sudah bisa bangun segar ketika adzan Ashar.  Berangkat tidur malam hari lebih awal agar dapat bangun shalat lain dan  tidak mengantuk saat shalat Subuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Kedua, Lakukan Kegiatan Ruhani Berjamaah &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan hanya shalat wajib saja yang dapat dilakukan berjamaah.  Kegiatan lain seperti membaca Al Quran, mendengarkan pengajian bahkan  menyaksikan acara ruhani di TV pun dapat dilakukan bersama-sama.  Kegiatan ini selain mampu mempererat ikatan satu sama lainnya juga  menjadikan iman sebagai dasar ikatan keluarga. Suasana penuh keakraban,  bermakna ini insyaallah akan selalu dinantikan penghuninya sebagai  pelepas dahaga setelah seharian beraktifitas di luar rumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, Pilih Hiburan Sehat dan Islami &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Banyak sekali jenis dan macam hiburan yang tersaji di depan mata.  Tanpa seleksi ketat, hiburan-hiburan seperti kaset, VCD, CD dapat  merusak kejiwaan penghuni rumah, terutama anak-anak segera buang  jauh-jauh media yang berisi lagu-lagu yang tidak mendidik, penuh rayuan  dan rangsangan birahi. Juga yang begitu keras, kasar dan garang.  Gantilah hiburan yang mendukung keimanan anggota keluarga. Nasyid-nasyid  kini telah mudah dijumpai dan dimiliki. Baik untuk orang dewasa maupun  anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alunan ayat-ayat suci Al Quran sebenarnya hiburan yang paling pas  untuk dinikmati bisa melalui kaset atau melantunkannya. Rumah yang  senantiasa diramaikan oleh bacaan kitab suci Al Quran niscaya akan  sering didatangi malaikat pembawa rahmah. Suasana rumah pun menjadi  tenang dan tentram.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Keempat, Pilih Media Massa Islami &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sudah bukan rahasia lagi TV punya pengaruh kuat dalam membentuk pola  pikir dan tindak tanduk penontonnya. Dengan beragam acara tersaji yang  sebagian besar bahkan membuat kita lupa mengingat Allah. Mutlak bagi  kita sebagai orang tua untuk memilihkan acara yang cocok untuk anak-anak  kita. Beri pengertian kepada mereka acara apa saja yang baik dan  bermanfaat. Tentukan pula waktu yang tepat untuk menjadikan tv sebagai  sarana hiburan yang sehat dan mendidik yang baik mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemilihan bacaan keluarga pun perlu diseleksi. Majalah ataupun surat  kabar yang dipilih jangan sampai memuat gambar-gambar maksiat dan masuk  ke rumah kita. Buku-buku cerita untuk anak juga perlu dipilihkan yang  Islami. Dan Alhamdulillah sekarang pun mulai tersedia buku-buku tulis,  buku pelajaran yang bernuansa Islami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-6963335514931179204?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/6963335514931179204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=6963335514931179204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6963335514931179204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6963335514931179204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2011/01/kiat-mengislamkan-suasana-rumah.html' title='Kiat Mengislamkan Suasana Rumah'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TTD8XBwKgAI/AAAAAAAAArg/SraXRbaWLjo/s72-c/rumah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-5876382064272297528</id><published>2010-11-30T19:02:00.000-08:00</published><updated>2010-11-30T19:02:15.366-08:00</updated><title type='text'>Do'a Berantai</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : Kompasiana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPW6qhiWzhI/AAAAAAAAArI/N2nU2kHVgNQ/s1600/Berdoa+2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPW6qhiWzhI/AAAAAAAAArI/N2nU2kHVgNQ/s1600/Berdoa+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sebuah keluarga yang bahagia yang terdiri  dari seorang Suami yang baik dan bijaksana, Seorang istri yang taat dan  sholehah dan 2 orang anak yang masih kecil. Sang suami selalu memanjakan  anak dan istrinya dengan perhatian dan kasih sayang. Dia selalu  tersenyum dan membuat hati anak dan istrinya bahagia. Begitupun dengan  sang istri, dia selalu taat dan patuh pada setiap keinginan dan perintah  suaminya. Setiap hari, saat suami hendak pergi mencari nafkah, dia  selalu mengantarnya dengan senyum ketulusan dan do’a. begitupun jika  suaminya pulang kerja, dia selalu menyambutnya dengan penampilan yang  menakjubkan disertai dengan wewangian dan tidak tertinggal sebuah  senyuman tulus menyambut kepulangan sang suami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Air hangat dan hidangan selalu tersedia  dikala sang suami pulang. Begitupun dengan kedua anaknya. Mereka selalu  menemani sang ibu dan senyuman mereka selalu menghiasi hati ayah dan  ibunya. Sang suami pun merasa bersyukur karena telah dikaruniai seorang  istri yang sholehah juga buah hati yang selalu membuat hatinya berbunga  penuh kebahagiaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun didalam hatinya, dia mempunyai sebuah  ketakutan. Dia amat menyayangi anak dan istrinya dan dia tidak ingin  masa lalunya terjadi pada kedua anaknya. Entah masa lalu seperti apa  yang selama ini dia sembunyikan dari istrinya. Dia selalu jujur tentang  semua hal kepada istrinya kecuali tentang masa lalunya yang dia tidak  ingin siapapun tahu akan hal itu. Namun dia sadar, bahwa Allah Maha  Tahu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Pada suatu malam saat dia bangun  malam untuk shalat tahajud dia meratapi semua kesalahan dan kelalaiannya  di masa silam. Saat itu, istrinya terbangun. Melihat suaminya yang  tidak ada di tempat tidur dia pun merasa heran karena biasanya suaminya  selalu membangunkannya jika mau shalat tahajud. sang istri pun bangun  dan keluar kamar, saat itu dia melihat lampu kamar musholla menyala dan  dia pun segera menghampirinya.Ketika dia tiba di pintu musholla yang  sedikit terbuka, dia melihat suaminya sedang menangis di atas sajadahnya  dan kemudian terucaplah sebuah do’a dari mulut suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Ya Allah Ya Rabb… Sejujurnya hamba  sangat malu pada Mu. Karunia Mu teramat besar namun rasa syukur dan  penghambaan ku tidak pernah sebanding dengan apa yang telah Kau Berikan  pada ku. Meskipun hamba teramat hina dan tidak pantas memiohon pada Mu,  namun Hamba tidak punya tempat lain untuk mengadu dan memohon  pertolongan selain pada Mu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah.. Ampuni dosa-dosa ku dimasa  lalu, Ampuni Dosa anak dan istri ku.. ayah ibu ku dan semua orang-orang  yang kusayangi. Jika hamba terlampau hina untuk memintanya dan andai  kata Kau tidak sudi mengabulkannya. Berikan semua amal kebaikan hamba  pada mereka.. Ya Allah yang maha pemurah.. Jika itu belum cukup, Biarkan  hamba yang menanggung semua dosa mereka, asalkan mereka bahagia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah.. jika saat ini Kau berkenan  mengabulkan do’a hamba dan mungkin suatu saat nanti hamba akan tinggal  ditempat yang nista (neraka) Hamba mohon kabulkan 3 permohonan terakhir  hamba.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;1. Hamba mohon agar engkau sudi menemui  hamba Mu yang hina ini.. meskipun begitu, hamba ingin Kau tahu bahwa  hamba yang nista ini amat mencintai Mu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;2. Perkenankan hamba bertemu dengan  kekasih Mu (Nabi Muhammad SAW) Meskipun hamba teramat malu dan tidak  akan punya keberanian untuk menatapnya, izinkan hamba untuk bisa  melihatnya. Izinkan hamba untuk bisa memandang wajah orang yang Kau  cintai walaupun sesaat. Meskipun hamba adalah umatnya yang penuh noda,  namun.. Hamba mencintainya dan teramat rindu padanya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;3. Saat kelak hamba berada di tempat  yang nista, Hamba mohon izinkan hamba agar bisa melihat orang-orang yang  hamba sayangi bahagia di tempat yang mulia.. itu saja sudah cukup ya  Rabb… Hamba sudah cukup merasa bahagia melebihi apapun..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Ampuni Anak Istri hamba, Orang tua dan  kerabat hamba, guru-guru hamba, saudara-saudara hamba, semua umat muslim  di dunia, bahkan ampuni juga musuh-musuh hamba dan berikan mereka  petunjuk ya Rabb..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Sekali lagi terima kasih Ya Allah..  Engkau adalah tempat berteduh, hamba benar-benar merasa nyaman saat  mengadu pada Mu.. Terima kasih Engkau selalu menemani hamba.. Sampaikan  salam hamba pada Kekasih Mu.. Walhamdulillahi Rabbil Aalamiin….!”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah sang istri mendengar do’a yang  terucap dari mulut suaminya, ia pun bergegas mengambil air wudlu dan  shalat tahajud. setelah itu dia berdo’a..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Ya Allah.. Terima kasih.. Kau telah  Karuniakan aku suami yang amat menyayangiku. Aku sungguh bahagia Ya  Allah.. namun kebahagiaan ini tak sempurna tanpa dirinya. Ampuni Suami  ku Ya Allah, selamatkan dia, Biarkan hamba yang menggantikannya….&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang istri berdo’a untuk menggantikan suaminya dan mengajukan 3 permintaan yang sama seperti suaminya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di lain tempat saat sang ibu sedang  berdo’a, anaknya yang paling kecil ( 5th ) pergi menuju kamar ibunya  karena ingin di antar kekamar kecil. Saat dia sampai di pintu kamar  ibunya, dia pun mendengar do’a sang ibu. dia menangis terharu dan  bergegas kembali ke kamarnya. sambil menangis dia berdo’a hal yang sama.  Dia bersyukur memiliki seorang ibu yang baik dan ayah yang begitu  menyayanginya. dia juga mengajukan 3 hal yang sama seperti ayah dan  ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di saat itu sang kakak (7th) berjalan  menuju kamar setelah dia sholat tahajud (dia sudah terbiasa bangun malam  karena didikan ayah dan ibunya). Saat hendak masuk dia melihat dan  mendengar apa yang dikatakan sang adik dalam tangisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mendengar hal itu dia kembali ke ruangan  kosong tempat dia shalat dan berdo’a hal yang sama.. Dia amat menyayangi  ayah dan ibu serta adiknya. dia terharu dengan sang adik yang usianya  masih dini namun sudah memiliki kemauan dan keikhlasan untuk kedua orang  tuanya dan dirinya. Lagi-lagi dia mengajukan 3 permohonan terakhir yang  sama…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Subhanallah… Sahabat.. Andai kata itu  adalah suami kita, istri kita, anak kita dan itu adalah keluarga kita..  Sungguh beruntung dan bahagianya….&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rabbana hablana min azwaajinaa wadhurriyaatinaa qurrota a’yun, waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga bermanfaat ^_^&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-5876382064272297528?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/5876382064272297528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=5876382064272297528' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/5876382064272297528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/5876382064272297528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/11/doa-berantai.html' title='Do&apos;a Berantai'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TPW6qhiWzhI/AAAAAAAAArI/N2nU2kHVgNQ/s72-c/Berdoa+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-4197385033848026710</id><published>2010-10-31T20:50:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T20:50:44.655-07:00</updated><title type='text'>Bahagiakan Mereka, Nyalakan Semangatnya</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada anak yang bodoh. Kitalah yang tidak mengerti bagaimana merangsang kecerdasan dan menggairahkan minat belajar mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh &lt;b&gt;Mohammad Fauzil Adhim&lt;/b&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img align="right" height="197" src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/spirit-anak.jpg" width="300" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-size: small;"&gt;TIDAK  ada anak yang bandel. Kitalah yang tidak tahu bagaimana mengajak  bicara, menyemangati, dan memberikan arah hidup bagi mereka. Kitalah  yang lupa untuk bermain bersama, bercanda, dan bercerita agar hati  mereka dekat dengan kita. Padahal kita tahu kedekatan hati itulah yang  membuat anak akan mendengar kata-kata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada anak yang  bodoh. Kitalah yang tidak mengerti bagaimana merangsang kecerdasan dan  menggairahkan minat belajar mereka. Setiap anak–asal normal—lahir dalam  keadaan jenius dan penuh rasa ingin tahu. Kitalah yang mematikannya  dengan hadiah-hadiah, bahkan di saat mereka tidak menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita  lupa bahwa anak-anak pada awalnya tidak memerlukan hadiah untuk  melakukan apa yang mereka inginkan. Tanpa hadiah, anak-anak tetap  bersemangat belajar merangkak dan berjalan, meski harus beberapa kali  tersungkur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak tidak pernah meminta uang untuk satu kosa  kata baru yang mereka kuasai di waktu kecil. Mereka belajar karena ingin  tahu. Mereka melakukan hal-hal besar yang bermanfaat karena  bersemangat. Bukan karena menghindari hukuman. Bukan juga untuk  mengharap imbalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat  semangatnya menyala-nyala sesudah kita berkali-kali mematikannya? Apa  yang bisa kita perbuat agar anak-anak memiliki semangat berkobar-kobar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasih Sayang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari  kita lihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sepanjang yang  saya ketahui (ingatkan kalau keliru), Rasulullah tidak menggunakan dinar  dan dirham untuk merangsang anak-anak berbuat baik. Tetapi anak-anak  itu bersemangat karena Rasulullah memberi perhatian dan waktunya untuk  menggembirakan hati. Rasulullah bercanda, bermain-main, bersikap lemah  lembut, dan melimpahkan cinta kasih yang tulus kepada anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah Rasulullah menggendong cucunya, Umamah putri Zainab. Padahal ketika itu beliau sedang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Qatadah berkata, &lt;i&gt;“Kami  keluar bersama Rasulullah SAW, sedangkan Umamah binti Abi Al-Ash berada  di atas bahu Rasulullah (digendong). Lalu beliau shalat. Ketika beliau  rukuk, maka Umamah diletakkan, dan ketika beliau bangun dari rukuk, maka  Umamah diangkat.”&lt;/i&gt; (Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pelajaran penting  tentang betapa besar nilai kasih sayang bagi proses pendidikan  (tarbiyah) dan pembentukan karakter anak-anak (&lt;i&gt;ta’dib&lt;/i&gt;). Begitu  pentingnya, sehingga saat shalat pun diizinkan untuk menggendong anak  yang masih kecil agar hilang rasa susahnya dan gembira hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa  besar nilai kedekatan kita dengan anak-anak bagi proses penanaman nilai  tauhid dan pembentukan sikap religius, sehingga Rasulullah pun pernah  memendekkan shalatnya karena terdengar tangisan anak. Sayangnya hari  ini, hanya karena kita tidak bisa shalat dengan khusyuk, anak-anak kita  halau dari masjid dan tempat kita shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita suruh anak-anak  pergi jauh-jauh hanya karena mereka bergembira di masjid;  berteriak-teriak, berlarian ke sana kemari, dan menirukan gerakan shalat  kita dengan antusias dan jenaka. Kita larang anak-anak kecil masuk  masjid karena tidak ingin mendengar tangisnya. Kita lupa bahwa  Rasulullah memendekkan shalatnya bukan karena terganggu tangis  anak-anak, tetapi agar ibu anak itu tidak risau. Sungguh, sangat berbeda  akibatnya dalam tindakan jika kita salah menyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah SAW berkata, &lt;i&gt;“Aku  mulai shalat dan ingin memanjang shalatku. Tiba-tiba aku mendengar  tangis bayi, sehingga aku pendekkan shalatku, karena aku tahu bahwa  ibunya sedih mendengar tangis bayinya.” &lt;/i&gt;(Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qatadah meriwayatkan dari Nabi, beliau bersabda,&lt;i&gt;  “Ketika shalat, aku bermaksud memanjangkan bacaan. Tiba-tiba aku  mendengar tangis bayi, lalu aku pendekkan shalatku khawatir akan  memberatkan ibunya.” &lt;/i&gt;(Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memilih  untuk memendekkan shalatnya. Bukan melarang ibu tersebut membawa anaknya  ke masjid di waktu-waktu berikutnya. Sungguh, ributnya anak-anak saat  kita sedang shalat jauh lebih baik daripada jauhnya hati mereka dari  agama Allah yang haq ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah mulia Nabi, dan alangkah jauh  kita yang hidup sekarang ini. Saya ingin berbicara tentang ini lebih  panjang lagi, tetapi saya harus kembali pada perbincangan di awal. Bukan  dinar, bukan dirham, dan bukan pula hadiah-hadiah yang membuat  anak-anak bersemangat. Tetapi kedekatan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bahagiakanlah, Muliakanlah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagiakanlah mereka, insya Allah di dada mereka akan ada semangat yang menyala-nyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muliakanlah, insya Allah mereka akan memuliakan dan mendengar kata-kata kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan  oleh Imam At-Tirmidzi, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hati  diciptakan dengan karakter yang mencintai orang yang memuliakannya dan  membenci orang yang menghinakannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa belajar dari  nasihat Ibnu Mas’ud. Pertama, muliakanlah anak dan bahagiakan mereka,  niscaya mereka akan memuliakan kita, mendengar kata-kata kita, dan  mengarahkan dirinya untuk menjadi seperti “yang seharusnya”. Bagaimana  seharusnya mereka, sangat berkait dengan apa yang kita ajarkan kepada  mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kenalkanlah kemuliaan Allah, sifat pemurah, dan  keagungan Allah yang menciptakan manusia dari segumpal darah, insya  Allah mereka akan lebih dekat hatinya kepada&lt;i&gt; Allah ‘Azza wa Jalla&lt;/i&gt;.  Bukan membebani dengan perintah-perintah untuk tunduk kepada-Nya agar  mereka disayang dan doa-doa dikabulkan. Sebab, manusia cenderung  memuliakan yang memuliakannya. Bukan mengagungkan kepada yang membalasi  kebaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Yang Menciptakan dan Yang Maha Pemurah pada firman-Nya yang pertama kali turun? &lt;i&gt;“Bacalah  dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia  dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang  mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada  manusia apa yang tidak diketahuinya.”&lt;/i&gt; (Al-‘Alaq: 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil,  ketika anak-anak kita ajari berdoa, mereka yakin bahwa Allah Maha  Pengasih lagi Maha Penyayang. Tidak sia-sia berdoa kepada Yang Maha  Baik. Justru karena mengetahui Allah Maha Pemurah, insya Allah mereka  lebih sungguh-sungguh berharap dan meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, selama ini  kita lebih sering memperkenalkan Allah dengan cara yang menyeramkan.  Kita ajari mereka berbuat baik dan berdoa seolah-olah Allah tidak akan  menurunkan rahmat dan nikmat-Nya kecuali setelah kita berbuat baik.  Lalu, bagaimana mungkin kita berharap mereka menjadi orang-orang yang  bersyukur dan bersungguh-sungguh mengelola hidupnya jika cara awal kita  sudah salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullahal-‘adziim. Agaknya, banyak sekali  kesalahan yang kita lakukan terhadap anak-anak. Agaknya kita perlu  meminta keikhlasan mereka untuk memaafkan dan memperbaiki cara kita  mendidik, agar kelak mereka tak menyesal mempunyai orangtua seperti  kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu, Bukan Uang!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya teringat ucapan Garry Martin dan Grayson Osborne. Psikolog dan penulis buku&lt;i&gt; Psychology Adjustment and Everyday Living &lt;/i&gt;ini berkata, “Manfaatkanlah waktu yang ada. &lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, janganlah mempunyai anak bila Anda tidak punya waktu untuk mereka. &lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;,  jika Anda punya waktu, perhatikanlah waktu itu dengan serius. Inilah  waktu untuk saling memahami, untuk mendukung perilaku kecil yang Anda  setujui dari tingkah laku anak-anak Anda. Jauh lebih baik lagi jika Anda  memberikan dukungan itu segera ketika hal-hal kecil itu terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya......,  waktu! Bukan uang. Bukan benda-benda. Waktu untuk memberi perhatian,  berbincang bersama, memberi kehangatan, bercanda, waktu untuk  menyampaikan pesan dengan cara yang bersahabat dan penuh kehangatan,  serta waktu untuk bermain dan bersujud bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang  diberikan oleh Rasulullah kepada anak-anak. Rasulullah bercanda, bermain  kuda-kudaan, dan memberi julukan-julukan yang baik kepada anak. Inilah  yang membuat anak-anak di masa itu tumbuh sebagai pribadi penuh percaya  diri dan bersemangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, kita bisa memberikan  hadiah kepada anak-anak bukan sebagai perangsang agar berbuat baik,  melainkan sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang. Ini berarti  menuntut cinta tanpa syarat. Kita berikan hadiah kepada anak-anak secara  adil dan merata, sehingga mereka merasakan betapa orangtuanya sangat  pemurah dan memuliakan. Kita beri hadiah karena mencintainya, bukan  imbalan atas apa yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita berikan hadiah  karena mereka berbuat baik, lalu mana yang menunjukkan tulusnya cinta  kita kepada mereka? Atas dasar apa kita menuntut yang lebih dari mereka?  Bukankah pemberian kita merupakan harga yang pas atas tindakan mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Astaghfirullahal-‘adziim.&lt;/i&gt;  Alangkah banyak kekeliruan kita. Alangkah sedikit ilmu yang kita  siapkan untuk membangun satu generasi. Padahal dari generasi itu,  barangkali akan menentukan karakter generasi berikutnya hingga beratus  tahun sesudah kita tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ya Allah, ampunilah kami yang tak memiliki bekal apa-apa untuk menjadi orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ya Allah, tutupilah kelemahan kami dengan memberikan kemuliaan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak,  maafkanlah bapakmu ini. Bersabarlah atas kebodohan dan kezhaliman  orangtua kalian. Semoga kelak Allah meninggikan derajatmu dan  memuliakanmu dengan surga-Nya yang tertinggi. &lt;i&gt;Allahumma amin.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-4197385033848026710?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/4197385033848026710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=4197385033848026710' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/4197385033848026710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/4197385033848026710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/10/bahagiakan-mereka-nyalakan-semangatnya.html' title='Bahagiakan Mereka, Nyalakan Semangatnya'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-9042179141149998110</id><published>2010-10-31T19:54:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T19:54:29.234-07:00</updated><title type='text'>Sederhana, Pilihan Hidup Mulia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://hidayatullah.com/"&gt;Hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola hidup sederhana seakan menjadi barang langkah yang hanya ada dalam cerita atau dongeng di pojok-pojok surau&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;oleh: &lt;b&gt;Ali Akbar bin Aqil*&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4r0nVQ50I/AAAAAAAAAqw/1KjjEO-BSpM/s1600/ilustrasi-zuhud_thumb.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4r0nVQ50I/AAAAAAAAAqw/1KjjEO-BSpM/s1600/ilustrasi-zuhud_thumb.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada  suatu sore, ketika Rasulullah SAW selesai menunaikan shalat Ashar  bersama para sahabatnya, ada peristiwa aneh. Yaitu setelah rampung  shalat, tiba-tiba Rasulullah bangkit dengan tergesa-gesa meninggalkan  jamaah menuju rumahnya dan kembali lagi dengan membawa makanan lalu  dibagi-bagikan kepada para jamaahnya yang ada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian sahabat bertanya, &lt;i&gt;“Wahai  Rasulullah, ada apa gerangan tiba-tiba anda beranjak dari jamaah lalu  kembali membagi-bagikan makanan?.” Apa jawab sang baginda?, “Aku tidak  ingin apabila matahari tenggelam sementara di rumahku masih ada sisa  makanan.” &lt;/i&gt;(HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Rasululah adalah  manusia yang paling zuhud yang terpancar dalam potret hidupnya yang  sederhana dan penuh kebersahajaan. Ilustrasi di atas cukup menjadi acuan  akan kesederhanannya. Beliau tidak pernah menyisakan atau menyimpan  makanan di rumahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pola hidup sederhana yang  beliau jalani bukan karena kepapaannya. Tidak! Tetapi beliau memilih  demikian sebagai teladan ideal bagi umatnya agar dalam mengarungi  bahtera kehidupan dunia tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tersebutlah  suatu riwayat yang menyatkan bahwa jika beliau berkenan, Allah  menawarkan batu-batuan di kota Makkah menjadi taburan emas sebagai  pembendaharaan baginda. Namun apa yang terjadi berikutnya? Beliau justru  menjawab dengan rendah hati, “Tidak, wahai Tuhan. Tapi (biarkan) aku  lapar sehari dankenyang sehari. Jika aku sedang kenyang, maka aku akan  memuji-Mu, dan di saat lapar aku akan bersimpuh dan berdoa kepamau.”[  Muhammad Alwi Al Maliki, &lt;i&gt;Muhammad al Insan Al Kamil,&lt;/i&gt; (Jeddah: Daar Asy Syuruq, 1411), cet. IV. hal. 156.]&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang  menarik adalah bahwa Rasulullah seorang pemimpin. Dengan posisi dan  kedudukannya yang strategis itu, sebenarnya beliau mampu untuk memiliki  fasilitas-fasilitas yang dimauinya. Terlebih kedudukan yang “wah”  berpotensi menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya. Tetapi semua itu  tidak beliau lakukan dan lebih memprioritaskan pola hidup sederhana.  Inilah sebenarnya sosok seorang pemimpin yang menjadi patron umat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Hidup Gaul atau Hidup Sederhana?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada  yang menarik di seputar lingkungan kita terkait tema kesederhanaan.  Yakni pola hidup sederhana seakan menjadi barang langkah yang hanya ada  dalam cerita atau dongeng di pojok-pojok surau atau jerambah masjid  (baca: Asatirul Awwalin).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Term kesederhanaan  kerap dipersepsikan sebagai kemiskinan dan ketidak-gaulan. Karenanya  tren kesederhanaan, seolah sudah tidak relevan untuk diperbincangkan  apalagi dijadikan amaliyah di era moderen.&lt;br /&gt;Di  sisi lain, seiring dengan semakin tenggelamnya nilai-nilai kesederhanaan  yang disertai pudarnya ajaran cinta kasih kepada sesama, maka  bermunculan tren baru, yaitu pola hidup hedonis, glamour, elit, keren  abis, gaul, yang semuanya muncul akibat ketamakan. Hal ini terjadi mulai  dari lapisan masyarakat yang kebetulan “kaya” sampai yang terpaksa  “miskin”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk lapisan pertama, pola hidup  glamour dan hedon (mewah) masih memilki ruang dan daya tawar. Sebab  mereka mempunyai sarana dan segudang fasilitas harta yang dimilikinya,  kendati semua itu bukan sesuatu yang laik dan terpuji.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun,  untuk lapisan berikutnya, yang terpaksa “miskin”, mereka dihadapkan  pada dua pilihan. Pilihan pertama, jika tetap dengan penampilan  “miskin”, takut disebut kurang &amp;nbsp;gaul. Pilihan kedua, kalau mau gaul  modalnya apa? Baik pilihan pertama atau kedua sama-sama mengerikan jika  orang tersebut tidak mendapatkan hidayah Allah. Karena mereka akan  terseret oleh arus yang menjerumuskannya pada perbuatan nista demi  meraih identitas semu yaitu &amp;nbsp;seperti “orang kaya”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih  dari itu, di kalangan kaum terpelajar –tak terkecuali kaum santri- juga  sudah menjamur pola hidup yang sering diistilahkan “gaul abis”. Para  pelajar yang sebagian besar masih disubsidi oleh orangtua tersebut juga  terjangkit virus kronis ini. Mereka bangga bila mampu menunjukkan  atribut atau aksesoris “gaul”.&lt;br /&gt;Ironisnya,  kebanggaan itu tidak dibarengi dengan perilaku yang mencerminkan rasa  syukur atas segala yang telah dimilikinya. Bahkan, kerapkali dijadikan  jembatan untuk berbuat kufur dan maksiat kepada Allah yang Maha Pemberi!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika  demikian, maka sadarilah bahwa kita telah terjebak dalam tipuan dunia  yang menyebabkan kita tidak terhormat dunia-akhirat. Betapa tidak, di  satu sisi kita mengkufuri nikmat Allah yang telah kita terima. Di sisi  lain, kita telah mengkhianati amanah orangtua atau siapa saja yang telah  mensubsidi kita dengan penuh husnudzan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara  tidak sadar kita telah melukai perasaan orang-orang di sekitar kita  yang terpaksa “miskin” dan tidak pernah merasakan nikmatnya aksesoris  atau atribut “gaul”, padahal mereka juga mempunyai selera sama.&lt;br /&gt;Untuk  itulah, solusinya adalah mari membiasakan diri hidup sederhana. Qona`ah  bisa menjadi hal solutif. Qona`ah ialah sifat menerima apa adanya. Ia  merupakan harta yang tidak pernah sirna.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Al Ghazali memberi kiat-kiat agar kita memiliki sifat&lt;i&gt; qona`ah,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; kesederhanaan dalam penghidupan dan pembelanjaan. Di dalam hadits disebutkan, “Pengaturan adalah separo dari penghidupan.”&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua, &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;pendek angan-angan. Sehingga ia tidak bergelut dengan kebutuhan-kebutuhan sekunder.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga, &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;hendaklah ia mengetahui apa yang dikandung di dalam sifat &lt;i&gt;qona`ah&lt;/i&gt; berupa kemuliaan dan terhindar dari meminta-minta serta mengetahui kehinaan dan ketamakan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka dengan cara ini, lanjut Al Ghazali, insya Allah ia akan bebas dari ketamakan.[ Al Ghazali, &lt;i&gt;Mutiara Ihya `Ulumuddin,&lt;/i&gt; (terj.) Irwan Kurniawan, (Bandung: Mizan, 2003), cet. XV, hlm. 265.]&lt;br /&gt;Ingatlah,  semua adalah titipan Allah, bukan milik manusia hakiki. Dan semuanya  akan kembali pada-Nya yang tentunya dengan LPJ (Laporan Pertanggung  Jawaban)-nya masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai penutup,  cukuplah sebuah riwayat bahwa Rasulullah senantisa tidur di atas tikar,  sehingga tampak membekas di pipi sang baginda yang mulia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila “&lt;i&gt;Insan Kamil” &lt;/i&gt;itu  yang kemuliannya meliputi alam semesta hanya memilih untuk menikmati  hidupnya dengan penuh kesederhanaan, lalu siapakah kita, jika dibanding  Rasulullah?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-9042179141149998110?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/9042179141149998110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=9042179141149998110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9042179141149998110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9042179141149998110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/10/sederhana-pilihan-hidup-mulia.html' title='Sederhana, Pilihan Hidup Mulia'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4r0nVQ50I/AAAAAAAAAqw/1KjjEO-BSpM/s72-c/ilustrasi-zuhud_thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-8000785249392090833</id><published>2010-10-31T19:08:00.000-07:00</published><updated>2010-10-31T19:08:41.804-07:00</updated><title type='text'>Rakyat Gaza Palestina Bantu Korban Mentawai dan Merapi</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4hGG-2a4I/AAAAAAAAAqo/4RkkAWLju80/s1600/IsmailHaniya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4hGG-2a4I/AAAAAAAAAqo/4RkkAWLju80/s320/IsmailHaniya.jpg" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rakyat Gaza, Palestina, kembali menunjukkan rasa ukhuwah dan  solidaritasnya kepada rakyat dan bangsa Indonesia yang terus dilanda  bencana, khususnya bencana tsunami di Mentawai dan letusan gunung Merapi  di Yogyakarta. Rakyat Gaza menyumbang masing-masing sebesar dua ribu  dolar AS untuk korban tsunami dan letusan gunung Merapi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ziad Said Mahmud asal Gaza, kordinator bantuan kemanusiaan  internasional Palestina dan juga Direktur Al-Sarraa Foundation  menjelaskan, sumbangan untuk korban bencana di Indonesia merupakan hasil  keputusan musyawarah antara ulama dan rakyat Palestina, baik yang ada  di Jalur Gaza maupun di Suriah. Demkian ujar Ziad dalam siaran pers yang  diterima Republika di Jakarta, Ahad (31/10).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lebih lanjut, Ziad menjelaskan, “Kami tahu, jumlah ini tidak seberapa  dibandingkan kesusahan yang sedang dialami saudara-saudara kami di  Mentawai dan Merapi. Tapi terimalah ini sebagai tanda cinta kami. Kita  satu tubuh. Kalian sakit, kami ikut sakit, sebagaimana kalian merasa  sakit ketika melihat kami sakit dan menderita karena dijajah Israel,”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bantuan untuk korban Tsunami di Mentawai sebesar 2 ribu dolar  disampaikan lewat Ustadz Ferry Nur, Ketua KISPA (Komite Indonesia untuk  Solidaritas Palestina), sedangkan bantuan untuk korban letusan Gunung  Merapi juga sebesar 2 ribu dolar disampaikan lewat Amirul Iman, Direktur  Operasional Sahabat Al-Aqsha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;”Insya Allah, bantuan dari rakyat Gaza, Palestina akan kami sampaikan  kepada mereka yang berhak secara langsung dan saya mengucapkan terima  kasih atas bantuan dan kepeduliannya kepada rakyat dan bangsa  Indonesia,” ujar Ustad Ferry Nur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beberapa kali rakyat Gaza memberikan sumbangan untuk korban bencana  di Indonesia. Sebelumnya pada 2006, rakyat Gaza juga memberikan  sumbangan sebesar Rp 5 juta bagi korban gempa di Yogyakarta dan Klaten,  Jawa tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitu pula saat gempa bumi tektonik berkekuatan 7,6 skala richter di  Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang, Sumatra Barat. Rakt Gaza  tak lupa memberikan sumbangann yang diserahkan melalui pengurus KISPA.  (Budi Raharjo/Rahmat Santosa Basarah/RoL)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-8000785249392090833?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/8000785249392090833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=8000785249392090833' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8000785249392090833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8000785249392090833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/10/rakyat-gaza-palestina-bantu-korban.html' title='Rakyat Gaza Palestina Bantu Korban Mentawai dan Merapi'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TM4hGG-2a4I/AAAAAAAAAqo/4RkkAWLju80/s72-c/IsmailHaniya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-8591434811075266541</id><published>2010-10-29T20:04:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T20:04:18.610-07:00</updated><title type='text'>15 Adab Agar Tilawah Memberi Bekas</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt; oleh Mochamad Bugi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMuKwjSJPUI/AAAAAAAAAqg/ZaGtoOmMSC0/s1600/alquran_12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMuKwjSJPUI/AAAAAAAAAqg/ZaGtoOmMSC0/s320/alquran_12.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Agar Al-Qur’an memberi bekas ke dalam hati, ada adab-adab yang perlu  Anda perhatikan saat membacanya. Berikut ini beberapa adab yang bisa  Anda lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1. Pilihlah waktu yang terkategori waktu Allah ber-tajalli kepada  hamba-hamba-Nya. Di saat itu rahmat-Nya memancar. Bacalah Al-Quran di  waktu sepertiga terakhir malam (waktu sahur), di malam hari, di waktu  fajar, di waktu pagi, dan di waktu senggang di siang hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2. Pilih tempat yang sesuai. Misalnya, di masjid atau sebuah ruangan  di rumah yang dikosongkan dari gangguan dan kegaduhan. Meski begitu,  membaca Al-Qur’an saat duduk dengan orang banyak, di kendaraan, atau di  pasar, dibolehkan. Hanya saja kondisi seperti itu kurang maksimum untuk  memberi bekas di hati Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3. Pilih cara duduk yang sesuai. Sebab, Anda sedang menerima pesan  Allah swt. Jadi, harus tampak ruh ibadahnya. Harus terlihat ketundukan  dan kepasrahan di hadapan-Nya. Arahkan wajah Anda ke kiblat. Duduk  terbaik seperti saat tasyahud dalam shalat. Jika capek, silakan Anda  mengubah posisi duduk. Tapi, dengan posisi yang menunjukkan penghormatan  kepada Kalam Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4. Baca Al-Qur’an dalam keadaan diri Anda suci secara fisik. Harus  suci dari jinabah. Bila Anda wanita, harus suci dari haid dan nifas.  Berwudhulah. Tapi, Anda boleh membaca atau menghafal Al-Qur’an tanpa  wudhu. Sebab, tidak ada nash yang mensyaratkan berwudhu sebagai syarat  sah membaca Al-Qur’an. Bahkan, para ulama menfatwakan boleh membaca  Al-Qur’an bagi wanita yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an saat ia  sedang haid atau nifas dengan alasan darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5. Sucikan semua indera Anda -lidah, mata, telinga, hati– yang  berhubungan dengan tilawah Al-Qur’an dari perbuatan maksiat.  Sesungguhnya Al-Qur’an itu seperti hujan. Batu tidak akan menyerap air  hujan. Air hujan hanya berinteraksi dengan lahan yang siap menyerap  segala keberkahan. Jadi, jangan Anda bungkus lidah, mata, telinga, dan  hati dengan lapisan masiat, dosa, dan kemunkaran yang kedap dari  limpahan rahmat membaca Al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;6. Hadirkan niat yang ikhlas hanya kepada Allah swt. Dengan begitu  tilawah yang Anda lakukan akan mendapat pahala. Ketahuilah, amal dinilai  berdasarkan niat. Sedangkan ilmu, pemahaman, dan tadabbur adalah nikmat  dan rahmat yang murni dari Allah. Dan rahmat Allah tidak diberikan  kepada orang yang hatinya bercampur aduk dengan niat-niat yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMuLJbNa_gI/AAAAAAAAAqk/G37lXgqqgvo/s1600/al-quran-yang-mulia.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMuLJbNa_gI/AAAAAAAAAqk/G37lXgqqgvo/s320/al-quran-yang-mulia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;7. Berharaplah akan naungan dan lindungan Allah swt. seperti orang  yang kapalnya sedang tenggelam dan mencari keselamatan. Dengan perasaan  itu Anda akan terbebas dari rasa memiliki daya dan upaya, ilmu, akal,  pemahaman, kecerdasan, serta keyakinan secara pasti. Sebab, kesemuanya  itu tidak akan berarti tanpa Allah swt. menganugerahkan tadabbur,  pemahaman, pengaruh, dan komitmen untuk beramal kepada diri Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;8. Bacalah &lt;em&gt;isti’adzah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;basmalah&lt;/em&gt;. “Apabila kamu  membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari  setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98). Basmalah dibaca saat awal membaca  surat di awal, kecuali surat At-Taubah. Membaca basmalah juga dianjurkan  saat Anda membaca Al-Qur’an di tengah surat dan ketika Anda memutus  bacaan karena ada keperluan kemudian meneruskan bacaan Anda. Membaca  basamalah adalah tabarruk (mencari berkah) dan tayammun (mencari rahmat)  dengan menyebut nama Allah swt.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;9. Kosongkan jiwa Anda dari hal-hal yang menyita perhatian,  kebutuhan, dan tuntutan yang harus dipenuhi sebelum membaca Al-Qur’an.  Jika tidak, semua itu akan terbayang saat Anda membaca Al-Qur’an. Pintu  tadabbur pun tertutup. Jadi, selesaikan dulu urusan Anda jika sedang  lapar, haus, pusing, gelisah, kedinginan, atau ingin ke toilet. Setelah  itu, baru baca Al-Qur’an dengan &lt;em&gt;haqul tilawah.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;10. Saat membaca, batasi pikiran Anda hanya kepada Al-Qur’an saja.  Pusatkan pikiran, buka jendela pengetahuan, dan tadabburi ayat-ayat  dengan sepenuh jiwa, perasaan, cita rasa, imajinasi, pemikiran, dan  bisikan hati. Dengan begitu, Anda akan merasakan limpahan rahmat dan  lezatnya membaca Al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;11. Hadirkan kekhusyu’an. Menangislah saat membaca ayat-ayat tentang  azab. Hadirkan azab itu begitu nyata dalam penglihatan Anda dengan  menyadari dosa-dosa dan maksiat yang masih lekat dengan diri Anda. Jika  Anda tidak mampu berbuat seperti itu, tangisilah diri Anda yang tidak  mampu tersentuh dengan ayat-ayat yang menggambarkan kedahsyatan azab  neraka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;12. Rasakan keagungan Allah swt. Yang Mahabesar yang dengan  kemurahannya memancarkan nikmat dan anugerah-Nya kepada Anda.  Pengagungan ini akan menumbuhkan rasa takzim Andfa kepada Allah dan  Kalam-Nya. Dengan begitu interasi, tadabbur, dan tarbiyah Anda dengan  Al-Qur’an akan memberi bekas, makna, hakikat, pelajaran, dan petunjuk  yang sangat luar biasa manfaatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;13. Perhatikan ayat-ayat untuk ditadabburi. Pahami maknanya. Resapi  hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya. Kaitkan juga dengan  berbagai ilmu, pengetahuan, dan pelajaran yang bisa menambah pengayaan  Anda tentang ayat-ayat tersebut. Inilah tujuan tilawah. Tilawah tanpa  tadabbur, tidak akan melahirkan pemahaman dan memberi bekal apa pun pada  Anda. Al-Qur’an hanya sampai di tenggorokan Anda. Tidak sampai ke hati  Anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;14. Hanyutkan perasaan dan emosi Anda sesuai dengan ayat-ayat yang  Anda baca. Bergembiralah saat membaca kabar gembira. Takutlah saat  membaca ayat peringatan dan tentang siksaan. Buka hati saat membaca ayat  tentang perintah beramal. Koreksi diri saat bertemu tilawah Anda  membaca sifar-sifat orang munafik. Resapi ayat-ayat yang berisi doa.  Dengan begitu hati Anda hidup dan bergetar sesuai dengan sentuhan setiap  ayat. Inilah ciri orang beriman yang sejati dengan imannya (Al-Anfal:  2).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;15. Rasakan bahwa diri Anda sedang diajak berbicara Allah swt. lewat  ayat-ayat-Nya. Berhentilah sejenak saat bertemu dengan ayat yang  didahului dengan kalimat “Wahai orang-orang yang beriman…, hai  manusia….” Rasakan setiap panggilan itu hanya untuk Anda. Dengan begitu  lanjutan ayat yang berisi perintah, larangan, teguran, peringatan, atau  arahan akan dapat Anda respon dengan baik. Kami dengar dan kami taat.  Bukan kami &lt;em&gt;dengarin&lt;/em&gt; lalu kami &lt;em&gt;cuekin&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-8591434811075266541?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/8591434811075266541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=8591434811075266541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8591434811075266541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/8591434811075266541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/10/15-adab-agar-tilawah-memberi-bekas.html' title='15 Adab Agar Tilawah Memberi Bekas'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMuKwjSJPUI/AAAAAAAAAqg/ZaGtoOmMSC0/s72-c/alquran_12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-1260787716128142069</id><published>2010-10-29T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-10-29T18:51:55.167-07:00</updated><title type='text'>Ibu, Sang Arsitek Peradaban</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com, oleh Ibutina&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMt5p9EF1tI/AAAAAAAAAqY/CqG_dMG0wwc/s1600/hijab%283%29.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMt5p9EF1tI/AAAAAAAAAqY/CqG_dMG0wwc/s1600/hijab%283%29.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu malam yang tenang dan hening. Semua orang telah beranjak ke  rumah masing-masing untuk beristirahat. Menarik selimut hingga  terlindungi dari hawa dingin yang melingkupi cakrawala Madinah. Namun,  seorang laki-laki yang disadarkan oleh rasa tanggung jawab sebagai  pemimpin menyingkap selimutnya. Dia keluar menyusuri lorong-lorong  Madinah yang mencekam. Merayapi jalan-jalan yang sepi dari tapak kaki  manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dia keluar seorang diri menembus kegelapan malam. Barangkali ia  menjumpai musafir yang tidak menemukan tempat bermalam. Atau orang yang  merintih kesakitan. Atau orang lapar yang belum menemukan sesuap makanan  untuk mengganjal perutnya. Barangkali ada urusan rakyatnya yang luput  dari pengawasannya. Atau mungkin ada domba yang tersesat jauh di pinggir  sungai Eufrat. Allah akan menanyakannya dan menghisabnya kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan heran! Lelaki tersebut adalah Amirul Mukminin, Umar bin Khatthab RA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah sekian lama mengitari Madinah dan mulai merasakan lelah pada  sendi-sendinya, Umar bersandar pada salah satu dinding rumah kecil di  pinggiran kota Madinah. Dia beristirahat sejenak sebelum melanjutkan  langkahnya menuju masjid.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, sayup-sayup terdengar olehnya suara dua orang wanita dari  dalam rumah kecil tempat ia bersandar. Percakapan seorang ibu dengan  putrinya. Percakapan dimana sang putri menolak untuk mencampur susu  perah dengan air putih.&lt;br /&gt;Sang ibu berkata, “Campurlah susu itu dengan air!” Sang putri menjawab, “Sesungguhnya, Amirul Mukminin telah melarang  kita untuk mencampur susu dengan air. Tidakkah Ibu mendengar juru  bicaranya menyampaikan larangan tersebut?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Umar tidak melihat kita. Dia tidak akan tahu apa yang kita lakukan di saat-saat terakhir malam ini.” Jawab ibunya.&lt;br /&gt;Putrinya pun menjawab seketika, “Wahai Ibuku, walaupun Umar tidak  melihat namun Tuhan Umar melihat kita. Demi Allah, saya tidak akan  melakukan apa yang dilarang-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ucapan putri tadi menyejukkan hati Umar. Jawaban yang menggambarkan kejujuran dan keimanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMt6F_1ZGUI/AAAAAAAAAqc/tA7JeXFl8uM/s1600/281332467_7c6f2ce459.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMt6F_1ZGUI/AAAAAAAAAqc/tA7JeXFl8uM/s200/281332467_7c6f2ce459.jpg" width="199" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Umar menikahkan putranya, Ashim, dengan gadis yang baik itu.  Gadis itu bernama Ummu Ammarah binti Sufyan bin Abdullah bin Rabi’ah  Ats-Tsaqafi. Kelak ia akan melahirkan dua anak gadis yang diberi nama  Laila dan Hafshah. Laila kemudian dikenal dengan panggilan Ummu Ashim. Ummu Ashim kemudian menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan, seorang  gubernur Bani Marwan. Dari pernikahan yang suci ini lahirnya seorang  khalifah yang mulia, Umar bin Abdul Aziz.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Umar bin Abdul Aziz yang berjuluk Khalifah Kelima adalah pemimpin  yang sang bersahaja. Tingkat keimanannya tidak perlu diragukan lagi.  Umar hafal Quran sejak kecil. Matanya selalu banjir air mata karena rasa  takutnya pada Allah. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, tidak ada yang menjadi  mustahik. Tidak ada orang yang berhak menerima zakat. Rakyatnya hidup  makmur dan sejahtera. Sementara Umar hidup sangat sederhana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apa yang menjadikan Umar memiliki pribadi yang begitu luar biasa?  Ummu Ashim, ibunda Umar, mendidiknya sejak kecil dengan penuh kasih  sayang. Mengajarkan Umar Quran dan cinta pada Allah. Ia selalu menjaga  dan mengawasi putranya.&lt;br /&gt;Ummu Ashim juga dikenal sebagai wanita yang sangat dermawan dan  menyayangi orang-orang yang lemah. Ummu Ashim mewakili gambaran ideal  tentang sosok seorang ibu. Demikian juga ibunda dari Ummu Ashim. Rasa  takutnya pada Allah menjadikannya pribadi yang unggul.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keteladanan wanita-wanita tersebut menjadi bukti vitalnya seorang ibu  dalam membentuk sebuah generasi. Seorang penyair mengungkapkan bahwa  ibu adalah sebuah sekolah. Apabila dipersiapkan dengan baik, berarti  telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik. Tidak berlebihan tentu saja. Ibu adalah sekolah pertama dan utama  bagi anak-anaknya. Ibu bagaikan wadah yang mengajarkan dan mendidik  berbagai macam ilmu dalam kehidupan anak-anaknya dengan cinta dan kasih  sayang. Sebagai pendidik awal, ibulah yang pertama kali meletakkan  fondasi dasar –terutama dalam aspek keimanan- kepada anak dalam proses  pendewasaan mental dan pematangan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Gambaran pentingnya tugas seorang ibu tercakup dalam pernyataan yang  diungkapkan oleh DR. A. Madjid Katme, Presiden Asosiasi Dokter Muslim di  London dalam konferensi dunia tentang wanita di Beijing. Berikut  tuturannya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Tugas keibuan adalah pekerjaan yang paling terhormat dan membutuhkan  keterampilan di dunia ini. Dan terlaksananya tugas ini sangat penting  bagi pemeliharaan dan perlindungan anak terutama di masa-masa awal  pertumbuhannya. Tak ada satu jenis pekerjaan pun yang dapat merampas  seorang ibu dari tugas keibuannya. Dan tak ada seorang pun yang dapat  mengambil alih tugas keibuan tersebut.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun, begitu banyak muslimah yang kurang bahkan tidak memahami  pentingnya peran seorang ibu. Peran yang, menurut Katme, tidak bisa  digantikan oleh siapapun. Menjadi ibu full time dianggap hanya  ‘pekerjaan’ tidak penting. Tidak perlu sekolah yang tinggi, tidak perlu  pintar untuk menjadi seorang ibu. Salah! Anda justru harus menjadi  muslimah yang sangat cerdas untuk bisa memenuhi peran keibuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemuliaan peran keibuan dewasa ini pun semakin tergerus oleh serangan  barat. Setelah Quran dan Sunnah Nabi, hal yang kerap kali diserang oleh  para orientalis adalah wanita dan perannya dalam keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ide-ide feminisme, kesetaraan gender, dan kebebasan wanita saat ini  gencar disuarakan barat kepada umat Islam. Kita pun tahu, tidak sedikit  yang terjebak untuk mencicipi racun atas nama kebebasan wanita tersebut.  Akhirnya, hancurlah kemuliaan dan martabat wanita diikuti dengan  runtuhnya pilar-pilar keluarga dan pendidikan anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Islam telah mengajarkan kemuliaan seorang ibu. Sejarah telah mencatat  banyak orang hebat yang lahir dari seorang ibu yang juga hebat. Tak  pernah ada cacat pada peran keibuan. Tak pernah ada cela pada predikat  seorang ibu. Maka tak berlebihan bila ada ungkapan bahwa surga ada di  telapak kaki ibu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Muslimah perlu menyadari peran vitalnya sebagai seorang ibu. Ibu  bukan hanya tiga huruf, I – B – U, yang begitu sederhana hingga mudah  dilupakan. Ibu bukan hanya predikat sepele sehingga perannya tidak perlu  dipenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibu adalah simpul penting sebuah sambungan peradaban. Dialah yang  akan mencetak sebuah generasi. Ibu adalah tiang yang akan mengibarkan  kembali bendera kejayaan Islam lewat pendidikannya terhadap keluarga.  ibu, tak pernah bermakna kecil. Karena Allah lah yang menjadikannya  begitu mulia. (hdn)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-1260787716128142069?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/1260787716128142069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=1260787716128142069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/1260787716128142069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/1260787716128142069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/10/ibu-sang-arsitek-peradaban.html' title='Ibu, Sang Arsitek Peradaban'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TMt5p9EF1tI/AAAAAAAAAqY/CqG_dMG0wwc/s72-c/hijab%283%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-6462261976090222730</id><published>2010-09-13T18:27:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T18:27:57.181-07:00</updated><title type='text'>10 Bersaudara Bintang Al-Quran</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TI7PdtyPCSI/AAAAAAAAAqQ/dwtb2LAs-Q4/s1600/10-bersaudara-hafal-quran.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TI7PdtyPCSI/AAAAAAAAAqQ/dwtb2LAs-Q4/s320/10-bersaudara-hafal-quran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Siapa yang menyangka  bila 10 putra pasangan H Mutammimul Ula (Ustadz Tammim) dan Wirianingsih  (Ibu Wiwi), ternyata bisa menjadi penghapal Alquran alias Hafizh. Pada  Sabtu (28/8) lalu, keluarga ini mengikuti undangan DPD PKS Jambi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua pasangan suami istri tersebut mendidik dan membina kepribadian  putra-putrinya dengan kebaikan akhlak, perilaku Qurani, anggota keluarga  tidak pernah lepas untuk menghapal ayat suci Alquran yang menjadi  pegangan hidup bagi seluruh umat muslim.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluarga tersebut juga menjadi inspirasi bagi keluarga muslim lainnya  untuk dapat meneladani keistimewaannya. Kesepuluh putra mereka, selain  berhasil di bidang keagamaan, juga berhasil di bidang akademik dan  kemasyarakatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Misalnya, putra pertama H Mutamimul ‘Ula, Afzalurahman Assalam. Kini  dia semester akhir Teknik Geofisika ITB, hafal Alquran sejak usia 13  tahun, dan Juara I MTQ putra pelajar SMU se-Solo. Selain itu, dia juga  menjabat sebagai Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih  sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal itu membuktikan bahwa prestasi di bidang menghapal Alquran tidak  menyurutkan prestasi lainnya di bidang keduniawiaan, terutama dalam  bidang pendidikannya yang terus menanjak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain dari seorang putranya itu, sembilan saudara lainnya juga  memiliki prestasi gemilang, dari prestasi akademik, jabatan di  keorganisasian, juara MTQ, dan selalu mendapatkan amanah yang baik di  dalam lingkungan. Dari kesepuluh putranya, empat putranya hapal 30 juz,  ada yang hapal 29 juz, 15 juz, 13 juz, sembilan juz, dan dua juz bagi  dua putranya yang masih duduk di bangku SDIT Mampang Jakarta Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam kesempatan menyambut momen Nuzul Quran (turunnya Alquran), DPD  PKS Kota Jambi menghadirkan langsung H Mutamimul ‘Ula dan seorang  putranya yang kedelapan yaitu Muhammad Syaihul Basyir atau akrab disapa  Basyir, Sabtu (28/8) lalu di Aula Museum Negeri Jambi Telanaipura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluarga Mutamimul pun membagikan tip dan menjadi motivator bagi  keluarga muslim di Kota Jambi. Antusiasme peserta yang hadir dalam  kegiatan cukup tinggi. Itu terlihat dari jumlah kursi yang disediakan  seluruhnya terisi, bahkan ada peserta yang rela untuk berdiri demi  mendengarkan motivasi dari H Mutamimul ‘Ula tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bagaimana kunci kesuksesannya? Meski keduanya sibuk atas pekerjaan  yang sebelumnya merupakan politikus dari PKS serta sibuk dalam dunia  dakwah (menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat), namun, pasangan  suami-istri ini memiliki komitmen terhadap pendidikan anak. Terutama  pendidikan agama, akhlak dan kepribadian anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keluarga ini sebagaimana keluarga lainnya yang hidup di tengah arus  globalisasi, putra mereka tetap diberi kebebasan menikmati berbagai  fasilitas teknologi. “Namun, yang terpenting adanya imun (kekebalan) di  dalam diri anak. Sehingga anak dapat tetap terjaga,” ujar Ustad Tamim  saat menyampaikan urainnya di hadapan peserta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tamim menekankan, banyak beramal ibadah, berdoa, merupakan kunci  keberhasilan untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Kedua pasangan  ini sangat memperhatikan pentingnya manajemen waktu, konsisten  (istiqamah), dan terus mengontrol perkembangan putra mereka dalam  keluarga yang terus membina hubungan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahkan, mengenai pengecekan hasil belajar putra mereka, kedua  pasangan ini lebih mengutamakan untuk mengecek hapalan Alquran putra  mereka, dan selanjutnya barulah menanyakan mengenai tugas sekolah atau  kuliah. “Karena bila hapalan telah baik. Maka, yang lainnya akan ikut  sendiri,” ujar Ustad Tamim yang sangat rendah hati dan tak pernah ingin  berbangga diri itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Putra kedelapan Ustad Tamim yang baru kelas III SMP, Basyir  mengutarakan, dia tidak begitu tertarik dengan permainan yang membuatnya  lalai. Alquran aktivitas kebaikan lainnya, lebih menarik hatinya  ketimbang harus menghabiskan waktu dengan permainan anak-anak yang marak  akhir-akhir ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;Saat dikonfirmasi kepada ketua pelaksana yang juga Ketua DPD PKS Kota  Jambi Syafruddin Dwi Aprianto, dihadirkannya seorang inspirator  generasi Qurani itu, bertepatan dengan momen Nuzul Quran pada Ramadan  kali ini. “Selain itu, untuk memotivasi keluarga muslim agar dapat  meneladani Ustad Tamim dan istri yang dapat mendidik 10 putranya menjadi  bintang Alquran,” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-6462261976090222730?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/6462261976090222730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=6462261976090222730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6462261976090222730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/6462261976090222730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/09/10-bersaudara-bintang-al-quran.html' title='10 Bersaudara Bintang Al-Quran'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TI7PdtyPCSI/AAAAAAAAAqQ/dwtb2LAs-Q4/s72-c/10-bersaudara-hafal-quran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-7311309685012434227</id><published>2010-09-01T00:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-01T00:34:29.904-07:00</updated><title type='text'>Tentang Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Lailatul Qodar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Mustdanangpramono.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TH4B5tyzFvI/AAAAAAAAAqA/Gpqy3KyjT9w/s1600/bulan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TH4B5tyzFvI/AAAAAAAAAqA/Gpqy3KyjT9w/s320/bulan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sedulurku semua… Shalawat dan salam semoga  senantiasa dilimpahkan Allah kepada Nabi kita Muhammad, segenap keluarga  dan sahabatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Monggo dulur–dulur kita hayati sebentar marilah  kita saling mengingatkan, sebentar lagi puasa kita akan menuju,10 malam  terakhir di bulan ramadhan , marilah kita sama-sama mencari malam dari  seribu bulan, yang penting ikhlas, pasrah , tawadhu, istiqomal, sampai  akhir ramadhan. mudah-mudahan ibadah kita semua di rido’i Allah SWT.  amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha,  ia berkata : “Bila masuk sepuluh (hari terakhir bulan Ramadhan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya menjauhkan  diri dari menggauli istrinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan  Keluarganya . ” Demikian menurut lafazh Al-Bukhari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun  lafazh Muslim berbunyi : “Menghidupkan malam(nya), membangunkan  keluarganya, dan bersungguh-sungguh serta mengencangkan kainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam  riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu lanha :  “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam  sepuluh (hari) akhir (bulan Ramadhan), hal yang tidak beliau lakukan  pada bulan lainnya. ”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalan-amalan  yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, di antaranya:&lt;br /&gt;Menghidupkan  malam: Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh  malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar  daripadanya. Dalam Shahih Muslim dari Aisyah radhiallahu ‘anha, ia  berkata:&lt;br /&gt;“Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam shalat malam hingga pagi. “&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan dalam hadits marfu’ dari Abu Ja’far Muhammad bin Ali :&lt;br /&gt;“Barangsiapa  mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai orang muslim, lalu  puasa pada siang harinya dan melakukan shalat pada sebagian malamnya,  juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya,  serta menjaga shalatnya secara berjamaah dan bersegera berangkat untuk  shakat Jum’at; sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala  yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah  dari Tuhan Yang Mahasuci dan Maha tinggi. ” Abu Ja ‘far berkata: Hadiah  yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa. (HR. Ibnu  Abid-Dunya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan  keluarganya untuk shalat pada malam-malam sepuluh hari terakhir, sedang  pada malam-malam yang lain tidak.&lt;br /&gt;Dalam hadits Abu Dzar radhiallahu ‘anhu  disebutkan:&lt;br /&gt;“Bahwasanya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam melakukan shalat bersama mereka  (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan  dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (shalat)  keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27) saja. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ini  menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka  pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya.&lt;br /&gt;At-Thabarani meriwayatkan dari Ali radhiallahu ‘anhu :&lt;br /&gt;“Bahwasanya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan keluarganya pada  sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang  tua yang mampu melakukan shalat. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan dalam hadits shahih diriwayatkan :&lt;br /&gt;“Bahwasanya  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengetuk (pintu) Fathimah dan  Ali radhiallahu ‘anhuma pada suatu malam seraya berkata:&lt;br /&gt;Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan shalat ?”   (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Beliau  juga membangunkan Aisyah radhiallahu ‘anha pada malam hari, bila telah  selesai dari tahajudnya dan ingin melakukan (shalat) witir.&lt;br /&gt;Dan  diriwayatkan adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-isteri  membangunkan yang lain untuk melakukan shalat, serta memercikkan air di  wajahnya bila tidak bangun). (Hadits riwayat Abu Daud dan lainnya,  dengan sanad shahih.)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Muwaththa’ disebutkan dengan  sanad shahih, bahwasanya Umar radhiallahu ‘anhu melakukan shalat malam  seperti yang dikehendaki Allah, sehingga apabila sampai pada pertengahan  malam, ia membangunkan keluarganya untuk shalat dan mengatakan kepada  mereka: “Shalat! shalat!” Kemudian membaca ayat ini :&lt;br /&gt;“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. ”  (Thaha: 132).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bahwasanya  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengencangkan kainnya. Maksudnya  beliau menjauhkan diri dari menggauli isteri-isterinya. Diriwayatkan  bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan  Ramadhan berlalu.&lt;br /&gt;Dalam hadits Anas radhiallahu ‘anhu disebutkan :&lt;br /&gt;“Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi isteri-isterinya (tidak menggauli mereka).&lt;br /&gt;Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada malam sepuluh terakhir  bulan Ramadhan. Orang yang beri’tikaf tidak diperkenankan mendekati  (menggauli) isterinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma’. Dan  “mengencangkan kain” ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam  beribadah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mengakhirkan berbuka hingga waktu sahur.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan  dari Aisyah dan Anas uadhiallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam pada malam-malam sepuluh (akhir bulan  Ramadhan) menjadikan makan malam (berbuka)nya pada waktu sahur.Dalam  hadits marfu’ dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;“Janganlah  kalian menyambung (puasa). Jika salah seorang dari kamu ingin  menyambung (puasanya) maka hendaknya ia menyambung hingga waktu sahur  (saja). ” Mereka bertanya: “Sesungguhnya engkau menyambungnya wahai  Rasulullah ?”Beliau menjawab: “Sesungguhnya aku tidak seperti kalian.  Sesungguhnya pada malam hari ada yang memberiku makan dan minum. “(HR.  Al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan apa yang dibukakan Allah atas beliau  dalam puasanya dan kesendiriannya dengan Tuhannya, oleh sebab munajat  dan dzikirnya yang lahir dari kelembutan dan kesucian beliau. Karena  itulah sehingga hatinya dipenuhi Al-Ma’ariful Ilahiyah (pengetahuan  tentang Tuhan) dan Al-Minnatur Rabbaniyah (anugerah dari Tuhan) sehingga  mengenyangkannya dan tak lagi memerlukan makan dan minum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mandi antara Maghrib dan Isya’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu ‘anha :&lt;br /&gt;“Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam jika bulan Ramadhan (seperti biasa) tidur  dan bangun. Dan manakala memasuki sepuluh hari terakhir beliau  mengencangkan kainnya dan menjauhkan diri dari (menggauli)  isteri-isterinya, serta mandi antara Maghrib dan Isya.”&lt;br /&gt;Ibnu Jarir  rahimahullah berkata, mereka menyukai mandi pada setiap malam dari  malam-malam sepuluh hari terakhir. Di antara mereka ada yang mandi dan  menggunakan wewangian pada malam-malam yang paling diharapkan turun  Lailatul Qadar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dianjurkan pada malam-malam yang  diharapkan di dalamnya turun Lailatul Qadar untuk membersihkan diri,  menggunakan wewangian dan berhias dengan mandi (sebelumnya), dan  berpakaian bagus, seperti dianjurkannya hal tersebut pada waktu shalat  Jum’at dan hari-hari raya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah sempurna berhias secara lahir  tanpa dibarengi dengan berhias secara batin. Yakni dengan kembali  (kepada Allah), taubat dan mensucikan diri dari dosa-dosa. Sungguh,  berhias secara lahir sama sekali tidak berguna, jika ternyata batinnya  rusak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak melihat kepada rupa dan tubuhmu, tetapi Dia  melihat kepada hati dan amalmu. Karena itu, barangsiapa menghadap kepada  Allah, hendaknya ia berhias secara lahiriah dengan pakaian, sedang  batinnya dengan taqwa. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“Hai anak Adam,  sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi  auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang  paling baik. ” (Al-A’raaf: 26).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;I’tikaf. Dalam Shahihain disebutkan, dari Aisyah radhiallahu ‘anha :&lt;br /&gt;Bahwasanya  Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa beri’tikaf pada sepuluh  hari terakhir dari Ramadhan, sehingga Allah mewafatkan beliau. “&lt;br /&gt;Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari  terakhir yang di dalamnya dicari Lailatul Qadar untuk menghentikan  berbagai kesibukannya, mengosongkan pikirannya dan untuk mengasingkan  diri demi bermunajat kepada Tuhannya, berdzikir dan berdo’a kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Adapun makna dan hakikat i’tikaf adalah:&lt;br /&gt;Memutuskan  hubungan dengan segenap makhluk untuk menyambung penghambaan kepada  AI-Khaliq. Mengasingkan diri yang disyari’atkan kepada umat ini yaitu  dengan i’tikaf di dalam masjid-masjid, khususnya pada bulan Ramadhan,  dan lebih khusus lagi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.  Sebagaimana yang telah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.&lt;br /&gt;Orang  yang beri’tikaf telah mengikat dirinya untuk taat kepada Allah,  berdzikir dan berdo’a kepada-Nya, serta memutuskan dirinya dari segala  hal yang menyibukkan diri dari pada-Nya. Ia beri’tikaf dengan hatinya  kepada Tuhannya, dan dengan sesuatu yang mendekatkan dirinya kepada-Nya.  Ia tidak memiliki keinginanlain kecuali Allah dan ridha-Nya. Sembga  Alllah memberikan taufik dan inayah-Nya kepada kita. (Lihat kitab  Larhaa’iful Ma’aarif, oleh Ibnu Rajab, him. 196-203) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;LAILATUL QADAR&lt;br /&gt;Allah Ta ‘ala berfirman :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya  Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) saat Lailatul Qadar (malam  kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar  itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat  dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala uuusan.  Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. “(Al-Qadr: 1-5),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah  memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul  Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan. Allah Ta’ala berfirman :  “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang  diberkahi.”(Ad-Dukhaan: 3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan malam itu berada di bulan Ramadhan, sebagaimana firman Allah Ta ‘ala :&lt;br /&gt;“Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an. “(Al-Baqarah: 185). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata :&lt;br /&gt;“Allah  menurunkan Al-Qur’anul Karim keseluruhannya secara sekaligus dari Lauh  Mahfudh ke Baitul’Izzah (langit pertama) pada malam Lailatul Qadar.  Kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam sesuai dengan konteks berbagai peristiwa  selama 23 tahun.”&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena  keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta ‘ala. Juga, karena  pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun,  sebagaimana firman Allah : “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang  penuh hikmah. ” (Ad-Dukhaan: 4). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian, Allah berfirman  mengagungkan kedudukan Lailatul Qadar yang Dia khususkan untuk  menurunkan Al-Qur’anul Karim: “Dan tahukah kama apakah Lailatul Qadar  itu?” ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/429.) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selanjutnya Allah menjelaskan nilai keutamaan Lailatul Qadar dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;“Lailatul  Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan. ” Maksudnya, beribadah di  malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do’a sama dengan  beribadah selama seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak  ada Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;Dan seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu  Allah memberitahukan keutamaannya yang lain, juga berkahnya yang  melimpah dengan banyaknya malaikat yang turun di malam itu, termasuk  Jibril ‘alaihis salam. Mereka turun dengan membawa semua perkara,  kebaikan maupun keburukan yang merupakan ketentuan dan takdir Allah.  Mereka turun dengan perintah dari Allah. Selanjutnya, Allah menambahkan  keutamaan malam tersebut dengan firman-Nya :&lt;br /&gt;“Malam itu (penuh) kesejahteraan hingga terbit fajar” (Al-Qadar: 5) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Maksudnya,  malam itu adalah malam keselamatan dan kebaikan seluruhnya, tak sedikit  pun ada kejelekan di dalamnya, sampai terbit fajar. Di malam itu, para  malaikat -termasuk malaikat Jibril- mengucapkan salam kepada orang-orang  beriman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam menyebutkan keutamaan melakukan qiyamul lail di malam tersebut.  Beliau bersabda : “Barangsiapa melakukan shalat malam pada saat  Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala Allah, niscaya diampuni  dosa-dosanya yang telah lalu. ” (Hadits Muttafaq ‘Alaih) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentang  waktunya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Carilah  Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan  Ramadhan. ” (HR. Al-Bukhari, Muslim dan lainnya).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yang dimaksud  dengan malam-malam ganjil yaitu malam dua puluh satu, dua puluh tiga,  dua puluh lima, dua puluh tujuh, dan malam dua puluh sembilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adapun  qiyamul lail di dalamnya yaitu menghidupkan malam tersebut dengan  tahajud, shalat, membaca Al-Qur’anul Karim, dzikir, do’a, istighfar dan  taubat kepada Allah Ta ‘ala. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,  aku bertanya: “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui  lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?” Beliau  menjawab, katakanlah : “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun,  Engkau mencintai Pengampunan maka ampunilah aku. ” (HR. At-Tirmidzi, ia  berkata, hadits hasan shahih). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pelajaran dari surat Al-Qadr :&lt;br /&gt;Keutamaan Al-Qur’anul Karim serta ketinggian nilainya, dan bahwa ia diturunkan pada saat Lailatul Qadar.&lt;br /&gt;Keutamaan dan keagungan Lailatul Qadar, dan bahwa ia menyamai seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya.&lt;br /&gt;Anjuran untuk mengisi kesempatan-kesempatan baik seperti malam yang mulia ini dengan berbagai amal shalih. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika  Anda telah mengetahui keutamaan-keutamaan malam yang agung ini, dan ia  terbatas pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan maka seyogyanya Anda  bersemangat dan bersungguh-sungguh pada setiap malam dari malam-malam  tersebut, dengan shalat, dzikir, do’a, taubat dan istighfar.  Mudah-mudahan dengan demikian Anda mendapatkan Lailatul Qadar, sehingga  Anda berbahagia dengan kebahagiaan yang kekal yang tiada penderitaan  lagi setelahnya Di malam-malam tersebut, hendaknya Anda berdo’a dengan  do’a-do’a bagi kebaikan dunia-akhirat, di antaranya :&lt;br /&gt;“Ya Allah,  perbaikilah untukku agamaku yang merupakan penjaga urusanku, dan  perbaikilah untukku duniaku yang di dalamnya adalah kehidupanku, dan  perbaikilah untukku akhiratku yang kepadanya aku kembali, dan jadikanlah  kehidupan (ini) menambah untukku dalam setiap kebaikan, dan kematian  menghentikanku dari setiap kejahatan. Ya Allah bebaskanlah aku dari  (siksa) api Neraka, dan lapangkanlah untukku ritki yang halal, dan  palingkanlah daripadaku kefasikan jin dan manusia, wahai Dzat Yang Hidup  dan terus menerus mengurus (makhluk-Nya)”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Wahai Tuhan kami,  berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan  jagalah kami dari siksa Neraka. Wahai Dzat Yang Hidup lagi terus menerus  mengurus (makhluk-Nya), wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan  Kemulyaan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon hal-hal yang  menyebabkan (turunnya) rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keteguhan dalam  kebenaran dan mendapatkan segala kebaiikan, selamat dari segala dosa,  kemenangan dengan (mendapat) Surga serta selamat dari Neraka. Wahai Dzat  Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Wahai Dzat  yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Allah, aku memohon  kepada-Mu pintu-pintu kebajikan, kesudahan (hidup) dengannya serta  segala yang menghimpunnya, secara lahir-batin, di awal maupun di  akhirnya, secara terang- terangan maupun rahasia. YaAllah, kasihilah  keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta  kasihilah berdiriku di hadapanmu kelak di akhirat. Wahai Dzat Yang  Mahahidup, yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Allah,  sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘afaaf  (pemeliharaan dari segala yang tidak baik) serta kecukupan. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, mencintai pengampunan maka ampunilah aku. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya  Allah, aku mengharap rahmat-Mu maka janganlah Engkau pikulkan (bebanku)  kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata, dan perbaikilah  keadaanku seluruhnya, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain  Engkau. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Allah, jadikanlah kebaikan sebagai akhir dari semua  urusan kami, dan selamatkanlah kami dari kehinaan dunia dan siksa  akhirat. “&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Ya Tuhan kami, terimalah (permohonan) kami,  sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, wahai Dzat Yang  Maha Hidup, yang memiliki keagungan dan kemuliaan. ” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Demikian  Yang Dapat Saya Sampaikan kepada poro dulur-dulur di kampus tercinta  ini, Apabila ada yang benar itu datangnya dari Allah SWT. Kalau ada yang  salah atau kurang itu karena ke bodohan saya pribadi ,untuk itu Saya  Mohon Maaf yang sebesar-besarnya, Karena Manusia Tidak Luput Dari  Kesalahan Atau Kekhilafan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; Billahi taufik wal hidayah.  Wassalamu alaikum wr. Wb. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-7311309685012434227?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/7311309685012434227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=7311309685012434227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/7311309685012434227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/7311309685012434227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/09/tentang-sepuluh-hari-terakhir-bulan.html' title='Tentang Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Lailatul Qodar'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TH4B5tyzFvI/AAAAAAAAAqA/Gpqy3KyjT9w/s72-c/bulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-655849257130158034</id><published>2010-07-27T21:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T21:13:02.295-07:00</updated><title type='text'>Hidayah Melalui Anakku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.blogger.com/goog_870711254"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TE-uPqRmNJI/AAAAAAAAApY/1YTL2vz4nOY/s1600/Buah+Hati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TE-uPqRmNJI/AAAAAAAAApY/1YTL2vz4nOY/s320/Buah+Hati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sahibul hikayat dalam kisah ini adalah warga Madinah Nabawiyah, ia  menuturkan sebagai berikut, “Aku adalah seorang pemuda umur 37 tahun,  telah berkeluarga dengan beberapa anak. Aku telah banyak melakukan yang  diharamkan Allah. Jarang sekali shalat berjamaah, kecuali pada  momen-momen tertentu saja, sekadar formalitas di mata orang lain. Hal  itu disebabkan karena aku merasa sebagai orang jahat. Setan selalu  mengikatku setiap saat. Anakku berumur 7 tahun, namanya Marwan, ia tuli  dan bisu, tetapi ia telah banyak mereguk nilai-nilai keimanannya dari  istriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada suatu malam aku dan Marwan sedang berada di rumah, aku mulai  merencanakan apa yang akan aku lakukan malam ini bersama teman-teman,  dan di mana lokasinya. Saat itu selepas shalat Maghrib, dengan bahasa isyarat anakku  mengatakan sesuatu, aku sangat paham kalau dia mengingatkan diriku untuk  shalat, “Mengapa Bapak tidak shalat?” begitu kira-kira yang ingin  dikatakannya. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke langit,  lagi-lagi dengan isyarat ia mengultimatum bahwa Allah akan melihatku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terkadang aku kepergok anakku sedang berbuat kemunkaran, aku takjub  dengan bahasa isyaratnya, ia menangis di depanku, lalu aku segera  merangkulnya, tapi ia lari dariku, ia segera lari ke tempat wudhu, lalu  datang kembali menghampiriku seraya memberi isyarat agar jangan pergi  dahulu, tiba-tiba ia shalat di depanku kemudian ia bangun dan bergegas  mengambil mushaf dan meletakkannya di hadapanku, lalu ia membukanya  dengan hanya sekali buka, kemudian jari telunjuknya menunjuk kepada  salah satu ayat dalam surat&amp;nbsp; Maryam :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;يَاأَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa  azab dari Tuhan yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.”&lt;/em&gt; (QS. Maryam: 45)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah itu anakku langsung menangis, dan aku pun spontan ikut  menangis, lalu ia bangun dan mengusap air mataku, kemudian ia mencium  kepala dan tanganku, dan lagi-lagi dengan bahasa isyarat ia berkata  kepadaku, &lt;em&gt;“Wahai ayahku shalatlah sebelum engkau dimasukkan ke dalam liang lahat, dan engkau akan menuai azab.”&lt;/em&gt;  Demi Allah aku sangat takut dan gemetar, tak ada yang mengetahui  keadaanku saat itu kecuali Allah, aku segera bangun, aku seperti orang  bingung keluar masuk kamar, sementara Marwan, anakku, terus menguntit  sambil terus menatapku dengan tatapan yang aneh, lalu ia berkata, “Ayo,  ayah ke masjid Besar!” maksudnya masjid Nabawy. “Tidak ah, ke masjid  dekat rumah saja” bujukku kepadanya. Anakku tetap bersikeras mengajak ke  Masjid Nabawy, aku pun segera menggandeng tangannya menuju masjid  Nabawy, aku masih takut dan gemetar, sementara anakku seperti tidak  berhenti sekejap pun menatapku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesampainya di masjid Nabawy, aku segera menuju Raudah yang saat itu  telah penuh sesak dengan manusia menjelang shalat Isya. Pada saat shalat  Isya aku mendengar sang Imam membaca salah satu ayat berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا  خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ  يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ  عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ  اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="arabic" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-  langkah setan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka  sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang  mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada  kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari  perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah  membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi  Maha Mengetahui.”&lt;/em&gt; (QS. An Nuur: 21)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku tak mampu menguasai gelora jiwaku, aku tak kuasa menahan  tangisku, aku menangis dan Marwan pun ikut menangis karena mendengar  tangisku, di tengah shalat Marwan mengeluarkan sapu tangan dari saku  bajuku lalu mengusap air mataku. Selepas shalat aku masih tetap  menangis, sementara Marwan terus mengusap air mataku, tidak terasa aku  telah bersimpuh di masjid Nabawy selama satu jam penuh, sehingga anakku  berkata, “Sudahlah Ayah…, jangan takut!” Kami pun bergegas pulang ke  rumah, malam&amp;nbsp; itu terasa malam yang paling indah dalam hidupku, aku  seperti dilahirkan kembali ke dunia, istriku pun kemudian hadir di  dekatku, juga anak-anakku. Kami semua menumpahkan tangis, meski  anak-anakku yang lain tidak mengerti apa yang terjadi. Lalu Marwan  berkata, “Ayah tadi shalat di Masjid Nabawy.” Kulihat istriku gembira  karena buah tarbiyahnya terbukti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Aku ceritakan kepada istriku apa yang telah dilakukan Marwan  terhadapku, aku katakan kepadanya, “Demi Allah aku ingin tanya kepadamu,  apakah engkau telah mendikte Marwan membuka Mushaf dan menunjuk salah  satu ayat dalam surat Maryam yang ditunjukkan kepadaku?” Tetapi istriku  bersumpah “demi Allah” sampai tiga kali. Kemudian istriku berucap,  “Alhamdulillah atas segala hidayah ini.” Malam itu adalah malam yang  paling berkesan. Sejak saat itu aku pun tidak pernah tinggal shalat  berjamaah di masjid. Dan aku mulai memisahkan diri dari teman-teman  burukku dan telah merasakan kelezatan iman. Seandainya Anda melihatku  saat itu Anda akan dapat melihat hal itu dari wajahku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sejak peristiwa itu hidupku terasa bahagia, penuh cinta dan harmonis  antara aku, istri, dan anak-anakku, khususnya anakku Marwan yang tuli  dan bisu. Cintaku sangat besar kepadanya. Bagaimana tidak! Dari kedua  tangannyalah tersuguhkan kepadaku hidayah Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhukum Abu Marwan&lt;br /&gt;Madinah Al-Munawwarah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disadur dari kitab &lt;em&gt;Al-‘Aiduna ilallah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-655849257130158034?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/655849257130158034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=655849257130158034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/655849257130158034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/655849257130158034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/07/hidayah-melalui-anakku.html' title='Hidayah Melalui Anakku'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TE-uPqRmNJI/AAAAAAAAApY/1YTL2vz4nOY/s72-c/Buah+Hati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-9080064364896162553</id><published>2010-07-21T22:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T22:03:42.725-07:00</updated><title type='text'>Bersedekahlah, Wahai Para Wanita</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TEfRBmfIuNI/AAAAAAAAApQ/-TLDn8hb9Ns/s1600/muslimah_cadar1.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TEfRBmfIuNI/AAAAAAAAApQ/-TLDn8hb9Ns/s320/muslimah_cadar1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pernahkah Anda berdagang mendapat keuntungan sepuluh kali lipat?  Alangkah bodohnya kita jika menolak mendapat keuntungan tujuh ratus kali  lipat!&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Keshahihan transaksi itu Rasulullah saw. sendiri yang menjamin.  “&lt;i&gt;Barangsiapa yang menafkahkan hartanya untuk membantu peperangan di  jalan Allah, maka akan dilipatgandakan pahalanya menjadi tujuh ratus,&lt;/i&gt;”  begitu kata Rasulullah saw. (Tirmidzi, hadits nomor 1625)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Karena itu tak datang kepada Rasulullah saw. seorang lelaki dengan  membawa seekor untanya, seperti yang diceritakan Abu Mas’ud Al-Anshari  r.a. Ia berkata, “&lt;i&gt;Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw.  dengan menuntun seekor unta yang dilubangi hidungnya. Kemudian ia  berkata, ‘Unta ini saya pergunakan untuk berperang di jalan Allah, wahai  Rasulullah.’ Rasulullah saw. bersabda, ‘Kamu akan mendapatkan tujuh  ratus unta semisal itu pada hari kiamat, semua dilubangi hidungnya&lt;/i&gt;.’”  (Muslim, hadits nomor 3508)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh ini kabar gembira dari Rasulullah saw. Apa yang kita  sedekahkan di jalan Allah, kita akan mendapat gantinya hal serupa tujuh  ratus kali lipat. Jika kita wakafkan satu rumah untuk majelis taklim,  Allah swt. akan mengembalikan 700 rumah kepada kita. Jika kita wakafkan  sebuah mobil Kijang Inova, Allah swt. akan membalas dengan 700 mobil  Kijang Inova semisal yang kita wakafkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“&lt;i&gt;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang  menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih  yang menunbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai seratus butir. Allah  melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan  Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui&lt;/i&gt;.” (Al-Baqarah: 261)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitulah janji Allah kepada orang yang berinfak dengan niat yang  ikhlas karena Allah swt. semata. Dan infaknya pun disalurkan kepada  tempat yang benar, kepada orang-orang yang berhak. Rasulullah saw.  mengajarkan perihal ini kepada para sahabatnya. Bahkan, kepada Bilal  yang termasuk kalangan sahabat yang fakir secara finansial. “Wahai  Bilal, berinfaklah! Jangan takut kekurangan dari Dzat yang mempunyai  langit,” demikian sabda Rasulullah saw. (Shahih Al-Jami, hadits nomor  1612)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika Bilal yang miskin saja Rasulullah saw. menganjurkan berinfak, bagaimana dengan sahabat yang berpunya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anjuran berinfak bukan saja kepada kaum lelaki. Rasulullah saw.  bahkan berwasiat khusus kepada kaum wanita. Saat bertemu dengan Asma’,  Rasulullah saw. berkata, “&lt;i&gt;Berinfaklah dan janganlah kamu  menghitung-hitung hartamu, karena Allah juga akan menghitung-hitung  rezeki-Nya untukmu. Dan janganlah engkau bakhil dengan hartamu, karena  Allah juga akan bakhil kepadamu.&lt;/i&gt;” (Bukhari, hadits nomor 2420)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada kesempatan lain, saat usai shalat Idul Adha di sebuah tanah  lapang, Rasulullah saw. berseru, “Wahai manusia, bersedekahlah kalian!”  Kemudian beliau menuju ke tempat para wanita dan bersabda, “Wahai para  wanita, bersedekahlah kalian semua, karena aku telah melihat banyak  penghuni neraka adalah dari golongan kalian.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mereka berkata, “Ya Rasulullah, mengapa hal itu bisa terjadi?”  Rasulullah saw. menjawab, “Karena kalian sering melaknat dan mengingkari  pemberian suami. Aku tidak pernah melihat golongan yang lemah akal dan  agamanya, namun dapat menghilangkan kejernihan akal seorang lelaki yang  teguh selain dari kalian, wahai para wanita.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah mendengar anjuran itu, para wanita itu segera melepas  anting-anting dan cincin mereka. Para shahabiyah itu bersegera  menunaikan anjuran Rasulullah saw. Bersedekah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian Rasulullah saw. pergi. Sesampai di rumah, datanglah Zainab,  istri Abdullah bin Mas’ud. Ia meminta izin untuk bertemu. Salah seorang  istri beliau pun berkata, “Wahai Rasulullah, ini ada Zainab.” Kemudian  Rasulullah saw. bertanya, “Zainab siapa?” “Zainab istri Abdullah bin  Mas’ud,” jawab istri beliau. Rasulullah saw. berkata, “Izinkan ia  masuk.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah masuk, Zainab berkata, “Wahai Nabi Allah, hari ini Engkau  telah menyuruh kami untuk bersedekah, dan aku mempunyai perhiasan yang  ingin aku sedekahkan, namun Ibnu Mas’ud beranggapan bahwa ia dan  anak-anaknya yang lebih berhak menerima sedekahku.” Rasulullah saw.  bersabda, “Ibnu Mas’ud benar. Suamimu dan anak-anakmu adalah orang-orang  yang paling berhak menerima sedekahmu.” (Tirmidzi, hadits nomor 664)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Begitulah para wanita di zaman Rasululllah saw. Mereka selalu  bersegera jika melihat peluang untuk beramal dan berbuat kebajikan.  Tidak berpikir dua kali. Sungguh beda dengan kita. Meski setiap hari  melihat korban bencana di televisi dan membaca berita bayi-bayi  menderita busung lapar di koran, semua itu tidak menggerakkan tangan  kita untuk mengulurkan bantuan. Masih asyik dengan hobi kita bershopping  ria ke mall-mall.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6619975256684780486-9080064364896162553?l=alfurqonfoundation.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/feeds/9080064364896162553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6619975256684780486&amp;postID=9080064364896162553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9080064364896162553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6619975256684780486/posts/default/9080064364896162553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfurqonfoundation.blogspot.com/2010/07/bersedekahlah-wahai-para-wanita.html' title='Bersedekahlah, Wahai Para Wanita'/><author><name>Amma's Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08379990433510314218</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/SLGK17Ao-FI/AAAAAAAAAQE/fs1Wa5naTrY/S220/1_504682971m.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TEfRBmfIuNI/AAAAAAAAApQ/-TLDn8hb9Ns/s72-c/muslimah_cadar1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6619975256684780486.post-2777581085608282715</id><published>2010-07-21T20:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T20:19:20.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Allah Itu Dekat</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Sumber: &lt;a href="http://dakwatuna.com/"&gt;Dakwatuna.com&lt;/a&gt; &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang  Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang  yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi  (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat  petunjuk (bimbingan)”. &lt;/em&gt;(Al-Baqarah: 186)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TEe4klrJ5JI/AAAAAAAAApI/iLNqLMdYu4w/s1600/Alone.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_0h3K3i_D0P4/TEe4klrJ5JI/AAAAAAAAApI/iLNqLMdYu4w/s320/Alone.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;A&lt;/em&gt;yat ini meskipun tidak berbicara tentang Ramadhan seperti  pada tiga ayat sebelumnya (Al-Baqarah: 183-185) dan satu ayat sesudahnya  (Al-Baqarah: 187), namun keterkaitannya dengan Ramadhan tetap ada. Jika  tidak, maka ayat ini tidak akan berada dalam rangkaian ayat-ayat puasa  seperti dalam susunan mushaf. Karena setiap ayat Al-Qur’an menurut Imam  Al-Biqa’I merupakan satu kesatuan (wahdatul ayat) yang memiliki korelasi  antar satu ayat dengan yang lainnya, baik dengan ayat sebelumnya atau  sesudahnya. Disinilah salah satu bukti kemu’jizatan Al-Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedekatan Allah dengan hambaNya yang dinyatakan oleh ayat di atas  lebih khusus daripada kedekatan yang dinyatakan dalam surah Qaaf ayat  16: “&lt;em&gt;Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya” &lt;/em&gt;yang  bersifat umum. Kedekatan Allah dengan hambaNya dalam ayat di atas  merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak  kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat  dengan doa dan amal shalih yang berhasil ditunjukkan oleh seorang hamba  di bulan Ramadhan, sehingga&lt;em&gt; &lt;/em&gt;merupakan motifasi terbesar yang memperkuat semangat ber Ramadhan dengan baik dan totalitas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam konteks ini, korelasi ayat doa dan kedekatan Allah yang khusus  dengan hambaNya dengan ayat-ayat puasa (Ayatush Shiyam) paling tidak  dapat dilihat dari empat hal berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span s
